Beasts Master

Beasts Master
Terjun Ke Medan Perang IV



“Baiklah sudah diputuskan, setelah kalian memulihkan kondisi tubuh kalian maka kalian ikutlah denganku menghentikan pertikaian ini. Untuk yang terluka, kembalilah ke Sekte kalian.” Perkataan Zhao Jian menggema di benak semua Kultivator.


Patriark Sekte Matahari dan Pria tua bawahan Ye Mo segera mendekatinya dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


“Sekte Matahari akan mengikuti Hakim Surgawi!” seru Patriark Sekte Matahari.


“Kami juga akan mengikuti Hakim Surgawi!” seru Pria tua itu.


Tiba-tiba fluktuasi energi spiritual yang sangat kuat muncul, sosok bersayap emas muncul di langit.


Semua orang terkejut, mereka tidak menyangka Beast Ayam Surgawi menerobos ke Ranah World Master.


Sudut bibir Zhao Jian memancarkan senyuman tipis dan tidak menduga Ayam Jago akhirnya memakan mayat Kultivator juga seperti Beast yang lain.


“Tu-tuan... kenapa aku tidak berevolusi menjadi Pria tampan atau Phoenix?” Ayam Jago malah menangis tersedu-sedu padahal ia sudah mencapai Ranah World Master, seharusnya ia senang bukan malah sedih hanya gara-gara penampilannya tidak berubah.


Zhao Jian mengerutkan keningnya dan berkata, “Bukankah kau berubah juga, lihatlah bulu-bulumu itu berwarna emas dan tubuhmu sebesar Naga!”


“Ah, Pria tampan yang aku impikan tidak terwujud... Surga, dosa apa yang telah kulakukan? Kenapa aku tidak berawakening?” Kehidupan Raja Harem cantik-cantik yang ia impikan akhirnya pupus, pada akhirnya ia tetap menjadi Ayam juga.


Zhao Jian merasa geli dengan drama yang dipertontonkan oleh Ayam Jago itu. “Abaikan saja dia, kita fokus pada tujuan selanjutnya saja,” kata Zhao Jian menatap Patriark Sekte Matahari dan Pria tua bawahan Ye Mo. “Kira-kira di mana pertarungan yang lain terjadi?” selidiknya.


“Oh, ya... Pak tua, eh, maksudku Paman... siapa nama kalian?” tanya Zhao Jian karena tidak sopan memanggil yang lebih tua dengan panggilan kalian walaupun dirinya lebih kuat dari mereka.


Patriark Sekte Matahari berkata, “Nama Pria tua ini adalah Yu Zheng dan Hakim Surgawi tidak perlu bersikap sopan padaku, terserah Anda memanggil saya panggilan apa saja!”


Yu Zheng tersenyum lebar, sebagai sosok yang lebih kuat darinya tentu saja Zhao Jian bebas memanggilnya dengan sebutan apa saja, bahkan walaupun itu nama-nama binatang karena itu sudah hukum alam yang kuat menekan yang lemah.


“Pria tua ini bernama Chen Furong, Hakim Surgawi!” sahut Pria tua bawahan Ye Mo.


“Aku akan memanggil Paman Zheng dan Paman Furong saja,” kata Zhao Jian tersenyum hangat sehingga Yu Zheng dan Chen Furong merasa nyaman, mereka tidak merasa tertekan seperti saat berada di dekat Ye Mo maupun Lu Xiaoran.


Kini mereka akhirnya mengerti kenapa nama Zhao Jian tidak setenar Lu Xiaoran maupun Ye Mo, walaupun ia sangat kuat tetapi ia tetap bersikap rendah hati kecuali terpaksa untuk menundukkan musuh seperti kejadian tadi.


Kultivator wanita Sekte Matahari yang pertama menyerah, menghampiri Zhao Jian. Dia menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat, “Ming Yue menyapa Hakim Surgawi!”


Yu Zheng mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka Penatua Pelataran Luar yang polos dan tidak suka berinteraksi dengan orang lain itu akan berani menyapa Zhao Jian.


Zhao Jian tersenyum hangat menatap Ming Yue, wajah Ming Yue memerah dan dia terlihat gugup.


Zhao Jian berpikir mungkinkah Ranah World Master cantik ini jatuh cinta pada pandangan pertama padanya? Hal ini sangat wajar karena yang kuat itu pasti sangat mudah mengoleksi wanita cantik seperti yang dilakukan para tuan muda brengsekk Klan besar maupun murid jenius beladiri sebuah Sekte.


“Aku sudah memiliki Dua istri, kalau nona Ming Yue ingin menjadi yang ketiga maka Anda harus membujuk kedua istriku dulu!” sahut Zhao Jian.


Namun, Ming Yue dan yang lainnya keheranan sehingga Zhao Jian merasa malu dan berpikir apakah dirinya salah menebak apa yang dipikirkan oleh Ming Yue.


“Nona Ming Yue itu pemalu Hakim Jian, bahkan di Sekte dia jarang berinteraksi dengan orang lain walaupun statusnya sebagai Penatua!” sahut Yu Zheng meluruskan kesalahpahaman itu.


“Ah, ternyata aku salah menebak pikiran nona Yue ha-ha-ha ....” Dengan terpaksa Zhao Jian tertawa. "Ternyata aku tidak memiliki Pesona seperti Lu Xiaoran,” pikirnya.


Zhao Jian sendiri menikah dengan Liu Ruxu dan Jiang Ruo karena dinikahkan secara tiba-tiba oleh ayahnya. Selama hidupnya dia belum pernah menyatakan cinta pada seorang wanita.


“Lupakan saja, kita akan berangkat agar Perang ini segera berhenti dan Kedua Gui Dao menjadi damai!” Zhao Jian mengalihkan pembicaraan mereka. “Berhenti meratapi nasibmu, ayo pergi!” seru Zhao Jian pada Ayam Jago yang masih menangis karena tidak berevolusi menjadi Phoenix ataupun Pria tampan.


“Ming Yue... bawalah yang terluka ke Sekte Matahari!” seru Yu Zheng sehingga Penatua cantik itu terkejut mendengarnya. Dia ingin menolak, tetapi Yu Zheng berkata lagi, “Nanti kalau ketemu Ye Mo kau malah menyerah lebih dulu sehingga anggota Sekte kita yang lain ikut-ikutan menyerah!” candanya.


Ming Yue dan Kultivator Sekte Matahari yang menyerahkan diri tadi langsung malu mendengarnya. Dengan terpaksa Ming Yue akhirnya setuju membawa anggota yang terluka ke Sekte Matahari.


“Qing Hai... bawalah yang terluka kembali ke Sekte kita dan kembalikan murid-murid Sekte Matahari dan Kultivator muda yang telah kita culik itu,” kata Chen Furong pada Qing Hai yang terluka ringan.


Chen Furong merasa cukup Qing Hai saja yang mengawal mereka, karena mereka telah mengamankan jalur aman menuju Gui Dao mereka tanpa melewati tempat-tempat terjadi pertarungan antar Kultivator Dinasti Gu Agung melawan bawahan Ye Mo.


“Sampai jumpa lagi Hakim Surgawi, a-aku akan berusaha keras!” seru Ming Yue menangkupkan tinju dan langsung berbalik badan, terbang menuju Kultivator Sekte Matahari yang terluka.


Zhao Jian tidak mengerti apa maksud ucapan Ming Yue itu. Namun, ia berpikir mungkin Ming Yue ingin membujuk kedua istrinya? “Hmm, lupakan saja, palingan aku yang salah sangka lagi!” gumamnya sembari melompat ke punggung Ayam Jago.


Ribuan Kultivator Ranah World Master Sekte Matahari dan mantan bawahan Ye Mo terbang menuju tempat pertarungan yang lain.


Tanpa Zhao Jian sadari, Sekte Matahari telah menyebarkan tentang keberadaan Hakim Surgawi yang diutus oleh Surga untuk menghentikan Perang di Dinasti Gu Agung.


Penduduk yang awalnya mengelu-elukan Lu Xiaoran kini banyak yang beralih menjadi pendukung Zhao Jian, karena cita-citanya lebih mulia dari pada Lu Xiaoran yang hanya memamerkan kekuatannya saja.


Namun, dikalangan Bangsawan maupun Klan-Klan besar, sosok Lu Xiaoran tetap menjadi panutan mereka, hanya kalangan penduduk biasa saja yang mendukung Zhao Jian. Kalangan bangsawan itu justru curiga Zhao Jian hanya benalu yang memanfaatkan kekacauan ini untuk melambungkan namanya dan memiliki agenda tersembunyi yang membahayakan Dinasti Gu Agung.