Beasts Master

Beasts Master
Kompetisi Perburuan Hutan Tengah II



“Apakah kamu sudah membentuk tim dalam turnamen perburuan nanti? Kalau tidak ada, gabung bersama kami saja.” Zhao Jian khawatir Liu Ruxu akan terluka walaupun dulunya Liu Ruxu adalah murid jenius di Akademi Kerajaan Zhao. Namun, basis Kultivasi sekarang hanya Ranah Tianzun saja.


“Aku akan pergi bersama Kelompok Mawar Merah... Jian gege tidak perlu khawatir, senior Ruo akan menjaga kami,” sahut Liu Ruxu.


Zhao Jian memperhatikan Jiang Ruo dan kelompok Mawar Merah, ada Lima Ranah Saint selain Jiang Ruo——kemungkinan mereka adalah nona muda dari Klan besar sehingga berkat sumberdaya dari Klan masing-masing, mereka dengan mudah menerobos ke Ranah Saint.


Dengan Enam Ranah Saint di kelompok Mawar Merah, Zhao Jian yakin tidak ada yang akan berani mengusik mereka di hutan tengah nanti.


Saat tatapan Zhao Jian tertuju pada Kelompok Serigala Hitam, dia langsung terkejut karena ada Sepuluh Ranah Saint di sana, dan mereka adalah murid-murid yang familiar atau memiliki konflik dengannya.


Zhao Jian yakin perburuan nanti tidak akan berjalan mulus, pasti ada yang berusaha menjegalnya karena tatapan murid-murid di Kelompok Serigala Hitam kepadanya layaknya menatap mangsa saja.


“Jian gege... aku akan bergabung dengan kelompok Mawar Merah, hati-hati ya... jangan sampai terluka!” bisiknya khawatir Nan Jing bersama Kelompok Serigala Hitam akan menargetkan suaminya itu.


Zhao Jian tersenyum hangat, “Jangan khawatir Ruxu‘er dan... sampaikan salamku pada Rou‘er juga.”


Zhao Jian masih belum memahami jalan pikiran Jiang Ruo dan ia juga bingung kenapa Putri Mahkota Kekaisaran Jiang itu selalu mengelak menatapnya.


...***...


Keesokan harinya, Kapal terbang Sekte Pedang Abadi mendarat di pinggiran hutan tengah.


Murid-murid dari Sekte-Sekte lain sepertinya telah tiba lebih dulu. Murid dari Sekte besar terlihat sangat percaya diri, sedangkan dari Sekte-Sekte kecil tampak gugup dan khawatir.


Xuan Ji langsung menghilang di kerumunan para peserta kompetisi perburuan hutan tengah itu dan hanya tiga murid Puncak Penjinak Beast saja yang mengikuti Zhao Jian.


Sepertinya ketiganya tidak percaya diri memasuki Hutan Tengah tanpa ada perlindungan dari murid dengan basis Kultivasi tinggi.


Pria Sepuh yang mengenakan Jubah berlambang Naga melayang Seratus tombak dari permukaan tanah, dia memancarkan Aura Ranah Paramita.


Saat melihat sosok itu, Zhao Jian langsung mengenalinya karena ia pernah bertemu dengan Pria Sepuh itu di istana Kekaisaran. “Ternyata Kaisar mengutus Hakim Agung membuka jalannya turnamen perburuan hutan tengah ini,” gumamnya.


“Aku yakin kalian semua sudah tahu aturan kompetisi perburuan hutan tengah ini.” Suara Hakim Agung menggema di telinga semua peserta kompetisi perburuan hutan tengah itu. “Taklukkan Beast terkuat maka kalian akan menjadi Juara dan mendapatkan Kristal Beast Ranah Saint beserta hadiah 1000 Keping Emas.”


Para murid-murid berbagai Sekte tersebut langsung bersorak gembira, termasuk Zhao Jian yang langsung tergiur mendengarnya karena sekarang ia telah jatuh miskin setelah sempat beberapa bulan menjadi OKB alias orang kaya baru.


“Yang terluka atau tidak sanggup lagi maka segeralah menuju pinggiran hutan tengah, karena dipinggiran hutan tengah tidak akan ada Beast dengan basis Kultivasi tinggi. Namun, semakin dalam kalian memasuki Hutan Tengah maka semakin kuat Beast yang kalian hadapi, berhati-hati lah!” seru Hakim Agung menginginkan mereka walaupun ia tahu Sekte masing-masing telah memberitahu mereka. “Itu saja kata-kata mutiara dariku, sekarang kalian dapat memulai perburuannya!”


Para murid-murid berbagai Sekte langsung melesat ke dalam hutan tengah. Zhao Jian langsung menunggangi Ayam Jago dan bergerak dengan kecepatan sedang saja agar Ketiga murid yang mengikutinya tidak ketinggalan.


Gaoer memimpin di depan, ia langsung mengendus di masa keberadaan Beast dan herbal terdekat dari tempat yang mereka lalui.


“Oh, ya... siapa nama kalian?” tanya Zhao Jian pada ketiga murid yang mengikutinya.


“Zhu Li menyapa senior Jian!” Murid Pria berbadan besar menangkupkan tinju.


Dia tidak membawa senjata, tetapi kedua tangannya mengenakan sarung tangan besi yang menandakan ia seniman beladiri spesialisasi Tinju.


“Dongfang Wei menyapa senior Jian!” Murid Pria kurus dengan Pedang Panjang di punggungnya menangkupkan tinju.


Zhao Jian akhirnya mengerti kenapa ketiganya memilih mengikuti dirinya, ternyata mereka berasal dari Klan kecil yang juga Gui Dao mereka ditaklukkan oleh Kekaisaran Jiang seperti Kerajaan Zhao.


“Baiklah, kita akan berburu bersama dan membagi hasil buruannya dengan adil. Namun, hari kelima nanti aku akan memasuki kawasan paling berbahaya agar dapat menemukan Beast Level tinggi. Saat itu kalian dapat memutuskan apakah akan tetap mengikutiku atau tetap berburu di kawasan aman,” sahut Zhao Jian sembari menangkupkan tinju juga.


Ketiganya tersenyum cerah karena Zhao Jian akan membagi hasis buruan dengan mereka, padahal dari awal mereka hanya berharap mengikuti agar tetap aman saja atau tidak terbunuh selama kompetisi perburuan.


Gaoer tiba-tiba berhenti berjalan. “Di Pohon itu ada sarang lebah, Ratu lebah itu adalah Beast Ranah Jie Zhu!”


“Senior Jian... biarkan aku yang akan menaklukkan Ratu Lebah itu!” seru Zhu Li melangkah ke depan Pohon besar di hadapan mereka. Dia menggulung lengan pakaiannya dan memamerkan otot-otot lengannya yang besar. “Senior Jian tidak perlu berkeringat hanya untuk menangkap serangga lemah ini he-he-he ....” Sudut bibir Zhu Li memancarkan seringai jahat seperti para bandit-bandit, sehingga Zhao Jian mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepala.


Zhu Li meninju batang Pohon, seluruh daun-daun Pohon itu langsung berguguran tetapi Pohonnya tetap berdiri kokoh.


Zhao Jian terkejut melihatnya. “Pengendalian energi spiritual yang sangat baik, bahkan sarang lebah itu tidak terguncang,” gumamnya takjub.


Beast Ratu Lebah terbang keluar dari sarangnya, dia tampak sangat marah setelah merasakan energi spiritual milik Zhu Li.


“Hei, manusia laknat! Berani sekali kalian mengusik tidur siang Ra—”


Belum selesai Beast Ratu Lebah itu mengumpat, tiba-tiba Zhu Li meluncur seperti meteor; kepalan tangannya dipenuhi kobaran api yang merupakan kelemahan alami dari lebah.


“Tungguuuuuu!” Beast Ratu Lebah hendak menyerah, tetapi kepalan tangan Zhu Li telah mendarat di wajahnya.


Beast Ratu Lebah itu langsung tewas dengan wajah yang hancur. Lebah-lebah lainnya sangat marah karena Ratu mereka tewas ditangan Zhu Li.


Lebah-lebah itu terbang ke arah Zhu Li hendak menyengatnya, tetapi Zhu Li melepaskan Aura Ranah Tianzun miliknya sehingga semua lebah itu jatuh pingsan.


Zhu Li mengambil sarang lebah dan mayat Beast Ratu Lebah. Dia menyerahkannya pada Zhao Jian, sedang lebah-lebah lainnya dibiarkan pingsan karena mereka belum menjadi Beast——yang berarti mereka tidak memiliki Kristal Beast.


“Bagaimana penampilanku senior Jian?” Zhu Li berkata bangga.


“Cih, dasar Pria bermuka dua!” sindir Dongfang Wei, sehingga Zhu Li sangat marah mendengarnya dan dia hendak memukul Dongfang Wei tetapi Zhu Huo menahannya agar tidak berkelahi.


Zhao Jian hanya tersenyum melihat tingkah konyol mereka dan menyimpan sarang lebah serta mayat Beast Ratu Lebah ke dalam Tas Sihir yang telah ia modifikasi agar daya tampungnya besar.