
Tak lama kemudian,Yao Ming dan adiknya sampai di gerbang utara Kota dan sesaat kemudian Penatua Yao Ming muncul sembari menggendong gadis kecil.
“Siapa gadis cantik ini, guru?” tanya Yao Yue‘er penasaran.
“Tadi, ayah gadis ini datang ke Sekte menemuiku dan mengatakan tuan Jian merekomendasikan dia memasuki Sekte Bangau Surgawi di masa depan. Dia sudah dapat menyerap energi spritual Es sejak bayi!” sahut Penatua Yao Qiulin tersenyum. “Bakat hebat seperti kalian tidak cocok di tempat kecil ini, aku akan membawa kalian ke ibukota dan kebetulan sekali aku memiliki kenalan di Sekte Naga Surgawi. Aku yakin dia pasti senang dengan bakat kalian!”
Yao Ming terkejut mendengarnya, dia mengepalkan tinju. “Tuan Jian... aku akan berlatih dengan keras agar dapat membayar hutang budi ini,” pikirnya sembari tersenyum.
Dia diam-diam mengirim pesan pada Zhao Jian dan mengatakan kalau dirinya akan menuju Ibukota Dinasti Gu Agung. Dia juga mengatakan akan mengirim pesan lagi bila ada informasi penting saat di sana nanti.
***
“Hmm, Penatua Yao Qiulin itu ternyata Pria yang baik dan bijaksana!” gumam Zhao Jian setelah membaca gulungan kertas yang dikirim oleh Yao Ming. “Ternyata aku beruntung juga membantu bocah itu,” pikirnya lagi——karena Yao Ming akan menjadi mata-matanya di Ibukota Dinasti Gu Agung.
Dia kembali memejamkan matanya dan menyerap Pil Immortal yang dibawanya dari Sekte Pedang Abadi. Dia tidak perlu terburu-buru ke Ibukota sebelum basis Kultivasi-nya meningkat, karena misinya ini adalah misi jangka panjang.
Saat malam hari, Huli Jing keluar dari Tas Sihir Zhao Jian. Dia kemudian menyerap esensi Bulan sehingga terjadi fluktuasi energi spritual di kamar itu. Namun, karena setiap kamar memiliki Perisai, tak ada yang menyadari fluktuasi energi spritual tersebut.
Tak disadari oleh Zhao Jian, Puluhan Ranah Paramita anggota Kelompok Bayangan berkeliaran di Kota Dishan setelah mendapatkan informasi dari Pria asing yang ditemui olehnya saat itu.
Para anggota Kelompok Bayangan ini dimobilisasi dari cabang-cabang mereka yang dekat dari Kota Dishan. Pria asing bernama Long Teng itu telah mengawasi pergerakan Zhao Jian dan yakin Zhao Jian belum meninggalkan Kota Dishan walaupun telah berlalu beberapa hari setelah pertemuan pertama mereka.
Namun, mereka belum mengetahui di mana Zhao Jian bersembunyi, mereka curiga ia berada di Sekte Bangau Surgawi karena Zhao Jian membantu cucu dari Pak tua Yin melakukan kontrak beast dengan Beast Harimau Ranah Saint dan kabar itu telah menjadi topik hangat di sana.
“Aku merasakan sedikit fluktuasi energi spritual es dari jendela kamar yang terbuka itu!” bisik salah satu anggota Kelompok Bayangan yang berdiri di atap rumah penduduk bersama Long Teng.
Long Teng melirik ke arah jendela kamar itu, dia tidak dapat melihat siapa yang menginap di sana karena terhalang oleh Perisai yang terpasang di sana.
“Mungkin ada ahli kuat yang berkultivasi di sana!” sahut Long Teng mengalihkan pandangannya ke arah Sekte Bangau Surgawi.
Seorang berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup wajah muncul di sebelah mereka. “Penatua Yao Qiulin ternyata sudah lama pergi dari Sekte Bangau Surgawi, salah satu muridnya menemukan gulungan kertas berisi pesan pengunduran dirinya sebagai Penatua Pelataran Luar. Dia menuliskan dalam pesan itu bahwa dia menuju Ibukota Dinasti Gu Agung membawa Dua muridnya beserta gadis kecil yang memiliki energi spritual es tersebut,” bisiknya.
Long Teng terkejut mendengarnya, “Sialan kau Yao Qiulin!” gerutunya karena tidak bisa lagi menculik gadis kecil itu untuk dijadikan senjata pembunuhnya. “Lupakan tentang dia, apakah ada informasi tentang Zhao Jian?” selidiknya.
Pria itu menggelengkan kepala, “Aku telah menghipnotis cucu Pak tua Yin. Zhao Jian langsung kabur setelah membantunya melakukan kontrak jiwa dengan Beast Harimau itu!”
Long Teng termenung sejenak, kalau Zhao Jian tidak mendatangi Sekte Bangau Surgawi; ke mana ia bersembunyi di Kota yang kecil ini?
Tatapannya kemudian tertuju pada Penginapan terbesar di Kota Dishan yang juga satu-satunya penginapan yang memiliki Perisai untuk melindungi privasi pelanggannya.
“Perintahkan semua anggota kita untuk berkumpul kembali!” seru Long Teng yang kini diangkat menjadi Komandan tertinggi dalam misi ini karena dia yang pertama mengetahui keberadaan Zhao Jian.
Klan Yun juga secara cuma-cuma akan mengirim ratusan ribu keping emas sebagai hadiah untuknya. Kini ia berambisi untuk menangkap Zhao Jian dengan bantuan bawahannya yang memiliki basis Kultivasi lebih tinggi darinya tersebut.
Setelah semua anggota kelompok Bayangan berkumpul, dia pun menyusun strategi. Lima orang akan masuk melalui Jendela kamar yang terbuka itu. Setelah melumpuhkan penghuninya, maka anggota kelompok bayangan lainnya akan masuk juga dan mengetuk pintu setiap kamar untuk melihat siapa yang menginap di sana.
Semua setuju dengan seruan Long Teng karena ia adalah Pemimpin regu ini yang ditunjuk oleh markas utama Kelompok Bayangan.
“Ikuti aku!” Yun Zui melesat bersama empat Ranah Paramita anggota kelompok bayangan.
Dia menggunakan kode-kode tangan berkomunikasi dengan rekannya. Empat anggota kelompok bayangan mendarat di dinding Penginapan seperti Laba-laba yang menempel di dinding.
Yun Zui langsung mendarat di jendela sembari mengeluarkan belati yang merupakan senjata tingkat tinggi yang dapat merusak Perisai maupun Array spritual.
Dia mulai menyayatkan belati pada Perisai yang mengakibatkan reaksi dari Perisai itu berupa sengatan listrik yang dapat membuat Ranah Saint terbunuh.
Array Master yang disewa oleh Penginapan untuk memastikan Perisai itu selalu aktif setiap saat langsung mengerutkan keningnya. Dia tahu ada penyusup yang hendak menghancurkan Perisai, tetapi ia langsung mengumpat dengan sombong bahwa tidak ada yang sanggup menghancurkan Perisai yang ia buat itu.
Dia menambah Kristal Batu untuk memperkuat kekuatan dari Perisai itu. Sudut bibirnya kemudian memancarkan seringai tipis karena yakin penyusup itu akan menjadi daging bakar tersengat oleh listrik dari Perisai.
“Apa yang terjadi? Mungkinkah mereka adalah para ahli beladiri, kenapa mereka mendatangi Penginapan ini?” Master Array itu terkejut, ekspresi wajahnya menjadi masam. “Panggil semua Pendekar terkuat dan tangkap penyusup itu!” perintahnya pada asistennya.
“Baik tuan!” sahut asistennya segera berlari keluar dari ruangan itu.
Master Array itu memuntahkan seteguk darah karena mendapatkan serangan spritual dari penyusup itu. Samar-samar ia merasakan energi spritual Ranah Paramita sehingga ia menjadi heran kenapa Kultivator itu berani berbuat masalah di dekat Sekte Bangau Surgawi yang memiliki Patriark Ranah World Master, mereka sama saja sedang menggali lubang kuburnya sendiri karena Penginapan ini berada dibawah perlindungan Sekte Bangau Surgawi.
Sudut bibir Yun Zui memancarkan seringai jahat dibalik penutup wajahnya karena berhasil menghancurkan Perisai yang melindungi Penginapan.
Dia mencibir Master Array Penginapan ini yang membutuhkan waktu Seribu tahun berkultivasi agar dapat menghambat belatinya.
Dia kemudian mengangkat tangannya sebagai tanda Perisai telah berhasil dihancurkan, kemudian ia menatap ke dalam kamar dan terkejut sosok yang mereka cari ternyata ada di sana.
“Mundur dulu!” seru Yun Zui melalui telepati. “Aneh rasanya dia tidak melarikan diri walaupun tahu aku menghancurkan Perisai yang melindungi Penginapan,” pikirnya tak mau bertindak ceroboh.
Sebagai Assassin yang telah membunuh ratusan target, tentu perilaku Zhao Jian menandakan ia sangat percaya diri mampu melawan mereka berlima.
Dia juga melihat ada wanita Ranah Paramita di sebelah Zhao Jian dan informasi dari Klan Yun, Zhao Jian memiliki Tiga Beast tingkat Surgawi dan dia tidak melihat keberadaan Beast itu. Dia curiga Zhao Jian mencoba menyergap mereka, karena bila Ketiga Beast itu muncul maka akan terjadi pertarungan satu lawan satu.
Setelah menjauh dari jendela, Yun Zui menembak Kembang Api kecil yang dalam satu kedipan mata langsung menghilang, hanya sesama Assassin saja yang dapat memahami tanda dari kembang api itu.
Long Teng melihat kembang api tersebut, ekspresi wajahnya langsung mengkerut masam karena tanda itu adalah meminta semua anggota untuk menyerang bersama.
“Apakah ada Penatua Sekte Bangau Surgawi yang melindungi Zhao Jian?” gumamnya berspekulasi, “ayo ke sana!” Dia melambaikan tangan sembari melesat ke arah Penginapan.
Kelompok bayangan tidak pernah meninggalkan jejak saat menjalankan misi. Dia segera memasukkan Pil Racun di bawah lidahnya sebagai antisipasi bila gagal menangkap Zhao Jian bila ia dilindungi oleh para Penatua sekte Bangau Surgawi.