
“Ha-ha-ha... sungguh drama yang menarik!” Ye Jing tertawa terkekeh-kekeh. Namun, tiba-tiba ekspresi wajahnya menjadi masam dan menatap tajam ke arah Yan Yan—yang membuat mantan tunangannya itu bertekuk lutut.
“Apa yang kau lakukan Ye Jing sialan!” Zhao Fan berteriak marah.
Ye Jing menatap Zhao Fan dengan tatapan penuh Niat Membunuh—sehingga Zhao Fan berhalusinasi sedang ditusuk ribuan Pedang yang membuatnya berteriak histeris.
Yan Yan menangis tersedu-sedu dan memohon agar Ye Jing tidak menyakiti suaminya. Namun, Ye Jing mengabaikan seruannya dan mendekati Yan Yan, kemudian mencengkeram keras wajahnya sehingga menggores wajah cantiknya yang langsung meneteskan darah.
“Tolong Ye Jing... jangan sakiti suamiku!” Yan Yan memohon pada Ye Jing yang menyeringai jahat menatapnya.
“Aku akan membebaskan penderitaannya bila kamu mau menjadi santapanku! Bagaimana?” Ye Jing berkata dengan senyum lebar dan Yan Yan langsung menganggukkan kepala tanda setuju.
Namun, tangan kiri Ye Jing berubah menjadi tangan iblis dan dari telapak tangannya muncul mulut dengan gigi seperti gergaji.
Lidah yang sangat panjang menjulur dari sana dan langsung menjilati wajah Zhao Fan yang langsung mengering seperti Pria tua dengan wajah keriput, sehingga Yan Yan terkejut. Namun, sesaat kemudian tubuh Zhao Fan hanya tinggal kerangka dengan kulit tubuhnya yang sangat tipis.
Melihat hal itu, Yan Yan langsung kehilangan kesadarannya, akan tetapi Ye Jing menampar wajahnya sehingga Yan Yan kembali tersadar dan langsung berteriak histeris.
“Ye Jing bajingannnnnnnnn! Apa yang kau lakukan pada suamiku? Bukankah kamu sudah berjanji akan melepaskannya?” Yan Yan meludahi wajah Ye Jing karena hanya itu yang dapat ia lakukan untuk merendahkan martabat Ye Jing.
Namun, Ye Jing malah mengeluarkan lidahnya yang berubah menjadi panjang seperti ular dan menjilati air ludah Yan Yan yang menempel di wajahnya, sehingga Yan Yan merasa jijik melihatnya.
“Awalnya aku ingin menjadikanmu sebagai hidangan pembuka, tetapi itu tidak akan menjadi balas dendam yang menarik!” Ye Jing berkata dengan seringai jahat lagi. “Yan Yan sayang... kamu akan menjadi hidangan penutup yang sangat nikmat dan kamu juga akan melihat bagaimana seluruh anggota Klan Yan akan membantuku menerobos ke Ranah Tianzun he-he-he ....”
Ye Jing menarik rambut panjang Yan Yan dan menyeretnya keluar dari kamar.
Yan Yan tidak berteriak histeris lagi, tatapannya menjadi kosong dan pasrah menerima keadaan yang telah menimpanya.
Bawahan Zhao Fan terkejut melihat istri Komandan mereka diseret oleh orang asing tanpa mengenakan pakaian dan wajahnya dipenuhi darah akibat cengkeraman keras dari tangan Ye Jing sebelumnya.
“He-he-he... lihat ini Yan Yan sayang... mereka memberiku energi spritual yang berlimpah!” Ye Jing tertawa terkekeh-kekeh, Puluhan Prajurit di Kediaman Komandan Zhao Fan telah menjadi mayat tanpa daging melekat ditubuh mereka.
Yan Yan tidak mengatakan sepatah katapun, ia hanya menatap kosong dan membiarkan tubuhnya diseret oleh Ye Jing.
“Tuan... dia telah melakukan pembantaian di sana!” Huli Jing berkata pada Zhao Jian yang baru mendarat di halaman Kediaman Klan Yan.
“Di sana adalah Kediaman saudariku, Yan Yan!” Yan Mo yang hendak ke Kediaman Zhao Fan terkejut mendengar ucapan Beast Rubah milik Zhao Jian.
“Berarti dia tidak ingin melakukan pertarungan secara langsung dan memilih bergerilya walaupun Kultivasi-nya lebih tinggi dari kita!” Zhao Jian mengerutkan keningnya. “Sial! Apakah dia itu psikopatt yang senang melihat mangsanya menderita dan ketakutan!” keluhnya.
Yan Mo menggertak kan giginya dan mengepal tangannya. Dia sangat sedih karena saudarinya yang menjadi incaran pertama musuh yang mengerikan tersebut.
“Mintalah Pangeran Zhao Yi membawa Pasukannya secara berkelompok untuk melawannya, kita tidak bisa membiarkannya terus melakukan terorr pembunuhan pada penduduk yang tidak bersalah!” seru Zhao Jian segera melompat ke atas atap rumah penduduk dan melesat ke arah Kediaman Zhao Fan yang hanya berjarak lima ratus langkah dari Kediaman Klan Yan.
Ye Jing menjentikkan jari tangannya, sehingga api hitam membakar Kediaman Klan Yan.
Dia sengaja membakarnya agar perhatian Prajurit Kerajaan Zhao dan anggota Klan Yan teralihkan ke sana, sehingga ia bisa melanjutkan perburuan mangsa di tempat lain.
“Selanjutnya ke mana, ya?” Ye Jing berjalan dengan santai di jalanan sempit sembari menyerap esensi kehidupan para penduduk yang melihatnya. “Hmm, ibu mertua ’kan, tinggal di sebelah tenggara Kediaman Klan Yan dekat dengan telaga he-he-he ....”
Yan Yan membelalakkan matanya dan ingin berteriak histeris serta memohon agar Ye Jing tidak melakukannya. Namun, ia berpikir itulah yang diinginkan Ye Jing padanya, sehingga ia lebih memilih diam saja.
Dugaan Yan Yan benar, karena Ye Jing langsung mengerutkan keningnya sembari menatap Yan Yan yang hanya pasrah seperti mayat hidup saja.
“Membosankan, kenapa kamu diam saja Yan Yan sayang ....” Ye Jing melakukan lompatan darah dan muncul di pinggir tenaga dan menyeringai menatap ke arah Kediaman Klan Yan.