
Gaoer dan Ayam Jago bersembunyi di sudut gua itu, sedangkan Violet langsung menggunakan Jaring Sutera melilit Beast Lintah yang langsung terbangun.
Beast Lintah berusaha mengangkat kepalanya untuk melihat siapa sosok lemah yang berani mengusiknya itu. Namun, tiba-tiba Energi Spritual Angin berbentuk Bulan Sabit melesat ke arahnya.
“Sial! Cuma menggores sedikit kulitnya saja!” gerutu Zhao Jian sembari mengerutkan keningnya.
Huli Jing segera melepaskan energi spritual Es membekukan Beast Lintah, bahkan sungai bawah tanah itu juga ikut membeku.
Huli Jing tersenyum lebar. “Sepertinya seranganku berhasil!” Karena tubuh Beast Lintah tak bergerak lagi.
Zhao Jian menunggu hingga beberapa tarikan napas apakah Beast Lintah akan menghancurkan bongkahan es yang membekukannya. “Sepertinya dia benar-benar mati,” bisik Zhao Jian. “Aku merasa seperti tokoh utama dalam dongeng saja, yang dengan mudah mengalahkan musuh yang jauh lebih kuat dariku he-he-he ....”
Zhao Jian mendarat di atas bongkahan es yang membekukan tubuh Beast Lintah. Dia ingin mengambil Kristal Beastnya untuk diserap oleh Violet agar dia menerobos ke Ranah Paramita.
Namun, bongkahan es tiba-tiba mengalami retakan yang sangat besar, sehingga Zhao Jian melompat mundur beberapa langkah dari bongkahan es tersebut.
Bongkahan es itu hancur berkeping-keping menjadi butiran salju, mulut Beast Lintah menganga lebar dan melesat ke arah Zhao Jian.
Semua Beast milik Zhao Jian panik, Daji langsung melepaskan Bola Api yang sangat besar yang langsung dilahap oleh Beast Lintah.
“Apaaaaaaaa? Dia memakannya!” Daji terkejut, asap tebal keluar dari mulut Beast Lintah itu ketika ia sendawa.
“Cepat kabur dari sini!” teriak Zhao Jian sembari menunjuk ke arah atas air terjun, karena hanya dari sana sajalah satu-satunya jalur pelarian yang paling memungkinkan——sedangkan mengikuti aliran sungai belum tentu itu menuju lereng gunung atau permukaan tanah.
Zhao Jian memasang kuda-kuda beladiri untuk bersiap menghadang serangan Beast Lintah itu agar Beastnya dapat kabur lebih dulu.
Tubuh Beast Lintah memanjang dan melesat dengan cepat ke arah Zhao Jian, mangsa yang paling dekat dengannya.
Ratusan energi spritual angin berbentuk bulan sabit kecil melesat dari bilah Pedang Keadilan, Beast Lintah itu berteriak kesakitan walaupun itu hanya luka-luka ringan saja.
“Berani sekali manusia lemah sepertimu melukaiku,” bentak Beast Lintah marah. “Aku akan melahapmu untuk mengisi kembali energi spritualku yang terkuras saat menerobos ke Ranah Paramita!” katanya lagi.
Zhao Jian telah berpindah ke sudut gua, sudut bibirnya memancarkan seringai jahat. “Coba saja kalau bisa!” ejeknya.
Huli Jing dan Daji telah berhasil menyusul Gaoer dan Ayam Jago ke atas air terjun, tetapi Violet malah tetap di sana——padahal Zhao Jian menyuruhnya juga untuk kabur lebih dulu.
Zhao Jian mengerutkan keningnya. “Kenapa kamu masih di sini? Mumpung dia tidak memperhatikan kalian!” Suaranya menggema di benak Violet melalui telepati.
“Aku yang menyarankan tuan Jian untuk menangkap Beast Lintah ini, maka tuan Jian kabur pah lebih dulu dan aku yang akan mengalihkan perhatiannya!” sahut Violet merasa bersalah telah menjerumuskan mereka ke dalam bahaya yang mungkin akan membuat mereka terbunuh di sini.
Zhao Jian tidak menyangka Violet akan berpikir seperti itu. Sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis karena senang dengan loyalitas yang ditunjukan Violet. “Tenang saja, tehnik Langkah Anginku sangat cepat sekali. Aku yakin dia tidak akan mampu mengejarku, jadi pergilah lebih dulu!”
Violet masih tetap berdiri, detak jantungnya berdebar kencang. Dia merasa Zhao Jian hanya menghiburnya saja agar menuruti seruannya. “Apa yang harus kulakukan? Pasti ada kelemahan Beast Lintah itu!”Violet berpikir keras mencari solusi.