
“Dia tangguh juga, dapat menahan serangan Jurus Pedang Meteorku!” gumam Fang Yuan sembari memasang kuda-kuda beladiri.
“Sepertinya aku pernah melihatmu, tapi kapan, ya?” Zhao Jian merasa aura yang familier dari Pemuda di depannya.
Fang Yuan tersenyum masam dan teringat pada malam ia bersama Pangeran Fang Han menyamar menjadi pelayan wanita agar bisa memasuki kamar tidur Hakim Kekaisaran Jiang tersebut.
Sementara itu, Penatua Beast Master sangat murka pada Zhao Jian karena Beast Harimaunya dihempaskan dan menderita luka-luka.
“Tahan bocah itu Fang Yuan! Aku akan turun tangan melenyapkan Kasim Ma dan setelah itu giliran bocah sialan itu yang akan merasakan murkaku!” Penatua Beast Master menatap tajam ke arah Zhao Jian.
Dia melesat ke arah Kasim Ma yang masih berjuang melepaskan diri dari lilitan Beast Ular Putih.
“Gawat Kasim Ma dalam bahaya!” Fang Jening panik dan segera mengejar Penatua Beast Master.
“Sepertinya tak ada cara lain lagi, keluar lah Violet!” seru Zhao Jian.
Beast Kupu-Kupu melayang dua puluh meter dari permukaan tanah sehingga Penatua Beast Master takjub melihatnya, tetapi ia segera memasang kuda-kuda beladiri karena merasa Beast Kupu-Kupu itu akan melakukan serangan jarak jauh.
Dugaannya benar-benar terjadi, Violet menembakkan benang berwarna putih yang merupakan tehnik bertarungnya saat masih menjadi Ulat Ungu, Violet tidak menggunakan energi spiritual racun karena Penatua Beast Master pasti kebal terhadap racun sebab ia memiliki Beast Ular Putih yang juga memiliki energi spiritual racun.
Penatua Beast Master terkejut tiba-tiba benang putih melesat ke arahnya, padahal ia berspekulasi Violet akan menyerang dengan energi spiritual racun. “Sial! Aku harus menghindari serangannya!” gumamnya mengeluarkan artefak pertahanan.
Namun, artefak berbentuk tameng besi yang digunakannya menahan serangan benang putih itu malah hancur berkeping-keping.
“Benang itu ternyata dilapisi oleh energi spiritual angin... berarti Beast Kupu-Kupu itu memiliki energi spiritual ganda!” gumam Penatua Beast Master makin takjub dengan Violet dan terlintas di benaknya ingin memiliki Beast Kupu-Kupu tersebut.
Pangeran Fang Han dan Fang Jening akhirnya berhasil mendekati Beast Ular Putih, sehingga Beast Ular Putih itu terpaksa melepaskan Kasim Ma dan menjauh dari mereka.
“Apakah Kasim Ma baik-baik saja?” tanya Fang Jening dengan panik dan segera menaruh kedua tangannya di punggung Kasim Ma yang terlihat pucat, seteguk darah juga menyembur dari mulutnya.
Karena Fang Jening memiliki energi spiritual racun maka ia bisa menetralisir racun pada orang lain. “Jangan berbicara lagi, aku akan mengobatimu dan tolong jaga kami saudara Han!”
“Tenang saja, posisi kita kini lebih menguntungkan dari pada mereka!” sahut Pangeran Fang Han.
Dia tidak menyangka dengan munculnya Hakim Zhao Jian, mereka kini dapat membalikkan keadaan karena yang terpojok kini adalah rombongan Penatua Beast Master Sekte Matahari Abadi.
“Ke mana kau melihat hei pemberontak!” Zhao Jian menyerang Fang Yuan yang sedang lengah, karena ia malah menoleh ke arah Violet yang sedang melayang di udara.
Sampai saat ini Zhao Jian hanya menggunakan energi spiritual angin miliknya saja, dia tidak menggunakan energi spiritual dari Beast-nya karena ingin melihat sejauh mana kemampuan bertarungnya hanya menggunakan kekuatan aslinya saja.
“Pertahanan Dua Belas Pedang Gunung!” Fang Yuan yang panik menancapkan Pedangnya ke lantai dan tiba-tiba Dua Belas Niat Pedang berjejer di depannya seperti tameng.
Zhao Jian mengayunkan Pedang Keadilan dan hendak menebas Niat Pedang di depannya, tetapi ia merasakan kekuatan yang sangat mengerikan muncul dari langit.
Zhao Jian segera mundur beberapa langkah dan lantai di depannya hancur berkeping-keping serta sebuah Tombak yang merupakan artefak tingkat tinggi menancap di sana.
“Kenapa kalian membuat keributan di sini?” Pria tua berpakaian putih tiba-tiba melayang di udara. Sorotan matanya sangat tajam seperti elang dan hanya tertuju pada Zhao Jian saja.
“Fang Han menyapa Penatua Pertama Sekte Matahari Abadi!” Pangeran Fang Han menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Penatua Beast Master dan beberapa tuan muda telah menyerang tamu kehormatan Kerajaan Kura-Kura Awan!”
Pangeran Fang Han sengaja berkata jujur untuk melihat niat Penatua Pertama sebenarnya, karena Penatua Pertama tidak menyerang dengan melepaskan Niat Membunuh dan seperti berusaha memisahkan Zhao Jian dan Fang Yuan saja.
“Hmm, berarti dia adalah utusan asing itu!” sahut Penatua Pertama Sekte Matahari Abadi sembari mengelus janggut putihnya.
Zhao Jian hanya diam saja, tetapi diam-diam ia mengukur tingkat Kultivasi Pria tua itu dan tidak menyangka ternyata Pria tua itu telah mencapai Ranah Saint puncak, kalau Gui Dao Kerajaan Kura-Kura Awan tidak memiliki kekangan pada Saint maka dia pasti sudah melangkah ke Ranah Paramita.