
Pangeran Fang Han dan Fang Jening mendatangi kamar yang dihuni oleh Zhao Jian dan Jiang Ruo keesokan paginya. Keduanya terkejut melihat Zhao Jian duduk bersila di pintu masuk kamar.
“Apakah Beast milik Hakim Jian sudah sembuh?” sapa Pangeran Fang Han sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
Zhao Jian membuka matanya dan tersenyum hangat sembari menangkupkan tinju juga. “Aku rasa Gaoer sudah pulih sepenuhnya karena Pil Penyembuhan yang diberikan istriku pastilah Pil berkualitas tinggi,” sahutnya.
Pangeran Fang Han semakin yakin kalau Jiang Ruo itu berasal dari keluarga bangsawan berpengaruh besar di Kekaisaran Jiang, karena hanya pihak-pihak seperti itu yang sanggup membeli Pil berkualitas tinggi yang tentunya hanya dapat dibuat oleh Grandmaster Alkemis.
Zhao Jian hendak membangunkan Jiang Ruo tetapi ternyata gadis tercantik di Kekaisaran Jiang itu telah berdiri di sebelahnya——menatapnya dengan tatapan dingin.
Zhao Jian kebingungan dengan sikap Jiang Ruo tersebut, tetapi saat ia membayangkan apa yang terjadi tadi malam Zhao Jian merasa istrinya itu seperti cerita dongeng Siluman Rubah yang membuat mangsa laki-laki tewas dalam kenikmatan.
“Apakah kau sudah sembuh Gaoer?” Zhao Jian bertanya pada Beast Anjing berbulu hitam yang menggoyang-goyangkan ekornya berjalan di belakang Jiang Ruo, seolah-olah dirinya adalah peliharaan Jiang Ruo.
“Aku sudah sembuh tuan Jian... Mulai sekarang aku akan bekerja keras menjaga nona muda Ruo karena indra penciumanku sangat tajam, aku bisa merasakan niat membunuh dari seseorang dari jarak yang jauh!” sahut Gaoer dengan bangga.
Zhao Jian mengerutkan keningnya dan menduga Gaoer telah salah mengira dirinya akan dijadikan sebagai penjaga Jiang Ruo.
“Gaoer... siapa yang bilang kau akan menjadi pengawal Ruo‘er? Kau justru akan menjadi rekan penyidikku sebagai Hakim Pengadilan Kekaisaran Jiang!” sela Zhao Jian.
Mendengar panggilan Rou‘er dari Zhao Jian, Pangeran Fang Han merasa hatinya perih karena cemburu gadis yang pertama kalinya membuat jatuh cinta itu adalah istri orang lain. Dia hanya tersenyum masam sembari melirik Jiang Ruo yang hanya tersenyum pada saudarinya saja tanpa menoleh ke arahnya.
Zhao Jian berdehem dan berkata, “Setelah kita kembali ke Kekaisaran Jiang nanti... maka kita akan jarang bertemu dengan Rou‘er sebab kami itu berada di kelas berbeda saat di Sekte. Hmm, nanti kau akan mengerti saat kita kembali!”
Zhao Jian tidak menjelaskan secara terperinci mengenai Sekte Pedang Abadi serta mengenai Tujuh Puncak yang ada di sana, yang di mana setiap puncaknya mengajarkan tehnik beladiri yang berbeda atau memiliki tehnik khusus setiap puncaknya.
“Eeeeeeee... padahal aku lebih suka bersama nona muda Ruo!” Gaoer tertunduk lesu.
Zhao Jian mengerutkan keningnya, padahal biasanya Beast betina lebih menyukai tuan laki-laki apalagi laki-laki itu tampan.
“Sepertinya aku harus mencari gulungan beladiri Jurus Pesona seperti laki-laki jelek bernama Lu Xiaoran itu,” pikir Zhao Jian teringat dengan Pemuda dari Planet Bumi yang memiliki System Surgawi tersebut.
Dia itu adalah Pemuda biasa-biasa saja yang tiba-tiba dipindahkan oleh Dewa iseng saat Pemuda itu tawuran antar Pelajar, keberuntungan sangat mulus sekali sampai Jiang Ruo terpesona dengan ketampanannya——untung saja saat ia berurusan dengan Zhao Jian dia berakhir dengan langkah sial yang memaksanya harus melarikan diri serta basis Kultivasi-nya terpaksa turun ke Ranah Spirit karena gagal melaksanakan misi dari System Surgawi.
“Hakim Jian... kenapa Anda melamun? Kita akan pergi ke wilayah selatan bertemu dengan Raja kami!” seru Pangeran Fang Han membuyarkan lamunan Zhao Jian.
...***...
...Babang tampan kembali lagi, tetapi maaf ya update pertama sedikit dulu karena saya harus membuka lagi catatan mengenai Novel ini😁😁...
...Saya takut nanti ada alur yang kelupaan mengingat update tiap bulannya cuma sekitar lima bab saja. Intinya terimakasih yang tetap setia membaca perjalanan babang Hakim tampan Penegak Keadilan Zhao Jian. ...