Beasts Master

Beasts Master
Formasi Pertahanan Ilusi



“Jian gege... apakah kamu baik-baik saja!” Jiang Ruo langsung memeluk Zhao Jian dan menangis tersedu-sedu karena mengira mereka akan mati dalam sergapan Pria Asing tadi.


Violet, Huli Jing dan Daji tersenyum melihatnya dan mereka segera masuk ke dalam Kantung Penyimpanan milik Zhao Jian karena tak ingin menjadi pusat perhatian Pasukan Naga yang tampak terkejut melihat kehadiran mereka walaupun para Pasukan Naga telah tahu Zhao Jian adalah Beast Master.


Zhao Jian mengelus-elus rambut Jiang Ruo dan berkata, “Jangan khawatir Ruo‘er... aku baik-baik saja. Aku ini kuat kok, bahkan aku membuat Lu Xiaoran yang dibangga-banggakan Kekaisaran Jiang lari tunggang langgang ha-ha-ha ....”


Jiang Ruo mengerutkan keningnya dan mendorong dada Zhao Jian menjauh darinya. “Jangan sombong! Aku yakin Xiaoran gege saat itu sedang tidak dalam kondisi prima makanya Jian gege berhasil mengalahkannya!”


Kemudian Jiang Ruo kembali ke punggung Beast Elang Putih, sedangkan Zhao Jian merasa ada yang salah dengan ucapan Jiang Ruo.


“Eh, kenapa kamu malah membela kampret itu? Seharusnya kamu membela suamimu Ruo‘er!” gerutu Zhao Jian sembari mengeluarkan Kitab Keadilan. “Cepat tetas kan darahmu ke sini! Aku ingin melihat apakah kamu masih mencintai si kampret itu! Bahkan Kaisar Jiang Long saja membencinya karena kabur sendiri tanpa memperdulikan rekan-rekannya!”


Jiang Ruo memalingkan wajahnya dan sudut bibirnya memancarkan senyuman manis sehingga para Pasukan Naga tertawa melihat ketua tim negosiasi Kekaisaran Jiang itu terlihat sangat kesal—hanya Pasukan Naga dari Klan Hua dan kaki tangan militer saja yang tampak berwajah masam karena Zhao Jian gagal terbunuh oleh musuh tadi.


Beast Elang Putih kemudian melanjutkan perjalanan mendekati Gui Dao Kerajaan Kura-kura Awan. Namun, Kerajaan Kura-kura Awan itu ternyata dikelilingi kabut tipis yang merupakan formasi pertahanan.


“Bagaimana cara kalian dulu memasuki Kerajaan Zhao senior Mo?” tanya Zhao Jian—karena dulu Kerajaan Zhao juga dipasang Formasi pertahanan, tetapi rombongan Jiang Mo tetap berhasil menyusup ke Kota Tianwu.


“Itu berkat Lu Xiaoran! Dia itu adalah ahli beladiri yang cukup hebat karena dapat mendeteksi keberadaan Gui Dao lain walaupun jaraknya sangat jauh bahkan ia dapat memperkirakan kekuatan mereka. Lu Xiaoran merobek ruang untuk menyusup ke Gui Dao lain tanpa terdeteksi!” sahut Jiang Mo.


“Ternyata mantan kekasih istriku itu benar-benar hebat, ya... aku jadi menyesal membiarkan dia kabur karena ia bersujud di depanku agar diampuni!” Zhao Jian berbohong agar Jiang Ruo kesal, tetapi istrinya itu tetap diam dan melipat tangan di dada sembari menatap lurus ke arah kabut di hadapan mereka.


Karena Jiang Ruo tidak terpancing oleh sindirannya, Zhao Jian pun terdiam sembari memikirkan cara memasuki Formasi Pertahanan yang terlihat dapat membuat Ranah Saint terjebak dalam ilusi bila memasukinya.


Berbeda dengan Gui Dao Kerajaan Zhao yang dulu, batas pengekangan di sana adalah Ranah Spirit makanya Lu Xiaoran dan Jiang Mo terkejut saat berjumpa dengan Zhao Jian yang mencapai Ranah Jie Zhu saat itu, sehingga Lu Xiaoran mengira Zhao Jian juga memiliki Sistem Surgawi dan berasal dari Bumi sepertinya.


“Apa kita membuat keributan dengan menyerang formasi pertahanan ini, ya?” Zhao Jian berkata pelan dan tiba-tiba kabut tipis di hadapan mereka menghilang.


Ratusan Prajurit tiba-tiba muncul dari balik kabut tipis itu, Pria muda Ranah Saint dan Wanita muda Ranah Saint di depan Ratusan Prajurit itu langsung menangkup tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


“Selamat datang di Kerajaan Kura-kura Awan! Perkenalkan Aku, Fang Han, Pangeran Pertama dan di sebelahku ini adalah adikku yang cantik ini, Fang Jening!” Fang Han menyapa rombongan Zhao Jian.


Zhao Jian menangkupkan tinju juga untuk menunjukkan rasa hormat. “Zhao Jian menyapa Pangeran Fang Han. Kami adalah rombongan dari Kekaisaran Jiang ingin melakukan negosiasi dengan Kerajaan Kura-kura Awan, apakah kami bisa bertemu dengan Raja kalian?”


Fang Han tak tahu apa yang harus ia katakan karena saat ini Raja Fang Zihao sedang menuju Kota Chengsi dalam rangka melawan aliansi aliran hitam yang ingin melakukan serangan penuh dalam beberapa hari lagi.


“Oh, Raja kami sedang melakukan kunjungan ke bagian wilayah ekor Gui Dao, sehingga beliau mungkin akan kembali dalam beberapa hari lagi. Bagaimana kalau utusan dari Kekaisaran Jiang beristirahat dulu di Istana kami. Kalian tidak tergesa-gesa menyerang Gui Dao kami, kan?” Fang Jening berkata sembari tersenyum hangat, tetapi kata-katanya itu membuat Zhao Jian tersenyum masam karena niat kedatangan mereka langsung terbaca oleh gadis muda itu.


“Tentu saja kami tidak tergesa-gesa, karena tujuan kami sangat mulia sekali. Kami bukan seperti ahli beladiri bar-bar yang hanya tahu cara menikmati hasil saja. Kami tidak bergerak karena kami ingin menciptakan sebuah tempat di mana semua orang dapat hidup berdampingan dengan damai!” sahut Jiang Ruo yang tampak sangat anggun dan membuat Fang Han tertegun serta tak berkedip melihatnya.


“Sebuah Utopia yang indah! Ya, apapun itu perkataan yang kuat, yang lemah hanya bisa mempercayainya saja!” sahut Fang Jening masih dengan senyum manis terpancar dari wajahnya.


“Kalau begitu, kami akan merepotkan tuan Putri Jening dan Pangeran Han atas kedatangan kami yang tak terduga ini!” sahut Jiang Ruo sembari membungkukkan sedikit wajahnya dan senyuman hangat terpancar dari wajahnya.


Namun, Zhao Jian merasa ada Dua Aura kuat yang berbenturan dari kedua gadis cantik itu, seperti kutub utara dan selatan yang saling berlawanan.