The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 92 Tiba-Tiba On



Happy reading 🤗


Like komen


.


.


.


.


.


.


.


Setelah menyelesaikan makan siangnya Aulia membereskan meja makan tanpa di bantu oleh siapapun karena kini gadis itu ingin menjadi sosok mandiri apalagi sekarang dirinya sudah punya suami dan itu berarti ia akan memiliki anak. Ia harus menjadi sosok wanita tangguh yang bisa merawat keluarganya memikirkan hal itu membuat putri raja Iblis senyum-senyum sendiri.


Bersenandung ria menuju dapur dengan beberapa tumpukan piring kotor di tangannya meletakkannya di atas wastafel.


Sedang di ruang keluarga Tio dan empat sahabat Aulia sudah duduk santai di atas sofa, Tio menyandarkan punggungnya di sandaran sofa lalu menatap wajah-wajah pria di depannya.


"Apa kalian bisa membuat modifikasi mobil?" tanya Tio dengan posisi kaki menyilang. Ke empat pria itu menatap ke arah Tio.


"Hmmm, sebenarnya bisa tapi kami masih belum mahir melakukannya, Paman ingin model seperti apa memangnya?" tanya Andre.


"Bisakah untuk tidak memanggilku Paman! aku bukan Paman kalian dan yah aku terlihat masih tampan dan gagah so panggil nama saja" ketus Tio merasa panas mendengar sebutan Paman untuknya padahal dirinya masih terlihat sangat muda. "Menjengkelkan sekali sebutan Paman itu!" gumam batin Tio dengan wajah di tekuk.


"Kami hanya mengikuti panggilan Aulia Paman" lirih Gilang dan Hara dan hal itu makin membuat Tio makin jengkel saja.


"Aulia adalah istriku dan kalian bukan siapa-siapa! ingat untuk tidak memanggilku Paman aku muak mendengarnya!" perkataan Tio makin pedas saja, atau mungkin rasa cemburunya pada Hara belum juga hilang? sehingga ia melampiaskan kekesalannya pada ke empat pria di depannya.


"Ba-baik Bang Tio" jawab ke empat pria itu lirih, Tio menarik sudut bibir atasnya tersenyum tipis nyaris tak terlihat.


"Good! lalu bagaimana apa kalian bisa membuat modifikasi mobil? aku ingin membuat modifikasi mobil dengan gambar seseorang..." tanya Tio lagi. Ia sudah mantap untuk memodifikasi mobil yang akan ia beli nanti.


"Gambar apa Bang?" Kali ini Yogi bertanya.


"Gambar Aulia, aku ingin bagian dalam mobil ada gambar istriku dan untuk luarnya bisa menggunakan estetika lainnya dengan lampu di bagian bawah ban mobil... oh iya untuk eksteriornya aku mau di pasang lampu kabin dan sarung jok depan full. Aku harap kalian bisa melakukannya." Jelasnya panjang kali lebar.


"Untuk pembayaran jangan khawatir jika kalian bisa melakukannya aku bisa bayar kalian masing-masing lima puluh juta" sambungnya lagi tanpa beban membuat ke empat mata pria itu membola sempurna.


"Apaa!!" teriaknya terkejut. Uang sebanyak itu di keluarkan dalam satu pemakaian apakah itu serius? jika di hitung-hitung Tio akan menghabiskan uang dua ratus juta hanya sekali pakai. Benar-benar tidak bisa di percaya.


"Lima puluh juta untuk masing-masing orang, itu sangatlah berlebihan. Cukup membayar 30 juta saja itu sudah cukup" jelas Hara dengan tatapan terkejut.


"Hahaha, tidak masalah anggap saja itu adalah bonus untuk kalian juga yang penting kinerja kalian dapat memuaskanku" kata Tio membuat semua di sana menghela napas kasar.


"Apakah itu tidak akan merugikan Abang? kami tidak mau abang hidup miskin setelah memberikan kami dua ratus juta" Gilang menimpali membuat Tio menatapnya datar.


"Aku akan menambahkan lima puluh juta lagi, tiga hari lagi mobil akan datang ke sini tugas kalian untuk membuatnya sebagus mungkin!" kali ini wajah Tio masih terlihat datar membuat semua di sana mendadak kikuk. Sebenarnya maksud Gilang bukan ingin mengejek Tio ia begitu menyayangkan uang sebanyak itu lebih baik di tabung atau di sumbangkan ke orang yang membutuhkan.


"Abang tidak perlu menambahkan kami hanya terima dua ratus juta... apakah masih ada lagi?" tolak Gilang. Pria yang berumur 38 tahun itu menggeleng pelan. Tangannya terulur mengambil sebungkus rokok Lucky strike di saku celananya dan korek api.


Rokok Lucky strike asal Amerika yang pertama kali di perkenalkan pada tahun 1871, rokok ini juga termasuk salah satu deretan rokok termahal di dunia yaitu mencapai kisaran harga dua puluh juta rupiah.


Mata ke empat pria melebar seketika melihat merek rokok dengan harga yang tak biasa. "Itu adalah salah satu jejeran rokok yang sangat mahal" batin mereka dengan mata membulat sempurna, mereka sangat tahu merek-merek rokok termahal yang biasa digunakan oleh orang-orang konglomerat apalagi Boss Boss Mafia.


"Aduh makasih banyak Bang, udah lama banget pengen ngerokok ini tapi kami tidak punya kenalan untuk membelinya" ucap mereka segera mengambil sebungkus rokok yang masih banyak isinya.


"Kalian minta saja jika mau, aku membelinya saat di Las Vegas, oh iya kalian cepat-cepat ke bengkel aku tidak mau di ganggu untuk saat ini" jelas Tio sembari mengepulkan asap rokok ke udara. Ke empat pria yang tahu akan privasi sang pengantin baru segera berdiri dan memberi hormat pada Tio.


"Siap laksanakan!" teriak mereka kemudian pergi dari ruang keluarga.


Tio kembali menyesap rokoknya, membuka tiga kancing atas kemejanya.


Tak berselang lama Aulia berjalan menuju ke arah Tio, ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya di dapur yang begitu banyak piring kotor.


"Uncle" panggil Aulia membuat pria yang sedang bersantai menoleh ke arah istrinya.


"Kenapa lama di dapur? piring kotornya banyak yah?" tanya Tio kemudian menepuk pahanya meminta sang istri untuk duduk di pangkuannya. Sisa rokok di tangannya ia letakkan di dalam asbak yang ada di atas meja kaca.


Tanpa malu-malu Aulia menjatuhkan bokongnya di atas pangkuan sang suami mengalungkan dua tangannya di leher Tio sedangkan pria itu mendaratkan tangannya di pinggang sang istri.


"Lumayan banyak, Lia belum terbiasa jadi sedikit lama" jawabnya menatap manik prianya.


"Sebaiknya kita menyewa art saja, aku tidak mau kalau kamu kelelahan" saran Tio namun mendapat gelengan tegas dari gadisnya.


"No! Lia mau mandiri sekarang, Lia bukan anak gadis Mommy sama Daddy lagi, Lia sudah punya suami dan ini saatnya Lia harus berubah, sudah harus mengurus suami Lia dan rumah kita" tuturnya membuat senyum Tio merekah.


Cup


"Hmmm, pintar banget istriku ini... tapi tidak boleh sampai kelelahan, atau gini saja kita kerjakan bersama-sama" timpal Tio membuat Aulia mengangguk setuju. Tangan Putri raja Iblis itu merayap masuk ke dalam kemeja suaminya telunjuknya bermain-main memencet ****** susu Tio membuat laki-laki itu merasa geli.


"Jangan memainkannya sayang, geli tahu" Tio mencekal tangan Aulia untuk menghentikan kegilaan wanitanya yang membuat adiknya berdiri seketika.


"Iiih, Lia cuma bermain sebentar boleh yah?" pintanya membuat Tio menggeleng dengan wajah menahan sesuatu.


"Kamu tidak merasakan ada sesuatu yang berdiri hmmm?" bisik Tio serak-serak seksi, Aulia yang baru merasakan ada kejanggalan di bawah bokongnya segera berdiri dengan mata melotot tajam.


"Aaaakkk, Lia ada pekerjaan yang belum selesai, dadaah Uncle" lari Aulia dengan wajah pucat pasih sedangkan Tio hanya menghembuskan napas kasarnya.


"Dasar! dia yang berbuat dia sendiri yang kabur" guammnya pelan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung