
Happy reading 🤗
.
.
.
.
.
.
.
Di Indonesia waktu menunjukkan pukul 7 pagi di meja makan sudah berkumpul keluarga Mafia dengan sarapan roti sandwich dan susu kambing. Semalam Tuan Farhan, Jons serta dua D menginap di rumah Aulia karena keinginan sang putri yang merindukan kedua orang tuanya juga dua kerucil rusuh.
"Sayang apa belum ada isinya di perut kamu, Mommy ingin sekali mengendong cucu" tanya Jons membuat Aulia tersedak makanannya. Tio dengan sigap memberikan segelas susu miliknya dan Aulia langsung meminumnya.
"Sayang makan tuh pelan-pelan jadi tersedak kan... lagian makanan kamu gak ada yang ambil juga" tegur Jons geleng-geleng kepala. Tuan Farhan hanya tersenyum sembari mengunyah roti isi di tangannya.
"Lia tersedak karena Mommy juga kali" batin Aulia mencebikkan bibirnya kesal. Tio mengelus punggung tangan sang istri dan kembali melanjutkan sarapannya.
"Mommy bukannya perut kak Lia sudah ada isinya yah" celetuk Daffin dengan kening mengkerut. Semua di sana seketika menatap ke arah Daffin yang tiba-tiba berucap seperti itu.
"Benarkah? kamu tahu darimana, dari siapa kalau kak Lia sudah ada isi di dalam perutnya?" tanya Jons antusias.
"Jangan bicara sembarang dek masa iya kakak sudah ada isinya padahal kan baru beberapa kali buatnya" sanggah Aulia dengan sudut bibir terangkat tinggi. Tio yang mendengar jawaban sang istri membulatkan bola matanya tidak terima dengan ucapan sang istri.
"Sayang, masa baru beberapa kali buatnya bukannya setiap malam kita buat bahkan pagi juga" seloroh Tio yang membuat Tuan Farhan dan Jons ternganga.
"Astaga kalian berdua yah jangan bicara yang membuat otak dua kerucilku kemana-mana... mereka masih kecil" tegas Tuan Farhan membuat Tio dan Aulia terdiam. Sedang Dafa dan Daffin semakin bingung dengan pembicaraan dewasa kakaknya itu.
"Maaf Daddy" ucap Aulia dan Tio. Mereka kembali menyantap roti yang ada di piring mereka. Jons melihat kondisi kembali menghangat ia pun berniat untuk bertanya pada anak bungsunya perihal isi di dalam perut putrinya.
"Daffin tahu dari siapa kalau kak Lia sudah ada isinya?" Daffin menatap sang Mommy lalu menjawab.
"Semuanya juga ada isi di dalam perut, bahkan Daffin dan Dafa juga ada Mom" Tuan Farhan menahan tawa mendengar jawaban polos dari putranya. Sedang Jons dan dua pasangan halal yang belum lama-lama ini menikah juga ikut terkejut.
"Maksudnya bagaimana sayang? semuanya memiliki isi di dalam perut?" tanya Jons dan mendapat anggukan kepala dari Daffin.
"Iyalah Mom, kalau tidak ada isi di dalam perut kita semua tidak akan ada di sini... memangnya Mommy tidak sekolah yah sampai tidak tahu isi di dalam perut itu apa saja?" kali ini Dafa yang berbicara dan hal tersebut makin membuat Jons dan lainnya melongo namun tidak untuk Tuan Farhan pria itu sepertinya mengerti dengan jalan pikiran dua bocilnya.
"Di kelas 5 kami sempat belajar tentang organ dalam tubuh seperti jantung, hati, paru-paru, ginjal dan ada banyak lagi Mom... nanti kapan-kapan Daffin ajarin yah" timpal Daffin yang mana membuat Jons dan Aulia ingin menangis rupanya daritadi mereka sudah salah mengartikan pengetahuan si bungsu.
"Sudah ku duga" gumam Tuan Farhan tertawa dalam hati.
"Astaga, bukan itu yang Mommy maksud Daffin! isi perut itu maksudnya adalah dede bayi" gemas Jons pada putra bungsunya itu. Tiba-tiba terdengar suara dering telepon dari dalam saku celana Tuan Farhan buru-buru pria itu mengambilnya dan menjawabnya.
"Hallo" sapa Tuan Farhan
"Maaf Boss terjadi masalah di Amerika, Nona Alexa masuk penjara dan dia sempat di culik namun sudah di selamatkan" jelas seseorang dari sebrang telepon.
"Baik terima kasih atas informasinya saya akan terbang hari ini juga" jawab Tuan Farhan yang langsung menutup sambungan telepon.
Semua di sana segera menatap Tuan Farhan meminta penjelasan dari pria paruh baya namun masih terlihat gagah.
"Sayang siapa yang telepon dan kamu mau terbang kemana?" tanya Jons menatap manik mata sang suami.
"Hamas dan Azhar tidak menjaga adiknya apa kenapa bisa Alexa di culik?" tutur Jons.
"Aku akan berangkat ke Washington sekarang perusahaan biar Rio yang menghandlenya dulu" tutur Tuan Farhan yang sudah selesai menyantap sarapan didepannya.
"Aku akan ikut denganmu Prince" ucap Jons.
"Kalau begitu kami juga mau ikut Dad, Mom" Aulia ikut menimpali membuat Tuan Farhan mendesah kasar. Raja Iblis kemudian melirik kedua putranya yang masih asyik menyantap roti di tangan mereka.
"Apa kalian mau meninggalkan adik kalian jika kalian semua ikut... Kakek sama Nenek kalian pasti sudah tahu masalah ini dan mereka mungkin sudah terbang ke Amerika" kata Tuan Farhan dengan mimik wajah datarnya.
"Kami akan ikut juga, bukankah itu mudah? kami hari ini tidak perlu masuk sekolah" jawab Dafa membuat Tuan Farhan melotot kearah Dafa.
"Tidak bisa! kalian tetap tinggal disini ingat kalian sebentar lagi akan ujian jadi harus rajin masuk sekolah dan belajar" tegas Tuan Farhan berkacak pinggang.
"Dad, biarkan saja mereka ikut lagipula tidak akan lama kita ke sana kami hanya ingin melihat kondisi Alexa setelah itu kami pulang ke Indonesia" jelas Aulia membantu sang adik. Jika adiknya tidak ikut maka pasti dia juga tidak bisa ikut.
"Prince biarkan Dafa dan Daffin ikut, lagipula selama ini mereka tidak pernah keluar negeri jadi mungkin tidak ada salahnya mereka bolos selama tiga atau empat hari" Jons ikut menimpali membuat Tuan Farhan menggeleng tidak percaya. anak dan Mama benar-benar kompak jika itu perihal jalan-jalan.
"Terserah kalian, tapi jika sampai nilai kalian berdua turun jangan harap Daddy kasih uang jajan, ingat itu!"
"Siap Dad, jangan ragukan kepintaran kami ini... jika nilai kami turun berarti ada yang salah dengan kecerdasan Daddy dan Mommy karena kecerdasan kami menurun dari Daddy dan Mommy hehehe." Ucap Dafa dan Daffin bersamaan.
"Dasar kalian ini selalu saja menjawab" ketus raja Iblis di buat kesal oleh dua penerusnya sedangkan Tio hanya terkekeh dalam hati melihat wajah frustasi raja Iblis.
"Ya sudah kalau begitu kami siap-siap dulu" Jons segera menuntun dua putranya ke kamar untuk berganti pakaian sedangkan Tio dan Aulia berjalan menuju lantai 2 untuk siap-siap juga.
Tuan Farhan menghubungi sekertaris Rio memberitahukan rencananya ke Amerika. " Rio dua hari ini aku akan ke Amerika kamu handel perusahaan dulu nanti akan aku berikan bonus buat kamu" ucap Tuan Farhan setelah panggilan terhubung. Sekertaris Rio menjawab dengan mantap.
"Baik Tuan"
Ya sudah aku tutup dulu" raja Iblis lalu menutup sambungan telepon dan kembali mencari nomor seseorang, setelah mendapat nomor yang dicari ia kemudian menekan tombol hijau. Beberapa saat kemudian panggilan pun tersambung.
"Hallo Boss ada apa?." Tanya seseorang dari sebrang telepon.
"Siapkan jet pesawat sekarang!! ada masalah di Washington" titah Tuan Farhan dan tanpa tanya pria tersebut langsung mengiyakan.
"Baik Boss akan saya siapkan sekarang"
"Bagus" setelah mengatakan tujuannya raja Iblis memutuskan sambungan sepihak. Pria itu lalu berjalan menuju ruang keluarga menunggu anak istri dan menantunya. Karena pakaiannya sudah rapi jadi Tuan Farhan tidak perlu untuk berganti pakaian.
"Awas saja kalian berdua, bisa-bisanya membiarkan Alexa pergi dari apartemen... tanganku sepertinya sudah sangat gatal ingin menonjok otak mereka" gumam Tuan Farhan dengan tatapan dinginnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung