
Happy Reading guys 🤗
.
.
.
.
.
.
.
Setelah melihat secara langsung wanita di foto yang di kirim oleh tuan Farhan padanya baru ia percaya bahwa wanita tersebut adalah Alexa, awalnya pria gondrong itu tidak percaya pasalnya wanita yang sudah di anggap adik olehnya sudah hilang beberapa tahun yang lalu, tetapi saat pertama kali bertemu ia sudah sangat yakin bahwa wanita tersebut adalah adiknya.
Sekalipun wanita itu menyangkalnya dengan mengatakan bahwa manusia memiliki tujuh kembaran namun, setiap yang kembar pasti memiliki perbedaan walaupun kecil tetapi dia begitu sama seperti duplikatnya. Wajah, suara bahkan bentuk tubuh tidak ada yang berbeda satupun.
Saat bertemu dengan Ainsley, Azhar segera mengabari ayahnya untuk membawa rambut dari orang tua Alexa agar dia bisa melakukan tes DNA untuk mengetahui bahwa Ainsley adalah Alexa. Walau tanpa tes pun ia sudah sangat yakin dengan instingnya yang tidak pernah salah.
Jam 7 malam Azhar datang ke rumah sakit dengan wajah panik setelah mendapat pesan dari adik laki-lakinya bahwa wanita yang di bawanya ke rumah sakit hilang, membuat pria gondrong tersebut terkejut dan segera bergegas menuju rumah sakit.
"Kenapa bisa hilang? Apa kamu tidak menjaganya?!" Tegur Azhar dengan tatapan tak bersahabat, tiba di depan Fadel, Azhar langsung berkata dengan kesal membuat Fadel tersentak kaget.
"Abang tenang dulu, sini biar ku antar ke suatu tempat" tanpa komentar Azhar mengikuti langkah kaki Fadel, entah mau di bawa kemana dirinya ia tidak banyak berbicara bahkan sangat menurut bak anak kucing.
CEKLEK
Fadel membuka pintu ruangan VIP dan masuk ke dalam, ruangan bernuansa putih dengan fasilitas lengkap. Fadel terus berjalan hingga ia berhenti di samping bangsal seseorang.
Azhar menatap tajam Fadel karena sudah membuatnya sangat khawatir bahkan hampir saja ia mengalami kecelakaan jika dirinya tidak cepat-cepat menghindar dari truk yang salah jalur.
"Kau!"
"Maaf bang, awalnya aku juga kaget karena wanita ini sudah tidak ada di ruang UGD, rupanya suster memindahkan dirinya di ruang VIP... Untung saja aku bertanya kepada suster yang membantu wanita ini kalau tidak aku sudah pusing tujuh keliling."
"Kenapa tidak memberitahu abang kalau Alexa sudah di temukan?" tanya Azhar dengan mata melotot ke arah Fadel, sedang pria itu hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.
"Maaf bang" Fadel berujar sembari memonyongkan bibirnya kemudian kembali berkata "Ada yang mau aku bicarakan mengenai wanita yang mirip dengan kak Alexa" tampak wajah Azhar begitu serius menatap wajah adiknya, ia menunggu penjelasan Fadel mengenai perkataan dokter tentang Ainsley.
"Wanita ini sepertinya mengalami sesuatu yang buruk hingga mempengaruhi mentalnya, ia harus di bawa ke psikiater untuk pemeriksaan selanjutnya, itu yang di katakan oleh dokter" Azhar tampak berpikir kemudian mengangguk pelan.
"Kamu jaga di sini jangan pernah meninggalkannya, abang mau mencari dokter psikiater yang akan menangani masalah Alexa" Fadel mengangguk sebagai jawaban.
Sedang di benua Asia Tenggara, di negara Indonesia tepatnya di kota Jakarta Pusat, sebuah keluarga sedang berkumpul haru dan tanpa henti melafalkan doa agar wanita yang di temukan Azhar benar-benar adalah Alexa, gadis kecil yang hilang selama bertahun-tahun.
"Sayang, semoga wanita itu benar-benar putri kita, tetapi aku tidak mau terlalu berharap, aku takut harapan ini kembali pupus, biarkan tes DNA itu yang akan menjawab kebenarannya" seorang wanita berusia empat puluh tahunan lebih itu berkata dengan tatapan penuh harap, semua yang di sana mengaminkan doanya, semoga Allah mengabulkan doa dari seorang ibu yang begitu merindukan sosok putrinya yang sudah hilang selama bertahun-tahun.
"Iya, semoga Allah mengijabah doa kita, apapun hasilnya kita tetap berserah diri kepada Allah dan tetap berpikir positif, semua yang terjadi pasti memiliki hikmah di dalamnya" balas Alex sambil mengelus kepala sang istri.
"Nenek Amanda, kakek Alex, tenang saja. Aditya yakin wanita itu adalah tante Alexa sebentar lagi ayah akan membawa tante Alexa pulang, oh iya nanti setelah tante Alexa pulang Aditya akan menjadikan tante Alexa sebagai istri"
"Apa!" semua orang terhenyak mendengar penuturan bocah kecil umur tiga tahun yang ingin memperistri wanita dewasa, benar-benar di luar nalar manusia. Apa dirinya pikir menikah adalah sesuatu yang mudah? Andai ia tahu seperti apa ujian dalam berumah tangga itu akankah dia masih bisa berkata seperti itu dengan kepercayaan diri tinggi?
"Bocah tengil, umurmu masih kecil sudah punya berpikir tentang pernikahan, lebih baik kamu main dulu saja jangan sampai menyesal jika sudah tumbuh dewasa" ketus tuan Farhan geleng-geleng kepala.
"Apa yang di katakan kakek Farhan benar, kamu masih kecil belum pantas berkata seperti itu apalagi harus memikirkannya, lebih baik kamu bermain dan belajar" sahut Aulia. Aditya memutar bola matanya malas, mendengar nasihat dari bibi dan kakeknya yang sungguh membosankan.
"Hmmmm, cih! Sekalipun Aditya masih kecil tetapi Aditya bisa menghidupi tante Alexa, jangankan satu wanita sepuluh wanita saja Aditya mampu" jawabnya membusungkan dadanya membuat orang-orang dewasa melebarkan bola matanya.
"Astaga anak ini sudah tidak tertolong lagi" batin Tio.
"Rasa percaya diri tuan muda kecil sangat besar aku menyukainya, menarik sekali memang cocok jika menjadi mantuku, tetapi dia begitu muda untuk menikah dengan Alexa" kali ini Alex berkata dalam benaknya.
"Sayang, memangnya kamu sudah punya penghasilan berapa sampai kamu begitu percaya diri dan bisa menghidupi sepuluh wanita sekaligus? Kamu kan masih kecil dan belum bisa apa-apa" perkataan Jons membuat Aditya merasa geram pasalnya ia begitu tidak menyukai dirinya di anggap sebagai anak kecil walau fisik dan umurnya masih kecil tetapi ia bisa menghasilkan uang dengan sangat mudah.
"Aduh, kalian ini kenapa begitu tidak percaya dengan Aditya sih!" gerutunya melotot ke arah orang-orang dewasa, bocah kecil itu menjeda ucapannya kemudian berkata lagi.
"Apa kalian lupa jika ayah Aditya adalah CEO perusahaan besar dan bahkan menjadi pengusaha muda di seluruh dunia, mudah bagi Aditya mendapatkan uang, rasanya uang itu seperti air yang mengalir tanpa hambatan" kepercayaan diri Aditya dalam menjelaskan membuat semua orang di sana melongo bahkan beberapa anggota Black Wolf yang lewat di ruang keluarga tercengang mendengar penuturan pria kecil yang menginjak taik ayam saja tidak pecah tetapi kepercayaan dirinya itu membuat mereka sangat tersentuh.
"Oh astaga, tuan muda kecil ini berulah lagi" bisik anggota Black Wolf dan segera berlalu dari sana, rasanya tidak mampu mendengar ocehan absur tuan muda kecil mereka,.Jika terus mendengarnya mereka tidak yakin dengan mental mereka yang seperti kerupuk, sekali di remuk, hancurlah.
"Apa kau yakin menghidupi sepuluh istri menggunakan penghasilan ayahmu?" tuan Farhan bertanya dengan tampang bodohnya.
"Tentu saja, jika Aditya bekerja Aditya takut ayah Hamas akan berada di bawah Aditya, anggap saja Aditya memberikan muka kepada ayah Hamas dengan menggunakan uang hasil kerja ayah untuk menghidupi istri-istri Aditya" ucapnya dengan senyum merekah. Semua orang terbatuk-batuk mendengar penjelasan bocah kecil, rasanya ingin sekali melakukan teleportasi saat ini juga dan menghilang dari bumi ini. Sungguh-sungguh mengagumkan.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung