
Happy reading 🤗
Like dan Votenya dong kaka 🤗❤️❤️
.
.
.
.
.
.
.
Melalui pintu belakang Mansion Utama, ada tiga anak muda sedang berjalan masuk ke dalam, sesuai instruksi yang sudah di arahkan oleh anak buah kakeknya. Kebetulan kamar tamu sedikit jauh dari ruang acara pernikahan princess Mafia dengan salah satu anak Black Wolf membuat ketiga anak muda itu tidak kelihatan oleh orang-orang.
CEKLEK
Mereka kemudian masuk ke dalam, di sana sudah ada Tio dan dua wanita yang merias Tio dengan bedak tipis juga pewarna bibir sebagai pelengkapnya. Tio memakai jas Alexander Amosu Bespoke berwarna senada dengan baju pengantin wanita yang bernilai 1, 47 milyar.
Tidak tanggung-tanggung memang sebagai putri satu-satunya raja Iblis ia bahkan memesan jas pengantin pria dengan kisaran nilai yang begitu menggemparkan dunia. Uang bukanlah masalah yang terpenting adalah kebahagiaan putrinya ia akan melakukan apa saja asal putrinya bahagia.
Alexander Amosu Bespoke itu terbuat dari wol Qiviut dan Vicuna yang langka, ia juga memiliki sembilan kancing emas dan berlian 18K. Itulah sebabnya baju tersebut sangatlah mahal.
"Wah, wah, andai kisah ini memiliki cerita akankah judulnya baby sitterku menjadi suamiku?." Celetuk Azhar yang langsung menutup mulutnya agar tawanya tidak keluar, karena sudah tak mampu menahan tawa.
"Uncle, eh salah sepertinya aku harus menggantinya dengan sebutan adik ipar" kali ini Hamas ikut bersuara dengan kekehan geli. Sedangkan Tio masih merasa bingung dengan keadaan sekarang, belum lagi sebutan adik ipar untuknya membuatnya tidak bisa mencerna setiap kejadian yang sudah di alaminya. Tatapan dengan alis bertautan membuat tiga anak muda yang baru masuk menertawakan tampang bodoh pria yang akan menjadi mempelai pria.
"Uncle Tio selamat yah, sekarang Uncle akan menjadi suami kak Lia setelah ijab qobul nanti" tutur Alexa tersenyum tipis dan sontak saja membuat Tio terpekik kaget.
"Apa!!" dua perias segera memberikan ruang untuk Tuan dan Nona mudanya agar lebih leluasa berbicara. Lagipula acara make overnya sudah selesai tinggal membawa mempelai pria untuk ke ruangan ijab qobul.
"A-apa maksud kalian, Uncle benar-benar tidak mengerti" ujar Tio menatap wajah ketiganya dengan alis berkerut. Mencubit kuat punggung tangannya untuk memastikan dirinya mimpi atau tidak dan ternyata ia merasakan sakit itu berarti, yang ia dengar adalah nyata.
"Uncle akan menikah dengan Lia, bukankah Uncle seharusnya senang karena bisa menikah dengan pujaan hati Uncle... tapi raut wajah Uncle seperti orang yang tidak bersemangat." Sahut Azhar melipat kedua tangannya di atas perut.
"Iya, apa jangan-jangan Uncle sudah tidak cinta lagi dengan adikku yah!!" sarkas Hamas dengan mata melotot.
"Uncle hanya penasaran bagaimana bisa Tuan muda menjadikan Uncle sebagai calon suami Nona Lia, sedang Tuan muda tidak menyukai Uncle?" tanyanya dengan raut wajah sendu.
"Ceritanya panjang Uncle, intinya Paman Farhan bukan tidak merestui tapi hanya menguji kesetiaan dan cinta Uncle dan kak Lia... sudah lama Paman Farhan merestui hubungan Uncle dengan kak Lia kok..." ucap Alexa menjelaskan membuat Tio terdiam sesaat. Berarti selama ini ia sudah salah menilai Tuan mudanya... rupanya Tuan mudanya bukanlah orang yang melihat kedudukan yang lebih tinggi tapi kepada kesetiaan dan cinta.
"Aku tidak akan mengecewakanmu Tuan muda. Ini adalah janjiku hidup dan matiku adalah milik Nona Aulia sekarang" bisik Tio dalam hati.
BRAAAAK
Tiba-tiba terdengar dorongan kuat dari arah pintu membuat semua yang di dalam terkejut lalu melihat ke arah sumber suara. Dua anak laki-laki berjalan ke arah Tio dan lainnya.
Dua cecungut itu adalah Dafa dan Daffin, mereka terlihat sangat cool dan elegan, setelan tuxedo jas formal berwarna silver lengkap dengan dasi kupu-kupu di bagian kerah bajunya. Dua anak kembar itu memilih pakaian dan jenis bahan yang sama.
"Kalian berdua yah selalu buat orang jantungan" gerutu Hamas dan Azhar mendelik jengkel pada dua adik laki-lakinya.
"Heh! itu karena jantung kakak yang bermasalah" jawab Dafa ketus.
"Uncle Tio ayo kita keluar sekarang, kata Daddy sepuluh menit sudah harus di meja penghulu kalau terlambat sedetik saja maka tidak ada lagi menantu untuk Uncle Tio!." Jelas Daffin membuat Tio segera berdiri dari duduknya. Membuat semua di sana tersenyum.
"Aku dan kak Dafa yang akan menjadi pengiring pengantin pria supaya pesona Uncle akan seperti kami" tutur Daffin lagi membuat semua di sana terkekeh geli geleng-geleng kepala.
"Heh! kata-kata dusta dari mana itu! mana ada yang begituan" protes Alexa membuat Dafa dan Daffin mencebikkan bibirnya kesal. Dafa dan Daffin menggandeng tangan Tio, masing-masing di sebelah kanan dan kiri Tio. Sedangkan Hamas, Azhar dan Alexa berjalan mengekor di belakang.
"Astaga jantungku kenapa berdetak sangat kencang, aku bahkan begitu sulit hanya sekedar bernapas..." batin Tio menelan ludahnya kasar. Telapak tangannya menjadi dingin karena merasa deg-degan dan takut.
"Uncle Tio tangannya seperti mayat saja, Uncle belum akan mati kan?" tanya Dafa jujur. Wajah polosnya membuat orang-orang yang melihatnya ingin sekali menaboknya karena gemas dengan ucapannya tadi. Belum malam pertama sudah mau jadi mayat kan tidak lucu. Ada-ada saja.
"Dafa tidak boleh ngomong kasar kayak gitu! apalagi kalau bawa-bawa mati segala!" nasehat Alexa lembut membuat Dafa mengangguk patuh.
PLAK
Hamas memukul punggung Azhar kesal, karena mendengar kata istri dan ibu yang di peruntuk kepada Alexa hal itu membuat darahnya mendidih kesal.
"Kalau cemburu jangan acuh dong sama perasaan takutnya di embat orang baru tahu rasa. Bahaya kalau sudah menjadi milik orang lain" bisik Azhar lagi membuat Hamas makin kesal saja. Sedangkan Alexa tidak mendengarnya karena ia sudah berjalan mengikuti Tio dan dua D.
Semua tamu undangan melihat ke arah pria yang di gandeng oleh dua anak kecil yang tentunya adalah hasil produksi dari raja Iblis dan sang pembunuh bayaran, serta gadis cantik dengan balutan dress di bawah lutut.
"Dia sangat tampan, memang pantas bersanding dengan putri Tuan Farhan"
"Aku iri sekali dengan pengantin wanitanya, kenapa bukan aku yang menjadi pasangannya"
"Hey, kamu itu istriku syukuri yang ada"
"Memang serasi mereka berdua, wanitanya cantik dan prianya sangat tampan dan gagah"
Para tamu berdecak kagum bahkan ada yang iri karena masing-masing tidak memiliki kesempatan untuk bersanding dengan wajah-wajah cantik dan tampan. Hah! bikin iri saja!.
Aulia melihat kedatangan Tio tersenyum malu, ia bahkan memeluk tubuh Jons dari samping menyembunyikan rona bahagianya di balik lengan sang Mommy.
"Daddy akan ke sana dulu" Tuan Farhan segera berjalan menuju Tio, pria yang akan menjadi menantunya. Lalu mengajaknya untuk ke penghulu yang sudah berada di atas panggung bersama pengantin wanita dan tentunya di dampingi oleh sang Mommy.
Tio makin deg-degan saja saat kakinya menginjak panggung tersebut lalu duduk di samping Aulia, bahkan dirinya tidak berani menatap wajah wanitanya karena saking salah tingkahnya. "Menikah saja seperti mengantar nyawa sendiri. Benar-benar bikin merinding" batin Tio.
Aulia tersenyum simpul dengan tangan bergetar, jantungnya juga tak kalah deg-degan. Jons yang duduk di samping sang putri tersenyum tipis ia menggenggam tangan Aulia memberikan kehangatan di sana membuat gadis itu lebih rileks dari biasanya.
Tuan Farhan segera duduk di hadapan Tio dengan meja sebagai pembatas, sedang penghulu duduk di sisi meja bagian ujung. Ada kertas putih dengan beberapa tulisan di dalam kertas tersebut. Juga dua buku nikah yang belum di isi identitasnya. Sebelum melakukan proses ijab qobul penghulu mengajari Tio beberapa hal. Setelah dirasa cukup penghulu tersebut berdehem lalu berujar.
" Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul sekarang wali dari mempelai wanita untuk berjabat tangan dengan mempelai pria!" Tuan Farhan dan Tio pun melakukan instruksi yang di perintahkan oleh pak penghulu.
Terdiam sesaat lalu pak penghulu mulai mengucapakan ijab qobul.
“Saya nikahkan dan saya kawinkan saudara Zafran Tio Febrian Pratama bin Febrian Pratama dengan putri bapak Farhan Wardi Dinata yang bernama Auliani Devano Jonas binti Farhan Wardi Dinata dengan maskawinnya berupa cincin berlian senilai 50 karat, uang 300 juta rupiah, rumah sederhana dengan tiga lantai, serta cinta abadi Tunai.”
"Saya terima nikahnya dan kawinannya Auliani Devano Jonas binti Farhan Wardi Dinata dengan maskawinnya yang tersebut, tunai." Ucapnya lantang dengan satu tarikan napas.
"Bagaimana para saksi sah?"
"Sah"
Sorak semuanya bahkan ada yang sampai memukul pintu karena saking bahagianya.
Aulia memeluk tubuh Jons erat dengan linangan air mata bahagia, hari ini ia sudah melepas status lajanganya menjadi seorang istri.
"Kepada mempelai wanita untuk mencium tangan suaminya dan mempelai pria silahkan mencium istrinya..." titah penghulu membuat Aulia menggeleng.
"Lia tidak mau!" serunya menyembunyikan kepalanya di ketiak Jons membuat orang-orang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu mempelai wanita.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Halu jangan tanggung-tanggung yah guys 🤣🤣🤣