The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 48 Bocil Ganas



Happy reading 😘


Kasih like dan Votenya 😍


.


.


.


.


.


.


.


Seorang pria tampan nan gagah, dengan gaya Messy Hair stylenya begitu menawan, bahkan terlihat seperti pria yang sungguh dewasa di tambah poster tubuhnya yang tinggi dan kekar, orang-orang akan mengira bahwa dirinya bukanlah pria berumur 17 tahun.


Celana jeans hitam sobek-sobek di bagian lututnya serta kaos putih polos dengan jaket jeans sebagai pelengkapnya membuatnya benar-benar tampan. Berjalan keluar menuju lantai dasar. Malam ini dia dan adik laki-lakinya akan ke Bar memanjakan tubuh dan pikirannya dengan minuman-minuman yang legendaris.


Menapaki tangga satu persatu namun suara panggilan dari lantai dua menghentikan langkahnya lalu melirik ke atas.


"Abang Hamas!" seru Alexa. Gadis itu berjalan cepat bahkan terlihat seperti berlari, gadis manis itu hanya menggunakan hotpants dan tangktop di tubuhnya hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang ramping.


"Sudah ku bilang untuk tidak keluar memakai pakaian seperti itu! bocil kau tidak pernah mendengarnya hmmm... apa aku harus memanjang telingamu itu hah!!." Ketus Hamas menatap tajam pada Alexa namun gadis itu hanya mencebikkan bibirnya kesal.


"Yang penting orang lain tidak melihatnya" jawabnya acuh membuat Hamas benar-benar resah. Biar bagaimanapun dia adalah laki-laki normal yang akan mudah terangsang jika melihat hal-hal yang memicunya.


"Sudahlah. Ada apa memanggilku? oh iya malam ini aku dan Azhar akan keluar mungkin jam 12 malam baru pulang, kamu tetap di sini tidak boleh keluar! kerjakan tugas sekolah jika ada!" jelas Hamas layaknya seorang ayah, membuat Alexa menaikkan sebelah alisnya.


"Abang mau kemana? aku ikut yah..." pinta Alexa mengerjap matanya berkali-kali senyum lebar tercetak jelas di wajahnya dengan tangan mengatup di depan dada.


"Tidak boleh! anak kecil harus di rumah" jawab Hamas menoyor kening Alexa membuat kepala gadis itu terdorong ke belakang. Hamas lalu berjalan menuju ruang keluarga, di sana sudah ada Azhar yang tengah duduk santai memainkan ponselnya. Dengan tampilan yang sudah rapi.


"Tapi aku tidak mau di tinggal sendiri aku akan tetap ikut!" teriak Alexa berkacak pinggang, sembari menghentak-hentakkan kakinya kesal. Namun tak di gubris oleh Hamas, akan menghabiskan tenaga yang banyak jika meladeni gadis di belakangnya itu.


Azhar mendengar teriakkan Alexa mengalihkan atensinya dari ponsel di tangan menatap dua manusia berbeda jenis yang sedang mengarah ke arahnya.


"Aku sampai berjamur di sini. Kenapa lama sekali!" ketus Azhar menatap jengah ke arah Hamas. Namun pria itu hanya menampilkan wajah datar tanpa menjawab.


Buru-buru Alexa menghadap Azhar sembari berkacak pinggang. "Abang Azhar aku boleh ikut yah, please!" Si gondrong melirik ke arah pria yang berdiri di sampingnya. Lalu beralih pada Alexa.


"Tentu saja, tapi kau tidak akan pergi dengan tampilan seperti itu kan...?" Azhar menunjuk pakaian Alexa yang begitu seksi membuat gadis itu menyengir kuda.


"Tidak! Alexa tidak boleh ikut! kami pergi ke tempat yang tidak seharusnya kamu datangi... itu bukan tempat untuk anak-anak bermain" protes Hamas melipat kedua tangannya di dada. Menatap dingin pada Alexa.


"Aku sudah besar tahu! umurku akan menginjak 17 tahun jadi jangan menganggapku masih kecil. Paham tidak!" seru Alexa dengan mata melotot tajam. Azhar menghela napas panjang, kenapa mereka setiap hari selalu ribut tidak bisakah untuk diam sebentar saja walau hanya sedetik. Menyebalkan sekali!.


"Tidak masalah dia ikut, lagian aku akan menjaganya, Lexa cepat ganti bajumu kami akan menunggumu di sini!." Senyum lebar terlihat jelas di bibir Alexa, gadis itu mengangguk. Sebelum pergi ia menujulur lidahnya pada Hamas seakan mengisyaratkan bahwa dirinya tidak bisa di taklukan. Hamas memutar bola matanya malas menghembuskan napas kasar.


Setelah Alexa berlari menaiki tangga, Azhar beranjak dari duduknya merapikan pakaian casualnya. "Ayo kita pergi sebelum cecungut itu datang" ajak Azhar membuat Hamas menatapnya dengan alis berkerut.


"Tunggu! maksudmu kau mengerjai dia yah?" Azhar mengangguk dan terkekeh kecil dan Hamas ikut tersenyum geleng-geleng kepala. "Kau benar-benar adikku" sambungnya. Kedua pria kembar itu berjalan keluar dari apartemen meninggalkan gadis manis di lantai dua yang tengah berdandan bahkan senyum lebar terus terukir di bibirnya.


"Tidak akan ku biarkan kau bermain dengan wanita lain... anggap saja aku membantumu karena melindungimu dari virus **** yang mematikan! heh beruntungnya abang memiliki aku hmmmm... benar-benar wanita yang baik." Celetuknya memuji dirinya. Mematut dirinya di depan cermin memberikan sedikit sentuhan bedak baby juga pemerah bibir membuatnya sangat cantik.


Malam ini gadis muda itu menggunakan dress hitam berlengan pendek sebatas lutut, sebenarnya jenis pakaian seperti itu bukanlah tipenya. Ia bukanlah gadis feminim yang suka dengan hal-hal berbaur wanita namun karena tujuannya untuk memikat prianya maka ia merubah tampilannya.


"Eh! kok suara deru mesin mobil?. Tidak mungkin mereka tidak menungguku kan? Itu pasti orang lain" gumamnya pelan saat mendengar mesin mobil yang menyala namun sebisa mungkin ia berpikir positif. Buru-buru mengambil ponselnya dan berjalan keluar dari kamarnya.


Namun saat sudah di lantai satu tepatnya di ruang keluarga ia tak mendapati keberadaan dua pria yang di panggil abang membuatnya langsung berlari ke pintu apartemen.


Benar saja di sana sudah tidak ada mobil yang ada hanya mobilnya berwarna kuning membuatnya benar-benar emosi. "Oh, berani sekali mempermainkanku hmmm... awas saja akan ku patahkan kaki kalian!" gerutunya mengerucutkan bibirnya.


Alexa kembali masuk menuju lantai dua, mengambil kunci mobilnya. Buru-buru keluar dari apartemen saat sudah mendapatkan barang yang di butuhkan. Masuk ke dalam mobil bermerek Bugatti Chiron itu. Dengan perasaan kesal perempuan itu menancap gas bahkan sampai di atas rata-rata batas normal kecepatan tinggi.


Tujuannya saat ini menuju Bar Rouge yang sering di datangi oleh Hamas dan Azhar. Gadis itu mencengkram kuat setir mobilnya menggertakan kedua giginya hingga terdengar bunyi gigi akibat gesekan kuat.


Membuka pintu mobilnya lalu turun menapaki jalan aspal berjalan masuk ke dalam. Dentuman musik terdengar cukup jelas, orang-orang di dalam sana sangat banyak bahkan berjalan saja seperti tidak ada ruang lagi.


Matanya menelisik ke setiap sudut sedikit sulit menemukan seseorang di tempat ramai. Gadis itu terus berjalan hingga membuat langkahnya berhenti kala dua pria menghadangnya. "Aku baru melihatmu Nona, apa pertama kalinya kamu kemari?" seorang pria tampan bertato di lehernya tengah tersenyum pada Alexa.


"Benar. Ini kali pertama aku ke sini" jawabnya tersenyum tipis.


"Aku Roger"


"Alexa"


"Aku James senang bertemu denganmu"


"Terima kasih, senang bertemu dengan kalian" jawab Alexa menjabat tangan kedua pria di depannya.


"Kau pasti belum tahu tempat ini, izinkan kami mengajakmu untuk duduk bersama" tutur James tersenyum tipis.


"Tidak perlu aku datang bersama dua pria di depan sana!" tunjuk Alexa ke arah Hamas dan Azhar membuat dua pria di samping Alexa mendengus kesal. Padahal mereka sudah sangat senang mendapat mainan baru apalagi masih terlihat pucuk.


Tanpa berucap Alexa berjalan ke arah dua buah sofa panjang beberapa pria dan beberapa wanita centil yang menggoda orang lain. Terlihat Hamas yang memangku wanita seksi begitu juga dengan Azhar.


"Cari mati heh!" Alexa berjalan cepat ke arah Hamas dan menarik kasar rambut wanita centil hingga tersungkur jatuh ke lantai yang berwarna merah. Semua mata terkejut melihat adegan kekerasan seperti suami yang di pergok selingkuh oleh sang istri.


"Dasar wanita murahan! berani kamu bersandar di tubuh suamiku hah! parah nih, sudah tidak takut mati heh!." Teriak Alexa kembali menarik rambut wanita yang duduk di pangkuan Hamas tadi.


Hamas dan Azhar berdiri menarik tubuh Alexa agar menjauh. "Sudah ku bilang untuk tidak datang kemari! kau tidak mendengarku yah!" bentak Hamas melotot tajam. Sedang wanita yang terjatuh segera berdiri merapikan rambutnya yang berantakan.


"Anak ingusan harus di beri pelajaran!" umpatnya dalam hati. Wanita itu segera berjalan mendekati Alexa dan...


PLAK


Satu tamparan mendarat di pipi Alexa membuatnya sedikit oleng terlihat tanda merah begitu membekas di pipinya yang putih. Hamas dan Azhar mengepal tangannya kuat menahan kesal.


"Kurang ajar!"


BUGH


"Awww" pekiknya sakit.


Alexa menendang tubuh wanita seksi hingga kembali tersungkur jatuh ke lantai, para wanita penghibur segera menghindar dari sana begitu menakutkan jika melihat adegan kekerasan.


"Kau menamparku? berani sekali!"


BUGH


Di tariknya kepala wanita itu lalu menghantamnya ke lantai, darah segar keluar dari dahi membuat orang-orang ketakutan.


"Brengsek! sakit tahu lepaskan aku!!" teriaknya kesakitan.


"Azhar urus wanita penghibur itu biar aku yang menangani Alexa!" Azhar mengangguk mengerti. Hamas segera menarik tangan Alexa untuk keluar dari sana.


"Lepaskan Abang biar aku membunuh wanita murahan itu! berani menamparku cih tidak sayang nyawa lagi yah!. Lepaskan aku abang!!." Teriak Alexa meronta-ronta, karena terlalu melawan membuat Hamas menggendong Alexa seperti karung beras.


"Bocil akan ku hukum kamu!!" batin Hamas.


.


.


.


.


.


.


Bersambung