
Maaf baru up sekarang
.
.
.
.
.
.
Rabu pukul 21 malam kota Washington DC mendarat sebuah pesawat terbang dari Indonesia dengan nama Garuda muda G 0221 di bandara internasional Washington Dulles. Keluarga raja Iblis itu satu persatu keluar dari pesawat, saat semuanya sudah kumpul, raja Iblis berjalan memimpin jalan menuju pintu keluar bandara. Terlihat tiga orang pria dengan setelan formal berwarna hitam sudah berdiri rapi di luar pintu bandara.
"Selamat malam Boss" sapa tiga pria tersebut saat Tuan Farhan dan rombongannya berdiri di hadapan ketiga bawahan Tuan Farhan.
"Malam juga Paman" jawab Dafa dan Daffin karena Tuan Farhan dan lainnya tidak menjawab membuat tiga pria bertubuh besar itu tersenyum lebar. Rupanya masih ada Tuan muda kecilnya yang berhati nurani mau menjawab sapaan mereka membuat hati mereka berbunga-bunga. Entahlah mendapat respon dari anak Boss besarnya membuat bibir mereka tak berhenti untuk tersenyum.
"Sungguh keajaiban yang langkah, dua bocah ini benar-benar berbeda dengan orang tuanya serta kakak-kakak nya" batin tiga pria yang sedari tadi senyum-senyum manis.
"Paman, apakah kalian masih waras? kenapa senyum-senyum terus?" bagai di sambar petir di siang bolong kala kalimat tak mengenakan hati keluar dari mulut bocah yang di pujinya barusan membuat hati mereka kembali tercabik-cabik.
"Eh, emm maaf ayo Boss kami antar ke mobil sekarang" tidak mau berbasa-basi tiga pria yang adalah anggota Hades segera menuntun Tuan Farhan dan lainnya ke mobil.
"Sudah melambung tinggi eh tahunya jatuh ke tanah juga" bisik Tio pelan tertawa kecil melihat wajah masam tiga anggota Tuan Farhan. Perasaan seperti itu sudah menjadi makanan sehari-hari kala dulu dirinya menjadi baby sitter anak-anak Tuan mudanya.
"Uncle, senang sekali melihat wajah masam anak buah Daddy" Aulia berbisik di telinga suaminya dan ikut tertawa geli.
"Iyalah, habisnya senang akhirnya mereka juga bisa merasakan keresahan hati Uncle dulu saat jadi baby sitter kamu dan abang kamu..." Tio segera membungkam mulutnya kala ucapan yang mewakili hatinya menyinggung sang istri namun anehnya putri raja Iblis itu malah tertawa melihat wajah suaminya yang terlihat takut.
"Kenapa kamu tertawa sayang? kamu tidak tersinggung?" tanya Tio dan mendapat gelengan kepala dari Aulia membuat pria itu bernapas lega sembari mengelus dadanya yang bergemuruh hebat.
"Syukurlah kalau Aulia gak marah... hmmm tahu sendiri kalau wanita marah bisa-bisa jatah ranjangku gak dapat lagi" batin Tio dengan senyum leganya.
"Silahkan masuk Boss, Nyonya Boss dan Tuan muda kecil" ucap pria dengan setelan baju berwarna hitam. Ada dua buah mobil yang sudah di siapkan oleh anak buah Tuan Farhan. Tuan Farhan menaiki mobil dengan merek Lexus berwarna putih sedangkan Tio dan Aulia menaiki mobil Ferarri berwarna hitam.
Tuan Farhan dan Jons duduk di jok kedua sedangkan Dafa dan Daffin duduk di jok belakang.
"Kita kemana Boss?" tanya pria yang duduk di kursi kemudi.
"Ke apartemen Hamas" jawab Tuan Farhan dan pria yang menjadi sopir itu mengangguk pelan. Perlahan-lahan mobil Lexus putih itu meninggalkan parkiran bandara dan mobil di belakangnya ikut berjalan mengikuti jejak mobil yang di tumpangi Tuan Farhan.
Sedangkan Tuan Wijaya sudah tiba satu jam yang lalu mereka tidak langsung ke Apartemen Hamas namun menuju Tuan Smith karena jarak rumah Tuan Smith lebih dekat daripada Apartemen Hamas.
Satu setengah jam mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata, menyalip beberapa kendaraan hingga tiba mereka di kawasan Apartement elit, mobil Lexus putih itu membunyikan klakson mobil agar satpam yang bertugas menjaga Apartemen Hamas di buka.
Salah satu anak buah Tuan Farhan turun dari mobil berdiri di luar gerbang yang menjulang tinggi. Seorang pria tinggi dengan setelan rapi berjalan ke arah gerbang, pria dengan topi di atas kepalanya pun bertanya "Permisi ada yang bisa saya bantu?"
"Kami adalah keluarga Hamas pemilik Apartemen di depan" jawabnya sembari menunjuk sebuah bangunan mewah di depannya.
"Oh, baik tunggu sebentar saya akan membuka gerbangnya" jawabnya dan mendapat anggukan kepala dari anak buah Tuan Farhan. Pak satpam pun segera membuka gerbang pintu itu lebar-lebar.
"Terima kasih pak, kami masuk dulu"
"Sama-sama" jawabnya dengan ramah. Pria yang tadinya turun dari mobil segera masuk ke dalam mobil dan dua buah mobil itupun kembali berjalan memasuki halaman Apartment yang begitu luas. Terdapat kolam renang juga kolam ikan dengan air mancur di bagian tengahnya.
Pria dengan setelan jas rapi duduk di kursi tunggu meraup wajahnya kasar memikirkan masalah yang seharian ini banyak sekali musibah yang di alaminya, ia berdoa agar Alexa tidak kenapa-kenapa, sedang polisi sudah kembali ke kantor dan menyerahkan tahanan kepada Tuan Kalingga.
"Ya ampun! Bencana apa ini kenapa datangnya bertubi-tubi... oh Tuhan!" batin Tuan Kalingga sesekali memijat pangkal hidungnya. Tiba-tiba sebuah pintu ruang UGD di sampingnya terbuka Tuan Kalingga buru-buru beranjak dan menghampiri dokter.
"Bagaimana keadaannya dokter?" tanya Tuan Kalingga dengan wajah khawatir, sang dokter menghela napas kasar kemudian membuangnya perlahan-lahan.
"Pasien mengalami trauma berat kondisinya benar-benar drop saat ini, sepertinya dia mengalami sesuatu yang membuat jiwanya tidak mau bangun..." Jelas sang dokter yang menangani Alexa. Tuan Kalingga begitu terkejut mendengar penjelasan sang dokter.
"Tolong sembuhkan pasien! saya mohon" pinta Tuan Kalingga memohon kepada sang dokter.
"Penyakit yang di derita pasien hanya bisa di sembuhkan oleh psikiater yang ada di rumah sakit Mayo Clinic, saya akan berikan surat rujukan rumah sakit kepada Tuan Kalingga" jawab dokter wanita. Tuan Kalingga hanya bisa mengangguk pelan ia berharap semoga Alexa bisa di selamatkan.
Kembali ke Apartemen, Tuan Farhan yang memiliki kartu akses apartemen Hamas segera menempelkannya ke sebuah benda dengan beberapa angka nomor hingga pintu apartemen pun dapat di buka.
Tuan Farhan dan lainnya berjalan masuk ke dalam, Jons menggenggam tangan Tuan Farhan sesekali ibu jarinya mengelus punggung tangan sang suami. Jons tahu betul jika suaminya tidak baik-baik saja hari ini.
"Sepi sekali apakah mereka sudah tidur?" tanya Aulia melihat-lihat kondisi di dalam Apartement yang tampak sunyi. Hingga mereka mendengar suara yang sedang mengobrol.
Tuan Farhan makin mempercepat langkahnya hingga kaki jenjangnya berhenti tak jauh dari sofa yang tengah di tempati oleh dua sejoli yang tengah pacaran. Pancaran murka terlihat jelas dari mata Tuan Farhan yang tidak suka akan tingkah putranya.
"Hamas!!" Pria yang di panggil namanya seketika menoleh ke sumber suara buru-buru Hamas melepas pelukannya dari Shireen.
"Daddy kecewa sama kamu Hamas!" ucap Tuan Farhan dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Daddy! kenapa tidak bilang ke Hamas kalau mau kesini" Tuan Farhan yang sudah benar-benar marah melepas genggaman sang istri dan...
BUGH
"Di mana Alexa Hamas! apa kau tahu keadaannya sekarang!!" teriak Tuan Farhan yang langsung to the point.
"Prince!"
"Daddy!!"
Teriak Jons dan Aulia saat Tuan Farhan melayangkan bogeman ke wajah Hamas membuat Hamas terpental jatuh ke lantai.
"Daddy sungguh kecewa! Daddy tidak pernah mengajarimu untuk membawa perempuan lain ke Apartemen ini!!" tutur Tuan Farhan dengan wajah sedihnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung