
Happy reading 🤗
Like dan Votenya dong kaka 🤗❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
.
.
Lima menit, sepuluh menit bahkan sudah masuk tiga puluh menit pengantin pria masih belum datang, para tamu yang di undang sebanyak seribu orang itu termasuk rekan bisnis juga dua kelompok anggota Mafia. Tuan Farhan dan Jons saling melirik dengan wajah penuh cemas sedangkan Aulia, jangan di tanya lagi gadis itu menampilkan senyum tipis nyaris tak terlihat.
Bersedekap dada sembari terkekeh dalam hati. "Sepertinya alam berpihak padaku, heheheh... semoga saja laki-laki yang mau menikah dengan Lia akan tertabrak di tindis truk besar sampai mati mengenaskan" batin Aulia tertawa puas. Gadis itu seketika merubah ekspresi wajahnya berpura-pura kesal.
"Daddy, pernikahan ini mau di lanjutkan apa gimana sih? Lia capek tahu, dasar! jadi laki-laki kok tidak berpendirian sekali! sudah tidak tepat waktu dan harap gampang pula!!." Kesal Aulia menatap jengah Tuan Farhan. Pria itu hanya menampilkan senyum tipis di bibirnya. Kala melihat ekspresi putrinya yang sedang kesal.
"Oh putriku sudah tidak sabar sekali yah untuk bertemu calon suaminya? dia sudah sampai kok" jawab Tuan Farhan membuat Aulia hampir tersedak air liurnya pasalnya dirinya sudah berdoa dan bahagia rupanya ia sudah salah besar. Membulatkan bola matanya tidak percaya.
"What! dia sudah datang! ini tidak mungkin jangan sampai aku menikah dengan laki-laki gila itu!!" batin Aulia berteriak kesal.
"Ah, sepertinya Lia sedang tidak sehat sekarang" tuturnya pelan membuat Tuan Farhan mengelus punggung putrinya sembari terkekeh jenaka.
"Setelah ijab kabul baru Daddy mengizinkamu untuk istirahat" jelasnya makin membuat Aulia suntuk. Jons tidak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa melihat putrinya menampilkan wajah sedihnya.
"Maafkan Mommy sayang, Mommy tidak bisa membantumu... kau tahu Daddy tidak bisa di bantah ucapannya" lirihnya dalam hati. Tuan Farhan tersenyum tipis nyaris tak terlihat saat melihat wajah sedih sang istri.
"Sudah sangat lama kenapa pengantin prianya belum juga muncul. Apakah prianya tidak akan datang?"
"Wah, kasihan sekali pengantin wanitanya sudah tampil bak putri raja, tapi kenapa harus di permainkan"
"Lebih baik aku saja yang menggantikannya menjadi prianya..."
"Benar-benar pria tidak tahu di untung, sebenarnya siapa dia? berani sekali mempermainkan putri seorang konglomerat terbesar"
Begitulah bisik-bisik para tamu membuat Aulia merasa jengkel. Hingga tiba-tiba terdengar suara berisik dari luar dan...
"Pernikahan ini harus di batalkan!!" seru seorang pria dengan tampilan acak-acakan, celana jeans sobek di bagian pahanya, baju kemeja kusut serta rambut yang bahkan tidak tersisir rapi.
Semua mata terkejut ke arah pria yang baru datang dengan napas ngos-ngosan seakan sedang di kejar oleh kuntilanak pencari jodoh, benar-benar tampilan yang sangat memalukan. Aulia menutup mulutnya saking terkejut saat melihat pria yang baru masuk. Pria yang sudah nenguncang jantungnya dan membuat harinya merasa tak berwarna kini hadir di depan matanya dengan tampilan acak-acakan.
"Aku tidak terima dengan pernikahan ini!!" seru Tio dengan suara lantang membuat orang-orang di sana menaikkan sebelah alisnya heran.
"Eh bukankah pria itu sangat mirip dengan foto di kartu undangan pernikahan kan?"
"Kenapa dia membatalkan pernikahannya sendiri? apakah dia tidak setuju ataukah pernikahan ini hanyalah sebuah keterpaksaan...?"
"Wah, wah, lihatlah pengantin prianya dia datang dengan tampilan seperti preman dan tiba-tiba berteriak membatalkan pernikahan, apakah dia sedang bermimpi?"
"Gila, padahal calon istrinya sangat cantik kenapa dia begitu bodoh membatalkan pernikahannya sendiri... haah! benar-benar di luar nalar manusia."
"Ayo Tuan ikuti kami!" dua orang wanita datang di hadapan Tio. Laki-laki itu masih belum mengerti sebenarnya ada apa ini?.
"Tidak!" jawabnya tegas.
"Apakah Tuan akan membiarkan pengantin wanita menunggu lama seorang diri?" tanya seorang wanita sembari menunjuk ke arah Aulia, dan Tio lalu melirik ke arah Aulia dengan tampang bodohnya begitupula dengan Aulia masih belum menyadari sesuatu yang aneh. Karena kesal menunggu, dua orang wanita sebagai perias itupun menyeret paksa Tio untuk berjalan cepat ke ruang tamu.
Tuan Farhan kemudian berdehem seraya berkata " Mohon perhatiannya semua! sebelumnya saya minta maaf karena sudah membuat para hadirin menunggu lama... ada beberapa masalah yang terjadi dengan mempelai prianya. Oleh sebab itu saya meminta sedikit waktu ibu-ibu dan bapak-bapak semua! untuk tetap bersabar sampai acara pernikahan putri saya selesai" Jelas Tuan Farhan panjang lebar. Semua hadirin mengangguk dan tersenyum biar bagaimanapun Tuan Farhan adalah orang terpandang dan tidak boleh membuat kesalahan di depan matanya. Itu bisa saja berdampak pada bisnis yang sudah di bangun dengan perusahaan besar Tuan Farhan. Tidak mudah menjalin relasi dengan perusahaan terbesar di dunia itulah kenapa mereka begitu mensegani Tuan Farhan.
Setelah menjelaskan panjang lebar tak henti-hentinya Tuan Farhan tersenyum tipis begitu pula dengan Tuan Wijaya dan istrinya. Sebenarnya mereka sudah tahu bahwa perjodohan cucu perempuannya dengan pria Dubai adalah kebohongan belaka, sebenarnya yang di jodohkan adalah Tio namun raja Iblis penuh kejutan itu membuat suasana drama dalam percintaan sang putri dengan anggota Black Wolf lebih menarik dan terkesan hidup. Agar menumbuhkan cinta yang lebih besar juga pengorbanan di antara dua sejoli yang tengah mabuk cinta.
Aulia menghadap ke arah Tuan Farhan menatapnya tajam, begitupula dengan Jons yang tengah meminta kejelasan pada suaminya.
"Apa maksud Daddy Uncle Tio adalah pengantin prianya? sebenarnya apa yang sudah Lia lewatkan? apakah Daddy sedang melakukan prank?" tanya Aulia tegas dengan sorot kekecewaan.
"Prince, kau menciptakan gunung berapi di sini hah! aku mengira kamu akan menentang hubungan Tio dan Aulia ternyata..." Jons tersenyum tipis lalu memeluk tubuh suaminya. Namun keduanya seketika menghentikan kegiatan asmaranya kala mendengar isakan kecil dari putri tercinta.
Jons dan Tuan Farhan segera melihat Aulia yang sedang menundukkan kepalanya dengan linangan air mata yang terjatuh.
"Sayang, apa kamu menangis?" tanya Tuan Farhan lembut menangkup kedua pipi Aulia. Refleks saja ia menghapus air mata di pipi sang putri namun di tepis oleh Aulia.
"Ini tidak lucu Daddy! kejutan Daddy tidak lucu hiks, hiks, hiks" bentak Aulia membuat semua mata mengarah pada mereka. Tuan Farhan segera menarik tubuh putrinya dalam pelukannya. Menenangkannya dengan mengelus punggung Aulia, gadis itu memukul-mukul dada Tuan Farhan dengan masih menangis histeris.
"Lia hampir mati karena kejutan Daddy! Lia bahkan tidak bisa makan dan tidak bisa tidur setiap malamnya, hanya karena memikirkan keegoisan Daddy! Lia bahkan sangat membenci Daddy karena membuat keputusan sepihak kenapa Daddy melakukan itu! kenapa? Lia seperti anak yang tidak tahu diri hiks, hiks, hiks... Lia bersalah Daddy" tangisnya sesenggukan sedangkan Tuan Farhan makin terkekeh kecil.
Tamu dan lainnya ikut menangis walau tidak tahu seperti apa kisah kedua mempelai pengantin itu, melihat tangisan pengantin wanita mereka juga ikut tersentuh.
"Sorry, l'm sorry princess... kamu tidak salah Daddy yang salah karena sudah berlebihan" tutur Tuan Farhan sesekali mencium kepala Aulia.
"Jangan menangis lagi sayang riasan kamu jadi jelek tuh, kamu mau Uncle Tio melihat wajah jelekmu hmmm..." mendengar ungkapan sang Mommy membuat Aulia menghentikan tangisnya ia tidak mau tampil jelek di hadapan prianya itu.
"Aduh bagaimana dong, pasti makeup Lia sudah luntur. Daddy, Mommy. Bantuin Lia perbaiki riasannya" rengeknya dengan wajah memelas. Membuat raja Iblis dan pembunuh bayaran itu tersenyum simpul.
"Baiklah, tunggu di sini. Daddy akan memanggil MUA dulu" Tuan Farhan segera berjalan mencari MUA untuk membantu merias putrinya sebelum pengantin pria itu datang.
"Putra kita sudah bisa menjadi sutradara film yah Pa, bisa-bisanya membuat skenario yang membuat orang jantungan saja" bisik Nyonya Mita pelan sedang Tuan Wijaya malah mencium pipi wanitanya membuat wakil Mafia tersenyum simpul.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung