The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 52 Panggilan Guru



Happy reading 🤗


Beri like dan Votenya dong 😍😍


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ada sepuluh motor kelas atas Dengan kekuatan yang tidak di ragukan kecepatannya berjejer rapi di tengah-tengah jalan raya, beberapa motor sport BMW, Kawasaki Ninja ZX-6R, Honda CMX 500 Rebel dan tentunya motor sport Suzuki hayabusa putih itu sudah bersiap untuk bertanding.


Sebelum masuk arena balap Tuan Farhan berjalan mendekati Aulia mencondongkan tubuhnya ke arah putrinya. "Jika kau menang maka kau harus patuh pada perintahku" bisiknya di telinga Aulia membuat gadis itu tercengang. Berjalan mundur ke belakang sembari menatap tubuh pria berhelm. Jaket kulit coklat dan celana jeans hitam itu melekat di tubuh Tuan Farhan membuatnya terlihat seperti cowok muda cool dan atletis.


"Cih! kita lihat saja nanti siapa yang akan kalah!!" ucap Aulia dengan tatapan tajam. Hara, Gilang dan dua temannya menghampiri Aulia menatap heran pria baru yang dengan beraninya menantang Aulia.


"Jangan dekati adik kami atau kau akan binasa di tangan kami berempat!!" seru Hara. Dan di anggukin oleh ketiga pria lainnya.


"Dasar bocah!" ketus raja Iblis yang segera menjauh dari sana, menjatuhkan bokongnya di atas jok motornya.


"Waktu sudah menginjak jam 11 : 56 malam, untuk para peserta balapan segera masuk ke dalam arena balap!!" terdengar instruksi dari seorang wanita cantik dengan pakaian minimnya. Sepuluh orang itu segera masuk ke arena balap dengan motornya masih-masing. Tuan Farhan berada di samping Aulia, keduanya bersitatap saling melempar tatapan tajam. Aulia masih belum menyadari jika pria di samping kanannya adalah Daddynya sendiri. Sedang raja Iblis itu tersenyum di balik helm putihnya.


"Putriku... hari ini Daddy akan mengalahkanmu hehehe, bagaimana reaksinya jika tahu aku adalah Daddynya" gumam batin Tuan Farhan.


Deru mesin motor yang mereka mainkan di jalan raya besar itu terdengar cukup nyaring kabut asap mengepul ke udara, sorakan orang-orang bersahutan saling memberikan dukungan pada orang-orangnya di arena balap. Namun sebelum itu sekalipun ini adalah balap liar tetap di buat peraturan di mana tidak ada yang boleh menutupi jalur lawan, yang hanya bisa bermain di jalur masing-masing. Jika ketahuan maka pelaku akan didiskualifikasi.


Seorang wanita berada di garis star dengan sebuah kain berwarna putih, berdiri di hadapan peserta balapan, saat waktu menunjukkan pukul 12 malam tepat wanita itu meniup peluit dan mengayunkan bendera putih itu ke bawah sebagai tanda di mulainya acara balapan liar.


Motor yang mereka tunggangi seketika melesat menuju jalanan raya yang sepi, jarak yang mereka tempuh berjarak 600 meter, motor putih Suzuki hayabusa itu melambung meninggalkan lawannya di belakang, Aulia yang melihat motor Suzuki hayabusa itu menjauh segera menaikan volume gasnya. Begitupula dengan teman-teman lainnya ikut menaikan kecepatan mereka.


"Aku harus mendapatkan uang seratus juta itu" batin seorang pria yang ikut balap liar. Kali ini ia harus menargetkan lawan untuk di jatuhkan karena di malam hari tidak akan mungkin ketahuan jika bermain licik.


Motor BMW silver itu kembali melajukan kecepatan motornya hingga mendekati motor sport Kawasaki Ninja ZX-6R milik Aulia. Dari depan Tuan Farhan melirik ke spion motornya melihat kedekatan motor itu ada feeling yang tak biasa di hatinya. Raja Iblis memelankan laju motornya sedang Aulia sibuk mencapai motor putih itu. Saat hendak orang yang menunggangi motor BMW silver ingin menendang motor Aulia dari belakang, Tuan Farhan dengan cepat memutar motornya ke belakang melakukan brake check menggunakan roda depannya dengan gaya memiringkan motornya dengan kekuatan penuh.


BUGH


Hingga motor silver itu terguling jatuh di bibir aspal. "****! brengsek!" umpatnya meringis sakit.


Brake check adalah sebuah trik pembalap yang berusaha menjatuhkan pembalap lain tepat di belakangnya. Tuan Farhan melihat lawannya mendekat segera melakukan Whiskey Throttle di mana pria itu memainkan gas motornya dan berputar-putar di tengah jalan raya hingga mengeluarkan gumpalan asap putih keabu-abuan membuat lawannya berhenti serentak. Mereka mengumpat kasar. Melihat kesempatan itu Tuan Farhan buru-buru melesat pergi. Ia kembali menaikan gas motornya melambung jauh mengejar motor putrinya.


"Heh, tidak akan ku biarkan kalian mengusik putriku!" gumam raja Iblis dengan senyum devilnya. Pria itu kembali melajukan motornya kala lawannya mulai menyalipnya hingga siluet biru laut terlihat di depan sana dengan cepat Tuan Farhan menaikan kecepatannya dari biasanya.


Garis finis mulai mendekati hingga berjarak satu meter dengan siluet biru laut, itu artinya garis finish sangatlah dekat dengan Aulia saat ini. Tuan Farhan mengarahkan kekuatannya hingga dirinya melakukan trik jumping berjarak satu setengah meter, sebuah pandangan tertuju ke arah Tuan Farhan yang melakukan aksi jumping motor bahkan mendarat tepat di garis finish.


"Wow, aksi yang mengagumkan, Lia ingin menjadi muridnya" ujar Aulia dalam hati. Kala tak sengaja melihat adegan berbahaya yang di layangkan pria baru itu. Tidak masalah jika ia kalah yang terpenting ia akan menjadi murid dari pria yang memainkan aksi horor itu.


Teriakkan juga sorakan orang-orang di pinggir arena balap itu ketika melihat aksi mengagumkan dari raja Iblis. Mereka benar-benar mendapat sebuah tontonan keren.


"Hey kau tahu siapa pria itu? dia sangat jago saat melakukan jumping motor" tutur Yogi.


"Dia baru pertama kali mengikuti balap liar" jawab Gilang. Hara dan Andre mengamati pria berjaket coklat itu. Senyum tipis terukir di bibir Tuan Farhan kala Aulia menghampirinya.


"Guru, kau harus menjadikan Lia muridmu karena kau sudah berani mengambil jalanku untuk menang" ucap Aulia dengan tangan sebelah memeluk helm di pinggangnya.


PLETAK


"Itu karena kau bodoh!" jawabnya memberikan sentilan di dahi Aulia membuat gadis itu seketika tersadar, matanya memicing menatap tubuh Tuan Farhan dari kaki hingga kepalanya. Suaranya seperti orang yang di kenalnya.


"Daddy" teriak Aulia kencang membuat atensi semua orang menatap kaget keduanya.


"Hahahaha" Aulia memeluk tubuh Daddy-nya ia sangat kagum pada pria di pelukannya.


Di belahan negara lain tepatnya di sebuah rumah sakit Desert Springs Hospital yang berada di kota Las Vegas. Salah satu ruang ICU yang di tempati oleh pasien asal Indonesia, terbaring lemah dengan alat terpasang di hidung, pergelangan tangan dan dadanya. Posisi tidur agak menyamping kiri untuk menghindari benturan luka tembak di punggung dan tangan kanannya.


Detak jantung terdengar normal dari alat EKG atau di sebut sebagai Elektrokardiografi. Pemasangan alat tersebut hanya untuk berjaga-jaga kala di keadaan darurat, sekalipun jantungnya berjalan normal namun kemungkinan besar pasien kritis akan mengalami kelumpuhan organ jantung itulah sebabnya pemasangan alat tersebut di wajibkan.


Seorang wanita dengan rambut sebahu berwarna light brown sedang duduk di sebuah kursi samping brankas . Netra tosca muda itu menatap dalam wajah pucat di depannya. Sudah empat hari pria itu terbaring tak sadarkan diri membuat genangan tercipta di pelupuk mata tosca itu.


Dia adalah Karla, wanita yang setiap harinya menunggu pria itu bangun, menggenggam jemari prianya. "Hey! apa kau begitu nyenyak di dalam sana? bangunlah sudah hampir seminggu kamu belum makan juga tidak minum... kau tidak lapar kah?" tuturnya lirih dengan isakan kecil.


"Katanya kau akan pulang ingin membuktikan bahwa kamu pantas bersanding dengan Aulia, kekasih kecilmu... hari ini aku akan mengatakan sesuatu yang sangat penting..." menarik napas panjang kemudian menghembuskan perlahan-lahan.


"Aku mencintaimu Tio, andai kau tidak seperti sekarang ini aku mungkin akan mengejarmu... tapi kau terluka karena saking mencintai Aulia. Aku seperti orang jahat kalau aku tetap pertahankan egoku" sambungnya sesekali mencium punggung tangan Tio. Namun tetap tak ada respon dari pria yang sedang tidur itu.


Menutup matanya erat tanpa pergerakan sedikitpun. "Sadarlah sebelum semuanya terlambat... aku takut usahamu akan sia-sia karena kau terlalu lelap dalam tidurmu. Raja Iblis itu tidak punya hati, aku tidak yakin jika Aulia akan bersamamu takutnya dia akan di jodohkan dengan pria lain." Setelah berbicara panjang lebar wanita berambut light brown itu beranjak dari duduknya berjalan keluar dari ruang ICU.


Pria berambut hitam pekat itu masih nyaman dengan kegiatan tidurnya, seakan tenang berada di tempat barunya dan tidak ingin kembali lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung