The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 81 Peresmian



Happy reading 🤗


Like dan Votenya kakak 🤗❤️❤️


.


.


.


.


.


.


.


.


Tak terasa waktu sudah menginjak pukul 8 malam, masih berada di rumah baru milik Aulia yang terhubung dengan bengkel Mantap Jiwa, ruang tengah sudah di sulap sedemikian rupa ada balon di setiap sudut ruang tengah dan terdapat meja yang sudah tertera kue Tart ukuran sedang dengan motor cross walupun kali ini tidak ada penunggangnya.


Tampilan mereka sudah rapi, para pria memakai celana Jeans dan baju Uniqlo Oxford slim begitupula dengan para wanita mereka juga memakai pakaian dan merek yang sama dan itu sungguh terlihat keren.


Semua sudah berkumpul di acara peresmian Bengkel Aulia ada ke empat sahabat Aulia, Richo, Sandy dan keluarga Utama Tuan Wijaya. Dan saat ini Aulia berdiri di samping pria yang kini sudah sah menjadi suaminya.


"Emmm... sebelumnya terima kasih untuk Daddy karena sudah mewujudkan impian Lia menjadi seorang pebisnis sekalipun di mulai dari Bengkel ini, terima kasih sudah menjadi Daddy yang hebat untuk Lia. I love you so much Dad... pria yang selalu mengerti perasaan Lia." Tutur Aulia dengan tatapan syukur menatap ke arah Tuan Farhan. Sedang raja Iblis melempar senyum hangat dengan sedikit mata yang berkaca-kaca.


"Ah putriku... waktu begitu cepat hingga aku tak sadar jika dia sudah besar." Gumam batin Tuan Farhan.


"Teruntuk wanita di samping Daddy, one world for you it's super woman. I love you so much Mom... terima kasih sudah meluangkan waktu untuk Lia, sudah sayang dan menjaga Lia, rasanya tidak ada kata-kata lagi untuk di ungkapkan selain terima kasih" tetesan kristal bening itu mengalir begitu saja dari mata bulat milik putri raja Iblis.


"Kakek, Nenek. Terima kasih kalian adalah figur yang sangat Lia sukai" ucap Aulia. Tuan Farhan yang sudah tak sanggup mendengar ungkapan dari putri satu-satunya segera menghampiri Aulia menarik tubuh itu dan memeluknya erat.


"Apapun yang membuat Lia bahagia Daddy akan berikan itu, karena Lia adalah kehidupan Daddy" ucap Tuan Farhan melerai pelukannya dan mengecup pucuk kepala putrinya.


"Thank you Daddy, l love you so much" jawab Aulia sangat bahagia. Ia bersyukur memiliki orang tua dan keluarga yang hangat sekalipun mereka adalah pebisnis besar namun tidak melupakan anak-anak di rumah. Mereka pasti meluangkan waktu untuk buah hati. Setelah berpelukan dengan Tuan Farhan kini Jons mendekat.


"Aduh putriku ternyata sudah besar saja. Haah, Mommy bahkan masih ingat kalau Lia sering ngompol kalau tidur di kamar Mommy" celetuk Jons memeluk tubuh putrinya yang langsung mendapat kekehan geli dari orang-orang akibat ungkapan Jons.


Aulia hanya mengerucutkan bibirnya kesal. "Iih Mommy! Lia kan sudah menikah jangan buka aib lama dong di sini! Lia malu tahu" gerutunya dan Jons hanya terkekeh.


"Aduh sayangnya Mommy ternyata tahu malu juga hmmm..." ledek Jons membuat Aulia makin malu saja. Sekarang Tuan Wijaya dan Nyonya Mita menghampiri cucunya memeluknya erat.


"Selamat yah sayang sekarang Aulia sudah menjadi seorang pebisnis" ucap Tuan Wijaya.


"Thank you Kek"


"Kalau ada apa-apa Lia bilang saja pada Nenek, Nenek akan membantu Lia sebisa mungkin" ujar Nyonya Mita dan Aulia mengangguk pasti dengan senyum lebar di bibirnya.


"Kak, ayo potong kuenya, Daffin sudah sangat lapar nih, so please acara Teletubbiesnya di tunda dulu oke" seru Daffin menatap jengah mereka yang sedang berpelukan. Pasalnya sudah beberapa jam perutnya keroncongan dan tidak ada yang boleh makan sebelum acara peresmian di mulai, belum lagi makanan harus di masak oleh wanita-wanita hebat di sampingnya... bocah kecil itu berharap agar makanan yang ia makan sesuai dengan Indra perasanya karena instingnya mengatakan bahwa akan ada bencana besar nantinya.


"Astaga, kamu yah kalau makanan juaranya" jawab Nyonya Mita dan semua di sana terkekeh kecil.


"Baiklah karena kita semua juga sudah lapar Lia akan potong kuenya sebagai peresmian Bengkel Mantap Jiwa ini" jelas Aulia tersenyum lebar. Gadis itu kemudian mengambil pisau kue lalu memotong menjadi bentuk segitiga. Dafa dan Daffin segera mendekat ke arah Aulia dan tanpa sabar menyodorkan tangannya ke arah gadis yang sedang memotong kue.


"Dafa dulu kak Lia"


"Daffin dulu kak Lia"


"Ya Allah apakah begitu miskinnya aku sampai dua putraku sudah sangat kelaparan" batin Tuan Farhan.


"Aku harus belajar membuat kue agar anak-anakku bisa menikmati masakanku juga. Hmmm bagaimana yah rasanya bisa di puji oleh anak sendiri?" bisik Jons dalam hati.


Aulia menatap dua adiknya kemudian menjawab "Ini untuk Daddy dan Mommy habis itu baru kalian"


"Tapi kami sudah sangat lapar kak Lia!" rengek mereka membuat semua di sana geleng-geleng kepala, Tio segera mendekati istrinya.


"Sayang, itu kamu kasih Daddy dan Mommy biar Uncle yang motong kue untuk mereka" ucap Tio dan mendapat anggukan kecil dari Aulia.


"Uncle, potongan kuenya harus besar oke" seru Dafa dan Daffin. Tio hanya mengangguk tanpa membantah. Hingga dua potongan ukuran besar ia berikan pada dua cecungut Iblis yang sudah meneteskan air liurnya sedari tadi.


"Yeaaah, kita makan kue Tart lagi!." Sorak mereka bahagia seperti anak yang baru mendapatkan hadiah dari orang tuanya. Padahal tadi mereka juga mengabiskan kue Tart dengan ukuran yang di bilang cukup besar namun tidak membuat mereka merasa bosan.


"Keluarga yang sangat bahagia" gumam batin ke empat sahabat Aulia merasa kagum melihat keluarga sahabatnya yang begitu harmonis.


"Sebaiknya kita masak saja, sekarang sudah jam delapan lewat dan kita juga belum makan sedari siang" tutur Karla yang memang sudah merasa lapar semuanya mengangguk setuju.


"Baik, ayo kalau gitu kita masak sekarang" seru Nyonya Mita.


"Eh kalian beneran mau masak? aku takut rasanya akan terasa beda... kalian kan belum pernah menginjak dapur" Tuan Wijaya menimpali dengan telunjuknya menggaruk pelan pipinya.


"Yah benar Kek, lebih baik kita pesan makanan saja Dafa takut perut Dafa akan sakit jika makan..."celetuk Dafa membuat para wanita melebarkan bola matanya.


"Dafa!!" potong Jons berkacak pinggang menatap melotot ke arah Dafa, anak laki-laki itu membuang napas kasar.


"I'm sorry Mom, you're cooking is the best and the most delicious" jawab Dafa dan langsung mendapat dua jempol dari Jons.


"Good, Mommy akan masak makanan yang spesial buat kalian... ayo kita masak sekarang! Lia ayo kamu harus masak buat suami kamu juga" tutur Jons semangat empat lima. Semua wanita di sana segera ke dapur sedang para pria sudah menampakkan wajah ketakutan.


"Astaga, aku harus bagaimana masakan mereka pasti seperti bau terasi yang sudah kadaluarsa." Gumam batin Tuan Farhan bergidik ngeri. Ke empat sahabat Aulia hanya menaikkan alisnya heran menatap wajah pria-pria dewasa di sana yang seperti menahan sesuatu.


"Lebih baik kita pesan makanan saja" Tuan Smith memberi saran dan langsung mendapat anggukan dari Tuan Wijaya dan Tuan Farhan.


"Ide bagus" tutur Tuan Wijaya. Tuan Farhan yang hendak mengorder makanan lewat aplikasi jasa kurir segera di hentikan oleh Tio.


"Jangan! mereka pasti akan sangat kecewa jika kita memesan makanan... usaha mereka akan sangat sia-sia kasihan mereka" cegah Tio. Memang pria baik dan pengertian tidak salah jika Aulia benar-benar tergila-gila sama Tio.


"Kamu akan menyesal sudah menghentikan kami Tio" seru Tuan Wijaya dan Tuan Farhan.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung