
Happy reading 🤗🤗
Like dan Vote seninya dong Guys 🙏🙏🙏🤗
.
.
.
.
.
.
Jika di negara Meksiko sekarang jam 13 : 00 maka berbeda dengan negara Indonesia, negara Indonesia lebih cepat 12 jam dari Meksiko itu berarti di Indonesia sekarang sudah menginjak waktu tengah malam lebih tepatnya jam 01 : 00.
CEKLEK
Seorang anak laki-laki berjalan masuk ke dalam ruangan yang sedikit gelap hanya sinar lampu tidur menyinari kamar tersebut. Tangannya menggosok matanya berulang kali dengan mulut terbuka, menguap. Dengan cepat ia menutup mulutnya dengan tangannya.
"Hoaaam, ngantuk sekali" gumamnya masih berjalan masuk ke arah kasur. Yang di sana terlihat dua sosok yang terbaring nyaman dengan posisi berpelukan.
"Mommy, Daddy. Daffin mau tidur bareng" tuturnya menarik kuat tubuh Tuan Farhan, menyingkirkan tubuh Daddy-nya agar menjauh dari sang Mommy karena ia yang akan mengganti posisi Daddynya.
Tidak ada pergerakan dari Tuan Farhan, pria itu malah mempererat pelukannya lebih tepatnya kepalanya menyandarkannya di dua silikon istrinya yang sangat berisi. Berbeda jauh di awal-awal pernikahan.
"Iiiih, Daddy kok gak bangun-bangun sih" kesal Daffin menarik tangan Tuan Farhan yang bertengger di pinggang Jons dengan sekuat. Dan akhirnya tubuh Daddy-nya berpindah posisi. Saat ada ruang, Daffin segera naik ke atas kasur dan menjatuhkan tubuhnya di tengah-tengah kedua orang tuanya. Kini ia yang menggantikan posisi Daddynya di mana bocah cecungut itu memeluk erat tubuh Jons dan kepalanya bersandar di dua silikon sang Mommy membuatnya sangat nyaman.
"Kalau begini kan Daffin bisa tidur nyenyak" bisiknya dalam hati tersenyum lebar. Yah sedari tadi bocah laki-laki raja Iblis tidak bisa tidur, berbagai gaya sudah ia coba namun tetap saja matanya masih melek membuatnya begitu kesusahan. Dan solusinya yaitu harus memeluk Mommynya dengan begitu baru bisa memejamkan matanya.
Beberapa jam kemudian, tepat pukul tiga dini hari, Tuan Farhan merasa bahwa ia sedang memeluk tubuh kecil dalam dekapannya membuat kerutan kecil tercipta di dahinya.
Mata beratnya perlahan-lahan terbuka walaupun sedikit buram ia dapat melihat bahwa yang di peluknya bukanlah tubuh sang istri.
"Eh! kenapa ada anak laki-laki di kamarku? ini bukan tuyul kan? jangan bilang dia mengambil kesempatan dalam kesempitan..." bisik Tuan Farhan dalam hati. Dengan cepat mendorong kuat tubuh bocah laki-laki itu dari dekapannya. Raja Iblis lantas bangun dan duduk bersila.
"Ara! bangun! Ara, bangun sayang!!" panggil Tuan Farhan namun si tomboy masih asyik dengan mimpinya. "Berani sekali masuk ke dalam kamarku dan istriku!! cari mati rupanya!!" sungut Tuan Farhan yang sudah sadar sepenuhnya. Ia lalu mengangkat tubuh bocah itu melemparnya di atas lantai.
"Tuyul mesum rasakan ini!" ujarnya menyeringai.
BUGH
"Aaakkkkkk, Mommy! Daddy!!" teriak anak yang di buang tadi. Membuat Tuan Farhan dan Jons terkejut. Buru-buru Tuan Farhan menekan sakral lampu hingga kamar yang temaram tadi menjadi terang.
"Astaga! sayang kamu kenapa bisa di sini? apa kamu baik-baik saja hmmm...?" Jons segera turun dari atas kasur menghampiri sang putra yang tengah menangis kesakitan.
"Ternyata tuyul itu adalah putraku..." batin raja Iblis menepuk pelan jidatnya.
"Huaaaa, Mommy. Daddy melempar Daffin sampai jatuh ke lantai... hiks, hiks, sakit sekali Mom" aduhnya pada sang Mommy membuat wanita itu melirik tajam pada Tuan Farhan.
"Sayang, ayo duduk di kasur. Mommy mau lihat apakah ada yang bengkak atau tidak?" ujar Jons membawa putra bungsunya di atas ranjang sedangkan Tuan Farhan hanya menatap dengan cengiran bersalah.
"Maafkan Daddy sayang, tapi Daffin tidak boleh cengeng, Daffin kan laki harus punya jiwa yang kuat dong..." tutur Tuan Farhan mencari aman.
"Hiks, hiks, Mommy. Daddy jahat, ini sangat sakit Mom... sepertinya punggung Daffin dan kepala Daffin bengkak, hiks, hiks." Lirihnya memegang kepalanya yang terasa sakit. Andai jatuh di atas kapas tebal mungkin akan terasa empuk dan nyaman namun tubuhnya mengenai benda datar dan keras tentunya mengakibatkan pembengkakan atau malah berakibat fatal dari itu.
"Hadeuh! anak manja ini" keluh Tuan Farhan dalam hati. Namun pria itu merasa bersalah karena dirinya anaknya jadi terluka.
"Sini Mommy lihat, buka bajunya dulu yah sayang" Daffin mengangguk masih dengan air mata mengalir deras.
Tuan Farhan ikut mendekat mambantu istrinya membuka baju sang putra.
"Maaf sayang, aku kan tidak tahu jika Daffin tidur bersama kita" jawabanya merasa bersalah... "ku pikir dia tuyul makanya aku buang" sambungnya dalam hati.
"Hiks, hiks. Sakit Mommy" kata Daffin lagi.
"Bentar yah sayang, Daddy ambil kotak obat dulu... olesi salep akan segera membaik" Tuan Farhan turun dari atas ranjang berjalan menuju penyimpanan obat-obatan. Mengambil salep yang berada si dalam laci meja makeup milik istrinya.
"Ini Ara, olesi dengan salep ini bengkak dan warnanya akan menghilang beberapa hari nanti" jelas Tuan Farhan dan Jons langsung menerimanya.
"Tahan yah sayang, ini akan sedikit nyeri"
"Iya Mom" jawab Daffin. Sesekali meringis merasakan sentuhan Mommynya sangat ngilu.
"Pelan-pelan Mom" seru Daffin.
"Iya sayang, maaf" Jons meniup-niup lebam yang sudah di olesi salep itu.
"Daffin tahan dikit napa, kan Daffin cowok masa kalah sama perempuan sih" ujar Tuan Farhan.
"Jangan menyalahkan dia, kamu yang salah kenapa membuangnya di lantai" tukas Jons sembari meniup-niup tubuh belakang Daffin.
"Udah selesai sayang, sekarang tidur lagi yah" ajak Jons lembut dan bocah itu mengangguk setuju namun sebelum itu ia melirik sekilas Daddynya dan menampakkan senyum misterius.
"Tapi Daffin takut nanti Daddy malah menendang Daffin gimana Mom?." Tuturnya dengan kepala tertunduk.
"Daddy akan tidur di sofa, Daffin akan tidur berdua dengan Mommy, oke" jawabnya membuat Daffin tersenyum menang.
"Cecungut! kau mengambil keuntungan istri Daddymu heh!" ketus Tuan Farhan dalam hati. Menatap tajam ke arah sang anak. "Apa salahku, kenapa mereka semua seperti punya dendam padaku yah" keluh Tuan Farhan merasa di khianati oleh anak sendiri.
"Prince, ini selimut dan bantal kamu... malam ini kamu tidak apa-apa kan tidur di sofa?"
"Oh tidak apa-apa Mommy, Daddy kan pria sejati" sahut Daffin membantu Tuan Farhan menjawab membuat pria itu mendengus kesal.
"Sejati pala lu" batin raja Iblis.
"Oke sayang, tidak apa-apa..." Dengan kaki berat pria itu melangkah ke sofa panjang menjatuhkan tubuhnya kasar di atas sofa empuk itu. "Heh! tidak se'empuk punya Araku" gumam si Jelangkung batangan.
"Mommy ayo tidur" ajak Daffin dan di anggukin oleh Jons. Malam itu mereka kembali tidur setelah insiden ketidaksengajaan yang di lakukan oleh raja Iblis, dua manusia yang berbaring di atas kasur begitu nyenyak tapi tidak untuk satu manusia di atas sofa. Matanya masih menatap nyalang ke arah sang anak.
"Hehehe, nyaman sekali tidurmu Nak, sekarang gantian kamu di belakang Daddy dan Daddy di depan Mommy" pria itu mengangkat tubuh putranya membaringkannya jauh dari sang istri sedangkan dia ikut berbaring di samping Jons. Memeluknya erat.
"Nyaman sekali" gumamnya pelan dan ikut tertidur di atas tumpukan kapas yang lembut.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung