The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 65 Pecah Rekor Terganas



Happy reading 🤗


Like dan Votenya dong kakak 😍😍😍


.


.


.


.


.


.


Mansion yang begitu besar dan luas tampak sepi tidak ada kehidupan di dalamnya, mungkin karena baru menyelesaikan acara pernikahan sang princess Mafia membuat semua penghuni Manson itu merasa lelah, mereka sepertinya sedang beristirahat di tempat masing-masing.


Aulia membuka pintu kamarnya menyembunyikan hadiah-hadiah dari ke empat sahabat prianya di dalam walk in closed lalu melangkah keluar dari bilik penyimpanan barang-barang.


Berjalan menuju ranjang yang telah di isi sebagian tempatnya oleh pria yang kini sudah sah menjadi suaminya, yaitu cinta keduanya setelah Tuan Farhan. Anak yang berbakti akan memetakan cintanya pada Daddy-nya terlebih dulu lalu kemudian sang suami. Wah, wah. Benar-benar Putri raja Iblis.


Aulia mengerutkan keningnya kala melihat Tio menggigil dengan keringat bercucuran di dahinya, membuat Aulia segera mengarahkan tangannya di dahi sang suami membuatnya seketika membulatkan bola matanya. "Astaga Uncle! badan Uncle sangat panas!" pekiknya kaget. Aulia berjalan menuju ke arah meja rias di tariknya laci di bawah meja dan mengambil benda panjang berwarna putih.


Membuka penutup benda yang bernama termometer lalu mengapitnya di dalam ketiak Tio, kebetulan pria itu tidak memakai baju membuat Lia tidak sulit meletakan termometer.


Saat termometer yang layarnya menampilkan huruf L berbunyi, dengan cepat Aulia mengambilnya, matanya melebar kala melihat angka 39° Celcius di layar termometer. Aulia berlari keluar menuju kamar Tuan Farhan.


BRAAAAK


BRAAAAK


"Daddy! Mommy! bangun Dad, Mom! Uncle demam!!" teriak Aulia mengedor pintu kasar membuat orang-orang seketika terbangun kaget. Tuan Farhan, Jons, Hamas, Azhar serta dua D langsung bangun dengan perasaan kesal berjalan menatap Aulia dengan wajahnya yang ketakutan.


"Dad, Mom, Uncle Tio demam, suhu tubuh Uncle 39 derajat" seru Aulia dengan suara bergetar. Bahkan rasa sakit di bagian vaginanya sudah tidak terasa karena saking takutnya jika pria yang baru sah itu sakit tiba-tiba.


"Hamas! telepon dokter keluarga sekarang!" titah Tuan Farhan dengan wajah bantalnya. Hamas mengangguk lalu segera menelepon dokter keluarga Tuan Wijaya sedang yang lainnya segera mengikuti Aulia menuju kamar pengantin.


"Kenapa Tio bisa sakit? bukankah tadi baik-baik saja" kata Jons heran. Hingga mereka berhenti di samping ranjang king size milik putrinya terlihat Tio semakin menggigil kedinginan dengan keringat bercucuran. Jons yang hendak menyentuh dahi Tio segera di tahan oleh Tuan Farhan matanya mengisyaratkan untuk tidak boleh menyentuhnya.


"Biar aku saja, tanganmu hanya milikku Ara!" tegas Tuan Farhan membuat semua di sana mencebik kesal, pasalnya di saat darurat seperti ini masih saja begitu protektif padahal hanya sekedar menyentuh dahi menantunya.


"Daddy! suami Lia sedang sakit, bisa gak sih untuk tidak cemburu dulu. Kalau suami Lia kenapa-kenapa gimana!" tegas Aulia sewot membuat Tuan Farhan dan yang lainnya hanya mengerling matanya malas. Tuan Farhan menyentuh dahi Tio dan benar saja suhunya benar-benar panas.


"Lia kamu ambil air es dan handuk kecil, sembari menunggu dokter datang kamu kompres suami kamu supaya demamnya turun." Jelas Tuan Farhan dan langsung mendapat anggukan dari Aulia.


"Baik Daddy, Mom temani Lia ke dapur yuk" Jons mengangguk lebih baik mengikuti putrinya daripada menjadi patung berdiri tanpa berbuat apa-apa.


"Ayo sayang" jawab Jons merangkul pinggang Aulia, ibu dan putri itu segera keluar dari kamar menuju lift untuk turun ke dapur. Sedang di dalam kamar Dafa dan Daffin mendekat ke arah Tio sembari melihat tubuh Tio yang sedikit tersingkap selimutnya ke bawah hingga terlihat tanda-tanda merah kebiruan di tubuhnya.


"Daddy, sepertinya Uncle sakit parah deh, soalnya lihat deh Uncle Tio kayak punya penyakit kulit" celetuk Dafa sembari menunjuk stempel yang di buat Aulia. Tuan Farhan segera menarik selimut menutupi tubuh Tio sampai ke leher.


Azhar berdehem dengan senyum kecilnya. "Kamu tahu gak siapa yang buat penyakit kulit itu?" tanya Azhar, sedang Tuan Farhan menatap tajam putra keduanya. Ia sudah tahu kalau putra gondrongnya itu pasti akan mengajari adik-adiknya sesuatu yang tidak seharusnya di ketahui oleh anak seumuran Dafa dan Daffin.


"Daffin tahu, menurut pengamatan Daffin tanda merah kebiru-biruan itu karena habis di hisap oleh makhluk hidup" Daffin berujar dengan jari telunjuk mengetuk-ngetuk dagunya. Azhar tertawa renyah dua adiknya ini pikirannya sungguh di luar dugaan normal.


"Betul sekali, tapi kalian percaya tidak kalau yang menghisapnya itu adalah kak Li..."


"Selamat malam Tuan, Tuan muda" sapa seorang pria yang terlihat masih muda yang sepantaran dengan Tio. Hamas masuk bersama dokter keluarga Tuan Wijaya di ikuti Aulia dan Jons di belakang.


"Malam, Danu periksa menantu saya, sebenarnya apa yang terjadi... tadi sore dia terlihat masih baik namun kenapa Tio tiba-tiba demam?" jelas Tuan Farhan membuat pria berjas putih itu mengangguk mengerti. Dokter Danu kemudian menggunakan alat stetoskop.


Aulia dan Jons berdiri di samping dokter Danu namun sebelum itu Aulia menaruh baskom dan kain kecil di atas nakas. Dokter Danu sedikit menyingkap selimut Tio sampai batas pinggang dan betapa terkejutnya kala melihat banyaknya tanda stempel cinta itu.


"Wah sebenarnya makhluk apa yang menghisap tubuh Uncle Tio? apakah dia sejenis vampir?" celetuk Dafa dan Daffin bersamaan membuat Aulia melebarkan matanya. Sedang yang lain hanya bisa mengatup bibirnya menahan tawa.


"Diam! mana ada di dunia ini ada sejenis makhluk seperti itu!" gerutu Aulia yang merasa malu di sebut vampir akibat ****** yang bertebaran di tubuh Tio. Padahal ia melakukan hal itu di luar kesadarannya... ia juga tidak tahu kalau dirinya yang melakukannya.


"Bukankah tanda di tubuh Uncle adalah faktanya" gumam Daffin.


"Astaga, baru pertama aku mendapatkan masalah yang begitu langkah. Dia kehabisan tenaga karena kelelahan... Nona muda benar-benar sangat kuat. Sepertinya tahun ini Nona muda memecah rekor terganas" batin dokter Danu melirik ke arah Aulia. Sedang putri raja Iblis hanya menaikkan sebelah alisnya menatap bingung dokter Danu.


"Paman Danu, bagiamana keadaan Uncle Tio? dia baik-baik saja kan?" tanya Aulia.


"Bagaimana dengan Tio Danu? apa penyakitnya?" kali ini Jons dan Tuan Farhan ikut menanyakan.


"Bang, sepertinya adik kita sangat kuat, sampai-sampai Uncle Tio saja tidak mampu menahannya" bisik Azhar dan Hamas ikut terkekeh geli. Mereka berbisik-bisik membuat Aulia memeluk pinggang Jons menyembunyikan wajahnya di ceruk Mommynya karena malu.


Dokter Danu menghela napas kasar kemudian menjawab "Pasien mengalami kelelahan berat, juga lambungnya kosong hingga memicu penyakit asam lambung tinggi... sebelumnya saya ingin bertanya apakah pasien mengalami sakit berat sebelumnya?" tanya dokter Danu.


"Ya, dia mengalami kritis selama beberapa hari dan tidak melakukan peristirahatan tubuh, dia langsung balik ke Indonesia" jawab Hamas karena memang waktu Tio tersadar dari masa kritisnya, pria itu segera ke Indonesia dan rombongan Tuan Zeus masih berada di Las Vegas hari itu.


Dokter Danu menepuk keningnya gemas ternyata itu penyebab dari sakit yang di derita Pasien sekarang. "Pasien harus di rawat beberapa hari ini, akibat kelelahan yang berat dan tidak ada kebutuhan nutrisi yang masuk dalam tubuhnya sehingga mengakibatkan dia mengalami demam tinggi juga asam lambungnya naik... saya sarankan untuk Nona Aulia jangan dulu melakukan hubungan itu dengan pasien, takutnya pasien akan mengalami drop yang lebih dari ini" jelas dokter Danu membuat Aulia melebarkan matanya.


"Eh Paman dokter, hubungan itu... maksudnya apa?" tanya Daffin penasaran.


"No! Lia tidak melakukannya Lia juga tidak sadar!" teriak Aulia kesal. Ia menyembunyikan wajahnya di leher jenjang sang Mommy karena malu


"Danu!" tekan Tuan Farhan dan Jons bersamaan membuat sang dokter hanya pasrah saja. Kenapa Tuan dan Nyonyanya ini selalu menindas bawahannya jika itu sudah menyangkut sang anak. Hah menyebalkan!.


"Ini saya akan menuliskan resep obat silahkan tebus di apotek saja... oh iya jangan lupa untuk mengompres suami Nona dan berikan dia makanan sebelum melakukan itu" jelas dokter Danu yang langsung buru-buru keluar.


"Paman Danu!!!." Teriak Aulia dengan wajah merah padam.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung