
Happy reading 🤗
Like dan Votenya dong 😴😴😴😍
.
.
.
.
.
.
.
Di sebuah tempat yang di sembunyikan yang tak pernah terdeteksi oleh aparat negara ataupun masyarakat biasa, kelompok-kelompok Mafia atau organisasi terlarang membangun sebuah pasar yang memperjual belikan barang-barang ilegal.
Tempat perkumpulan Mafia bersarang di pasar gelap itu. Hasil penyelundupan akan di perdagangkan di tempat yang namanya pasar gelap atau pasar dunia bawah. Berbagai jenis barang ilegal terjual di sana, mulai dari senjata api dengan kaliber tinggi, pisau berbahaya, ganja, sabu-sabu, minuman alkohol bahkan sampai manusia sekaligus.
Kini waktu menunjukkan pukul sebelas malam, seorang pria dengan pakaian serba hitam dengan senjata di atas pahanya berwarna hitam pula, hingga membuat pandangan orang lain tidak melihatnya akibat dari cahaya lampu yang tidak terlalu terang.
Berjalan angkuh dan santai menuju kerumunan banyak orang, entah apa yang mereka saksikan sampai begitu bersemangatnya mereka untuk pergi ke tempat acara lelang.
Tio berhenti tak jauh dari panggung di depan sana, terlihat seorang wanita yang terikat dengan posisi berdiri dengan tubuh tanpa busana, tangannya terulur ke atas dengan lilitan tali yang kuat mengikatnya di sebuah kayu yang mendatar kokoh.
"Eh! bukankah dia adalah targetku? sebenarnya siapa dia sampai di jadikan sebagai bahan lelangan di tempat seperti ini?" tanya batin Tio. Mengulur tangannya ke dalam saku celana jeans-nya mengambil sesuatu yang tersimpan di saku celana bagian depan.
Selembar foto sudah di tangannya menatap intens wajah wanita di foto tersebut, sangat persis dengan wanita di atas panggung tempat lelangan.
"Tidak salah lagi jika dia benar orangnya, aku harus secepatnya mengeluarkan dia dari tempat ini agar aku bisa pulang menemui Nona Aulia." Gumamnya pelan. Tio mengamati setiap interaksi orang-orang di sana. Sebuah tempat yang luas dengan di temani kelap-kelip bintang di atas langit. Rembulan malam bersinar di atas Bumi menyinari kota yang sebenarnya indah namun orang-orangnya lah yang membuatnya menjadi buruk.
Sebuah deretan minuman alkohol dengan kadar alkohol cukup tinggi rata-rata bernilai 40-60% ke atas. Berbagai macam minuman yang di pajang bahkan ada yang begitu terkenal yaitu The Macallan Valerio Adami 1926 yang memiliki harga fantastis, selain itu juga ada The Winston Cocktail.
Hingga sebuah pemandangan yang tak mengenakkan untuk di lihat mata, seorang pria yang masih terbilang muda, berjalan naik ke atas panggung memotong setengah tali di tangan wanita itu hingga sang gadis tersungkur jatuh, semua orang tertawa terbahak-bahak tak ada rasa kemanusiaan pada diri mereka... benar-benar sampah masyarakat!.
Pria muda itu kemudian menarik paksa wanita tersebut hingga datang seorang pria besar yang langsung mengangkatnya menggendongnya seperti karung beras.
"Ah, sepertinya dia sudah di beli. Dan pria itu adalah majikannya" tutur Tio mengikuti dengan cepat langkah kaki musuh. Hingga sampai di tempat cukup sepi dengan cahaya yang tak terlalu terang, orang tersebut mendekati sebuah mobil sedan berwarna toska.
"Wah, apakah dia ini akan menjadi budak **** kita kawan?" tanya salah seorang teman prianya. Tertawa kecil sembari menatap lapar tubuh tanpa busana.
"Tentu saja, wanita ini memiliki tubuh tahan banting tubuhnya sangat kuat" jawab pria yang menggendong tubuh wanita yang di targetkan oleh Tio.
"Wah, akan sangat menyenangkan jika bermain-main dengannya, kita akan mendapat kepuasan sekarang... tidak tahan lagi untuk melihat wajahnya penuh kesakitan dan erangan suara yang begitu erotis benar-benar bikin aku tidak bisa berbicara lagi" tutur salah satu temannya.
Yah mereka adalah sekelompok orang yang memiliki kelainan ****, yang mana kepuasan akan di dapat jika harus melakukan kekerasan pada lawan mainnya, melihat dan mendengar suara teriakan kesakitan bisa meningkatkan gairah seksualnya.
Ini bisa juga di bilang dengan sebutan Sadisme adalah ketertarikan pada aktivitas seksual yang melibatkan kekerasan atau perilaku tertentu yang membuat orang lain menderita. Penyimpangan seksual yang satu ini sering kali dilakukan dengan paksaan terhadap lawan main.
"Cepat bawah masuk dan kita harus bersenang-senang dengannya setelah sampai" tutur seorang pria muda melebarkan senyumnya. Ada sebelas orang jumlah mereka, tubuh mereka yang begitu kekar dan wajah yang sangar namun tak membuat nyali Tio menciut.
Pria tersebut memasukkan mangsanya ke dalam bagasi mobil berwarna toska tersebut namun tiba-tiba sebuah pisau tepat mengenai kepalanya. Membuat teman-temannya sangat terkejut.
JLEEEB
BUGH
"Brengsek! siapa yang sudah berani bermain-main denganku? pengecut! keluar kamu!" teriak musuh marah, sorot mata tajam begitu menghunus.
Tio kembali melempar pisau yang di sebut pisau lempar, ada empat buah yang dia bawa di simpannya dalam sangkur sarung pahanya.
JLEEEB
Pisau itu kembali mengenai leher lawannya membuatnya seketika terjatuh ke tanah, Tio keluar dari tempat persembunyiannya berjalan maju ke depan menatap datar wajah-wajah brengsek di depannya.
"Lepaskan wanita itu!" seru Tio bersedekap dada. Membuat Boss dari musuh itu tertawa terbahak-bahak.
"Wah, wah, wah. Lihatlah seorang penyelamat yang berani datang sendirian... benar-benar sangat di sayangkan menyerahkan nyawanya sendiri" ujarnya terkekeh jenaka.
"Jika masih mau menikmati dunia ini maka serahkan wanita itu padaku! maka aku bisa berwelas kasih pada kalian" jawab Tio dengan tampang datarnya.
"Hahahaha, sialan! bedebah!" teriak anak buah musuh yang seketika itu langsung menyerang Tio menggunakan pisau di tangannya. Jenis pisaunya benar-benar bukan main ketajamannya tidak di ragukan, pisau berjenis Gerber Mark ll yaitu pisau yang memiliki 2 sisi yang masing-masing memiliki gerigi tajam untuk membuat luka parah terhadap lawan.
Ternyata mereka menyimpannya di balik lengan bajunya entah bagaimana mereka bisa menyimpannya. Delapan orang melawan satu, membuat Tio harus bekerja cukup keras untuk menghindar serangan lawan atau memberikan pelajaran pada mereka.
BUGH
BUGH
Tio menghindar serangan tusukan dari lawan satu, kemudian menangkis serangan tangan lagi dari musuh lainnya, hingga sebuah tendangan putar berhasil ia layangkan pada musuhnya dan...
BUGH
Tersungkur jatuh ke atas tanah. Pertarungan semakin sengit, lawan Tio tidak bisa di ragukan ketahanan tubuh saat menerima pukulan tidak membuat mereka mundur.
"Tidak bisa begini terus! aku harus mengambil senjataku" batin Tio. Menunduk sebentar meraih pisau bernama Jagdkommando.
"Kau akan mati di tangan kami bedebah!" teriak mereka lagi masih mengarahkan pisau mereka ke arah tubuh Tio. Namun dengan lihainya Tio menghindar, ke kiri bahkan kanan, menangkis dengan tangan kirinya lalu...
SREEET
Tangan kanan yang mengendalikan pisau Jagdkommando itu mengiris lawannya tepat di bagian perut. Begitu dalam membuat darah itu bercucuran lancar.
"Brengsek!" umpatnya menahan sakit. Tersisa enam orang yang masih berkelahi dengan Tio sedang sang Boss musuh menatapnya datar tak jauh dari sana.
SREEET
SREEET
Adegan baku hantam membuat sang Boss musuh merasa bergairah, ia hanya menatap dengan pikiran yang sudah berfantasi liar.
BUGH
Satu tendangan mengenai belakang Tio membuatnya hampir terjatuh namun ia menyeimbangkan tubuhnya cepat. Lalu kembali berdiri tegak.
SREEET
Musuh berhasil melayangkan lukisan luka di belakang Tio membuatnya meringis sakit namun hal itu membuatnya mendapatkan kekuatan kembali.
"Sampah! kalian harus mati!!" jelas Tio yang langsung berlari ke arah lawan dan...
JLEEEB
pisau dengan tiga mata tajam berputar itu menusuk tepat di tengah-tengah dada musuh membuatnya seketika terjatuh tumbang, kini musuh tersisa dua yang melawan Tio.
Pria itu tersenyum setan, smirk menakutkan tercetak jelas di wajah Tio.
"Heh! enyahlah ke neraka kalian!." Tutur Tio melayangkan bogeman mentah tepat di rahang musuh, namun mendapat goresan di lengannya.
SREEET
Tio memberikan tusukan di perut musuhnya lalu mengarahkan lagi ke arah sisi daging perut bagian atas yang mana hal tersebut membuat musuh tumbang. Salah seorang pria yang terjatuh buru-buru bangun mengayunkan pisaunya ke arah Tio namun dengan cepat Tio menendangnya dengan kaki lurus ke belakang.
BUGH
Tio menarik senjata di sarung pahanya kemudian menarik pelatuk dan...
DOR
DOR
DOR
Bersamaan dengan itu Tio terduduk jatuh menatap lurus ke depan. Dua peluru menembus daging belakangnya, senjata di tangannya tergenggam erat.
DOR
"Brengsek! aku melupakan orang itu!" batinnya menahan sakit.
Kembali melayangkan tembakan di lengan belakang atas Tio. Pria muda itu tertawa renyah mendapati lawannya terduduk jatuh di atas tanah.
DOR
"Kau membuatku sangat puas, tapi kamu harus mendapatkan peluru dariku sebagai tanda terima kasih" celetuknya terkekeh kecil. Tio lupa bahwa masih ada satu orang bedebah yang belum ia basmi. Namun Tio masih menyiratkan senyum devilnya.
Pria muda yang berdiri di belakang Tio kembali melayangkan pistolnya menarik pelatuknya dan...
DOR
DOR
DOR
Tio berbalik lalu menembakinya tepat di tengah-tengah dahi lawannya.
BUGH
Pistol di tangannya jatuh dan ia pun langsung tumbang dengan mata terbuka melotot.
"Cih! kau salah menembak lawan tidak di area titik kematiannya, jadilah kamu yang menggantikan ajal itu." terkekeh kecil.
"Uhuk, uhuk, uhuk." Darah keluar dari mulut Tio saat berbatuk, menekan dadanya yang begitu sakit.
"Kau harus kuat Tio, tetap sadar! Nona Aulia menunggumu" bisiknya dalam hati. Berusaha berdiri dan berjalan ke arah wanita di dalam bagasi mobil yang masih terbuka lebar. Sedikit terhuyung namun ia paksakan.
"Benar-benar menyakitkan!" keluh Tio menahan sakit di belakangnya. Kini Tio berhenti di dekat bagasi mobil, membuka baju kemeja hitamnya hingga menyisakan kaos dalam berwarna putih. Lalu memakaikannya di tubuh wanita yang masih tak sadarkan diri.
Setelah selesai Tio menarik tubuh wanita tersebut membawanya ke suatu tempat yang terbilang aman, hingga tak kuat lagi dan...
BUGH
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung