The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 87 Makan Malam



Happy reading 🤗


Maaf baru bisa up


.


.


.


.


.


.


.


Mendengar teriakkan dari belakang mereka membuat Aulia cepat-cepat mendorong tubuh Tio dan merapikan pakaiannya yang sudah merosot ke bawah untung saja Tio di atas tubuh Aulia hingga bisa menutup tubuh sang istri dari mata-mata para jomblo.


Wajah Tio berubah suram bagaimana tidak ia hampir menyelesaikan kegiatan indahnya namun si perusuh tanpa tahu tempat itu malah mengacaukan kegiatan nikmatnya, sungguh jika yang berteriak tadi adalah orang lain dan bukan sahabat sang istri sudah habis mereka.


"Sial!" umpat Tio pelan.


"Untung saja ada Andra tapi Lia malu banget, aaaaaahhh ini semua karena Uncle" teriak batin Aulia kedua tangannya menutup wajahnya karena malu. Tio melihat tingkah istrinya hanya menyunggingkan senyum tipis nyaris tak terlihat


"Kita lanjutkan di kamar nanti" bisik Tio di telinga Aulia, pria itu menggendong tubuh wanitanya dan menurunkannya ke lantai.


"Iiish siapa juga yang mau di lanjutkan di kamar, Lia sibuk gara-gara Uncle nih sarapan pagi ini belum selesai" gerutu Aulia yang langsung berlalu dari hadapan suaminya berjalan menuju tempat kegiatannya yang sempat tertunda. Tio hanya terkekeh jenaka, ia pun berjalan menuju ruang tengah di mana para perusuh itu berada.


Andra yang melihat kedatangan Tio segera menundukkan kepalanya karena memergoki dua pasangan halal yang sedang bercumbu di meja dapur seketika membuat pipinya merona merah. Yogi yang memang tidak tahu seperti apa kejadiannya hanya merasa aneh dengan tingkah sahabatnya.


"Ternyata suara yang kita dengar tadi adalah sepasang tikus yang baru menikah dan mereka melakukannya di atas meja." Tutur Andra pelan yang mana Yogi dapat mendengarnya, pria yang berdiri di samping Andra segera melirik ke arah sahabatnya dengan tatapan tak mengerti.


"Kenapa tikus-tikus itu tidak mengundang kita ke pesta pernikahannya?" kali ini Yogi buka suara namun tak di respon oleh sahabatnya.


"Siapa di antara kalian yang berteriak tadi?"seru Tio bersedekap dada, pria itu berdiri di hadapan Andra dan Yogi.


"Eh Paman dari dapur, apakah paman tidak melihat tikus yang sedang bercinta di atas meja? ahh, andai aku melihatnya aku pasti langsung merekamnya tapi aku tidak seberuntung Andra... dan bodohnya dia kenapa harus berteriak bikin tikusnya jadi kabur" celetuk Yogi tanpa tahu. Andra melebarkan bola matanya kala apa yang ia katakan pada Yogi terdengar juga ke telinga si pemilik suara *******.


"Mampus! kenapa punya teman sepolos dia" batin Andra sudah ketakutan.


"Siapa yang bilang jika ada tikus sedang bercinta di atas meja dapur? wow, penglihatan yang sangat tajam bahkan aku yang di dapur saja tidak melihatnya" jawab Tio menampilkan wajah suramnya menatap kedua pria polos itu.


Sedangkan Yogi yang memang belum mengerti hanya tertawa kecil "Tapi Andra melihatnya, dia bilang ada sepasang tikus yang baru menikah dan mereka sedang melakukan per... hmmff" Andra segera menutup mulut sahabatnya dengan telapak tangannya ia tertawa masam di hadapan Tio.


"Oh rupanya kamu hmmm... kalian tahu bahwa kalian datang terlalu pagi, besok-besok datanglah agak siangan karena tikus yang baru menikah itu akan melakukan percintaan di mana saja, takutnya mata polos kalian akan ternodai" tegas Tio dengan tatapan menghunus pada Yogi dan Andra terutama Andra namun Yogi masih belum mengerti kemana arah pembicaraan Tio itu.


"Eh kalian sedang bahas apa? sepertinya serius sekali" seseorang bersuara dari arah dapur membuat semua atensi tertuju pada wanita dengan tampilan mini yang sedang membawa nampan berisi roti isi atau di kenal dengan Sandwich.


Aulia kemudian meletakkan dua piring berisi roti, saat mengetahui bahwa teman-teman datang ia segera membuat Sandwich dengan porsi lebih. "Panggil yang lain untuk sarapan dulu Lia akan mengambil susu di dapur" titah Aulia yang langsung melenggang pergi dari sana. Sedangkan Andra langsung menarik tangan Yogi untuk menjauh dari pria yang sedang kesal padanya takut juga membuat pengantin baru itu kesal bisa-bisa nyawanya yang akan di taruhkan.


"Anak-anak remaja ini sangat mengganggu. Lebih baik aku siap-siap untuk bertemu Tuan muda" ujar Tio pelan kemudian buru-buru berjalan ke arah tangga menuju lantai dua.


Sedang Andra langsung menatap tajam pada sahabatnya yang benar-benar lola otaknya (loading lama). "Kamu tahu gak siapa tikus yang aku maksud tadi? kenapa otakmu tidak nyambung-nyambung juga dasar!" gerutu Andra kesal membuat Yogi keheranan. Pasalnya daritadi ia tak membuat kesalahan kenapa Andra menggerutu padanya.


"Hey kenapa kau terlihat sangat kesal padaku! aku bahkan tidak tahu apa kesalahanku!" ujar Yogi.


"Itu adalah Lia dan suaminya!"


"Apaaaa!!" teriak Yogi kencang membuat Andra segera menutup mulut Yogi dengan tangannya. Pria polos itu menepuk dahinya kuat ternyata sedari tadi Tio sedang menyindir mereka, astaga ia seperti tidak mempunyai muka lagi untuk berhadapan dengan suami sahabatnya itu.


"Astaga, aku bahkan dengan beraninya mengatai mereka sepasang tikus halal yang bercinta di dapur... aaah benar-benar tidak sopan" gumam batin Yogi merasa malu dengan tindakannya yang konyol.


Di negara bagian barat Amerika serikat tepatnya di kota Washington hari sudah menjadi malam setelah sepasang wanita dan pria menjalin hubungan, Ronald terus tersenyum sepanjang waktu karena gadis yang termasuk teman sekolahnya sudah menjadi pacarnya membuat hatinya berbunga-bunga.


Hari ini tepat pukul 7 malam Alexa dan Ronald sudah bersiap-siap untuk ke rumah utama yaitu di kediaman ayah Ronald yang termasuk pejabat di kota Washington.


Menteri pertahanan di negara Washington itu di tangani oleh Tuan Kalingga Albern sebagai kepala Mentri hingga di setiap sudut Mansionnya di penuhi oleh anak buah Tuan Kalingga sebagai penjaga dua puluh empat jam.


Sedang di Apartemen pribadi yang lumayan besar Alexa sudah turun dengan dress hitam mini sebatas lututnya dengan lengan terbuka hingga memperlihatkan betisnya yang putih mulus, rambutnya terurai menutupi leher jenjangnya terlihat sangat imut dan cantik. Bersamaan dengan itu Ronald keluar dengan tampilan casualnya yaitu celana jeans dengan kaos polos hitam di lapisi dengan jaket kulit berwarna coklat sangat pas di tubuhnya yang atletis.


Mata Ronald terpaku pada gadis di depannya menatap dari bawah kaki sampai kepala membuatnya tercengang akan kecantikan alamiah kekasihnya, padahal Alexa tidak menggunakan make-up di wajahnya ia hanya memakai pemerah bibir dan bedak baby namun terlihat seperti seorang putri.


"Apakah dia adalah seorang bidadari yang tersesat di bumi?" benak Ronald dengan mulut ternganga. Alexa menaikkan sebelah alisnya heran kala pandangan Ronald tak pernah lepas darinya ia pun berjalan mendekat.


"Are you oke?" tanya Alexa dengan tangan melambai-lambai di mata Ronald membuat pria itu tersadar dari tingkah konyolnya. Terkekeh kecil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ah heheh maaf, maaf kamu terlalu cantik jadi aku terhipnotis melihatnya" jujurnya membuat Alexa geleng-geleng kepala.


"Ayo jangan sampai kita terlambat" ajak Alexa dan Ronald mengangguk. Di luar Apartemen sebuah mobil sedan bermerek Koenigsegg CCXR Terevita dengan harga 68 miliar. Ronald buru-buru membuka pintu mobil bagian depan, Alexa dengan senyum tipis segera masuk ke dalam di susul oleh Ronald yang mengitari mobil hingga sampai di pintu jok kemudi.


Ronald segera masuk ke dalam melirik sekilas wajah gadisnya yang sangat menarik perhatiannya. "Aku bahkan tidak bisa berpaling darimu Alexa, kau benar-benar membuatku tunduk padamu" batin Ronald. Pria itu segera menjalankan mesin mobilnya dan melesat dari halaman Apartemennya.


Tidak butuh waktu lama hingga mobil Koenigsegg itu berhenti di depan bangunan megah dan besar. Ronald turun dari mobil dan membuka pintu untuk Alexa gadis itu segera turun dari mobil. "Perlakukan aku seperti yang lain, jangan seperti ini aku sangat canggung... aku seperti seorang ratu saja" ucap Alexa pada Ronald.


"Kau memang pantas mendapatkannya karena kau adalah ratu di hatiku" jawab Ronald dengan senyum tipis di bibirnya. Salah seorang pria dengan berpakaian hitam segera menghampiri dua orang yang baru datang.


"Tuan muda ayo segera masuk, Tuan besar sudah menunggu di dalam" ucap sang penjaga dan Ronald mengangguk pelan. Ronald kemudian meraih tangan Alexa untuk di genggamnya lalu berjalan masuk ke dalam Mansion milik Tuan Kalingga Albern.


Alexa menatap setiap penjuru Mansion yang terdapat banyak penjaga di sana tidak beda jauh dengan di Indonesia Mansion Tuan Wijaya melihat hal itu membuat Alexa sedih karena merindukan keluarganya di sana. "Aku merindukan abang, aku merindukan saat-saat kecil dulu".


Di meja makan seorang gadis dengan rambut pirang menatap tajam ke arah Alexa saat melihat tangan Ronald menggenggam tangan Alexa membuat gadis pirang itu menggertakan giginya kuat.


"Siapa wanita di samping kak Ronald? kak Ronald hanya milikku seorang aku tidak akan membiarkan siapapun bisa mengambilnya dariku" batin gadis pirang tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung