The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 67 Ruang PS



Happy reading 🤗


Like dan komen serta Votenya yah kak 🤭🤭


.


.


.


.


.


.


Malam mulai berlalu di gantikan sinar mentari yang terang, matahari menyapa bumi Indonesia tepatnya kota Jakarta, orang-orang mulai bangun dari tidurnya kembali melakukan aktivitas seperti biasa, bekerja apa saja hanya demi sesuap nasi.


Di kediaman Tuan Wijaya chef dari anggota Black Wolf sedang sibuk di dapur membuat sarapan untuk penghuni rumah majikannya yang sedang kedatangan tamu membuat mereka begitu sibuk menyiapkan menu spesial.


Dan di sinilah mereka, sesuai permintaan Dafa dan Daffin yang ingin makan lesehan hingga membuat mereka berakhir makan di atas lantai dengan beralaskan karpet berwarna hitam. Di sana sudah ada berbagai jenis makanan berat yang sudah di masak oleh chef Mafia.


Memang organisasi yang berinovasi berbagai macam jenis pekerjaan yang mereka tekuni, sungguh bukankah itu adalah pemikiran yang luas yang memikirkan tentang masa depan.


Tio sudah kembali sehat setelah semalam meminum obat yang di beli oleh dua iparnya alhasil ia bisa berkumpul dengan Boss besarnya serta dua mertuanya dan yang lainnya. Ada Tuan Wijaya, Nyonya Mita, Tuan Farhan, Jons, pengantin baru, Hamas, Azhar, dua D, Amanda, Alex, Alexa dan Tuan Zeus.


Laura putri Tuan Zeus sedang berbulan madu bersama suaminya yaitu River di salah satu negara yang memiliki wisata terbagus di dunia... yah walaupun umur pernikahan mereka sudah cukup lama namun tidak salah untuk melakukan bulan madu berkali-kali.


"Uncle, tidak boleh makan yang pedas-pedas dulu... jadi Lia meminta Paman chef untuk membuat bubur kacang hijau jahe, tidak apa-apa kan?" tanya Aulia menatap pria di samping kanannya, Tio mengangguk pelan sebagai jawaban. Sedang semua di sana menatap pengantin baru sambil senyum-senyum sendiri.


"Ekheem, ekheem. Tenggorokanku sepertinya sedang sakit" Azhar berdehem mengelus tenggorokannya sembari berpura-pura menatap ke arah makanan.


"Kasihan yah jomblo gak ada yang merhatiin... sakit juga rasanya harus melihat kemesraan orang lain." Sahut Hamas menimpali. Membuat Aulia dan Tio melirik Hamas dan Azhar.


"Abang menyindir Lia yah!" tudingnya dengan mata melotot tajam. Sedang dua abangnya hanya tersenyum sembari mengangkat bahu acuh.


"Sudah, sudah. Kalian makan sana, Azhar mau makan apa biar Mommy ambilkan" Jons menengahi sembari mengambil satu buah piring kosong untuk putra gondrongnya.


"Ah, thanks Mom, you're the best... Azhar ingin makan..."


"Ambil sendiri, Ara itu istri Daddy itu berarti hanya Daddy seorang yang mendapat perhatiannya... kamu sudah besar ambil sendiri bukankah kamu punya tangan!" ketus Tuan Farhan membuat di sana memutar bola mata malas. Memang pria satu ini begitu posesif padahal Azhar adalah putra kandungnya namun tetap saja dirinya masih sangat cemburu jika sang istri peduli pada yang lain.


"Tapi Mommy adalah Mommyku itu berarti aku punya hak untuk minta perhatiannya. Daddy juga sudah besar ambil sendiri juga bisa! lagian tidak ada larangan kok seorang anak minta kasih sayang Mommynya." Protes Azhar tidak mau kalah. Ayah dan anak itu saling melempar tatapan tak bersahabat membuat semua di sana pusing tujuh keliling.


"Diam!" bentak Daffin. "Mom, tolong ambilkan Daffin bubur kacang hijaunya karena Daffin harus perbanyak makan kacang-kacangan biar sehat" Daffin memberikan piring pada Jons namun segera di tahan oleh Aulia.


"No! bubur kacang hijau hanya untuk Uncle Tio, kamu tidak boleh" ujar Aulia tidak membolehkan makanan untuk suami tercinta di bagi dengan adiknya, padahal bubur yang di masak lumayan banyak, namun apalah daya namanya juga pengantin baru... semua di sana melihat perdebatan kecil Aulia dan Daffin hanya mampu membuang napas kasar.


"Kalian semua mau makan atau mau berdebat? jika mau berdebat silahkan pergi ke ruang kosong dan debat apa yang tidak kalian suka! jangan di tempat makan kalian tidak malu ada Tuan Smith di sini!" tegas Tuan Wijaya dengan tatapan datar menatap anak dan cucunya yang tidak mau akur.


"Tidak apa-apa biarkan saja mereka" sanggah Tuan Smith.


"Jangan ada yang berisik, kalian makan sekarang dan Jons berikan bubur untuk Daffin... lagipula bubur itu kan banyak Tio tidak akan bisa menghabiskannya seorang diri" Nyonya Mita angkat bicara membuat semua di sana terdiam. Aulia melirik ke arah Tio dan pria itu mengelus rambut istrinya sayang sembari mengangguk sebagai tanda agar membagikan bubur pada yang lain.


Semua di sana kembali kondusif sebagian dari mereka ada yang mengambil makanan untuk pasangannya, Aulia melayani Tio, Nyonya Mita untuk Tuan Wijaya, Tuan Farhan, Alex, begitupula dengan Hamas yang di layani oleh Alexa membuat Azhar mendengus kesal.


Tuan Smith juga mengambil sendiri karena tidak memiliki pasangan sedangkan Dafa dan Daffin, Jons yang mengambilkan untuknya.


Setelah Tuan Wijaya memberikan ultimatum tidak ada yang bersuara lagi, mereka makan dengan khidmat tanpa protes ataupun mengeluh. Kini keluarga besar itu sudah menyelesaikan makannya dan sekarang mereka berpindah ke ruang keluarga. Karena hari ini adalah hari minggu jadi Tuan Farhan meluangkan waktunya berkumpul bersama keluarga besarnya.


Sedangkan anggota Black Wolf yang bertugas di bagian dapur segera membereskan sisa makanan dan piring kotor untuk di bawah ke dapur mencucinya hingga bersih.


Aulia duduk di samping Tio begitupula dengan yang lainnya yang memiliki pasangan, Azhar menyandarkan punggungnya di sandaran sofa sembari melihat atap Mansion, memikirkan cara untuk segera mendapat pacar.


"Uncle, bagaimana jika kita main PS, Uncle bisa main kan?" tanya Hamas membuka suara. Ia sudah lama tidak bermain PS semenjak dirinya ke Amerika. Itulah sebabnya ia bertanya pada Tio siapa tahu pria yang baru menikah itu bisa di ajak main.


"Bisa, mau taruhan?" tantang Tio dengan smirk misterius Hamas mengangguk ikut tersenyum tipis.


"Oke, Azhar mau gabung tidak?" Azhar mengangguk lemas.


"Kebetulan aku punya PS terbaru yang aku beli dari Amerika, gamenya bagus banget... oh iya game itu juga akan memberikan kita hadiah pacar jika kita menjadi pemenang dalam gemnya" spontan Azhar yang langsung menutup mulutnya karena mendapat tatapan tajam dari Aulia dan Alexa.


"Kami akan ikut main!" seru kedua wanita muda membuat para pria muda mengerling matanya malas.


Sedangkan orang tua mereka hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan cucu-cucunya. "Mereka sangat protektif tapi itu lebih baik daripada tidak menjaga dari awal, pebinor dan pelakor sekarang benar-benar licik. Mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan targetnya." Ujar Tuan Smith dan mereka mengangguk membenarkan. Memang benar sekarang ini lagi marak-maraknya musim pelakor dan pebinor yang merusak rumah tangga orang.


"Ah, mendengar kata pebinor aku merindukan Ayu, bagaimana kabarnya sekarang, ponakanku pasti lucu-lucu semua..." batin Jons tersenyum tipis nyaris tak terlihat.


"Benar, kita harus menjaga ketat anak-anak kita untuk tidak terjerat oleh pesona pelakor ataupun pebinor" balas Nyonya Mita.


Sedang Hamas dan lainnya sudah pergi menuju salah satu ruangan khusus PS yang berada di lantai tiga bersebelahan dengan ruang fitness, sedangkan Azhar terlebih dulu mengambil PS 5 yang baru di belinya. Jadi PS 5 ini mempunyai beberapa game terbaru dan karakter yang memuaskan dan paling terpopuler adalah game yang aturan mainnya adalah ketika kita memiliki kekasih di dunia game maka kita bisa menjalin hubungan nyata jika dari kedua belah pihak setuju. Bahkan game terbaru ini begitu canggih saking canggihnya kita bisa mengontrol permainan itu berdasarkan apa yang kita inginkan, namun kita harus memiliki kekuatan besar agar tidak ada orang lain yang bisa mengalahkan kita dan apa yang kita inginkan akan terwujud.


Di sinilah mereka di ruang PS yang bernuansa putih di dalam ruangan itu terdapat satu buah kulkas yang masih terpakai setiap minggunya Maid akan mengisi cemilan dan minuman yang ada di dalam sedangkan makanan yang sudah kadaluarsa akan di buang.


Di sebuah meja panjang terdapat lima buah benda persegi, dan meja yang satunya lagi memiliki lima buah benda persegi yang di gunakan untuk bermain PS.


Azhar membawa tiga buah PS 5 lengkap dengan docking untuk konsol yang di lengkapi kipas pendingin, docking untuk Dual Sense sekaligus dengan charger, headset stand, dan juga rak penyimpan kotak game.


karena hanya tiga buah PS 5 alhasil Alexa dan Aulia hanya menatap mereka namun seketika ide gila muncul dari kedua wanita muda berbeda status. Aulia mengangguk saat tatapan Alexa mengisyaratkan sesuatu.


"Uncle kita ke Mall yuk" tutur Aulia menatap wajah serius suaminya.


"Tunggu Uncle kalah bermain baru kita pergi" mendengar jawaban Tio Aulia lalu berpindah tempat menjadi duduk di pangkuan pria sahnya ia lalu mencium bibir Tio hingga membuat pria itu tak konsentrasi apalagi saat bokong Aulia mengenai sesuatu yang membuat sosok di bawah berdiri.


"Ahh, tu-tunggu"


BUGH


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung