The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 51 Simbiosis mutualisme



Happy reading 🤗


Like dan hadiahnya kakak ❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


.


.


Setelah makan malam Tuan Farhan buru-buru beranjak di ikuti oleh Daffin dan Dafa di belakang. Yang lainnya yang masih duduk di meja makan menatap heran ke arah Tuan Farhan.


"Apa yang akan di lakukan suami kamu Jons?" tanya Nyonya Mita melirik ke arah wanita di depannya yang berstatus menantu itu.


"Tidak tahu Ma, mungkin Prince ingin memberikan sesuatu pada Dafa dan Daffin." jawab Jons.


"Lalu bagaimana keadaan kehidupan Hamas dan Azhar di Amerika? kamu sudah pernah menelponnya?" tanya Tuan Wijaya melihat ke arah Jons.


"Kemarin sudah menghubungi mereka tapi tidak ada yang angkat bahkan Alexa juga tidak mengangkat teleponnya, mungkin mereka sibuk Pa" jawab Jons.


"Mereka ini yah kalau bukan kita yang telepon mereka tidak akan menghubungi duluan... anak nakal! mau di beri hukuman baru tahu rasa mereka! membuat khawatir saja!." Keluh Tuan Wijaya memijat keningnya. Memikirkan ketiga cucunya yang berada di Amerika tanpa pengawasan mereka. Membuatnya benar-benar pusing tujuh keliling walaupun ada Daddy Smith di sana namun tetap saja dia tetap merasa khawatir.


"Tidak lama lagi Alexa akan ujian, mungkin mereka sedang sibuk membantu Alexa belajar." Kali ini Amanda menjawab setelah sekian lama berdiam. Tuan Wijaya dan Nyonya Mita mengangguk mengerti, berpikir positif bahwa tidak terjadi sesuatu yang buruk pada ketiga cucu mereka.


Sedang Tuan Farhan dan dua putra kembarnya berada di ruang fitness lantai tiga, ketiganya duduk di kursi yang memang di sediakan di ruangan tersebut.


"Katakan dengan jujur di mana kak Lia sekarang?" tanya Tuan Farhan dengan kaki kanan menindih kaki kirinya. Tangannya ia lipat di atas perutnya menatap kedua bocah kecil di depannya. Tuan Farhan seperti polisi yang sedang mengintrogasi dua penjahat di depannya.


Dafa dan Daffin mengikuti gaya pria dewasa itu membalas tatapan datar raja Iblis tanpa menjawab pertanyaan dari Daddynya.


"Kenapa dua bocah ini seperti duplikatku, sangat dingin". Bisik Tuan Farhan dalam hatinya. Ia kemudian berdehem dan kembali bertanya.


"Daddy akan berikan apapun yang kalian minta" seketika Dafa dan Daffin tersenyum lebar dengan semangat keduanya menjawab.


"Kak Lia tadi minta izin ke Mommy katanya mau ke Markas, tapi kami tidak tahu di mana Markasnya" jawab dua bocah itu tersenyum lebar. Setelah menjawab keduanya kompak turun dari kursinya, mengulurkan tangan di depan sang Daddy. Tuan Farhan hanya mendengus kesal lalu merogok kantong celananya mengambil benda persegi berwarna coklat.


Mengeluarkan sepuluh lembar uang merah membuat mata kedua bocah itu berbinar-binar, sepertinya anak dan ayah itu tengah melakukan kesepakatan yang di sebut simbiosis mutualisme di mana kedua belah pihak akan saling menguntungkan.


"Wah, Daddy memang tidak di ragukan kekayaannya... benar-benar Daddy konglomerat!" seru Dafa menerima lima lembar uang merah yang memiliki lima angka nol di setiap lembarnya, itu berarti ada lima ratus ribu di tangannya sekarang.


"Jika terus memuji Daddy maka di pastikan kami akan ikutan kaya hahaha" batin Dafa dan Daffin. Memang anak kembar satu ini pikirannya hanya uang saja.


"Kak Dafa benar, Daddy sangat berbeda dengan orang-orang... Daddy adalah pria terkaya sedunia tidak ada yang bisa menandingi Daddy nyatanya uang segini begitu ringan di berikan pada kita..." pujinya dan mendapat anggukan kepala dari saudara kembarnya. Mereka semakin gencar memuji raja Iblis.


Sedang Tuan Farhan tersenyum lebar mendapat pujian dari kedua putranya, berdehem kecil lalu berujar. "Ekheem, Daddy akan kasih lebih dari ini kalau kalian kerja yang benar... jangan ragu untuk meminta apapun bahkan jika meminta sebuah istana akan Daddy berikan." Memang ayah yang sombong.


"Siap Daddy selagi itu menguntungkan kami maka dengan senang hati kami akan melakukan yang terbaik" jawab Dafa tegas.


"Hoo, kalian turunlah di bawah duluan Daddy ada urusan sebentar!" tanpa bertanya mereka kemudian keluar dari ruang fitness berjalan menuju lift untuk turun ke lantai bawah, senyum tipis itu terus mengembang di bibir dua bocah raja Iblis. Begitu senang bekerja sama dengan sang Daddy.


"Tidak salah kita bekerja sama dengan Daddy" celetuk Daffin dan di anggukin oleh Dafa. Ia sependapat dengan adik kembarnya itu. Sangat menguntungkan menjalin kerja sama dengan orang yang suka di puji makin di puji maka makin tebal saja dompet miliknya.


Sedang di lantai tiga Tuan Farhan mengirim pesan pada sekertaris Rio untuk datang menjemputnya ke Mansion Utama secepat mungkin.


Di tempat lain namun masih di negara yang sama, tepatnya di Markas Lowkey Pro mereka baru saja menyelesaikan makan malamnya, beristirahat sebentar agar makanan yang baru masuk bisa di cerna dengan mudah. Kini waktu telah menunjukkan pukul 11 malam dan kelima anggota Lowkey Pro itu sudah bersiap-siap untuk berangkat ke lokasi balapan.


Masing-masing mereka menggunakan motor keluaran terbaru dengan kecepatan yang luar biasa, motor sport Kawasaki Ninja H2R Biru laut, adalah motor tercepat di dunia yang diproduksi secara massal. Kawasaki Ninja H2R bisa berlari mencapai 400 km/jam. Dan motor ini baru di beli oleh Aulia kemarin sore secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari sang Daddy. Entah apa yang terjadi jika Tuan Farhan mengetahui bahwa putrinya membeli barang yang tidak di sukainya.


Sedang ke empat pria itu menaiki motor bermerek Ducati Panigale V4 yang menggunakan mesin 4 Silinder berkapasitas 1.103cc yang sanggup mengeluarkan tenaga sebesar 220 Horsepower. Tidak salah jika harganya sangat mahal karena memiliki kecepatan yang tidak di ragukan namun masih kalah cepat dengan motor Kawasaki Ninja milik Aulia.


"Kita harus sampai sebelum jam 12, karena jam itu balap motor akan di mulai" ucap Yogi.


"Kalau begitu ayo kita berangkat! Lia tidak mau telat" jawab Aulia yang sudah memasang helm di kepalanya begitupun yang lainnya. Membunyikan motor sportnya untuk pemanasan sesaat. Untung di lingkungan mereka tidak ada warga yang menempati atau mereka akan terkejut mendengar bising suara motor yang dashyat di tengah malam.


Dalam hitungan satu sampai tiga mereka menancap gas dan melesat pergi dari Markas mereka, membelah jalanan raya ibu kota Jakarta yang sudah tidak terlalu padat kendaraan yang berlalu lalang juga tidak ada petugas untuk berjaga di lalu lintas. Karena motor yang di gunakan Aulia masih belum bisa di gunakan di jalan raya itulah sebabnya ia tidak berani memakainya di siang hari takut jika motor kesayangannya di sita oleh pihak berwajib.


Terlihat dari belakang mobil sedan hitam mengikuti laju motor dari lima muda-mudi itu tidak ada yang menyadari jika mereka sedang di ikuti oleh seseorang. "Tuan, kenapa tidak menghubungi Nona Aulia saja? Nona pasti tidak akan ikut balapan jika Tuan melarangnya." tutur sekertaris Rio. Yah mobil sedan hitam itu ternyata adalah milik Tuan Farhan yang tengah mengikuti sang putri. Mereka sudah mengintai Aulia dan lainnya sejak di Markas Lowkey Pro


"Dia itu keras kepala, dan akan melakukan apa saja yang bisa membuatku mengizinkannya... aku punya rencana sendiri" jawabnya dengan smirk licik. Kecepatan motor di depan sana semakin melaju membuat sekertaris Rio semakin menaikkan kecepatan lebih besar lagi.


Hingga beberapa menit berlalu kini sampailah mereka di tempat tujuan yaitu di jalan Asia Afrika Selatan tempat balap liar itu di tetapkan, sebenarnya tempatnya adalah tanah abang namun tiba-tiba ada pergantian tempat entah apa yang terjadi.


Sedikit jauh sekertaris Rio menghentikan mobilnya dari tempat Aulia dan lainnya berada. Banyak anak-anak muda wanita maupun pria yang sudah hadir di sana. Waktu tersisa dua puluh menit untuk memulai aksi balap liar. Sesekali Tuan Farhan menatap benda di pergelangan tangannya, menunggu seseorang yang akan datang. Sedangkan Aulia masih belum menyadari jika Tuan Farhan tengah menatapnya datar saat ini.


Hingga sebuah motor hyper sport putih berhenti di depan Tuan Farhan. Suzuki GSX1300R Hayabusa yang dikeluarkan oleh Suzuki pada tahun 1999. Yang digerakkan oleh mesin 4 silinder segaris 1340 cc dan telah menjadi sepeda motor produksi massal tercepat di dunia.


"Maaf Boss apakah saya terlambat" ucap seorang pria yang adalah anggota Hades Khithonios, anak buahnya sendiri.


"Tidak, kau tepat waktu sekali" jawabnya lalu menaiki motor Suzuki hayabusa itu. Memasang helm di kepalanya dan menuju ke lokasi balap. Berhenti di kerumunan anak-anak muda itu membuat atensi semuanya mengarah pada Tuan Farhan. Motor mahal dan tercepat itu membuat mereka tercengang.


"Ekheem, saya ingin bertaruh seratus juta jika mengalahkan saya" serunya membuat orang-orang di sana terkejut dengan mata membulat sempurna. Seratus juta adalah jumlah besar siapapun pasti akan tergiur dengan nilai sebesar itu. Jika orang lain merasa kagum maka tidak dengan putri raja Iblis.


"Siapa pria itu sombong sekali? heh akan Lia beri pelajaran!" batin Aulia tidak suka dengan kesombongan pria yang baru datang. Tidak tahu saja jika pria yang di katanya sombong adalah Daddynya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung