
Maaf Guys telat update nya
.
.
.
.
.
.
.
Alexa segera di bawa ke kantor polisi atas tindakan kriminalnya terhadap Charlotte dan hal tersebut tak luput dari pandangan Tuan Kalingga serta istrinya namun saat hendak menghentikan polisi yang membawa calon menantunya mereka dikejutkan oleh seseorang yang di penuhi darah hal tersebut memicu keterkejutan yang luar biasa.
"Putriku!" teriak Nyonya Kalingga. Charlotte di bawa ke ruang darurat untuk melakukan operasi karena terjadi pembekuan darah di otak akibat hantaman keras yang di lakukan oleh Alexa. Gadis itu tiba-tiba berubah menjadi brutal, jika pria yang berprofesi polisi tidak segera masuk dan menengahi amukan dari putri Mafia itu mungkin nyawa Charlotte sudah tidak tertolong lagi.
"Astaga musibah apa ini, kesalahan apa yang sudah aku perbuat di masa lalu sampai anak-anakku terkena imbasnya" bisik Tuan Kalingga dalam hati.
"Istriku kamu yang tenang yah putri kita akan baik-baik saja" tutur Tuan Kalingga pada istrinya, Nyonya Kalingga hanya mampu menutup mulutnya agar tidak menangis histeris. Siapa saja yang melihat anaknya terluka parah pasti akan sangat sedih dan merasa cemas.
Sedang di sisi lain Alexa sudah di bawa oleh polisi ke sel penjara yang ada di kota Washington namun tak jauh dari sana terdapat empat pasang mata yang terus memperhatikan mobil polisi.
"Telepon Boss besar segera Nona muda dalam bahaya" titah salah seorang teman di sampingnya buru-buru pria itu menekan tombol hijau ke sebuah nomor yang sudah tertera di layar ponselnya.
Sedangkan mobil polisi telah melesat meninggalkan parkiran umum rumah sakit Washington, Alexa yang di dalam mobil hanya duduk diam dengan tangan terborgol, tatapannya lurus ke depan namun kosong seakan tak memiliki jiwa.
Hingga tiba mobil dinas polisi itu berhenti di depan sebuah bangunan besar, bangunan yang menampung manusia-manusia dengan berbagai jenis kejahatan. Alexa di bawa keluar dari mobil menuju kantor polisi.
"Bawa gadis ini ke ruangan 012, untuk sementara biarkan dia tinggal di dalam sana" ucap seorang polisi yang menahan Alexa. Polisi di depannya menatap pakaian Alexa dari bawah sampai atas, menaikkan sebelah alisnya tinggi kala melihat pakaian seragam SMA melekat di tubuh gadis remaja.
"Hey, dia seorang remaja sekolah kita tidak bisa memenjarakannya di sel" bantah temannya tidak setuju, Alexa hanya diam tanpa ikut menimpali.
"Gadis gila ini hampir saja membunuh putri dari menteri pertahanan, lebih baik kita penjarakan remaja ini daripada kita mendapat imbas dari Tuan Kalingga" jawab polisi yang menahan Alexa. Mendengar jawaban temannya membuat polisi yang tadinya protes akhirnya mengangguk setuju. Ia tidak mau mendapat masalah dari menteri pertahanan.
"Berani sekali kamu berurusan dengan menteri pertahanan tidak tahu apa seberapa penguasanya Tuan Kalingga itu" Alexa hanya menatap datar pria yang mengomelinya, kakinya melangkah mengikuti polisi yang tengah membawanya ke ruang sel nomor 012. Setelah sampai di tempat tujuan polisi tersebut membuka borgolan dari tangan Alexa dan mendorongnya hingga masuk ke dalam.
Terdapat lima orang wanita gendut di dalam sana, rambutnya yang tak terurus membuat mereka seperti sosok menyeramkan. Lima wanita yang berkisar 40 tahun itu tersenyum smirk seakan baru mendapat santapan lezat di depannya.
"Wow! kita sangat beruntung lawan kita ternyata kuman kecil yang mudah di basmi hahahahahahaha" tawa seorang wanita berambut keriting hitam.
"Iya benar sekali... hmmm enaknya kita apakan nih bocah?" sahut teman lainnya.
"Kita perintah dia untuk mengurus kita memijat kaki serta punggung kita rasanya benar-benar menyenangkan... apalagi dia anak baru dan sepertinya masih sangat muda hehehe" ucap seorang wanita yang paling gendut sepertinya dia adalah Boss di ruangan tersebut.
Alexa duduk di sudut ruangan sembari memejamkan matanya tiba-tiba Boss tahanan itu memanggilnya. "Hey anak baru! kesini kau beraninya kau tidak hormat pada kami!" seakan tuli Alexa tak menghiraukannya ia malah tertidur bahkan sangat nyaman.
"Kurang ajar berani sekali dia tidak mengindahkan panggilanku! anak kecil tidak tahu diri" kesal pemimpin wanita paruh baya itu.
"Hey anak baru kau berani tidak mendengar panggilan Boss kami... mau di hajar hah!!" Wanita yang memiliki tompel di wajahnya angkat bicara namun tak membuat Alexa bergeming.
"Tidak bisa di biarkan aku akan memberinya pelajaran" karena sudah sangat muak dua orang wanita gendut itu berjalan mendekati Alexa yang tengah tertidur pulas, dengan senyum setan kedua wanita itu menarik rambut Alexa. Sang empu merasa kesakitan yang luar biasa.
"Rasakan ini!!"
"Aaaakkkh sakit hey tua bangka! lepaskan rambutku kau menyakitiku!!" teriak Alexa berusaha melepas tangan besar dari rambutnya.
"Kurang ajar berani mengatai kami tua bangka... rasakan ini!"
BUGH
BUGH
"Akkkkkkhhh sakit woeeeeeeee!" teriak Alexa saat kepalanya di dorong ke dinding hingga darah segar keluar dari kepalanya yang terbentur.
"Hahahaha itu akibatnya melawan kami bocah kecil!" tutur sang Boss. Alexa memejamkan matanya merasakan sensasi yang berbeda saat terluka tersenyum tipis saat merasakan sesuatu yang belum pernah terasa.
"Tarik dia ke sini biar aku yang akan mengajarinya bagaimana bersikap sopan di depan bossnya." Dua wanita yang memberi pelajaran pada Alexa mengangguk setuju, keduanya kembali menarik rambut Alexa dan tubuhnya ikut berpindah mengikuti langkah kaki dari dua orang tak punya hati.
BUGH
Tubuh gadis remaja itu di lempar di hadapan sang penguasa di ruang sel, rambut yang tadinya lurus rapi kini terlihat acak-acakan.
"Gadis manis kau membuat moodku menjadi jelek hari ini... kira-kira hadiah apa yang kamu suka hmmm? apa kau suka di belai sayang" Boss tahanan itu membelai pipi Alexa menyelipkan rambut ke belakang telinga sehingga membuat wajah gadis Mafia itu terlihat jelas, tersenyum penuh maksud. Alexa menatapnya datar bahkan tanpa berkedip karena kesal Boss tahanan itu melayangkan tamparan yang kuat.
PLAK
PLAK
PLAK
"Hahahaha aku yakin anak sombong itu akan berubah menjadi kucing manis yang penurut." Gelak tawa menguasai isi ruangan.
"Boss biarkan aku memberikan pelajaran lagi agar dia tahu bagaimana rasa takut kepada kita hahahahaha" sang Boss tahanan mengangguk setuju, kini beralih wanita berambut coklat ia menarik rambut Alexa membuatnya mendongak ke atas.
"Sekarang kamu pijat kakiku jika tidak ku habisi kamu hari ini" Alexa tersenyum tipis ia malah dengan berani meludahi wajah wanita berambut coklat membuatnya seketika muak dan memberikan tamparan kuat ke pipi Alexa.
"Sial! ku habisi kau!"
BUGH
BUGH
BUGH
Alexa yang sudah tidak tahan kini mulai menyerang ia bahkan memberikan tendangan tepat di batang leher wanita berambut cokelat.
"Akkkkkkhhh sialan leherku!"teriaknya kesakitan.
"Wah rupanya dia bisa bela diri, bagaimana jika kita bersama-sama menghajarnya?"
"Ide bagus"
Bukannya takut Alexa malah tersenyum tipis ia mulai memposisikan kuda-kuda nya dan...
BUGH
BUGH
BUGH
BUGH
Ia memberikan Bogeman ke tulang rusuk sang Boss kemudian melayangkan tendangan lurus di bagian lutut hingga menimbulkan bunyi seperti tulang patah.
"Aaakkh brengsek! bunuh anak sialan itu! sakit sekali kakiku aku tidak bisa berjalan"
"Hey ribut-ribut apa ini"
Dari luar teriak seorang polisi wanita namun tak di hiraukan, Alexa kembali menghajar tiga wanita yang sudah membuatnya muak sedari tadi.
"Astaga bocah kecil itu sungguh membuat kekacauan yang sangat besar"
Beberapa polisi pria segera membuka gembok ruangan sel nomor 012 mereka melerai pertengkaran antara wanita beda usia itu.
"Lepaskan aku bedebah biarkan aku menghabisi nyawa mereka... !! manusia sampah tidak pantas hidup di bumi!" amuk Alexa membabi buta.
BUGH
Karena kesal polisi itu lalu memukul batang leher bagian belakang Alexa membuatnya tak sadarkan diri. Alexa di bawa keluar dari ruangan tersebut sedangkan ke Lima wanita paruh baya di beri obat untuk memar di wajah mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung