The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 71 Menyusul



Happy reading 🤗


Like dan komen yah 🤭❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


.


.


.


Waktu berjalan begitu cepat tidak terasa hari sudah sore, rombongan Aulia dan Tio sudah berjalan pulang menuju Mansion menenteng barang-barang yang mereka beli di Mall City.


Memasuki ruangan besar yang nampak sepi tidak ada orang di dalam. Entah kemana perginya orang-orang rumah. "Di mana orang-orang? kenapa tidak ada?." Tanya Azhar melihat ke sekeliling Mansion namun tak melihat siapapun kecuali anggota Black Wolf.


"Mereka pasti sedang di kamar" jawab Hamas.


Masing-masing dari mereka menenteng tiga paper bag entah apa isinya hanya mereka yang tahu. Tak peduli dengan sekitar mereka lantas masuk ke dalam lift naik ke lantai dua, berjalan seharian sungguh melelahkan mereka butuh istirahat yang cukup. Kini tibalah mereka di lantai dua mereka berjalan masing-masing menuju kamar mereka.


Di kamar pengantin baru, Aulia membuka paper bag yang di pegang oleh Tio sedang sang suami buru-buru masuk ke dalam kamar mandi menunaikan hajatnya. Senyum melekat di bibir ranum milik Aulia menatap barang-barang yang ia beli. Dua buah kaos berlengan pendek dan panjang, juga jaket kulit dan jaket Levis masing-masing dua buah.


Sedang di kamar Hamas pria itu lebih memilih mandi terlebih dahulu, rasanya badannya sudah sangat gatal-gatal karena keringat yang berlebihan akibat seharian berkeliling Mall. Jika tahu sangat melelahkan ia tidak mau ikut ia akan beralasan apapun itu yang penting tidak mau mengulang yang kedua kalinya.


Kakinya sudah biasa bersantai cukup memesan on-line tanpa mau bersusah payah mencari kesana-kemari. Hah melelahkan sekali!.


"Lebih baik mandi dulu baru aku berikan pada Alexa. Haah! gadis itu yah tempramennya begitu buruk" gumam Hamas berjalan menuju kamar mandi setelah mengambil handuk yang tergantung di hanger.


Dua puluh menit di dalam kamar mandi ia pun keluar hanya menggunakan lilitan handuk sebatas paha yang menutupi aset negaranya saja. Berjalan menuju walk in closed mengambil baju dan celananya lalu memakainya. Handuk ia lempar begitu saja masih dengan keadaan basah. Biasalah anak laki-laki selalu membuang sembarangan barang yang di pakainya.


Berjalan keluar dari walk in closed menuju ranjang yang terdapat tiga paper bag. Di raihnya paper bag tersebut lalu membukanya. Senyuman manis tersirat di bibir pria tertua raja Iblis. "Semoga dia tidak marah lagi, biasanya kalau wanita di belikan sesuatu mereka akan langsung luluh tidak marah lagi" tuturnya pelan. Jaket levis biru langit itu menjadi pilihannya untuk di berikan pada seseorang ia lalu kembali memasukannya ke dalam paper bag dan membawanya menuju lantai satu.


Hamas akan meminta maaf sebelum mengatakan yang sesungguhnya, berharap agar gadis kecilnya tidak akan marah lagi padanya walaupun tidak memiliki perasaan padanya namun ia amat sangat menyayangi anak dari Amanda dan Alex.


Di lantai bawah ia pergi ke kamar Alexa berdekatan dengan kamar Amanda dan Alex saat membukanya ia tidak melihat siapapun di dalam.


"Di mana Alexa? apakah dia belum pulang tapi ini sudah sore apakah dia sedang ke taman?" tanya Hamas mengerutkan kedua keningnya tidak biasa gadis kecilnya keluar di waktu sore kalaupun keluar ia akan meminta izin padanya.


"Aku taruh aja di sini kalau sudah datang aku akan menjelaskan padanya" Setelah meletakan paper bag di atas ranjang Hamas berlalu keluar dari bilik kamar Alexa. Pria itu kemudian berjalan ke arah pintu keluar di sana ia melihat Amanda dan Alex yang baru saja masuk, dengan cepat Hamas menghampiri kedua pasangan tersebut.


"Paman, Tante. Di mana Alexa? aku cari di kamarnya kok dia tidak ada." Tanya Hamas saat sudah di depan Amanda dan Alex. Kedua pasutri itu saling melirik lalu beralih pada pria muda di depan mata.


"Alexa sudah balik ke Amerika katanya dia ada ujian mendadak. Kami baru mengantarnya ke bandara... memangnya dia tidak bilang ke kamu dulu?" jelas Amanda dengan kerutan kecil di dahinya. Mendengar penjelasan Amanda membuat Hamas terbelalak ia tidak tahu jika Alexa akan pergi ke Amerika tanpa menunggunya.


"Apakah dia percaya dengan ucapan Azhar? tidak biasanya dia seperti itu" gumam Hamas dalam hati.


"Oh iya aku lupa jika Alexa memang ada ujian, baiklah terima kasih Tante, paman" jawab Hamas dengan senyum simpul namun menyiratkan kekhawatiran.


"Sama-sama" kedua pasangan itu tidak menaruh curiga mereka lalu berjalan masuk ke dalam Mansion sedangkan Hamas segera menghubungi Alexa namun nomornya tidak aktif membuat pria itu segera berlari ke lantai dua.


"Aku harus menyusul Alexa secepatnya" tuturnya pelan.


Aulia melihat kedatangan sang suami bersemu merah karena melihat roti sobek pria yang muncul di hadapannya. "Kenapa senyum-senyum begitu, ada yang lucu?" tanya Tio memutar tubuhnya mencari objek yang membuat sang istri sampai senyum-senyum malu.


"Uncle duduk dulu, ada yang ingin Lia katakan" titah Aulia dengan pandangan terus tertuju pada roti kotak-kotak. Pria polos itu segera duduk di bibir ranjang memandang wajah kekasihnya yang terlihat imut di matanya. Apakah karena rasa cinta dan sayang semakin meningkat sampai wajah kusam itu terlihat imut di pandang mata.


"Ada apa hmmm...?" tanya Tio. Gadis remaja itu tidak menjawab ia malah memajukan tubuhnya dan memeluk tubuh yang masih basah membuat Tio keheranan.


"Uncle harum banget sampai Lia pengen melakukan itu... tapi punyanya Lia masih sakit jadi Lia hanya minta kiss saja"jawabnya frontal membuat Tio membulatkan bola matanya. Setahu dirinya seorang wanita tidak akan berbicara blak-blakan mereka akan melindungi image-nya agar tidak terlihat memalukan. Tapi berbeda dengan gadis yang sedang memeluknya.


"Emmm, ah, i-itu kamu bilang apa tadi?" gagu Tio dengan pipinya yang memerah. Mendengar permintaan frontal dari istri kecilnya membuatnya dirinya malu sendiri.


"Iiih, kok Uncle tidak peka sih! Lia tuh ingin itu tuh" jelas Aulia memanyunkan bibirnya dan hal itu makin membuat Tio gelagapan. Aulia yang sedang menunggu aksi suaminya namun tak kunjung di lakukan membuatnya gemas sendiri. Putri raja Iblis langsung mendorong tubuh Tio kencang membuat pria itu seketika terbaring telentang dan Aulia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh polos Tio.


"A-apa yang kamu lakukan?!" serunya dengan wajah memerah juga suara sedikit tercekat.


"Dasar tidak peka!" gerutu batin Aulia. Tanpa menjawab gadis itu langsung menyosor bibir Tio ********** rakus sembari memelintir ****** susu Tio membuat pria itu kegelian. Mendorong tubuh Aulia namun tidak kuat karena Aulia makin menekan adiknya.


"Astaga apakah ini adalah Nona Aulia? dia seperti betina buas yang kelaparan" bisiknya dalam hati.


"Biar aku yang memimpin" ujar Tio membalikkan tubuh Aulia menjadi di bawah kungkungannya sedang gadis remaja itu tersenyum lebar.


"Lia belum mandi masih bau keringat" Tio tak menggubrisnya ia langsung ******* bibir tipis Aulia sesekali menggigitnya kecil, meremas dua semangka kenyal, membuat Aulia menarik rambut Tio. Pria itu sudah tidak sanggup akibat sesak yang di rasa.


"Ah, U-uncle faster! faster Li-Lia sa-sangat menyukainya" tutur Aulia dengan pandangan yang sudah berkabut gairah.


"Ah, ah, U-uncle ah" Lia menekan kepala Tio menarik rambut Tio kencang ia sungguh menikmati permainan sang suami. Tubuhnya benar-benar lemas tidak bisa bergerak karena ulah Tio hingga kedua pasangan baru menikah itu kembali merajut cinta mereka di sore hari.


Di lain sisi Hamas membuka kencang pintu Azhar membuat orang di dalam terlonjak kaget dengan mata menatap tajam. "Tidak bisa membukanya pelan-pelan kah! aku kaget tahu" sewot Azhar.


"Alexa balik ke Amerika" ujar Hamas membuat Azhar menaikkan sebelah alisnya.


"Yah bagus lah. Eh apa!!" teriak Azhar saat baru menyadari ucapan Hamas. "Kapan dia pergi bang?" tanya Azhar panik.


"Belum lama, aku akan menyusulnya. Aku takut dia pergi dari apartemen kamu tahu kan di Amerika sangat berbahaya aku tidak bisa membayangkan jika sampai terjadi sesuatu padanya" jelas Hamas dengan wajah penuh khawatir.


"Aku akan ikut. Kita harus bilang ke Daddy dan Mommy kalau kita akan terbang hari ini" jawab Azhar. Dan Hamas mengangguk.


"Ayo kalau begitu"


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf guys ini telat di lulusin karena ada kendala 🙏🙏


Bersambung