
Happy reading 🤗
like dan Giftnya Kaka 🙏🤗🤗
.
.
.
.
Jons dan Amanda segera membuka pintu ruang penyimpanan hadiah pernikahan milik putrinya betapa terkejutnya saat melihat underwear jaring-jaring juga bikini membuat dua wanita dewasa itu menutup mulutnya ternganga.
"Astaga, kita melupakan hadiahnya, dan dua cecungut itu! sebenarnya apa yang mereka cari sampai menghamburkan banyaknya bikini transparan!!." Pekik Jons menggeleng kepalanya frustasi bagaimana anak sekecil mereka sudah di nodai oleh barang yang sangat di jaga oleh wanita.
"Mereka tidak tahu itu barang apa, seharusnya kita bersyukur karena mereka berdua kita mengingat hadiah pernikahan Aulia" jawab Amanda.
"Iya kamu benar Amanda, tapi... kasihan mata suci dua putraku. Haah! aku harus benar-benar ekstra menjaga mereka jangan sampai masalah seperti ini terulang kembali" tutur Jons menghela napas berat.
"Lalu apa yang harus kita lakukan dengan begitu banyak hadiah ini?" tanya Amanda menatap benda persegi mulai dari kecil sampai besar dan bahkan hampir memenuhi seisi ruangan yang cukup besar.
"Aku akan menelpon Aulia untuk membawanya ke rumahnya, aku yakin dua pasangan suami istri itu sudah melupakan hadiah-hadiah ini" kata Jons yang sudah berjalan keluar dari kamar diikuti Amanda di sampingnya.
"Hahaha, pengantin baru mah ingatnya goyangan ranjang atuh" celetuk Amanda dan mendapat gelak tawa dari Jons. Wanita pembunuh bayaran itu mengingat saat-saat dirinya menjadi pasangan pengantin Tuan Farhan bahkan tidak melepasnya dari ranjang, mengingat hal itu membuatnya tersipu dengan bibir tersenyum malu-malu.
"Eh, eh lagi mikirin Tuan Farhan di ranjang yah hahahah, jangan di imajinasikan dong di praktekkan udah halal juga" cerocos Amanda membuat Jons memukul bahu sahabatnya membuat kedua wanita itu tertawa terbahak-bahak.
Di sisi lain mobil sedan Buggati Divo yang hanya diproduksi sebanyak 45 unit di dunia ini habis terjual dan salah satu costumernya adalah Tuan Farhan ayah mertua Tio. Mobil Buggati Divo ini di beli sebagai hadiah pernikahan oleh sang putri dengan harga yang cukup fantastis yaitu USD$5.8 Juta atau setara Rp. 86.4 Miliar.
Harganya memang sangat tinggi namun memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi, kecepatannya melebihi Buggati Chiron, Hypercar ini bisa berlari hingga kecepatan 380 km/jam, sedangkan Chiron mencapai 442.5 km/jam. Benar-benar performa yang sangat Perfect.
Setelah memarkirkan mobilnya di depan rumah pria dengan setelan casual itupun turun dari mobil ia berjalan menuju ruangan bengkel disebelahnya karena ingin meminta tolong sesuatu pada sahabat istrinya. Namun saat masuk tidak ada siapapun di sana, netranya menyapu seisi ruangan namun tak kunjung ditemukan.
"Mungkin mereka sudah pulang. Besok saja baru aku membahasnya" gumam Tio pelan. Ia memutar badannya dan berjalan melalui pintu utama, mengucap salam dan masuk ke dalam.
Jam sudah menginjak pukul 14:15 terasa perutnya sudah sangat kosong minta di isi, karena saat pergi ke perusahaan milik Tuan Farhan Tio hanya sarapan roti saja, mana bisa membuat kenyang. Ia berharap istrinya memasak makanan untuknya.
"Sayang! aku pulang!" teriak Tio. Mendengar suara yang sangat dirindukannya putri raja Iblis itu tersenyum lebar dan segera berlari ke arah belahan jiwanya, padahal baru di tinggal beberapa jam rindunya sudah sangat membuncah benar-benar pasangan bucin.
Empat pria yang sedang duduk di kursi meja makan saling melirik dengan kepala menggeleng pelan. "Astaga anak itu sudah terkena racun cinta suaminya" celetuk Yogi terkekeh geli. Rupanya mereka belum pulang, Aulia meminta mereka untuk makan siang terlebih dulu dengan catatan Hara yang memasak karena hanya pria itu yang sangat jago dalam urusan masak memasak.
"Semoga hubungan mereka selalu langgeng" sahut Hara menampilkan wajah senyum di bibirnya walau itu bukanlah ekspresi sebenarnya, hatinya terasa hampa namun demi kebahagiaan wanita yang ia cintai ia harus merelakannya.
Tiga temannya melirik ke arah Hara dengan tatapan yang sulit di definisikan.
"Pria baik akan mendapatkan wanita baik pula jangan bersedih kawan" Gilang menepuk pundak Hara membuat pria itu terkekeh kecil.
"Hey aku baik-baik saja, jangan sok tahu" ketus Hara namun dengan senyum tipis nyaris tak terlihat. Tak lama sepasang muda halal itu muncul.
"Ternyata kalian di sini, aku sudah mencari kalian di bengkel" ucap Tio kemudian mendudukkan pantatnya di kursi yang sudah tersedia beberapa hidangan sederhana. Udang goreng tepung, tumis kangkung, ayam teriyaki, tumis buncis dan ikan gurame bakar dan goreng juga sambal balado sebagai pelengkapnya.
"Ada apa Paman mencari kami?" tanya Hara.
"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan, nanti setelah makan kita ke bengkel aku akan meminta tolong pada kalian" jawab Tio dan mereka mengangguk mengerti. Tio kemudian beralih menatap hidangan di atas meja.
"Oh itu Abang Hara Uncle, abang Hara memang sangat jago kalau urusan masak" jawab Aulia tersenyum tipis, ia masih berdiri di samping sang suami mengambil piring kosong lalu menyendok nasi dan beberapa lauk.
"Hara memang jagonya kalau urusan masak, bahkan saat Aulia masih sekolah dia selalu ke markas dan makan makanan buatan Hara lebih parahnya lagi Hara menyuapi Aulia... bukankah mereka pasangan romantis" jelas Andre panjang lebar tidak tahu saja jika wajah pria bernama Tio sudah merubah ekspresi wajahnya menjadi datar. Semua mata mengarah tajam pada Andre.
"Mampus! kenapa mulut anak itu tidak bisa di rem sih! cari masalah saja" batin Yogi dan Gilang bersamaan. Aulia menelan ludahnya kasar saat mendapati wajah Tio yang sudah tak biasa lagi.
"Maaf Paman, aku sudah menganggap Aulia seperti adikku sendiri. Dan aku menyuapinya hanya sebagai seorang abang" jelas Hara meluruskan kesalahpahaman itu.
"Haah! menutup perasaannya rapat-rapat agar tak diketahui orang. Benar-benar aktor yang sangat hebat" batin Yogi.
"Uncle, apa yang di katakan oleh abang Hara benar, jangan ditekuk gitu dong wajahnya... ini di makan dulu" tutur Aulia menyodorkan sepiring nasi dengan bermacam-macam lauk. Tio menatap wajah sang istri menarik pergelangan wanitanya hingga tubuh ramping itu jatuh di atas pangkuan Tio.
"Aaakkh, Uncle!" teriak Aulia spontan.
"Duduk saja di sini" ucap Tio tidak peduli dengan rengekan Aulia wajah gadis itu bersemu merah, empat orang pria yang menjadi nyamuk segera menunduk menatap piring yang berisi makanan.
"Ayo makan lagi, jangan sungkan, by the way terima kasih Hara sudah memasak makanan untuk hari ini besok biar aku saja yang memasak kalian pasti sangat lelah karena harus mengurus bengkel" kata Tio dengan mimik wajah datar dan nada yang tegas. Tangannya memeluk pinggang istrinya posesif lalu memasukkan makanan di mulutnya.
"Iya tidak apa-apa paman" jawab Hara kaku.
Tio yang sudah di landa cemburu menangkup wajah Aulia lalu menempelkan bibirnya pada bibir wanitanya lidahnya mendorong makanan di mulutnya ke mulut Aulia membuat mata wanita itu membulat sempurna.
"Astaga! ini kali terakhir untuk makan satu meja dengan pasangan baru menikah" gumam batin Gilang menundukkan kepalanya.
"Aku tidak melihat, aku tidak melihat" seru Andre dan Yogi pelan.
Sedangkan Hara menatap keduanya dengan tatapan lirih ia kemudian kembali menyuapi nasi ke mulutnya walau begitu ia berharap agar Aulia selalu bahagia"semoga kamu bahagia Lia, aku senang melihatmu selalu tersenyum" benak Hara menguatkan dirinya agar tidak menunjukan rasa cemburunya.
"Bukankah aku sangat romantis menyuapi istriku menggunakan mulut." Celetuk Tio membuat empat pria yang sedang makan mengangguk setuju.
"Iiih, malu tahu di lihat sama teman-teman Lia!" sewot wanita di pangkuan Tio wajahnya ditekuk dengan bibir mengunyah makanan.
"Kami tidak melihatnya Lia jadi tenang saja" jawab mereka serempak, Tio lagi-lagi tersenyum.
"Mereke tidak melihat sayang, atau anggap saja mereka patung atau angin yang lewat jangan hiraukan mereka oke" tutur Tio tanpa dosa sedang mereka hanya tersenyum masam dengan kepala mengangguk. Padahal hatinya sudah sangat kesal di katai patung bahkan angin benar-benar tidak sopan. Namun sebisa mungkin mereka bersabar bagaimanapun juga Tio adalah pria yang lebih tua dari mereka.
"Untung tua kalau masih muda sudah ku habisi kamu" tukas batin Yogi kesal.
"Kamu belum makan kan, sini biar Uncle suapi Lia lagi" tanpa bisa membantah pada akhirnya Aulia menerima suapan dari sang suami tercinta menggunakan trik esktrim namun berbeda dengan si jomblo membuat jiwa mereka meronta-ronta.
.
.
.
.
.
.
Bersambung