The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 79 Android



Happy reading 🤗


Like dan vote


.


.


.


.


.


.


Semua mata membulat sempurna kala melihat seorang pria yang tak lain adalah Tio dengan genangan darah bersimbah di lantai. Tubuh Aulia gemetar dengan napas yang tercekat harus menyaksikan bencana yang menimpa suaminya. Menggeleng kepalanya pelan melihat tubuh suaminya yang hancur akibat hantaman lampu hias plafon kristal yang begitu besar.


"No! ini pasti mimpi! Uncle tidak mungkin... hikas, hiks, Uncle!!" teriak Aulia membuat Tuan Farhan dan Jons segera menenangkan sang putri.


"Daddy! Mommy! katakan dengan jujur jika ini hanya bohongan, ini tidak benar kan?" lirih Aulia memeluk tubuh kedua orang yang begitu penting dalam hidupnya.


"Ara, kamu jaga Putri kita aku akan mengevakuasi jenazah Tio" ujar Tuan Farhan yang langsung mendapat pelotototan dari Aulia.


"Suami Lia masih hidup! jangan membawanya pergi Lia tidak setuju!" bentak Aulia kasar. Tuan Wijaya dan Tuan Smith kemudian memindahkan potongan lampu yang menindih tubub Tio.


"Dia sudah mati sayang, kita harus menguburnya... kamu yang sabar" ucap Jons lembut namun mendapat tatapan tajam dari Aulia, mata gadis itu memerah seketika mendorong tubuh Jons lalu berdiri dari duduknya.


"Jangan ada yang berani memindahkan tubuh Uncle Tio! jika tidak Lia akan melakukan sesuatu yang tidak kalian duga!." Tegas Aulia membuat semua di sana terdiam. Aulia lalu perlahan-lahan mendekati tubuh pria yang terbaring tak bernyawa di atas lantai dengan darah yang terus mengalir keluar. Terduduk lemas di sampingnya.


"U-uncle ini Lia jangan tidur dulu. Lia belum bisa tidur Uncle harus membuat Lia tidur terlebih dulu baru Uncle tidur..." tuturnya dengan kekehan kecil mengulurkan tangannya ke wajah yang penuh luka dengan beberapa pecahan kristal.


SREEET


Mencabut pecahan kristal dari tubuh Tio hingga darah kembali memuncrat keluar.


"Andai aku tidak menyuruh Tio untuk membeli bunga pasti Tio tidak akan tertimpa kaca lampu." Batin Jons menundukkan wajahnya merasa bersalah pada putrinya. Karena dia putrinya begitu terpukul dan syok.


Tuan Farhan mendekat ke tubuh Tio menelitinya lalu menyentuh darah yang keluar dari tubuh itu dan menciumnya.


"Ini bukan darah" gumam Tuan Farhan dalam hati.


"Apa yang sedang kalian lakukan di sana?" seseorang berseru dari arah pintu utama dengan empat ikat bunga Lily dan lavender di tangannya masing-masing ada dua. Semua pandangan langsung tertuju ke sumber suara dan lebih mencengangkan melihat pria yang baru tertimpa pecahan kaca kembali hidup dan tampak baik-baik saja. Lalu mereka beralih ke arah pria di atas lantai dengan kondisi masih sama, lalu siapakah pria yang berdiri di depan mata mereka?. Pikirnya heran.


"Kenapa kalian semua menatapku?" tanyanya lagi dengan tatapan heran terlihat kerutan kecil di dahinya juga sebelah alisnya terangkat tinggi, mendapati tatapan bingung dari orang-orang di sana.


"Kamu siapa? kenapa wajah kamu dengannya sama!." Tanya mereka dengan alis berkerut. Sedangkan Aulia masih terpaku melihat tubuh pria yang sedang berjalan ke arahnya. Pria yang tak lain adalah Tio menjatuhkan bunganya, menarik tangan Aulia memeluknya erat.


"Maaf sayang, maaf" bisik Tio dengan wajah merah padam. Ia tidak tahu apa yang sudah sebenarnya terjadi namun melihat wajah terpuruk wanitanya membuatnya merasa bersalah. Ia tidak akan melakukan kekonyolan itu lagi.


"U-uncle... apa yang terjadi sebenarnya? U-uncle benar suami Lia kan?" lirih Aulia mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan pria di pelukannya, bibirnya masih gemetar ketakutan. Tio melihat itu segera mencium bibir gadisnya mungkin dengan ciuman ia akan menyadarkan sang kekasih bahwa dia baik-baik saja.


Aulia yang merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya ikut membalas, mencium dan *******, indra perasa keduanya saling bertautan memberikan sensasi lain. Semua di sana masih melongo atas apa yang mereka lihat saat ini.


"Ekheem! kalian berdua! masih sempat-sempatnya bermesraan di saat keadaan begini! jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi Tio?! sebenarnya siapa orang itu kenapa wajahnya begitu mirip bahkan itu terlihat seperti duplikat kamu!!!." Seru Tuan Wijaya dengan tatapan tajamnya membuat Tio dan Aulia langsung melepaskan pagutan ciuman mereka.


"Suami kamu baik-baik saja, ayo kita ke sofa Uncle akan menjelaskan semuanya" ucap Tio dan Aulia mengangguk. "Lebih baik kita duduk dulu aku akan menjelaskan kesalahpahaman ini!." Tutur Tio dan semua mengangguk mengerti. Mereka semua berjalan menuju sofa yang tak jauh dari tempat kejadian, menjatuhkan bokong mereka di kursi sofa. Sedangkan Aulia duduk di pangkuan Tio memeluknya erat.


Gadis itu masih merasa takut jika hal itu menjadi kenyataan dan ia tidak akan sanggup menerimanya. Tio memeluk pinggang ramping sang istri lalu berbisik pelan di telinga Aulia. "Tidurlah, Uncle akan menjagamu" bagai alunan lembut Aulia mengangguk, menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Tio sesekali menggigit kecil daging Tio membuat pria itu menahan sesuatu di bawah sana.


"Astaga anak ini tidak tahu tempat saja!" lirih batin Tio menelan ludahnya kasar.


"Mereka memang pasangan sejati, cinta keduanya sangat besar dan tidak tanggung-tanggung Aulia memamerkan kemesraan mereka di hadapan orang lain... tapi saat aku melihat Aulia yang berubah menjadi gila karena melihat Tio palsu terluka... aku bahkan tidak memiliki celah sedikitpun untuk mendapatkan hati Tio karena besarnya perasaan Aulia padanya." Bisik Karla menatap kagum pada gadis remaja yang begitu besar cintanya pada pria yang kini sudah menjadi suaminya.


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi Tio! aku sampai ingin membuatmu merasakan kematian karena sudah membuat putriku menangis!!" tegas Tuan Farhan menatap tajam ke arah Tio sedangkan pria itu hanya mendesah berat. Aulia lalu menatap sang Daddy memberikan tatapan tajam karena sudah berani mengatakan kata kematian untuk suami tercintanya. Raja Iblis hanya memutar bola matanya malas melihat reaksi berlebihan dari sang putri.


"Dasar bucin" raja Iblis hanya mampu berbicara dalam hati. Tidak tahu saja jika dia juga pernah bucin pada istrinya hmmm...


"Tidur sayang" ucap Tio pelan dan Aulia mengangguk. Kemudian Tio melihat semua yang ada di sana.


"Sebenarnya yang kalian lihat adalah manusia robot, aku memesannya jauh-jauh hari di Amerika perusahaan besar yang memproduksi robot android terbaru yang bentuknya sama persis seperti manusia." Jelas Tio membuat semua di sana bernapas lega.


"Lalu apakah cairan yang merah itu adalah darah?" kali ini Jons bertanya.


"Bukan! itu bukan darah. Itu adalah cairan zat yang bisa membantu robot mengisi baterainya" Tuan Farhan menjawab membuat Tio tercengang pasalnya apa yang di jelaskan oleh ayah mertuanya memang benar.


"Apakah itu benar Tio?" tanya Tuan Smith dan Tio mengangguk membenarkan.


"Itu adalah ukiran karya yang sangat indah, tapi menjadi berbahaya jika ada sekelompok orang menyalahgunakan android terbaru" jelas Amanda membuka suara dan semua mengangguk setuju.


"Benar, aku takut jika ada orang yang mempunyai niat buruk terutama musuh kita. Mereka akan mudah menghancurkan kita menggunakan robot android" ucap Alex.


Semua di sana hening memikirkan apa yang akan mereka lakukan untuk menghadapi dunia yang semakin canggih ini.


"Kita harus mencari perbedaan atau titik yang berbeda antara manusia dan robot android" kata Karla.


"Tio, apakah ada perbedaan antara manusia asli dan robot android?" tanya Tuan Farhan menatap datar wajah Tio.


"Sepertinya tidak ada Dad, mereka membuatnya sangat sempurna bahkan tidak ada yang bisa mengenalinya" jawabnya pelan.


"Hmmm... Tio kamu pesan robot androidnya kita akan menelitinya sampai di sini" titah Jons dan semua setuju. Hanya dengan menelitinya maka mereka bisa menemukan celahnya, karena sejatinya tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini oleh sebabnya mereka akan menelitinya nanti.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung