
Happy reading 🤗
Like dan vote nya kakak
.
.
.
.
.
.
.
.
Waktu berjalan begitu cepat tak terasa hari sudah menginjak pukul empat sore, Tuan Farhan serta rombongannya masih duduk di kursi sofa sedangkan Tio dan Aulia telah naik ke lantai dua karena Aulia yang sudah tidur di pangkuan suaminya membuat pria dewasa itu segera membawa tubuh gadisnya ke kamar, kasihan juga harus tidur dengan posisi duduk yah sekalipun Aulia sangat menyukai posisi tersebut namun itu tidak baik untuk kesehatan bukan.
Mata Jons melihat ke seluruh penjuru rumah di lantai satu mencari dua sosok yang sedari tadi tidak ia lihat, membuat raja Iblis menaikkan alisnya tinggi.
"Ara kamu sedang mencari apa? apakah ada barang yang hilang?" tanya Tuan Farhan dan Jons mengangguk itu.
"Eh, apa yang hilang Jons?" kali ini Nyonya Mita angkat suara kala mendengar percakapan putra semata wayangnya dengan menantunya, ia juga menelisik sudut ruangan sembari berpikir apa sebenarnya yang mengganggu pikiran menantunya itu.
"Aku mencari Dafa dan Daffin Ma, sudah beberapa jam ini mereka tidak kelihatan. Aku takut mereka kenapa-kenapa." Jawab Jons dengan wajah khawatir.
"Bukankah mereka masih di ruangan yang kita masuk tadi itu" timpal Karla membuat semua di sana menepuk kening mereka karena baru saja teringat bahwa mereka menyuruh Dafa dan Daffin untuk menjaga kue acara peresmian Bengkel Aulia.
"Dafa dan Daffin di suruh buat menjaga kuenya, tapi apakah tidak apa-apa... mereka kan sangat suka dengan kue tart" kali ini Amanda menyahut. Kue Tart berbentuk persegi dengan gambar Motor Trail KTM 500 EXC-F SD berwarna oranye dengan dua penunggang di atas motor trail. Begitu mirip dengan wajah Aulia dan Tio.
"Gawat! aku tidak yakin kuenya akan berbentuk seperti yang kita pesan" pekik Jons yang langsung berlari ke arah kamar yang menyimpan kue Tart di sana, mereka juga lupa untuk menyimpannya di kulkas. Sebenarnya acara peresmiannya akan di adakan saat Aulia datang namun peristiwa yang tak di sangka- angka itu membuat niat mereka urung sesaat.
Semua di sana ikut berlari namun tidak untuk para laki-laki mereka berjalan santai menuju kamar di mana Dafa dan Daffin berada. Lagipula jika cake untuk peresmian nanti tidak ada bukankah bisa di pesan ulang. Semua mengandalkan uang orang kaya tidak perlu bersusah payah kan?. Pikir mereka.
CEKLEK
Jons membuka pintu kencang seketika matanya membulat sempurna kala melihat kue Tart di atas meja habis termakan, menelisik ke seluruh ruangan kamar untuk mencari kedua putra kecilnya.
"Astaga! kuenya habis" pekik mereka kaget dengan mulut terbuka lebar.
"Dafa! Daffin! kalian di mana sayang" panggil Jons semakin khawatir karena tidak melihat keberadaan kedua putranya.
"Di mana Dafa dan Daffin? apakah mereka berdua ketakutan karena sudah memakan habis kuenya?" ucap Amanda ikut mencari keberadaan anak majikannya.
Sedang dua orang yang di cari sedang asyik tidur di bawah kolong ranjang sehingga membuat Jons dan lainnya sibuk mencari dan tidak menemukan dua D, bahkan mereka juga sudah membuka lemari pakaian dan kamar mandi namun tak kunjung di temukan.
"Astaga di mana kalian sayang? Mommy sangat khawatir" lirih Jons meraup wajahnya kasar, matanya sudah berkaca-kaca menahan takut akan dua putranya, pasalnya sudah beberapa jam mereka menghilang.
"Ada apa ini? bagaimana keadaan kuenya?" tanya Tuan Wijaya menatap wajah khawatir wanita-wanita di sana. Para perempuan lalu menunjukkan kondisi kue yang sudah tak tersisa lagi membuat laki-laki yang baru masuk terkekeh jenaka. Tuan Farhan yang tak sengaja melihat mata istrinya berkaca-kaca segera menghampirinya.
"Ara kamu kenapa sayang? kenapa kamu menangis? siapa yang sudah membuat istriku menangis akan ku patahkan tangan dan kakinya!!." Seru Tuan Farhan membuat semua mata di sana memutar malas bola matanya. Lagi-lagi harus melihat reaksi sang bucin yang berlebihan.
Jons tidak menjawab malah memeluk erat tubuh prianya, Tuan Farhan menatap tajam satu persatu ke arah mereka membuat semua di sana hanya bisa mendesah berat.
"Dafa dan Daffin tidak ada" jawab Karla membuat wajah raja Iblis menampilkan wajah datar.
"Apa kalian sudah mencarinya ke semua tempat? mana mungkin tidak ada di kamar... kalian tidak melewatkan satu tempat bukan?" tanyanya lagi dengan raut dinginnya, tangannya mengelus punggung sang istri menenangkan kecemasan seorang ibu terhadap anaknya.
"Aku melewatkan satu tempat... kolong ranjang, aku belum mengeceknya" ucap Jons mendongakkan wajahnya ke arah Tuan Farhan melempar senyum jenaka pada sang suami. Tatapan Tuan Farhan tertuju pada bibir merah sang istri, tak mau melewatkan kesempatan bagus ia lalu...
Cup
Kecupan yang awalnya hanya sementara kini beralih pada ciuman dan sedikit ******* membuat semua pandangan mengerling kesal pada raja Iblis. Bisa-bisanya pria beranak lima itu masih melakukan adegan romantis di hadapan orang lain padahal mereka sedang mencari Dafa dan Daffin.
"Haah! sangat meresahkan" batin Karla dan Tuan Smith. Mereka tidak memiliki pasangan jadi adegan tadi membuat mereka begitu resah di hati.
"Kalian berdua tidak tahu tempat saja! Dafa dan Daffin masih belum di temukan jangan asal nyosor cepat cari cucuku!!!" teriak Nyonya Mita berkacak pinggang membuat dua sejoli tua itu seketika melepas pagutan ciumannya. Jons hanya mampu menyengir kuda, entah kenapa di setiap raja Iblis menciumnya ia tidak mampu berapaling bahkan akal sehatnya seketika tertutup rapat.
Tuan Farhan hanya menatap datar wanita yang sudah melahirkannya. Ia kemudian beralih menatap sang istri menangkup pipi Jons lalu menciumnya sebentar. Dan hal itu membuat semua di sana semakin kesal saja.
"Mama sama Papa sudah semakin tua jangan membuang energi kalian dengan marah-marah oke" jelas Tuan Farhan dengan wajah datar tanpa senyum sedikitpun. Tuan Wijaya dan Nyonya Mita hanya mampu mengelus dadanya, dosa apa yang mereka perbuat sampai melahirkan anak seperti raja Iblis membuat naik pitam saja.
Tuan Farhan lalu berjalan mendekati kasur menjatuhkan dua lututnya di atas lantai kemudian menundukkan kepalanya memiringkan sebelah dan menatap ke arah bawah kolong dan benar saja dua putranya tertidur pulas di sana. Bagaimana bisa dua putranya bisa nyaman tidur di bawah kolong ranjang yang jelas saja banyak debunya.
"Prince, apakah dua D di sana?" tanya Jons menghampiri suaminya. Tuan Farhan mengangguk sebagai jawaban.
"Astaga, itu adalah tempat yang kotor" pekik mereka lalu ikut berjongkok.
"Dafa! Daffin bangun sayang! jangan tidur di situ! tempat itu kotor sayang" seru Jons.
"Dafa! Daffin bangun!" Seru mereka, mereka tidak bisa masuk ke dalam karena kolong tersebut hanya bisa memuat tubuh anak-anak bukan untuk orang dewasa.
"Dafa! Daffin! Daddy tahu kalian sudah bangun jadi cepat keluar. Masalah kue Daddy sudah memesannya ayo keluar!." Ujar Tuan Farhan dan langsung mata dua D terbuka lebar.
"Benarkah?" tanya mereka dari bawah kolong.
"Iya Daddy sudah memesannya jadi tidak perlu takut lagi" balas Tuan Farhan membuat Dafa dan Daffin akhirnya keluar.
"Astaga, sekalipun kalian memakan sebanyak apapun Mommy tidak akan marah. Jangan ulangi lagi" tutur Jons yang langsung memeluk tubuh dua putranya erat.
"Sorry Mom" jawab dua D.
"Iya sayang, jangan begini lagi kami sangat khawatir. Kalau Dafa dan Daffin ingin makan bilang saja yah" jelas Nyonya Mita dan Tuan Wijaya.
"Ingat! Daddy kalian adalah pria terkaya nomor satu di dunia jadi jangan takut, hadapi apa yang sudah kalian perbuat. Kalian paham!!." Tegas raja Iblis dan dua D mengangguk mengerti.
"Mengerti Daddy"
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Maaf Guys mungkin Author akan up terlambat karena Author akan UTS hari Senin dan banyak banget tugas di dunia nyata jadi harus sabar-sabar yah Guys. 🙏🙏😍😍