
Happy reading 🤗
Like dan Votenya guys 🤗❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
.
.
Mentari kembali menyapa bumi Indonesia, orang-orang mulai bangun dari tidur singkatnya kembali beraktivitas seperti biasa kala gelap telah berganti menjadi terang. Di kediaman Tuan Wijaya juga seperti itu.
Karena hari ini adalah hari Senin membuat orang-orang yang memiliki kewajiban segera melakukan ritual mandinya. Ada yang ke sekolah, kantor, kampus, kebun apapun itu. Sedang para Chef di Mansion Utama sedang melakukan pekerjaannya setiap hari yaitu menyiapkan menu sarapan yang tentunya bergizi bagi Tuan dan Nyonya mereka.
Di sinilah keluarga Mafia berada, di meja makan sudah tersedia susu kambing, dan kopi sevel sebagai minuman mereka sedangkan untuk makanan, mereka memesan Subway Sandwich, Kuba Sandwich yang isinya adalah daging sapi, keju Swiss dan daun salad. Jika Kuba Sandwich yang biasa berisi babi panggang dan ham maka tidak untuk keluarga Tuan Wijaya karena mereka adalah orang Islam. Di meja makan juga tersedia spaghetti dan nasi goreng untuk si kembar kecil.
"Hari ini Mommy akan mengantar kalian, Daddy ada urusan penting di kantor jadi Daddy tidak bisa mengantar kalian" ucap Jons membuka percakapan.
"Yah, tidak apa Mom kalau Daddy tidak bisa tapi jangan lupa, ekheem..." sahut Dafa menyentuh tenggorakan sembari menatap Tuan Farhan namun tak di hiraukan.
"Apa itu ekheem Dafa?" tanya Tuan Wijaya dan Nyonya Mita yang tak mengerti maksud cucunya itu. Sedangkan Alex dan Amanda tersenyum simpul, mereka tahu apa yang di maksud oleh Tuan muda kecilnya.
"Apa lagi kalau bukan uang." Batin Amanda terkekeh dalam hati.
"Ekheem itu uang Kek" jawab Aulia tertawa jenaka sedangkan Dafa mengerling tidak suka pada kakak perempuannya ini yang selalu membuatnya kesal. Tuan Wijaya dan Nyonya Mita menggeleng kepalanya pelan.
"Dafa, apakah uang yang Kakek berikan kemarin sudah habis? uang sebanyak itu benar sudah habis atau kamu menyimpannya?" tanya Tuan Wijaya menatap datar ke arah Dafa dan anak laki-laki itu hanya menyengir kuda.
"Wah Tuan muda Dafa benar-benar jenius!" seru Tuan Smith melirik ke arah Dafa dan Tuan Wijaya.
"Oppa Smith, mana ada orang boros di bilang jenius. Bukankah itu bisa membuat Daddy bangkrut?" kali ini Daffin bersuara tidak setuju dengan perkataan Tuan Smith. Walaupun dirinya boros namun ia harus berpura-pura untuk terlihat seperti seseorang yang berkualitas. Sungguh licik pikiranmu Daffin.
Tuan Smith menelan ludahnya kasar terkekeh malu.
"Dafa jawab Kakek!" tegas Tuan Wijaya menatap nyalang ke arah Dafa.
"Hmmm... masih ada Kek tapi kan itu uang Kakek dan hari ini Dafa mau minta ke Daddy... bukankah Dafa anak baik karena membantu Daddy untuk menghabiskan uang Daddy yang banyak itu. Bukankah begitu Dad?" senyum tipis tersungging di bibir Dafa sedangkan Tuan Farhan hanya menatap datar wajah putranya.
"Makan dulu!" titah Tuan Farhan membuat Dafa bersungut kesal. Sedang yang lain hanya terkekeh kecil. Para istri mulai mengambil makanan untuk suami masing-masing, begitupula dengan Dafa dan Daffin yang di ambilkan oleh Jons. Nyonya Mita mengambil makanan untuk sahabatnya yaitu Tuan Smith sedang Karla mengambil untuknya sendiri.
Mereka kemudian menyantap makanan di depan mereka. Memang rasanya sungguh nikmat tak pernah mengecewakan. Sesekali Karla melirik ke arah Tio dan Aulia yang tampak bahagia. Mendesah dalam hati lalu kembali melihat makanannya rasanya tidak sanggup melihat mereka lagi. Sekalipun sudah ikhlas tapi rasa sakit tetap masih ada.
Di saat yang bersamaan seorang pria datang lalu berbisik di telinga Tuan Farhan raja Iblis itu mengangguk mengerti. Pria yang melapor itu segera berlalu dari sana setelah menginformasikan kepada Tuan mudanya.
"Ada apa Farhan?" tanya Nyonya Mita.
"Ada tamu di luar ingin bertemu" jawab Tuan Farhan, pria itu segera beranjak dari duduknya namun sebelum itu ia mencium pucuk kepala Jons membuat wanita itu tersenyum simpul.
"Aku ke ruang tamu dulu" kata Tuan Farhan pada Jons dan gadisnya mengangguk mengiyakan. Tuan Farhan kemudian melirik ke arah Tio dengan tatapan datar.
"Tio ikuti aku! ada yang ingin bertemu denganmu" jelas Tuan Farhan membuat atensi semua yang di sana mengarah kepada pengantin baru. Aulia melihat ke arah sang Daddy meminta penjelasan siapa tamu itu hingga ingin sekali bertemu dengan suaminya.
"Lia mau ikut Daddy" jawab Aulia namun tak mendapat izin dari raja Iblis.
"Kamu makan saja Daddy hanya meminjam suami kamu sebentar dan tidak memakannya" tukas Tuan Farhan membuat semua di sana menggeleng kepalanya merasa kesal juga pada Tuan Farhan. "Segeralah datang aku akan ke sana duluan" Tio mengangguk mengerti.
"Sayang aku ke ruang tamu sebentar, kamu di sini makan dan jangan membantah yah" bak kucing penurut Aulia mengangguk pelan. Tio tersenyum tipis mencium sekilas bibir Aulia kemudian berlalu dari sana. Sedangkan di meja makan mereka kembali memakan makanannya.
"Aku punya perusahaan di sana kalau aku meninggalkannya lama, bisa-bisa perusahanku akan bangkrut" jawabnya geleng-geleng kepala. " Kamu bisa berkunjung di sana, bukankah sangat mudah untuk bertemu lagi. So tidak perlu se-mellow itu kan?"
"Kenapa kamu tidak tinggal saja di Indonesia lagipula di sini kita bisa berkumpul bersama" sahut Nyonya Mita.
"Iya Daddy, aku juga sependapat dengan Mama kenapa Daddy tidak tinggal di Indonesia saja agar kita bisa berkumpul. Eh, by the way di mana Laura Dad? dia tidak kelihatan bahkan di pernikahan keponakannya sendiri." Timpal Jons.
"Haah! Daddy sudah sangat nyaman di sana. Oh iya adik kamu Laura sedang berbulan madu... memang adik kamu itu yah padahal sudah tiga puluh kali mereka berbulan madu namun tak pernah bosan" keluh Tuan Smith membuat mereka terkekeh lucu.
Sedang di ruang tamu Tio berjalan ke arah tiga orang yang tengah mengobrol di sofa, Tio kemudian duduk di sofa single menatap ke arah tamu yang tidak asing untuknya. Seorang wanita cantik dengan rambutnya yang panjang tengah menatap ke arahnya.
"Aku seperti pernah melihatnya tapi di mana?" tanya batin Tio sembari mengingat-ingat tentang wajah wanita itu namun tak kunjung ada.
"Kamu tidak mungkin melupakanku kan?"tanya wanita dengan rambut Copper Gold. Tio menatap intens wajah wanita di depannya namun ia tak kunjung mengingat.
"Maaf, aku tidak mengenalmu" jawabnya membuat wanita itu mengerucutkan bibirnya kesal lalu melirik ke arah pria muda yang tak jauh beda dengan Tio.
"Kau yang sudah menyelamatkan adikku di pasar gelap. Kami di sini ingin mengucapkan terima kasih... sebagai bentuk terima kasih kami aku akan menikahkanmu dengan adikku Sindy dia juga sudah menaruh hatinya padamu" jelas pria tersebut membuat Tio terbelalak lalu kemudian melirik ke arah Tuan Farhan yang tampak biasa-biasa saja.
"Maaf, aku tidak bisa menerimanya aku sudah memiliki istri" bantah Tio tegas membuat Tuan Farhan tersenyum tipis nyaris tak terlihat.
"Aku tidak menerima bantahan! pokoknya kau harus menjadi suamiku Tio!" ucap Sindy dengan angkuhnya membuat Tuan Farhan hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Are you kidding? you're crazy girl" seseorang datang dari arah dalam berjalan menuju Tio lalu duduk di atas pangkuan Tio mencium bibirnya rakus.
"Dia memang putriku" batin raja Iblis terkekeh dalam hati.
Sindy menatap tajam ke arah Aulia karena berani mencium prianya membuat wanita itu menggertakan giginya kasar. "Brengsek!" umpatnya dalam hati.
"Maaf Nona pria ini adalah milikku, kau tidak berhak lagi! apa kau mengerti sekarang?" Aulia menatap tajam ke arah Sindy juga pria di samping Sindy yang tak lain adalah kakaknya.
"Bukankah tidak masalah memiliki dua wanita, jadi tidak ada salahnya jika adik saya menjadi istri kedua dari suamimu" tutur kakak Sindy membuat Aulia terkekeh pelan.
"Segerombolan orang-orang bodoh!" benak Tuan Farhan
"Sebelum itu terjadi maka aku akan mengebiri anu suamiku, maka tidak akan ada kesempatan untuk adikmu merasakan keganasan suamiku di ranjang... tapi jika kau tetap menerimanya maka aku akan memberikannya lagipula sudah tidak berfungsi lagi" jawab Aulia menatap dingin lawan bicaranya Sedang Tuan Farhan menutup mulutnya dengan tangannya karena tidak kuat untuk menahan tawanya.
"Kau tidak serius kan sayang?" bisik Tio di telinga Aulia, membuat gadis itu terkekeh.
"Itu akan terjadi jika kau poligami Uncle!" jawab Aulia kembali mencium dan ******* bibir suaminya.
"Benar-benar cara yang kejam" bisik Tio dalam hati. Sedangkan Sindy dan kakaknya tidak percaya atas apa yang mereka dengar.
"Dasar wanita gila! ayo kak kita pulang" Sindy menarik tangan kakaknya lalu pamit keluar dari kediaman Tuan Wijaya.
"Ekheem! masih ada Daddy Lia" seru Tuan Farhan namun Aulia malah memperdalam ciumannya membuat raja Iblis tidak bisa berkata apa-apa, ia lalu beranjak meninggalkan tempat laknat itu.
"Putriku sudah tidak polos lagi"...
.
.
.
.
.
.
Bersambung