The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 131 Tak Kesampaian



Happy reading 🤗


.


.


.


.


.


.


.


Setelah mengatakan kata-kata yang menyakitkan hati bagi tuan Farhan, Ryan membuka kulkas dan mengambil minuman dingin lalu meninggalkan tuan Farhan tanpa rasa berdosa sedikitpun. Tuan Farhan menatap melongo atas tingkah tidak sopan Ryan padanya ia hanya geleng-geleng kepala.


"Anak zaman sekarang sudah tidak ada sopan santunnya lagi, sudah tidak ada rasa hormatnya pada orang tua" curhat tuan Farhan pelan, pria itu hanya mendesah berat melihat betapa maraknya anak-anak muda yang kurang akhlak padanya.


Tuan Farhan kemudian mengambil piring kaca lalu menyendok satu porsi nasi goreng, kemudian mengambil telur ceplok juga mentimun yang sudah di potong-potong kecil. Setelah siap menatanya, tuan Farhan membawanya ke ruang keluarga. Dari jauh mereka melihat tuan Farhan berjalan menghampiri mereka dengan memegang satu piring nasi goreng.


"Daddy, apakah sudah selesai?" tanya Aulia antusias tuan Farhan mengangguk dengan senyum tipis nyaris tak terlihat. Aulia buru-buru mengambil alih piring berisi nasi goreng dari tangan tuan Farhan.


"Maaf Daddy, sudah merepotkan Daddy membuat nasi goreng untuk Lia" tutur Aulia merasa bersalah padahal dirinya bisa menyuruh koki di Mansion untuk membuatkan pesanannya namun lidahnya hanya ingin makan makanan buatan sang Daddy.


"Tidak masalah sayang, selagi Daddy masih bisa melakukannya kenapa tidak?" balas tuan Farhan bijak membuat Aulia bahagia memiliki seorang ayah seperti tuan Farhan.


"Daddy, apakah masih ada nasi gorengnya? Dafa juga mau mencobanya, kapan lagi bisa merasakan masakan Daddy" ungkap Dafa menatap sang ayah.


"Tentu saja masih ada, tunggu biar Daddy ambilkan untukmu" kata tuan Farhan namun langsung di cegah oleh Jons.


"Duduk saja sayang, biar aku yang mengambilkan untuk Dafa" tuan Farhan tersenyum lebar saat panggilan sayang keluar dari mulut Jons, tuan Farhan mengangguk pelan namun pria itu ikut berdiri berjalan mengikuti Jons dari belakang.


"Ummm, kelihatannya sangat enak, apakah kalian mau mencobanya?" tawar Aulia pada orang-orang yang ada di ruang keluarga.


"Tidak, kamu makan saja sayang" jawab nyonya Mita dan tuan Wijaya. Mereka sedikit menampilkan wajah penasaran seperti apa rasa nasi goreng yang di buat oleh putra semata wayangnya itu.


Sedang di dapur, Jons tengah menyendok nasi goreng untuk putra bungsunya yaitu Dafa, namun Jons memberikan empat sendok makan karena tidak mungkin memberikan nasi goreng hanya untuk Dafa sedang ada Daffin juga dua sepupunya, sebagai seorang ibu ia harus berlaku adil pada semua anak-anaknya.


Namun saat asik menyendok nasi goreng, tiba-tiba sebuah tangan kekar bertengger di pinggang Jons membuat wanita beranak lima itu terkejut.


"Istriku, kapan terkahir kali kau memanggilku sayang? aku sangat terkejut saat kau memanggilku dengan sebutan sayang, kau tahu jantungku berdebar sangat hebat hampir saja aku jantungan namun aku cepat-cepat mengendalikannya jika tidak, aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya" bisik si Jelangkung batangan di telinga Jons sembari meniupnya pelan.


"Lepaskan prince! aku mau membawakan nasi goreng pada anak-anak, jadi simpan dulu gombalan kamu itu oke!" tutur Jons acuh, ia tahu kalau sudah begitu pasti ada maunya.


"Heh dasar, sudah tua masih saja mesum" kata Jons dalam hati, ia tak habis pikir bisa-bisanya si Jelangkung mengikutinya hingga ke dapur hanya menggombal.


Tuan Farhan menampilkan wajah masam, ia pun melepaskan pelukannya namun tangannya beralih pada piring di tangan Jons, mengambilnya lalu meletakkannya di atas meja counter dapur.


"Hey apa yang kau lakukan prince!?" seru Jons membelalakkan matanya. Tuan Farhan menatap sekilas ke arah pintu masuk dapur tersenyum tipis lalu menatap wajah cantik Jons.


"Mumpung sepi Ara, aku ingin menciummu sebentar saja" ucap tuan Farhan dengan wajah polos menatap dambaan hatinya. Jons tergelak mendengar penuturan sang suami.


"Si Jelangkung ini bisa-bisanya mengambil kesempatan dalam kesempitan, dia mengikuti hanya karena ingin menciumku..., lucu sekali hehehe" batin Jons ingin terbahak.


"Tidak! bagaimana jika ada yang masuk, aku tidak mau!" protes Jons dengan bibir mengerucut hal itu membuat si Jelangkung tidak bisa menahan untuk melahap bibir istrinya yang sudah candu baginya.


"Tidak akan ada yang datang percayalah" tanpa basa-basi lagi si Jelangkung batangan menarik pinggang istrinya dan...


Mencium bibir istrinya yang sudah lama tidak ia rasakan lagi, bagaimana tidak setiap kali membuat janji dan sudah sepakat akan berzumba di atas ranjang namun si perusuh kembar selalu datang di waktu yang tidak tepat, membuat raja Iblis patah selera.


Tuan Farhan melahap bibir pink istrinya mengigit bibir bagian bawah Jons membuat sang empu mendesah nikmat. Ia selalu terbuai akan kenikmatan yang di lakukan suaminya. Kala lidah keduanya saling bertaut bergoyang-goyang di dalam rongga mulut.


"A-ra, a-aku sudah tegang sekali" bisik tuan Farhan di telinga Jons namun Jons tak bisa berkata-kata karena ia juga merasakan hal yang sama.


"Mommy! Daddy!" seru seseorang membuat kedua pasangan suami-istri yang sedang bercinta segera menjauh.


"Apa yang sedang Mommy dan Daddy lakukan? Dafa sudah menunggu kelaparan di sofa tapi Mommy tak kunjung datang" tutur Dafa tanpa rasa bersalah. Wajah tuan Farhan sudah memerah mengepal tangannya kuat dengan gigi saling bertaut.


"Bisakah untuk tidak mengganggu! biarkan Daddy senang sedikit saja. Benar-benar bikin kesal!" tukas tuan Farhan, terlihat urat kecil di bagian dahinya. Dafa yang tidak mengerti hanya melihat tuan Farhan keluar dari dapur.


"Mommy, apakah Dafa membuat salah sampai Daddy marah besar?" tanya Dafa dengan wajah sedihnya. Jons menggeleng pelan sembari tersenyum.


"Tidak sayang, mana mungkin Dafa membuat salah, Daddy hanya tidak sehat saja. Mungkin istirahat sebentar Daddy akan sembuh, jangan pikirkan kata-kata Daddy yah" tutur Jons penuh kelembutan. Dafa mengangguk lirih walau begitu ia tetap sedih.


Sedang si Jelangkung yang belum mendapatkan kenikmatan surgawi dari sang istri berjalan menuju lift, lift yang tidak jauh dari ruang keluarga membuat orang-orang dapat melihat tuan Farhan.


"Farhan!" panggil tuan Wijaya namun tak di hiraukan oleh sang empu. Tuan Farhan hanya mengangkat tangannya ke udara, itu tandanya 'jangan mengganggunya!'.


"Ada apa dengan anak itu? padahal tadi masih baik-baik saja" tutur tuan Wijaya, mereka tidak tahu jika sang putra sedang merajuk karena kesenangannya di ganggu oleh cucu mereka padahal Dafa juga tidak tahu apa yang di lakukan oleh orang tuanya itu.


Tak lama datang Jons dan Dafa, tuan Wijaya pun bertanya pada Jons tentang perubahan tuan Farhan, Jons hanya tersenyum tipis kemudian menjawab.


"Biasalah pak, dia belum makan jadi perasaannya sedikit tidak stabil" tuan Wijaya dan nyonya Mita mengangguk mengerti, jika menyangkut makan itu berarti makan dalam tanda kutip yang biasanya di lakukan oleh suami-istri untuk mencetak penerus.


Dafa yang mendengar jawaban Jons semakin tak enak hati. "Jadi Daddy marah karena Daddy belum makan? nasi goreng ini Dafa tidak mau makan lagi berikan pada Daddy saja, Dafa tidak mau membuat Daddy marah" ujar Dafa membuat Jons dan orang dewasa di sana tergelak.


"Eh, bu-bukan begitu sayang, Daddy tidak lapar kamu makan saja yah" Jons bingung harus bagaimana menjelaskannya pada Dafa.


"Hahahaha, Dafa memang adikku..., siapa sangka aku menyuruh Dafa ke dapur di waktu yang tepat, dan akhirnya Daddy sedang merajuk karena tidak bisa enak-enak" batin Azhar tertawa Iblis.


"Aku akan memberikan hadiah kepada Dafa karena sudah membantuku mengobati lara jombloku ini hehehehe" gumam Azhar pelan. Sungguh kasihan kau raja Iblis tidak bisa berbuat apa-apa, marah pun tidak mungkin karena yang mengganggumu adalah penerusmu sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung