The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 73 Ronald



Happy reading 🤗


Like dan vote Seninnya kakak 🙏🤭🤭


.


.


.


.


.


.


Pesawat yang di tumpangi oleh Alexa mendarat dengan sempurna di Bandar Udara Internasional Washington Dulles (IATA: IAD, ICAO: KIAD, FAA LID: IAD). Aulia bersiap-siap berdiri keluar dari pesawat yang telah membawanya terbang ke Amerika.


Waktu Washington menunjukan pukul 7 pagi dan ia berangkat dari pukul 4 sore itu berarti di dalam perjalanan menuju ke Amerika Washington memakan waktu 21 jam, tubuhnya memang terasa pegal karena dirinya mengambil penerbangan kelas rendah membuatnya tidak nyaman pada tubuhnya akibat kaku yang di rasa.


Sudut bibirnya tersenyum kecut kala ia akan benar-benar menjauh dari Hamas, sungguh ia sangat tidak rela namun apalah daya jika keadaan yang menentukan pilihannya. Ia kembali merasa sakit di area dadanya menekan dadanya kuat kala ia harus meninggalkan Hamas sungguh ia sulit bernapas sekarang.


"Please jangan sekarang" mohon Alexa sembari mengatur deru napasnya yang tidak stabil. Hingga sebuah tangan kekar mendarat melingkar di perutnya. Seseorang memeluknya dari belakang membuat gadis itu terpekik kaget segera ia membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya kala melihat pria yang seharusnya ia tak lihat.


"Hello my sweetie" ucapnya tersenyum lebar. Alexa segera menjauh dari pria itu dengan mata melotot tajam.


"Kamu! kamu ngikutin aku yah?" seru Alexa kesal. Pasalnya pria itu membuat moodnya makin jelek saja.


"Ssstt! jangan berisik my sweetie aku di sini mau jemput kamu. Jangan bilang kamu lupa sama perjanjian kita hmmm... oh atau aku lapor saja kamu ke kantor polisi? gadis yang kamu aniaya itu adalah anak dari pejabat di negara ini kalau kamu ketahuan maka nyawa kamu akan..."


"Stop! oke aku akan mengikutimu! apa kau puas sekarang!" potong Alexa memutar bola matanya malas, pasalnya pria satu ini sudah sangat lama mengejarnya bahkan hampir sepuluh kali tidak pernah absen menyatakan perasaannya pada Alexa namun gadis keras kepala itu tak mengindahkan perasaan pria di depannya saat ini.


Pria yang satu kelas dengan Alexa bernama Ronald anak dari pengusaha terkaya namun saat ini ia hidup mandiri di salah satu apartemen pribadinya.


"Jawaban yang bagus, ayo aku sudah siapkan mobil" Ronald menarik tangan Alexa menggenggamnya lembut, tanpa membantah gadis itu menurut bak kucing imut. Hingga keduanya berhenti di parkiran mobil di depan mobil sport merah merek Lamborghini Aventador.


"Silahkan masuk my sweetie" Ronald membungkukkan tubuhnya dengan tangan mengulur ke depan mempersilahkan Alexa untuk duduk, gadis itu hanya menghembuskan napas kasarnya merasa jengah.


"Kamu jangan seperti ini! bisa kan untuk biasa-biasa saja aku tidak suka! alay tahu gak" kata Alexa dingin namun tak membuat pria itu sakit hati ia malah terkekeh geli melihat wajah imut wanita di depannya.


"Mau aku cium hmmm... aku pernah dengar kalau pacar sedang merajuk solusinya hanya satu yaitu di cium" Alexa buru-buru masuk ke dalam mobil tidak mau mendengar ocehan tidak jelas dari teman kelasnya, rasa-rasanya sangat menyebalkan. Ronald terbahak melihat reaksi Alexa padanya.


"Aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku Alexa, akan ku pastikan itu secepatnya" batin Ronald lalu ikut masuk ke dalam sport Lamborghini Aventadornya.


Di belahan negara lain tepatnya di kediaman Mansion Utama. Semua keluarga besar itu berkumpul di meja makan karena waktu telah menunjukkan pukul 7 malam, Tuan Farhan tak melihat keberadaan dua putra tertuanya serta menantu dan putrinya, ia segera bertanya.


"Di mana yang lain? Hamas, Azhar, Aulia dan Tio? kenapa mereka tidak ikut makan malam?" Dafa dan Daffin baru mengingat jika kedua kakak laki-lakinya sudah balik ke Amerika sore tadi.


"Daddy, kakak Hamas dan kak Azhar sudah balik ke Amerika, tadi aku lihat mereka sangat buru-buru dan kayak takut gitu" jawab Daffin menjawab pertanyaan Tuan Farhan. Semua di sana terkejut pasalnya kedua anak laki-lakinya tidak minta izin terlebih dulu.


"Mereka berdua sangat keterlaluan! masa tidak memberitahuku tentang keberangkatan mereka" tutur Tuan Farhan kesal.


"Mungkin mereka sangat buru-buru sampai tidak mengabari kita Prince." Jons mengelus punggung tangan suaminya agar sang suami tidak terlalu terbawa emosi.


"Kak Hamas dan kak Azhar sudah mencari Daddy dan Mommy bahkan kakak menelpon nomor Daddy dan Mommy tapi tidak di angkat makanya kak Hamas dan kak Azhar pamit ke Dafa dan Daffin. Kakak juga cari Kakek dan Nenek tapi juga tidak ada..." jelas Dafa membantah tuduhan Daddynya pada kakaknya.


Tuan Farhan menepuk pelan keningnya kala mengingat bahwa ponselnya tidak ia ambil saat bepergian sore tadi, benar saja jika putranya menghubunginya ia tidak mengangkatnya karena ponselnya tertinggal di Mansion.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka? Alexa buru-buru minta balik ke Amerika dan sekarang Tuan muda langsung terbang. Bukankah ada sesuatu yang tidak beres?" batin Amanda menampilkan wajah penuh tanda tanya. Namun ia dengan cepat merubah ekspresinya.


"Biasalah pengantin baru, mungkin mereka sedang membuat cicit untuk kita" jawab Tuan Wijaya membuat mereka tersenyum simpul.


"Bagus kalau begitu, Mama juga sangat ingin mengendong bayi kecil. Sudah lama tidak mengendong lagi, rasanya Mama merindukan momen itu" pekik Nyonya Mita dengan senyum lebar.


"Amanda kalian tidak mau menambah Alexa kecil lagi. Mama mau cucu lagi dari kalian!"


"Uhuk, uhuk, uhuk" Amanda seketika tersedak kala mendengar kata Alexa kecil membuat Alex segera memberikan minum untuk istrinya.


"Pelan-pelan sayang" ucap Alex dan Amanda meminumnya sampai kandas.


"Mama ini yah kebiasaan kalau ngomong di saat orang sedang makan, jadi tersedak kan." Seru Tuan Farhan.


"Kamu baik-baik saja Amanda?" tanya Jons khawatir, Amanda menggeleng pelan sebagai jawaban.


"Nenek, Alexa kecil itu siapa? dan membuatnya di mana? Dafa mau buat Dafa kecil juga" tanya bocah laki-laki raja Iblis membuat semua di sana terdiam sesaat. Saling melirik tidak tahu harus menjawab apa.


"Oh itu kalau udah besar Dafa baru akan mengerti" Tuan Wijaya menyahuti.


"Memangnya apa bedanya orang besar sama orang kecil Kakek, apakah membuat Alexa kecil butuh tenaga yang besar yah?" kali ini Daffin ikut menimpali membuat semua di sana menelan ludahnya kasar.


"Astaga aku harus hati-hati kalau berbicara tentang cicitku... dasar cucu pintar!" seru batin Nyonya Mita.


"Otak kalian belum sampai pada tahap itu dan itu kalian juga masih kecil" raja Iblis menjelaskan santai membuat semua di sana seketika terbatuk-batuk.


"Uhuk, uhuk, uhuk, uhuk"


"Itu, itu apa Daddy? kalau bicara yang benar dong!" seru kedua cecungut raja Iblis.


"Prince, jangan membuat mereka semakin berpikir yang bukan-bukan dengan penjelasan absurdmu itu! kamu tahu sendiri putra kita banyak tanya dan pikirannya tidak seperti anak-anak pada umumnya!" bisik Jons kesal.


"Astaga Tuan muda kecil ini" gumam Amanda dan Alex dalam hati.


"Astaga benar-benar anak raja Hades" batin Karla dan Tuan Smith, keduanya tersenyum melihat wajah panik orang-orang di sana namun tidak untuk raja Iblis, pria itu malah menaikkan alisnya acuh tidak terlalu menanggapi tatapan tajam dari orang tuanya ataupun Jons.


"Ekheem! kalian berdua makan dulu jangan banyak bicara, Kakek sudah bilang di meja makan untuk tidak berbicara kan!" tegas Tuan Wijaya. Satu-satunya cara yaitu kembali pada peraturan pertama untuk tidak berbicara saat makan. Dafa dan Daffin akhirnya mengangguk mengiyakan tanpa banyak tanya mereka kembali memakan makanannya.


Tuan Wijaya melirik sahabatnya yang tengah terkekeh geli. "Ketawa aja terus kamu akan tahu bagaimana rasanya memiliki cucu yang kelebihan pintar" begitulah isi pesan dari tatapan Tuan Wijaya namun tak di indahkan oleh Tuan Smith.


Sedang di kamar pengantin Tio dan Aulia masih tidur di bawah hangatnya selimut saling berpelukan bermanja ria dengan belahan jiwa. Aulia makin memeluk erat tubuh Tio walaupun suara keroncongan terus berteriak namun tak di hiraukan oleh putri raja Iblis. Rasanya ia ingin menghentikan waktu sebentar saja hanya sekedar menikmati momen kebersamaan mereka.


"Lia cinta Uncle" batin Aulia menyesap kecil ****** susu Tio namun tak membuat pria itu terbangun.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung