The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 133 Tuntas Hajat



Happy reading 🤗


.


.


.


.


.


.


Semuanya sudah menyelesaikan makan malamnya, keluarga tuan Wijaya kini sudah berpindah tempat mereka mengobrol di ruang keluarga, sedang sebagian anggota Black Wolf membereskan sisa makanan dan sebagian bertugas mencuci piring kotor.


Tio mengajak Aulia untuk keluar di sekitar taman, saling menautkan jari sembari merasakan terpaan angin malam.


"Uncle mau bawa Lia kemana?" tanya Aulia tanpa melihat Tio, menatap jalan yang di tumbuhi rumput-rumput kecil. Tio menampilkan senyum tipis dan semakin menggenggam erat jemari istrinya.


"Nanti juga kamu akan tahu sayang" jawabnya memandang sekilas wajah cantik istrinya. Wanita yang pernah menjadi nona mudanya bahkan di rawatnya dari kecil, sudah melalui beberapa rintangan dan kini mereka di bersatukan dalam ikrar suci yaitu pernikahan. Tidak ada kebahagiaan serta nikmat yang paling berharga kecuali hidup bersama dengan sang pujaan hati.


Aulia tidak bertanya lagi ia hanya mengikuti langkah kaki sang suami, walau merasa penasaran namun suaminya itu tidak akan memberitahu kejutan yang di buatnya. Hingga mereka sudah jauh dari Mansion, Tio berhenti membuat langkah kaki Aulia ikut berhenti. Menatap wajah Tio dengan alis bertaut.


"Tunggu, uncle akan menutup mata kamu menggunakan kain ini" ucap Tio membuat Aulia mengangguk setuju. Tio kemudian mengikat kain berwarna hitam menutup mata Aulia hingga membuatnya tidak dapat melihat.


"Sebenarnya kejutan apa yang di siapkan oleh Uncle? sampai harus sedramatis ini?" bisik batin Aulia. Tio menuntun Aulia berjalan menuju taman mini yang sudah di dekorasi sedemikian rupa. Berjalan menapaki karpet merah dengan lilin sebagai pagarnya.


Saat sudah di depan meja bundar Tio berhenti, pria itu berdiri di belakang Aulia, siap untuk melepas ikatan kain penutup mata.


"Uncle, apakah kita sudah sampai?" tanya Aulia.


"Iya sayang" Tio perlahan-lahan melepas ikatan kain tersebut, Aulia yang tidak sabar langsung membuka matanya, menatap takjub panorama alam yang sangat indah. Matanya tak berkedip sedikitpun melihat dekorasi yang sungguh cantik.


"Wow, cantik sekali..., sangat sangat cantik" takjub Aulia menutup mulutnya, ia tak habis pikir suaminya membuat kejutan yang sangat romantis membuat hati siapa saja pasti akan meleleh.


Meja bundar dengan di alasi kain berwarna putih, kelopak mawar merah berhamburan di atasnya, juga ada setangkai mawar terletak di bibir meja. Selain itu ada kue di dalam satu piring, juga satu set alat makan.


Aulia makin takjub kala lampu hias menyala indah di pohon juga di bunga-bunga membuat senyumnya tak pernah pudar, Tio ikut tersenyum kala pancaran bahagia tersinar jelas dari wajah sang istri.


"Apa kau menyukainya istriku?" tanya Tio sembari memeluk Aulia dari belakang, Aulia mengangguk masih dengan senyum lebar di bibirnya.


"Lia sangat bahagia, akhirnya uncle bisa romantis juga" celetuk Aulia membuat Tio merubah wajahnya menjadi masam, Apakah selama ini dirinya tidak romantis sampai kalimat tak mengenakan hati keluar dari mulut istrinya. Pikir Tio.


"Sayang, apakah selama ini uncle tidak romantis?, bukankah setiap hari uncle selalu romantis yah?" tanya Tio dengan tampang polos, ia ingat betul saat di ranjang selalu romantis dengan adegan-adegan nikmat, kadang sebelum tidur ataupun saat bangun tidur pasti akan melewati tahap-tahap kenikmatan..., bukankah itu adalah hal yang paling romantis? pikir Tio heran dengan jalan pikiran wanita yang sulit di prediksi.


"Hmmm, nilai dari satu sampai sepuluh, keromantisan uncle hanya sampai lima doang heheheh" jawab Aulia terkekeh kecil membuat Tio mendengus kesal.


"Sepertinya aku harus sering-sering menjenguk keturunanku agar mommynya mengakui jika aku adalah pria romantis hehehe" batin Tio mantap. Padahal romantis yang di maksud Aulia bukanlah bermain di atas ranjang melainkan sebuah perhatian, ataupun hadiah namun di salah artikan oleh Tio, apakah semua pemikiran cowok tentang romantis sama? selalu menjurus ke arah kenikmatan, heh menyebalkan sekali!.


Tio kemudian berjalan menuju meja mengeluarkan ponsel di saku celananya lalu menyetel sebuah alunan musik indah, Setelah itu ponselnya ia letakkan di atas meja. Tio berjalan menuju Aulia meraih tangan Aulia dan meletakkannya di atas pundaknya sedang kedua tangannya bertengger di pinggang ramping Aulia.


Kedua pasangan suami-istri itu pun berdansa mengikuti alunan musik, berpindah tempat dengan santai, hembusan napas keduanya saling menerpa kulit.


"Sayang, uncle ada kabar gembira" kata Tio dalam sela-sela dansanya. Aulia mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya yang tiada dua.


"Kabar gembira apa uncle?" tanya Aulia balik.


"Bisakah untuk tidak memanggil uncle, aku seperti uncle kamu bukan suami kamu" protes Tio dengan bibir mengerucut, kedua pasangan itu saling beradu pandang, Aulia tersenyum dan mengangguk. Tio kemudian memajukan wajahnya, pelan-pelan tapi pasti entah siapa yang duluan namun bibir mereka sudah menyatu.


Irama musik yang berbunyi membuat orang yang mendengarnya makin bergairah, kehangatan yang di rasa dari ******* lembut, mencecap perasa makin dalam, bergelut dan bermain-main di dalam sana. Tio makin menekan tengkuk leher Aulia dan semakin memperdalam ciumannya.


"Andai kandungan kamu sudah kuat aku pasti akan melahapmu" gumamnya dalam hati.


"Tunggu sebentar, aku akan menunjukkan sesuatu yang sangat penting" kata Tio, pria itu merogoh saku celananya mengambil sebuah kotak kecil persegi dan memberikannya kepada Aulia.


Aulia kemudian mengambilnya, menatap Tio dengan alis terangkat sebelah. Seakan tahu kebingungan istrinya Tio pun berujar.


"Bukalah!" Perlahan-lahan kotak persegi itupun terbuka Aulia melihat secarik kertas yang di lipat rapi, merasa penasaran hingga tangannya kemudian mengambilnya. Menatap wajah Tio lalu kembali menatap secarik kertas tersebut.


"Apa ini? apakah ini adalah surat cinta dari uncle hmmm...?" bisik Aulia dalam hati. Mata Aulia melebar seketika saat melihat foto hasil USG, ia menutup mulutnya tidak percaya.


"I-ini apa sayang? a-apakah Lia ha-hamil?" tanya Aulia dengan mata berkaca-kaca. Tio mengangguk pelan hal itu membuat Aulia tak bisa membendung air matanya. Aulia memeluk erat tubuh Tio sembari menangis tersedu-sedu.


"Unc, eh sa-sayang Lia hamil sekarang, akhirnya Lia hamil hiks hiks" lirih Aulia dengan derai air mata. Pria itu sesekali mencium rambut Aulia ia juga sangat senang, kini ia akan menjadi seorang ayah nantinya.


"Iya sayang, aku juga sangat senang tidak lama lagi kita akan menjadi orang tua" jawab Tio. Aulia melepas pelukannya lalu menatap Tio.


"Kapan Lia di USG? kenapa Lia tidak tahu kalau Lia hamil?" tudingnya dengan tatapan datar. Tio tertawa takut saat melihat tatapan dingin dari istrinya.


"Emmm, sayang ingat gak waktu sayang jatuh pingsan?" tanyanya dan Aulia mengangguk. "Saat sayang pingsan janin di dalam kandungan kamu hampir keguguran untung saja dokter menanganinya tepat waktu... jadi bayi kita selamat. Aku meminta orang-orang untuk menutupi kabar ini dari kamu biar aku bisa memberikanmu kejutan" jelas Tio panjang lebar.


"Lia hampir saja membunuh anak kita, gara-gara Lia makan pedas sampai bayi kita hampir terancam" sedih Aulia merasa bersalah.


"Ssssttt, sayang tidak salah, sayang kan juga tidak tahu jangan salahkan diri kamu, oke!" ujar Tio tegas dan Aulia mengangguk lirih.


Sedang di tempat lain


Di lantai dua Mansion utama, tepatnya di kamar milik raja Iblis dan pembunuh bayaran, kedua pasangan halal itu sudah berbaring di atas ranjang dengan posisi tuan Farhan menindih tubuh Jons.


Saat masih berbincang asik di ruang keluarga, tuan Farhan terus menampakkan wajah datar dan dingin membuat siapa saja yang melihatnya merasa ketakutan, Amanda yang memiliki kepekaan berbisik di telinga Jons.


"Mood tuan muda tidak akan berubah sampai hajatnya tuntas, apa kau tidak mau berinisiatif untuk menghiburnya?" Jons menatap Amanda lalu beralih menatap suaminya. Terdiam sebentar mencerna perkataan sahabatnya itu dan alhasil di sinilah mereka di atas ranjang yang hanya mereka berdua saja.


"Ara, kau ternyata sangat peka dengan perasaanku hmmm..." bisik si Jelangkung di telinga Jons.


"Untung saja ada Amanda kalau tidak masalah ini tidak akan selesai" batin Jons tersenyum tipis.


"Tentu saja suamiku" jawabnya lalu mengambil alih posisi tuan Farhan. Sekarang ini Jons berada di atas tubuh suaminya menatapnya dengan tatapan elang. Seakan tidak sabar untuk menyantap tubuh yang membuatnya bergairah setiap melihatnya.


"Biarkan aku melayani tuan suamiku yang sedang merajuk ini" tutur Jons pelan, perlahan-lahan Jons mencium bibir tuan Farhan lalu turun di area leher memberikan stempel kepemilikan.


"Aaah, ahh Araku" desah tuan Farhan membuat senyum simpul terbit di bibir ranum Jons.


"Aahh, akhirnya tuntas juga perasaan ini, rasanya sangat lega" gumam si Jelangkung. Saat Jons bermain-main dengan adiknya.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung 😭🤣🤣