
Happy reading 🤗
Like dan Votenya kakak 🤗❤️❤️
.
.
.
.
.
.
.
BUGH
Tio menjatuhkan benda yang berada di tangannya karena Aulia semakin memperdalam ciumannya begitupun dengan Alexa yang langsung main nyosor pada Hamas membuat kedua pria itu seketika menghentikan kegiatan mainnya sedangkan Azhar lagi-lagi mendengus kesal lantaran dua wanita pengangguran yang hobi sekali membuat jiwa jomblonya meronta-ronta.
"Hey! kalian bisa berhenti! sungguh tidak punya sopan santun!" dengus Azhar meneriaki mereka, kedua gadis itu seketika menghentikan kegiatannya lalu kembali mencium sekilas bibir prianya dan beranjak dari pangkuan sang kekasih.
"Uncle sudah kalah, ayo temani Lia dan Alexa ke Mall" ujar Aulia dengan senyum polos tanpa dosa. Tanpa membantah Tio mengangguk biar bagaimanapun permintaan istri muda adalah kewajiban mutlak yang harus ia penuhi daripada bermain game yang nantinya akan mendatangkan masalah baginya.
"Abang, ayo kita pergi juga ke Mall, sudah lama aku tidak jalan-jalan. Bang Azhar ayo sekalian abang bisa cari pacar bukan? agar tidak jomblo lagi" tutur Alexa yang membuat Azhar hanya memutar bola matanya. Si gondrong langsung beranjak keluar dengan wajah kesal. Alexa menarik tangan Hamas untuk berdiri lalu keduanya berjalan keluar dari ruang PS.
Tiga puluh menit akhirnya ke lima anak muda itupun sudah selesai dengan stylenya, karena Tio belum mengambil pakaiannya di apartemennya hingga ia meminjam baju Hamas yang terasa sangat pas di tubuhnya yang sixpack.
Baju kaos turtleneck putih polos dengan bawahan celana Chino jeans panjang, serta kaca mata yang bertengger di hidungnya yang mancung, merek kacamata Anu Hickmann yang seharga 2 juta serta benda melingkar di pergelangan tangannya yang bermerek Tour de l'lle yang di produksi oleh perusahaan Vacheron Constantin senilai 21 miliar. Membuat tampilan Tio terlihat sangat tampan bahkan tak di pungkiri Aulia sangat terpesona melihatnya.
"Hey, apa kau sedang terpesona hmm...?" bisik Tio di telinga Aulia. Gadis itu segera mundur ke belakang ia tidak tahu kapan pria itu sudah berada di dekatnya? ia bahkan tidak mendengar bunyi langkah kaki.
"Eh, mana ada" elaknya gelagapan tanpa melihat wajah Tio. Gadis itu berpura-pura merapikan blazer scuba panjang. Aulia memakai celana jenas pendek batas paha dengan baju kaos hitam polos yang di masukkan ke dalam celana tidak lupa juga kacamata Burberry yang senilai 3 juta, bertengger di leher baju kaosnya dengan rambut di kepak hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus.
Tio mendekat ke arah wanitanya menarik ikat rambut itu sampai rambut yang di kepak terurai membuat Aulia memelototinya.
"Iiih! Uncle kenapa rambut Lia di rusakin kan jadi jelek!" sewotnya dengan bibir yang sudah maju tiga centi.
"Kamu mau jadi tontonan orang-orang yah? banyak tanda kissmark di leher kamu sayang" bisiknya membuat Aulia merinding entah sejak kapan tubuhnya mulai sensitif, bahkan berdekatan dengan Tio sudah membuat bulu kuduknya berdiri. Apa mungkin karena malam pertama hingga membuatnya seperti itu. Ah lupakan!.
"Ah, yah Lia lupa, kalau begitu ayo kita segera turun" Aulia menarik tangan suaminya namun pria itu tak bergeming membuat Aulia kembali melirik dengan alis terangkat tinggi.
"Aku melupakan sesuatu, sebentar" Tio mendekatkan wajahnya ke wajah Aulia hingga...
Cup
Bibir Tio mendarat di benda kenyal Aulia menciumnya dan sedikit ********** bermain-main dengan lidah gadisnya yang sudah menjadi candu baginya, bahkan rasanya di setiap sekonnya, Tio ingin sekali menikmati bibir ranum itu.
CEKLEK
"Eh, ma-maaf" pria yang membuka pintu kamar Aulia tak sengaja melihat adegan yang seharusnya tak ia lihat menutup kasar pintu itu lalu buru-buru berjalan pergi dari sana. Masih dengan pipi merona ia menghampiri Hamas.
"Ada apa dengan wajahmu Azhar?" tanya Hamas heran melihat wajah merah adiknya padahal tadi itu baik-baik saja. Mengamati wajah sang adik hingga matanya membulat sempurna kala otak pintarnya langsung nyambung.
"Bodoh! kau pasti tidak mengetuk pintu dulu kan? astaga sudah ku bilang hati-hati dengan kamar pengantin baru, kamu bisa melihat hal terlarang di dalam." Jelas Hamas tertawa terbahak-bahak membuat Azhar benar-benar kesal.
"Mataku sudah tidak suci lagi gara-gara mereka, ini semua karena Uncle yang mengajari gadis polos menjadi luar biasa" sungut Azhar melipat tangannya di atas dada. Hamas semakin terbahak mendengar gerutuan adiknya.
"Itu hal wajar bukankah mereka sudah menikah" jawab Hamas.
"Iya, iya gadis yang sudah bersuami!" kata Azhar membuat Hamas dan Tio tertawa kecil.
"Lebih baik kita turun sekarang, Alexa pasti sudah menunggu lama" Tio bersuara dan mereka mengangguk mengiyakan. Hamas dan Azhar berjalan beriringan sedangkan Aulia bersama sang suami. Ke empat anak manusia itu lalu masuk ke dalam lift yang sudah terbuka, siap untuk turun ke lantai dasar.
Di ruang keluarga para orang tua masih asyik bercerita tentang bisnis yang mereka tekuni, di sana Alexa sudah rapi dengan setelan stylenya yang tomboy, yaitu sweater Hoodie dengan tudung menutupi kepala, Tudung tersebut juga memiliki tali sehingga penggunaannya bisa disesuaikan. Di bagian depan sweater hoodie juga terdapat dua saku. Sedang untuk bawahannya ia menggunakan celana jeans sobek di bagian lututnya tidak lupa sepatu kets sneakers putih membuat tampilannya sangat cantik. Rambut yang terurai tak lupa benda melingkar di pergelangan tangannya yang bernilai ratusan juta.
Di sana Dafa dan Daffin juga sudah rapi dengan stylenya yang keren celana Chino panjang berwarna beige yang sangat pas di tubuh dua D, juga baju kaos putih polos dan jaket kulit coklat sebagai pelengkapnya menambah kesan coolnya. Belum lagi kacamata hitam bertengger di hidungnya yang mancung. Serta sepatu Balenciaga Speed Trainers hitam polos senilai sepuluh juta.
Memang anak-anak sultan di setiap benda yang melekat di tubuh mereka pasti memiliki nilai yang fantastis yang bisa membuat jantung berdegup kencang saat melihatnya.
"Abang lama tahu gak! aku sudah menunggu hampir lima jam di sini!" sungut Alexa berkacak pinggang saat melihat Hamas dan lainnya berjalan ke arah ruang keluarga.
"Kamu tahulah kita akan pergi dengan pengantin baru. So, kita harus sabar karena ada hal-hal yang wajib di lakukan oleh pengantin baru... entah apa itu" kali ini Azhar angkat suara membuat Aulia kesal. Sedangkan Tio hanya menampilkan wajah datarnya.
"Ayo buruan! sudah hampir siang ini" seru Dafa dan Daffin membuat atensi empat orang dewasa yang baru datang menatap ke arah dua D.
"Kalian juga mau pergi?" tanya Hamas.
"Iya dong" jawab Daffin tersenyum tipis. Hamas dan Azhar mencebikkan bibirnya kesal.
"Kalian jaga adik kalian, jangan sampai hilang apalagi di tempat keramaian." Tukas Jons menatap anak-anaknya.
"Iya Mom" jawab serempak mereka.
"Daddy, aku dan Daffin akan belanja, hmmm... Daddy tidak memberikan kami kartu semacam..." Dafa menatap Tuan Farhan dengan dua jarinya yaitu telunjuk dan tengah terangkat sembari menggoyangkannya dengan maksdu tertentu.
"Bukankah kalian memiliki kartu debit yang di dalamnya kira-kira ada 50 milyar... kalian mau memalak Daddy lagi yah" ujar Tuan Farhan dengan wajah datarnya membuat Dafa mencebik bibirnya kesal.
"Ini, untuk kalian berdua. Cepat pergilah!" Tuan Wijaya memberikan dua buah kartu berwarna emas seketika membuat Dafa dan Daffin tersenyum lebar.
"Itu ada 30 milyar gunakan sesuka kalian, tapi ingat beli yang bermanfaat saja jika barang yang tidak di butuhkan jangan beli!" Nyonya Mita bersuara membuat dua bocah itu mengangguk antusias.
"Terima kasih kakek, Nenek... kakak ayo kita pergi sekarang" Dafa dan Daffin berjalan duluan sedangkan Hamas dan lainnya hanya menghela napas kasar. Berjalan dengan dua cecungut yang matre itu membuat mereka hanya bisa pasrah.
"Dad, Mom kami pamit yah" ke lima anak manusia itu mencium punggung tangan orang tua yang ada di ruang keluarga setelah berpamitan mereka berjalan keluar menuju basecamp di sebelah kiri Mansion.
Tio sudah memutuskan untuk membawa mobil bersama sang istri seorang, sedangkan Hamas bersama Alexa dan Azhar bersama dua D membuat pria berambut gondrong itu ingin sekali menangis.
"Nasib jomblo, sabar... sabar, akan ada hari di mana kamu bisa merasakannya Azhar" gumam Azhar pelan.
"Tidak apa-apa jomblo kak, itu lebih baik daripada punya pacar namun hanya mendapat dosa" nasehat Daffin tersenyum tipis membuat Azhar seketika termenung melirik ke arah Daffin dan...
GREEEP
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung