
Happy Reading 😇😇😇
.
.
.
.
.
Suasana yang sempat memanas karena kelakuan Aditya yang ingin menjadikan musuh menjadi anak buahnya, sungguh tuan Farhan tidak habis pikir dengan pemikiran cucunya yang tidak habis-habisnya membuatnya darah tinggi.
Namun setelah kedatangan Alexa, putri Amanda yang sudah lama hilang bahkan bertahun-tahun lamanya, sampai menganggap bahwa Alexa telah meninggal dunia kini kembali dengan keadaan utuh bahkan sihat.
Suasana menjadi haru, tidak ada yang bersuara kecuali suara tangisan dari kedua wanita yang saling berpelukan, semua di sana bahkan ikut meneteskan air mata.
"Putriku, putriku akhirnya kamu kembali juga" lirih Amanda sesenggukan, Alexa mengangguk merasa bahagia akhirnya ia bisa bertemu bahkan memeluk tubuh ibu tercinta.
Sementara tiga pria yang merupakan anak buah Vicky menatap heran, mereka melirik nyonya besarnya namun wanita itu tidak merespon. Ketiganya melirik satu sama lain, memberi isyarat mata dan mengedikkan bahu tanda tidak mengerti.
"Kenapa nona muda memanggil wanita itu dengan sebutan mama? Apakah nyonya kita ada dua?"
"Eh kamu tidak tahu yah kalau nona muda kita yang sekarang itu sebenarnya adalah keluarga mereka itu" sambil menunjuk ke arah tuan Farhan dengan gerakan mata. "Jadi sebenarnya nona kita sudah lama meninggal, karena nona Alexa terlihat mirip dengan putri tuan, jadi mereka berbuat jahat" bisik salah seorang pria yang sepertinya dia lebih senior daripada dua temannya itu.
"Benarkah? Pantas saja mereka marah rupanya tuan kita yang salah" sungguh pria itu masih memiliki akal sehat sehingga menyadari mana sesuatu yang benar dan salah.
"Sebenarnya kamu ini berpihak kepada mereka atau tuan Kalingga sih? Kita sebagai anak buah yang baik hati wajib memihak kepada boss kita sekalipun boss kita itu salah, karena boss kita yang memberikan kita gaji bukan mereka" sahut temannya lagi membuat pria tadi mengangguk mengerti walaupun hati kecilnya tidak membenarkan namun karena demi sesuap nasi ia harus membenarkan yang salah.
"Maafkan kami sudah memisahkan kamu dan putri kamu, sekalipun saya benar-benar tidak rela mengembalikan Alexa kepada kalian tetapi Alexa adalah keluarga kalian, sekali lagi maafkan saya" setelah sekian lama berdiam diri dan hanya melihat adegan haru antara anak dan ibu, wanita itu baru memberanikan diri untuk berbicara.
Tuan Farhan sudah menahan emosi ia menatap wanita tua itu dengan tatapan membunuh, andai tidak ada Jons di sisinya ia pasti sudah akan melenyapkan ibu dari tuan Kalingga itu.
"Mama jangan salahkan nenek, nenek tidak bersalah tetapi Alexa yang salah" tentu ucapannya menarik perhatian orang-orang di di sana. Mereka terkejut dengan pemikiran gadis muda itu karena berani membela musuh.
"Kamu tidak salah sayang, jangan membela nenek memang neneklah yang salah karena sudah memisahkan kamu dengan keluarga kamu yang sebenarnya" Tuan Farhan berdecit kesal harus menyaksikan drama munafik di depan mata.
"Nenek peyot ini, kenapa baru sekarang mengakui kesalahan setelah semuanya sudah tahu yang sebenarnya... Sungguh membuatku ingin menarik rambut putihnya itu" tuan Farhan seperti emak-emak yang suka mengompori tetangga lain untuk berkelahi, pria itu rupanya masih memiliki mulut setajam silet.
"Jangan marah, yang terpenting dia sudah mengakui kesalahannya" bisik Jons di telinga suaminya, tuan Farhan hanya mendesah kasar masih dengan ekspresi dongkol. Jons hanya bisa mengelus dada sang suami untuk menenangkan.
"Sayang, kalau ingin aku tidak marah, kamu bisa mengelus bagian yang bawah lho" sambil menunjuk ke arah adik kecilnya yang terlihat sudah mau menegakan keadilan. Jons yang malu dan kesal mencubit ****** susu tuan Farhan membuat pria itu hampir berteriak.
"Saya tidak tahu sebenarnya apa tujuan kalian, memisahkan putri saya dari saya, bahkan sampai membuat ingatan putri saya hilang, tapi melihat Alexa yang begitu melindungi anda jadi saya tidak akan memperhitungkan perbuatan anda" jelas Amanda dengan ekspresi dingin.
"Siapa yang berani memisahkan putriku dariku!?" seorang pria berjalan ke arah mereka dengan wajah tak enak di pandang. Pria dengan setelan formal kantoran itu langsung menarik tangan Alexa ke sisinya, tentu tuan Farhan dan lainnya langsung berdiri menghampiri Amanda.
Fadel dan Fadil menggenggam tangan kedua ponakannya agar tidak mendekati kedua belah pihak yang akan berselisih. Sementara tiga anak buah Vicky ikut berdiri dan langsung menunduk hormat pada atasannya.
"Siapa putrimu? Apa kau buta sudah salah mengenal orang" kata tuan Farhan yang beradu pandang dengan tuan Kalingga.
"Lingga lepaskan Alexa, sudah saatnya kita mengembalikan Alexa pada keluarganya" tuan Kalingga menggeleng sambil tertawa kecil.
"Siapa Alexa yang ibu maksud? Dia adalah Ainsley putriku satu-satunya juga cucu ibu, jadi jangan pernah ada niatan untuk memisahkan aku dengan Ainsley" tegasnya sambil mencengkeram kuat pergelangan Alexa membuat lengan gadis itu perih kemerahan. Melihat wajah Alexa yang kesakitan membuat tuan Farhan hendak menarik Alexa untuk menjauh dari tuan Farhan namun pria dengan jas hitam itu malah mencekal tangan tuan Farhan.
"Lepaskan dia!" serunya dingin.
"Hahahaha, siapa kamu berani memerintahku hah! Lucu sekali"
"Aww, sakit!" lirihnya sakit.
"Berengsek! Sudah kubilang lepaskan dia!"
BUGH
Bogeman tuan Farhan tepat mengenai rahang tuan Kalingga membuat pria itu seketika terjungkal ke belakang, Alexa akhirnya terlepas dari genggaman tuan Kalingga dan segera berlari ke Amanda. Tiga anak buah Vicky langsung menyerang tuan Farhan, sigap Fadel dan Azhar menghalangi ke-tiga musuhnya.
Pertempuran itu pun berlangsung, berbagai tendangan dan pukulan mereka layangkan kepada lawan.
BUGH
BUGH
BUGH
Tuan Farhan berkelahi dengan tuan Kalingga sedang para wanita menjauh dari pertengkaran tersebut, tak lama datang enam penjaga dengan tubuh besar dan segera melerai pertengkaran tersebut.
"Silahkan kalian lanjutkan di luar! Di sini adalah rumah sakit jangan membuat keributan di sini!" Jelas salah seorang penjaga, ia berucap tegas tidak peduli bahwa orang yang dia ceramahi adalah atasan dan petinggi negara.
Pertempuran itupun terhenti, enam penjaga berdiri di sana sambil memerhatikan keadaan yang kembali aman. Tuan Kalingga dengan amarah yang masih meluap pun duduk di kursi yang berhadapan dengan tuan Farhan.
Ibu Kalingga duduk di samping putranya sambil meraih tangan pria berjas hitam itu.
"Ikhlaskan kepergian Ronald dan jangan menaruh dendam pada Alexa, dia tidak bersalah, kau tahu kan sebelum kepergian Ronald dia berpesan untuk tidak menyakiti Alexa" tuan Kalingga terdiam sambil menundukkan kepala, ia sungguh merasa dunianya hancur sekarang, kedua anaknya sudah tidak ada sedang istri keduanya dan putri tirinya telah ia usir.
Wanita tua yang melihat kesedihan putranya ikut merasa sedih, ia hanya bisa mengelus punggung putranya yang terlihat lemah dan menderita. Alexa menatap sendu kedua manusia yang sudah di anggap keluarga, ia pun melirik ke arah ibunya, Amanda yang mengerti maksud putrinya mengangguk dengan senyum tipis di wajahnya.
Alexa berdiri dan menghampiri neneknya juga tuan Kalingga.
"Ayah, nenek" tuan Kalingga dan ibunya mendongak melirik Alexa, terlihat mata tuan Kalingga berkaca-kaca, segera Alexa merengkuh tubuh keduanya ke dalam pelukannya.
"Aku tetap Ainsley kalian, putri ayah dan cucu nenek" lirihnya sambil menahan tangis, biar bagaimanapun mereka telah berjasa dalam hidupnya, ia juga sudah terbiasa dengan keberadaan keduanya dalam hidupnya.
"Putriku Ainsley" cicit tuan Kalingga meneteskan air matanya yang sudah sangat lama tidak keluar.
"Iya ayah"
"Akhirnya drama orang dewasa ini selesai juga" gumam Aditya pelan. Fadil mencubit pipi Aditya merasa gemas dengan pola pikirnya.
"Sakit paman"
"Hehehehe sengaja" Aditya melirik datar ke arah Fadil membuat pria itu terkekeh pelan.
.
.
.
.
.
.
💐**Bersambung** 💐