
Happy reading 🤗
Terima kasih teman-teman sudah setia membaca karyaku 🤗🤗🤗
.
.
.
.
.
Kini hari sudah siang Tio bersama Aulia tengah duduk santai di gazebo taman sembari memandang bunga lavender yang tengah mekar. Walau matahari begitu terik namun angin sepoi-sepoi membuat kenyamanan tersendiri bagi dua pasangan suami-istri itu. Apalagi banyak pohon-pohon rindang di sekitarnya hingga membuat nyaman orang yang duduk di sana.
Aulia duduk bersandar di bahu kekar Tio membuat Aulia merasa nyaman, namun tiba-tiba terlintas sebuah makanan di pikiran ibu hamil itu membuat air liurnya hampir menetes.
Aulia lalu mendongak menatap wajah Tio, Tio lalu membalas tatapan sang istri, ia tahu jika istrinya membutuhkan sesuatu. Ia pun langsung bertanya.
"Ada apa istriku? apakah ada sesuatu yang ingin kamu makan?" tanya Tio lembut sembari mengelus pipi Aulia. Tampak mata Aulia berbinar-binar ia mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Kamu ingin makan apa? biar aku belikan" tanya Tio lagi, pria itu lantas mengecup kening sang istri dan menatap wajah istrinya yang semakin cantik di matanya, tiba-tiba sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman kecil.
"Lia ingin sekali makan getuk, Lia tidak bisa menahan untuk memakannya" jawabnya dengan tatapan memohon. Tio tampak heran makanan jenis apa itu? bahkan baru kali ini ia mendengar nama aneh dari mulut istrinya ia bingung harus mengiyakan atau menolaknya namun jika ia menolaknya maka pasti ia akan menjadi suami yang buruk sepanjang massa.
"Emmm, makanan jenis apa itu? aku bahkan baru pertama mendengarnya, apa sayang pernah mencicipinya sebelumnya?" tanya Tio.
"Emmm, Lia belum pernah memakannya hanya saja Lia pernah melihatnya di tv dan sekarang Lia sangat ingin menyantapnya, dia terlihat sangat gurih dan begitu menantang lidahku" ujarnya penuh harap. Karena ingin menjadi suami dan ayah yang baik untuk istri dan anaknya Tio pun mencari makanan bernama getuk itu di google.
"Oh rupanya getuk terbuat dari ketela pohon, sepertinya sangat muda untuk aku dapatkan, syukurlah istriku tidak seperti perempuan hamil di luar sana. Permintaannya benar-benar gila" bisik Tio dalam hati. Ia sangat bersyukur, istrinya tidak meminta hal-hal yang aneh seperti perempuan hamil pada umumnya.
"Tapi Lia ingin makan getuk yang penjualnya harus punya motor berwarna hitam juga bapak penjual getuk harus botak, oh iya Lia juga ingin makan getuk yang warnanya harus pink kalau tidak Lia tidak akan makan." Hampir saja Tio tersedak dengan ludahnya sendiri. Baru saja merasa bangga karena istrinya termasuk perempuan hamil yang normal namun perkiraannya melenceng jauh.
"Aku tarik kembali kata-kataku barusan, istriku bahkan lebih sadis huhuhuhu" batin Tio sungguh tertekan.
"Sayang, bagaimana bisa permintaanmu sedetail itu..., itu sangat sulit untuk mendapatkannya" keluh Tio membuat Aulia seketika cemberut. Aulia lalu mengubah posisi duduknya menjadi tegak dan menatap tajam Tio.
"Lia juga tidak mau menyusahkan kamu tapi anak kamu yang memintanya, Lia hanyalah perantara untuk menyampaikan kemauan dia. Lia tidak pernah milih-milih makanan. Dan kalau sayang tidak membelikannya maka sungguh kasihan, anak kamu akan ileran dan orang-orang mulai berpikir negatif tentang Lia terutama kamu, emangnya kamu mau di gosipin sebagai ayah yang tidak bertanggung jawab?" Tio terheran-heran mendengar cerocosan Aulia yang tidak biasanya. Ia baru saja mendapatkan satu fakta bahwa seorang ibu hamil pasti memiliki mulut lembek dan suka ngebacot.
"Baiklah, baiklah, aku akan pergi mencarinya. Ayo kita masuk ke dalam" ajak Tio dan Aulia mengangguk dengan senyum lebar. Kedua pasangan itupun masuk ke Mansion, Tio mengambil kunci mobilnya setelah mendapatkan barang yang ia cari ia lalu berpamitan pada istrinya.
"Semoga getuk permintaan istriku tidak membuatku sulit untuk mendapatkannya" gumam Tio. Kini ia sudah di dalam mobil menyalakan mesin mobil dan melesat keluar dari halaman Mansion.
Ia memelankan laju mobilnya agar bisa memantau gerobak getuk di pinggir jalan, sesekali dirinya melirik ke kanan dan kiri agar tidak melewatkan penjual getuk. Dengan sabar Tio mencari penjual getuk dan tidak sengaja ia melihat gerobak bertuliskan getuk. Ia begitu senang akhirnya penderitaannya akan berakhir.
"Akhirnya aku menemukanmu juga" rasanya sangat lega ibarat mengeluarkan kentut saat beberapa jam menahannya dan itu benar-benar lega rasanya. Tanpa henti Tio tersenyum ia pun memarkirkan mobilnya di dekat gerobak getuk.
Buru-buru Tio turun dari mobil dan berjalan menuju gerobak getuk berada. Namun seketika kata-kata sang istri terlintas di pikirannya.
"Tapi Lia ingin makan getuk yang penjualnya harus punya motor berwarna hitam juga bapak penjual getuk harus botak, oh iya Lia juga ingin makan getuk yang warnanya harus pink kalau tidak Lia tidak akan makan." Astaga, ternyata yang sulit adalah permintaan Aulia. Penjual getuk adalah pria yang memiliki rambut walaupun motornya berwarna hitam namun Aulia ingin memakan getuk yang penjualnya harus berkepala botak.
Hal tersebut membuat Tio urung dan kembali masuk ke dalam mobilnya.
"Apa yang harus aku lakukan? bagaimana ini, Aulia tidak akan makan getuk selain harus memiliki 3 syarat." Tutur Tio.
"Hmmmm, sepertinya tidak ada cara lain selain membuat spanduk dan memajangnya di pinggir jalan" batin Tio mantap. Pria itu kemudian kembali melanjutkan perjalannya namun tidak mencari getuk melainkan pergi menuju ruko fotokopian.
Setelah sampai di tempat fotokopian, Tio pun turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam ruko yang lumayan besar. Seorang pria pemilik ruko fotokopi itu menghampiri Tio ia lalu bertanya.
"Ada yang bisa di bantu tuan?"
"Tolong cetak spanduk dengan ukuran setengah meter, saya minta hari ini sudah selesai apakah bisa? saya akan membayar 500 ribu jika spanduknya selesai dalam dua jam ini" jawab Tio terus terang.
Pemilik fotokopi itu terdiam cukup lama, hingga pria itu mengangguk kepalanya sebagai jawaban.
"Oke, ini untuk tulisannya" Tio menyodorkan ponselnya memperlihatkan tulisan yang ia buat sebelum masuk. Mata pemilik tempat fotokopi itu membelakak melihat tulisan yang sangat unik menurutnya.
"DI CARI!!! paman getuk pakai motor hitam, kepalanya botak dan getuknya harus berwarna pink. Istri saya lagi ngidam, getuk yang sesuai syarat di atas mohon segera untuk hubungi nomor ini!! 089723567"
"Hahahah, baru kali ini aku mendapati suami yang begitu pengertian" bisiknya dalam hati sembari tertawa kecil.
Bagaimana tidak tertawa jika tulisan yang di berikan Tio membuat siapa saja yang membacanya akan terbahak-bahak. Permintaan istri yang lagi mengidam begitulah aneh dan pemilik fotokopi itu pernah mengalaminya.
"Baiklah, karena ini adalah masalah mendesak saya akan membuatnya selama 2 jam" katanya dan itu membuat Tio tersenyum lebar.
"Baik saya akan menunggunya di sini" jawab Tio. Tio pun duduk di sebuah kursi depan komputer, tiba-tiba ponsel di saku celananya berdering. Tertera nama 'istri tercinta' di layar ponselnya dengan segera Tio mengangkatnya.
"Hallo sayang"
"Getuknya mana? Lia sudah sangat lapar Lia pengen memakannya sekarang" seru Aulia membuat Tio tidak bisa menjawab yang sebenarnya.
"Emmm, i-iya sayang ini sekarang aku mau pulang bawa getuknya, kamu sabar yah sayang" balas Tio memberi penjelasan, Aulia pun memutuskan sambungan telepon sepihak, Tio hanya mendesah pasrah. Sepertinya istrinya sudah sangat bete.
Beberapa jam menunggu bahkan sesekali Tio menguap merasa ngantuk matanya bahkan memerah akibat menahan kantuk. Tak berselang lama banner atau spanduk pesanan Tio pun jadi.
Tio kemudian membayarnya dengan harga yang sudah di janjikan ia meminjam gunting juga lakban bening ukuran besar. Tio berjalan menuju mobilnya ia lalu memasang spanduk di belakang mobilnya, demi keinginan anak dan istrinya ia rela menahan malu. Sungguh suami yang begitu perhatian.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung