The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia
Bab 82 Bahagia Itu Sederhana



Happy reading 🤗


Like dan Vote nya kakak 🤗🤗🤗❤️


.


.


.


.


.


.


.


.


Lima orang wanita kaya itu tengah berperang dengan benda-benda dapur yang jarang mereka sentuh, bahkan melihatnya saja begitu jarang dan kali ini mereka kembali melihat dan menyentuhnya bahkan sudah mau menginjak 10 tahun terkahir ini.


"Lia kamu potong sayur kangkungnya!" titah Jons pada putrinya namun gadis itu hanya menatap dua ikat kangkung di depan matanya.


"Gimana cara motongnya Lia tidak tahu Mom" jawabnya membuat Nyonya Mita menghampiri cucu perempuannya.


"Gini sayang cara motongnya" Nyonya Mita mengambil segepok batang kangkung masih dengan daunnya lalu di letakkan di atas talenan dan memotongnya perlahan-lahan hingga menjadi habis. Aulia mengangguk kepalanya mengerti.


"Oke Lia mengerti. Thank you Nek" ujar Aulia dan Nyonya Mita hanya tersenyum simpul. Aulia kemudian mencoba melakukan memotong kangkung sesuai petunjuk dari neneknya sedangkan Amanda bertugas membersihkan sisik ikan gurame. Karla bertugas memotong terong besar menjadi tiga bagian dan menggorengnya.


Sesuai petunjuk dari aplikasi bernama YouTube hingga memudahkan mereka untuk memasak yang notabenenya kegiatan yang tidak mereka tekuni. Entah enak atau tidak tapi mereka akan melakukan semaksimal mungkin dengan petunjuk yang di paparkan oleh beberapa konten memasak di YouTube.


Sesuai dengan bahan-bahan yang mereka beli, makan malam kali ini mereka membuat menu sederhana yang tidak merepotkan. Yaitu Telur Sambal, Cah Kangkung Tempe,Terong balado, ikan gurame bakar juga goreng dan sambal tentunya


Masing-masing menyelesaikan tugas yang sudah di sepakati, hingga membuat kegiatan mereka kompak dan tidak membutuhkan waktu lama masakan demi masakan telah siap di saji. Aroma sedap yang di hasilkan dari ke lima jenis makanan itu semakin membuat perut keroncongan.


"Mereka pasti akan sangat kaget jika melihat dan memakan makanan ini... aku tidak sabar untuk melihat wajah keterkejutannya" ucap Jons dengan senyum lebar di bibirnya.


"Yah kau benar sayang, kita kan tidak pernah masak tapi sekali masak mata mereka langsung terbuka lebar hahaha" timpal Nyonya Mita tertawa cekikikan.


"Yah, selama hidupku aku baru kali ini merasakan memegang spatula dan menggoreng ikan, benar-benar sesuatu yang membuat jiwa merasa senang" ujar Amanda. Karena memang benar saat dirinya tinggal di Markas Black Wolf atau sekarang sudah menjadi tempat tinggal Tuan Wijaya dan lainnya, ia belum pernah sama sekali menyentuh alat-alat dapur.


"Aku juga baru kali ini melakukan kegiatan masak, dan itu ada jiwa lain yang terisi dan bahkan ada kebangkitan untuk terus mencoba memasak" kali ini Karla mengeluarkan isi hatinya, bibir tipisnya melengkung tipis merasakan sensasi yang belum lama ini muncul.


"Kalau begitu, bukankah kita harus kursus masak? agar bisa mahir lagi tapi kita harus melakukannya secara diam-diam anggap saja memberikan kejutan untuk suami masing-masing... mereka akan semakin tercengang kala kita memasak untuk mereka" jelas Aulia memberikan idenya dan langsung mendapat anggukan kepala dari wanita-wanita lain.


"Yah benar, sekalipun kita adalah wanita-wanita tajir tapi tidak ada salahnya kita bisa memasak apalagi untuk menyenangkan hati suami dan anak-anak" kata Nyonya Mita dan membuat semua di sana mengangguk mantap. Sebagai wanita dan istri sekarang, rasanya malu kala tidak seharipun mereka membuat makanan untuk anak dan suami... mereka seperti istri yang tidak bertanggung jawab sekalipun pekerjaan itu bukanlah kewajiban bagi mereka.


"Sepertinya aku harus segera kursus memasak agar suami dan putra kecilku bisa merasakan makananku." Bisik Jons dalam hati.


"Sebaiknya kita bawa makanannya sekarang mereka pasti sudah sangat lapar" tutur Karla.


"Iya, kalian bawa sayurnya biar aku dan cucuku membawa piring dan nasi" ketiga wanita yang masih terlihat sangat cantik itu segera membawa beberapa hidangan yang sudah di masak menuju ruang makan yang tak jauh dari dapur, sebenarnya jika tidak ada sekat tembok maka orang-orang di meja makan akan terlihat dari dapur dan sebaliknya begitu.


Sedang Nyonya Mita dan Aulia mengambil beberapa piring dan sendok sesuai kebutuhan, Aulia memegang piring dan sendok sedangkan Nyonya Mita menenteng nasi masih dengan wadahnya.


Amanda dan Karla kembali masuk ke dapur mengambil gelas secukupnya dan air dalam teko serta tidak lupa air untuk mencuci tangan.


Para pria yang memang sudah duduk setia di meja makan terbelalak melihat hasil karya yang begitu cantik juga aroma yang menuntun tangan untuk segera di raihnya.


"Hehehe, tidak menyangka kan kalau kami bisa masak" tuturJons terkekeh dalam hati.


"Wait! wait! ini kalian semua yang masak?" tanya Tuan Farhan menatap makanan lalu kembali menatap sang istri.


"Iya, kenapa? tidak percaya? memang sulit sih untuk percaya secara kami tidak pernah menampakkan bakat kami yang terpendam ini... bisa di bilang ini adalah bakat ke empat dari bakat memotong-motong daging manusia." Bukan Jons yang menjawab melainkan Nyonya Mita. Senyum terus terpatri di bibir Nyonya Mita melihat ekspresi suaminya dan yang lain sangat lucu.


"Benarkah? wanita-wanita tajir ini bisa memasak? bukankah dunia akan segera kiamat..." batin Tuan Wijaya, Tuan Smith dan Tuan Farhan. Astaga pria-pria ini yah bukannya memuji malah menjadikan makanan yang di buat oleh wanita-wanita tajir menjadi tabu di pandangan mereka, seakan takut jika kiamat akan segera datang jika mereka memasak.


"Kak Dafa tidak boleh berbicara seperti itu! Mom dan lainnya coba angkat tangan Daffin ingin melihat tangan kalian!" seru Daffin putra bungsu dari raja Iblis dan pembunuh bayaran. Para wanita itu menaikkan alisnya tinggi bak kucing imut penurut, mereka mengangkat kedua tangannya membuat semua mata kembali tercengang.


"Kenapa bisa banyak luka dan memar di tangan kalian hah! jangan memasak lagi jika kalian hanya akan melukis luka di tubuh kalian aku tidak izinkan itu!!" bentak Tuan Wijaya dengan tatapan tajam. Membuat ke lima wanita itu tersenyum lebar.


"Jangan lupa jika kami adalah wanita-wanita mafia. So, luka seperti ini adalah hal biasa dan tidak akan merenggang nyawa juga" timpal Nyonya Mita terkekeh kecil.


"Lebih baik kita makan saja, sekarang sudah sangat malam" kata Jons.


"Ayo kalian duduk, biarkan kami yang mengambil makanan untuk kalian" Tuan Farhan bersuara. Masing-masing pria langsung menarik wanitanya untuk duduk, Richo yang melihat Karla tidak memiliki pasangan ia pun segera berdiri berjalan ke arah Karla.


"Ayo duduk biarkan aku yang akan mengambil makanan untukmu" ucap Richo membuat Karla malu. Pasalnya semua mata tertuju padanya dan Richo. Namun pria itu hanya terlihat santai saja.


"Tidak perlu! aku bisa sendiri jangan mengasihani aku" jawab Karla namun tak di gubris oleh Richo.


"Terima saja bukankah itu adalah kode dari Richo untuk melakukan pdkt" Tuan Farhan mengomentari membuat Karla dan Richo terdiam seribu bahasa.


"Hey! kalian ambil sendiri atau kami bapak-bapak akan mengambil untuk kalian juga" Tuan Smith bersuara kepada Hara dan teman-temannya.


"Ah, eh. Biar kami sendiri yang melakukannya" jawab Hara kaku.


Para pria beristri segera menyendok nasi dan beberapa lauk ke dalam piring, sedang Tuan Farhan menyendok makanan untuk dua putra kecilnya dan dengan senang hati dua D menerimanya.


"Uncle bisakah menyuapi Lia pakai tangan Uncle, Lia ingin merasakan makan di suapi oleh suami" pinta Aulia dengan wajah puppy eyesnya membuat Tio terkekeh pelan.


"Tentu saja" sebelum itu Tio mencuci tangannya sampai bersih lalu mulai jari-jarinya mengambil nasi dan menyodorkannya pada Aulia. Gadis itu membuka mulutnya dan nasi itu masuk ke dalam mulut Aulia.


"Uncle makan juga" Tio mengangguk pria itu kemudian menyuapi untuk dirinya lalu memberikannya pada Aulia. Wanita-wanita lainnnya melihat kemesraan Tio dan Aulia segera menatap sang suami.


"Prince aku mau di suapi, rasanya tanganku tidak bisa memegang sendok... sepertinya lukanya sedikit parah, tapi aku mau kamu menggunakan tanganmu untuk menyuapiku" lirih Jons pura-pura kesakitan. Tuan Farhan tersenyum kemudian mengangguk. "Baik akan aku lakukan" dengan segera pria itu mencuci tangannya di rasa sudah bersih ia mulai menggunakan jari-jari tangannya untuk mengambil nasi di piring dan memasukannya ke dalam mulutnya membuat Jons bertanya-tanya.


"Prince kenapa malah kamu yang makan sendiri!" Si Jelangkung batangan itu menarik tengkuk istrinya lalu memasukan makanan ke dalam mulut istrinya membuat semua mata terbelalak menatap adegan itu. Tuan Wijaya segera menutup mata dua cucu kecilnya bisa gawat anak sekecil mereka sudah melihat adegan dewasa.


"Astaga, mereka benar-benar membuat iri saja" batin Gilang


"Pasangan romantis tapi tidak tahu tempat" Andre bergumam


"Benar-benar suasana yang sungguh menegangkan" Hara dan Yogi berkomentar dalam hati.


Tuan Farhan ******* bibir istrinya sedikit rakus membuat Jons kehabisan napas dengan segera raja Iblis itu melepas pagutan ciumannya. "Aku ingin berbeda dari yang lain, jika mereka romantis maka aku lebih romantis lagi" tutur Tuan Farhan terkekeh jenaka.


"Kamu ini yah tidak lihat masih ada Dafa dan Daffin di sini!!" gerutu Tuan Wijaya.


"Kakek, kami tidak akan melihatnya jadi lepas tangan Kakek sekarang kami mau makan" ucap dua D dan Tuan Wijaya segera melepas tangannya dari mata sang cucu.


"Daddy harus membuat tempat makan untuk kami anak jomblo" seru Daffin yang langsung membuat semua di sana terbatuk-batuk.


"Astaga anak sekecil dia mengerti apa tentang jomblo" batin orang-orang.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung