Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 99 # Kisah Ibu Erika part 2



“Kebetulan saat itu Ibu sedang menghadiri rapat di Sekolah ku, jadi Ibu dan aku belum mengetahui kondisi Papah saat itu, hingga Ibu dan aku mendapat kabar mengejutkan itu. Papah dinyatakan meninggal dunia saat perjalanan menuju Rumah Sakit.”.


“Ibu dan aku begitu terkejut dan syok, kami berdua segera bergegas menuju Rumah Sakit untuk melihat jenazah Ayah, namun malang nya, mobil yang kami tumpangi mengalami rem blong dan mengakibatkan kecelakaan saat menuju Rumah Sakit, Aku dan Ibu terpental ke luar mobil cukup jauh, namun aku terselamatkan karena Ibu tidak melepaskan pelukannya dari tubuhku, dia begitu melindungi ku meski nyawanya sendiri di pertaruhkan Jenn, aku begitu bangga pada Ibu mu,” Tutur Jo sambil mengukir senyum miris kembali.


“Lalu, apa dari kecelakaan itu Ibu hilang ingatan?” Tebak Jenny, dan Jo pun menganggukkan kepalanya untuk membenarkan tebakan Jenny itu.


“Astaga! jadi Ibu benar-benar hilang ingatan ya,” Lirih Jenny.


“Benar Jenn, dan dari kejadian itu, ibu selalu mengeluhkan sakit di kepalanya, setelah aku periksakan, ternyata Ibu punya riwayat Migrain juga selama ini,” Ucap Jo.


“Dari dulu Ibu memang memiliki riwayat penyakit itu Tuan, apa kondisinya sekarang sudah membaik?” Tanya Jenny cemas.


“Sepertinya tidak Jenn, bahkan akhir-akhir ini Ibu lebih sering terlihat memegang kepalanya jika terlalu lelah,” Ungkap Jo.


“Astaga! kalau begitu bisakah aku bertemu dengan Ibu sekarang? aku ingin bertemu dan memeriksa keadaannya Tuan,” Pinta Jenny.


“Tentu saja Jenn, beliau itu Ibu mu… kau berkah bertemu dengannya kapan pun yang kau mau!” Ucap Jo yang membuat Jenny mengukir senyum di bibir ranumnya.


Setelah perbincangan panjang itu, Jenny memutuskan untuk mengunjungi Ibunya di Apartemen Jo yang terletak tak jauh dari Apartemen Kenny yang dulu sebelum mereka pindah ke rumah mewahnya.


Sementara itu, di Bandara. Nenek Martha terlihat celingukan mencari orang yang akan menjemputnya. Ternyata Nenek Martha memilih datang lebih awal ke Negara asalnya itu agar bisa beristirahat dengan cukup sebelum menghadiri pesta pernikahan cucu sahabatnya.


“Kemana sih anak itu? bukannya dia sudah berjanji ya akan menjemput ku di Bandara?” Gumam Nenek Martha.


“Martha!” Seru Oma Dona.


“Dona!” Sahut Nenek Martha setelah melihat siapa yang memanggil namanya.


“Aku sangat merindukanmu Mar, kau baik-baik saja kan?” Tutur Oma Dona seraya merangkul sahabatnya itu.


“Aku baik-baik saja, Don! kau juga sama bukan? aku juga benar-benar merindukan mu, sebaiknya kita segera pergi dulu dari sini, aku sudah tidak nyaman berlama-lama di tempat ramai begini!” Seru Nenek Martha.


“Ok, baiklah!”.


Kedua wanita paruh baya tersebut pun akhirnya pergi meninggalkan Bandara dengan supir yang sudah di pesan Kenny sebelum Nenek nya mendarat di tanah airnya. Kenny ternyata sedang begitu sibuk saat itu, hingga tak bisa menjemput sang Nenek ke Bandara, Lagi pun Nenek Martha merubah jadwal kepulangannya dan membuat Kenny tak dapat membatalkan beberapa pertemuan penting nya hari itu. Di ingat dari kondisi perusahaannya saat ini yang baru pulih dari masalah beberapa waktu lalu, Kenny akhirnya memilih memesankan supir untuk menjemput Nenek nya di Bandara.


Di lain tempat setelah sampai di sebuah bangunan pencakar langit yang menjulang cukup tinggi. Seorang gadis terlihat sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan orang tua kandungnya yang selama ini dia cari-cari. Jenny dan Jo ternyata tidak membuang waktu mereka untuk mengunjungi wanita cantik yang sudak tak lagi muda, yang sama-sama mereka sayangi itu. Jenny tak henti-henti nya mengembangkan senyuman karena bahagia bisa menemui Ibunya kembali setelah beberapa belas tahun tak bertemu.


“Tuan, aku benar-benar sangat berhutang banyak kepadamu, terimakasih banyak ya, sampai kapan pun aku tidak akan melupakan kebaikan mu kepadaku, terutama pada Ibu! terimakasih sudah mau merawatnya di saat dia tidak memiliki siapa pun selama ini,” Tutur Jenny seraya berjalan menghampiri lift yang akan membawa mereka ke Apartemen Jonathan.


“Kau tidak perlu berterimakasih Jenn, Ibu sudah aku anggap seperti Ibu kandung ku sendiri, jadi sudah sepatutnya seorang anak menjaga dan merawat Ibu nya jika sedang sakit, bukan?” Sahut Jo seraya menekan tombol untuk membuka pintu lift.


“Silahkan!” Serunya sopan seraya mempersilahkan Jenny masuk duluan ke dalam lift.


Di dalam lift, keduanya terlihat begitu akrab dengan segala obrolan mereka yang terdengar semakin sejurus dan satu tujuan. Ternyata Jenny sampai saat ini masih menginginkan untuk melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda karena biaya yang tidak memungkinkan saat dia masih hidup serba pas-pasan bersama keluarga angkatnya. Tapi, setelah menikah dengan Kenny, gadis itu sedikit memiliki harapan untuk melanjutkan kembali mimpinya sebagai Desainer. Namun sampai saat ini, Jenny belum berani mengatakannya pada Kenny. terlebih Jenny pikir akhir-akhir ini suaminya itu seperti sedang banyak masalah di pekerjaannya, sehingga membuat gadis cantik itu sungkan untuk memberitahukan keinginannya.


Ceklek…


“Tunggu sebentar ya! kau mau minum apa? aku akan membuatkannya nanti setelah memanggilkan Ibu untuk mu!” Seru Jo.


“Apa saja Tuan, terimakasih ya! aku jadi merepotkan mu!” Sahut Jenny.


“It’s ok Jenn, ya sudah aku panggilkan Ibu dulu ya!” Jo pun melenggang meninggalkan Jenny untuk menemui Ibunya di kamarnya.


Sejak hari kemari sepulangnya dari gudang persediaan makanan, Ibu Erika mengeluhkan selalu pusing dan tak enak badan, padahal dia selalu rutin meminum obat yang Dokternya berikan selama ini, membuatnya tidak bisa pergi kemana-mana, bahkan untuk sekedar menemani mertuanya pun sangat berat dia lakukan, karena Ibu Erika akan langsung merasakan pusing saat terlalu lelah beraktivitas.


Tok…tok…tok…


“Masuk!” Seru Ibu Erika dari dalam kamarnya.


“Bu… bagaimana kondisi Ibu sekarang? apa mau Jo antar ke Rumah Sakit?” Seru Jo seraya mengusap kening sang Ibu sambung yang selama ini dia sayangi setelah kepergian kedua orangtuanya.


“Ibu sudah membaik Jo, kau baru pulang ya? apa Oma sudah bertemu dengan sahabatnya?”.


“Mungkin sudah Bu, Oma memilih pergi bersama sahabatnya setelah Jo antar kan sampai di Bandara, oh iya! sebenarnya ada yang ingin bertemu dengan Ibu di ruang tamu, apa ibu sanggup untung menghampirinya?” Tutur Jo mengutarakan maksud dan tujuannya.


“Siapa Jo? perasaan Ibu tidak mengundang siapa pun ke sini hari ini!” Sahut Ibu Erika seraya terlihat beranjak dari tempat tidurnya.


Dengan sigap Jo pun membantu Ibunya untuk duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur, Jo terlebih dahulu memberikan segelas air putih untuk sang Ibu sebelum kembali bertanya pada Ibu Erika.


“Terimakasih sayang,” Ucap Ibu Erika setelah meneguk sedikit air yang di berikan Jo.


“Bu, apa Ibu mau menemuinya? sepertinya dia benar-benar menginginkan bertemu dengan Ibu saat ini!” Jo ingat kalau Jenny saat ini sedang hamil, dan bisa jadi keinginannya kali ini untuk bertemu dengan sang Ibu adalah kemauan dari si jabang bayi yang Jenny kandung di dalam rahimnya.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…


jangan lupa jejak dukungannya juga ya... 😘