
Jenny yang sudah tau perangai Gea berusaha menahan emosinya agar tidak cemburu pada wanita genit itu. Untungnya Renata pernah memberinya peringatan tempo hari, dengan susah payah akhirnya Jenny berhasil meredakan emosinya untuk tidak bereaksi berlebihan di depan wanita genit itu.
“Sabar Jenn, kau tidak boleh terlihat emosi saat ini, karena wanita itu pasti akan sangat senang jika melihatmu cemburu, kau harus bisa tenang!” Batin Jenny menyemangati dirinya sendiri.
“Sayang, aku benar-benar tidak berniat memeluknya sedikit pun, dia yang langsung memeluk ku begitu saja tadi, kau percaya padaku kan!” Ucap Kenny meyakinkan.
“Aku percaya padamu sayang, aku pulang sekarang ya, Kak Tian sudah sampai tuh, bye sayang,” Tutur Jenny dengan santainya seraya mendaratkan sebuah kecupan di pipi kanan Kenny dengan begitu mesra di hadapan Gea yang masih mematung di tempatnya.
“Mom, Pah, Jenny pulang dulu ya!” Seru Jenny sebelum benar-benar pergi meninggalkan kediaman keluarga kekasihnya itu.
“Hati-hati sayang, hubungi Mommy jika sudah sampai rumah!” Sahut Mom Bella berteriak.
Setelah berpamitan pada kedua orangtua Kenny, Jenny tersenyum sinis seraya melewati Gea yang masih berdiri memperhatikannya. Entah keberanian dari mana yang Jenny miliki saat itu. Nyalinya semakin berlipat-lipat ganda saat dia sudah berhadapan dengan wanita genit bernama Geandra itu. Kenny yang tak ingin kehilangan momen perpisahan dengan sang kekasih pun memanfaatkan waktu tersebut untuk menghindari Gea dengan mengekor Jenny hingga masuk ke dalam mobilnya.
“Sayang, telepon aku jika sudah sampai di rumah ya!” Pinta Kenny sebelum Jenny menutup pintu mobilnya.
Jenny memberi senyum termanisnya seraya mengusap rahang Kenny dengan begitu lembut. Hal tersebut Jenny lakukan karena Gea masih memperhatikan tingkah dan perilakunya pada Kenny.
“Baiklah Kenn, kau juga harus segera masuk ke kamar setelah aku pulang ya, jangan sampai wanita genit itu mencoba memeluk mu lagi!” Sahut Jenny penuh penekanan di akhir ucapannya.
“I…iya sayang, kenapa suara mu tiba-tiba terdengar horor sih?” Gumam Kenny seraya menutup pintu mobil yang ada di samping kekasihnya.
“Sudahlah Kenn, aku pulang ya! ayo Kak hidupkan mobilnya!” Titah Jenny.
Perlahan mobil yang membawa Jenny pulang pun menghilang dari pandangan orang-orang yang masih berdiri di halaman rumah mewah milik keluarga Alvaro tersebut. Mom Bella memilih mengajak suaminya untuk segera masuk ke dalam rumah, sedangkan Kenny masih berusaha mencari cara supaya Gea mau pulang agar dirinya bisa segera merebahkan tubuhnya yang masih terasa lemah dan sedikit pusing.
“Pah, Mommy udah ngantuk nih, kita masuk yuk!” Seru Mom Bella seraya menguap di akhir ucapannya.
“Ok sayang, malam ini jatah Papah ya!” sahut Papah Oscar seraya merangkul mesra bahu istrinya dan tersenyum miring.
“Ish… Papah kenapa masih suka mesum sih, kita ini sudah tua Pah, masih aja mikirin jatah dari Mommy. Sebaiknya sekarang kita urusi pernikahan Kenny, biar kita segera punya cucu Pah!” Tutur Mom Bella.
“Itu kan bisa di atur nanti sayang, sekarang giliran jatah Papah dulu ya!” Bujuk Papah Oscar seraya menggiring tubuh istrinya ke atas pembaringan mereka di kamarnya.
Sementara itu di halaman rumah mewah milik Keluarga Alvaro masih berdiri dua anak manusia yang berbeda keinginan. Jika Gea masih ingin menghabiskan malam bersama dengan Kenny, lain halnya dengan Kenny sendiri. Pria tampan itu tampak sudah semakin muak dan ingin segera pergi meninggalkan Gea saat itu juga.
“Kenn, kau benar-benar baik-baik saja kan? aku benar-benar sangat khawatir padamu, jadi aku langsung kemari untuk memastikannya sendiri,” Ucap Gea seraya melingkarkan tangannya di lengan kiri Kenny.
Sontak saja pria tampan tersebut menghempaskan tangan jahil wanita genit itu dengan sedikit kasar, dia benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah laku Gea yang masih saja sama dengan beberapa tahun kebelakang. Wanita itu masih saja mengejar-ngejarnya meski Kenny sudah terang-terangan menolaknya dan memiliki kekasih.
“Ge! aku baik-baik saja, dan sebaiknya kau pulang sekarang! aku tidak mau Jenny salah paham nantinya, apa lagi sebentar lagi kami akan menikah. Pulang lah dan jangan lagi datang ke rumahku jika bukan urusan kantor yang mendesak,” Tutur Kenny berusaha tegas.
“Apa? mereka akan menikah? hem! baiklah, aku akan mengalah malam ini Kenn, tapi aku akan merebut mu lagi jika waktunya tiba nanti!” Batin Gea seraya menunjukkan seringai di bi***nya.
“Ok, aku mengerti Kenn, maaf sudah mengganggu waktu mu, kalau begitu aku pamit ya, bye!” Ucap Gea seraya melangkah menghampiri mobilnya.
Di dalam mobil, Gea terus menggerutu dan meluapkan kekesalannya saat tau jika Kenny akan menikahi rivalnya itu. Wanita genit itu terus memutar otaknya untuk menyusun rencana jahat agar pernikahan Kenny dan Jenny gagal terlaksana.
Keesokan harinya, Jenny tengah duduk bersama keluarganya di ruang makan untuk menyantap sarapan pagi mereka. Di saat semuanya sibuk mengunyah makanan mereka, Jenny memberanikan diri untuk berbicara tentang perihal Kenny yang akan membawa Aldo berobat dan melamarnya dalam waktu dekat ini. Awalnya Jenny masih ragu karena Aldo sepertinya masih kurang setuju dengan keputusannya itu, namun setelah mendapat dukungan dari Ibu Tania, Jenny sedikit memiliki keberanian untuk mengungkapkan keinginannya itu.
“Emm… sebenarnya ada yang ingin Jenny bicarakan pada kalian semua, khususnya pada Kak Aldo,” Tutur Jenny setelah memastikan semua orang di rumahnya telah selesai menyantap sarapannya.
“Apa yang ingin kau bicarakan sayang? tumben kau terlihat serius begitu!” Sahut Ayah Primus.
“Ada apa Jenn? bicaralah!” Seru Aldo menimpali.
“Emm…” Jenny melirik ke arah Ibu Tania sebelum menuturkan yang ingin di sampaikan.
Ibu Tania yang seakan mengerti dengan tatapan putrinya tersebut hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia memberi dukungan penuh padanya.
“Dalam waktu dekat ini, Kenny…” Ucap Jenny ragu-ragu.
“Kenapa dengan pria menyebalkan itu?” Sanggah Aldo dengan wajah yang sudah tak bersahabat.
“Kak! Jenny mohon dengarkan dulu perkataan Jenny! Jenny hanya ingin menyampaikan keinginan Kenny yang ingin mengajak Kakan berobat ke luar Negeri dalam waktu dekat ini, kebetulan Mommy nya Kenny mempunyai kenalan Dokter yang hebat di Negeri A, dan mereka begitu ingin membantu Kakak untuk segera sembuh, Kakak mau kan menerima tawaran mereka?” Tanya Jenny setelah menjelaskan maksud dan tujuannya.
“Kenapa mereka mau membantu ku untuk sembuh? mereka tidak memiliki niat lain di balik kesukarelaannya itu kan?” Ujar Aldo.
“Kak! Kenny dan keluarganya begitu ikhlas membantu kita, mereka benar-benar hanya ingin membantu Jenny untuk menyembuhkan Kakak,” Sahut Jenny.
“Hm… apa kau yakin? kau tidak memohon pada mereka dengan iming-iming atau yang lainnya kan?”.
“Mereka benar-benar murni ingin menolong kita Kak, Kakak terima ya tawaran mereka! Jenny ingin Kakak segera sembuh dan bisa berjalan lagi dengan normal,” Papar Jenny seraya membujuk Aldo agar mau menerima tawaran Kenny.
“Aku akan pikirkan lagi nanti,”.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys...😘😘😘