Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 50 # Kekecewaan Jenny



10 menit kemudian mobil yang Kenny kendarai sudah sampai di sebuah taman yang Tian beri tahu sebagai lokasi Jenny membaca buku saat ini.


“Kenapa kau malah memilih pergi ke taman sih Jenn, padahal kan aku sudah menunggu mu dari tadi!” Gumam Kenny sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh area taman.


Dan sorot matanya berhenti dikala melihat keberadaan Jenny yang sedang tertidur pulas di salah satu bangku taman tersebut. Seketika raut wajahnya berubah menjadi merah padam, Kenny benar-benar emosi dan marah saat tau jika Jenny sedang bersama pria lain.


“Jo! kenapa dia bisa bersama dengan Jenny?” Gumam Kenny seraya menyatukan kedua alisnya.


Tanpa membuang waktu lagi Kenny segera menghampiri Jenny dan pria di sampingnya yang ternyata amat di kenali oleh Kenny.


“Jo! kau sedang apa di sini?” Tegur Kenny setelah berada di depan bangku kedua anak adam berbeda gender itu.


“Kenn, apa kabar? aku sedang menjaga gadis cantik ini tidur! sepertinya dia sangat menikmati tidur siangnya sejak tadi,” Tutur Jonathan yang belum tahu jika gadis yang ada di sampingnya adalah kekasih Kenny.


Seketika saat itu juga Kenny menggeser kepala Jenny agar tak bersandar lagi di bahu temannya itu. Dan hal itu tentunya membuat Jenny berhasil terusik dan terbangun.


“Emm… Kenn!” Jenny membulatkan matanya saat mengetahui Kenny sudah berdiri di hadapannya.


“Apa kalian sudah saling mengenal?” Tanya Jonathan yang membuat Jenny semakin terkejut.


“K…kau? kenapa kalian berdua ada di sini?”.


“Sayang kenapa kau sulit di hubungi? lalu kenapa kau bisa bersama dengan Jo?” Cecar Kenny.


“Sayang? apa kalian pasangan kekasih Kenn?” Tanya Jonathan yang masih bingung.


“Iya, dia adalah calon istriku Jo, kenapa kau bisa bersamanya? Jangan bilang kalian berselingkuh ya di belakangku!” Gerutu Kenny yang sudah terbakar cemburu.


“Astaga! Kenn! apa aku terlihat semurahan itu ya?” Jenny beranjak dan tak menyangka dengan ucapan Kenny yang di tuduhkan pada dirinya.


“Tapi kenapa kalian bisa duduk berdua di sini? kau sampai tertidur pulas di bahu Jo tadi!” Ucap Kenny yang masih meninggikan egonya.


“Aku tidak tau Kenn, aku juga tidak tau sejak kapan Tuan Jo ada di sampingku!” Saut Jenny membela diri.


“Tapi sepertinya kau sangat menikmati kebersamaan kalian Jenn!” Jenny menggelengkan kepalanya dan tak kuasa menahan air matanya atas tuduhan yang Kenny tujukan pada dirinya.


Akhirnya Jenny memilih pergi meninggalkan kedua pria itu dengan berlari sekencang mungkin agar tak terkejar oleh salah satu di antara kedua pria itu.


“Astaga Kenn, kau begitu kejam menuduh wanita mu sendiri, kenapa kau tidak mempercayainya, dia tidak bersalah sama sekali Kenn, aku yang salah! aku yang diam-diam duduk di sampingnya saat dia fokus membaca buku tadi, sampai akhirnya dia tertidur dan aku membiarkannya karena aku tidak tega mengusik tidurnya yang terlihat pulas tadi. Kalau kau tidak menginginkannya lagi, biar aku saja yang menggantikan mu!” Seru Jonathan menggebu-gebu seraya bersiap mengejar Jenny.


Namun langkahnya tertahan dengan bogem Kenny yang dia darat kan di wajah Jonathan.


Bugh…


“Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutnya dari ku Jo, camkan itu!”.


“Haist! kau ternyata belum berubah sama sekali Kenn.” Gumam Jonathan seraya mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah akibat bogeman Kenny setelah Kenny meninggalkannya.


Kenny yang menyesali perkataannya pun segera mengejar Jenny sekencang mungkin, namun sayangnya gadis itu sudah tak terlihat di mana pun juga, Kenny semakin frustasi di buatnya. Penyesalannya begitu berlipat setelah Tian mengirimnya rekaman CCTV ruangannya yang menampilkan Gea saat membaca dan membalas pesan yang dikirim Jenny untuknya.


“Arrrgh!! ****!! kenapa aku bisa kecolongan seperti ini sih!” Gerutu Kenny menyesali kebodohannya.


Kenny kembali menghubungi nomer ponsel Jenny. Namun tidak ada satu pun panggilannya yang di jawab oleh gadis cantik itu. Sepertinya Jenny benar-benar kecewa dengan sikap Kenny yang seenaknya sudah menuduhnya berselingkuh di belakangnya.


Di suatu tempat, gadis cantik itu kini sedang menangis tersedu-sedu. Dia menumpahkan kesedihan dan kekecewaannya di sebuah tepian sungai. Hujan lebat yang turun tiba-tiba seolah menemaninya menangisi kesedihannya di sore itu.


“Kenapa sesakit ini? kenapa kau begitu tidak mempercayai ku Kenn?” Gumam Jenny dengan derai air mata yang sudah menyatu dengan air hujan yang mengguyur bumi dan tubuh rampingnya.


“Ah, iya! itu memang Jenny, tapi sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja saat ini, aku harus menghampirinya, jangan sampai gadis itu berpikir untuk bunuh diri saat ini!” Gadis itu segera menghampiri Jenny yang terlihat begitu menyedihkan di pinggiran sungai yang cukup deras arusnya.


“Jenn!” Seru Mirea.


“Mirea? kenapa kau ada di sini?” Tanya Jenny.


“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, kenapa kau ada di tempat ini sendirian? kau tidak sedang melakukan percobaan bunuh diri kan?” Ucapan konyol Mirea ternyata berhasil membuat Jenny mengulas senyum sinis di bibirnya.


“Apa kau pikir aku akan melakukan hal bodoh itu ya?” Sahut Jenny.


“Habisnya kau mencurigakan Jenn, ayo! sebaiknya kita menepi dulu ke tepat yang teduh!” Seru Mirea seraya mengulurkan tangannya ke arah Jenny.


“Hm… baiklah!” Sahut Jenny menerima uluran tangan Mirea.


Mirea menggiring Jenny ke sebuah warung yang berada di sekitaran pinggir sungai. Gadis itu memesankan coklat panas untuk membantu menghangatkan tubuh mereka yang kedinginan akibat terguyur hujan lebat.


“Ini… pakaianmu basah semua Jenn!” Ucap Mirea seraya memberikan segelas coklat panas pada Jenny.


“Hm… biarlah, aku akan segera pulang jika hujannya sudah cukup reda nanti,”.


“So! apa kau ingin bercerita sekarang? aku akan menjadi pendengar mu yang baik jika kau mau Jenn!” Tutur Mirea.


Jenny terlihat menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Mirea, gadis itu masih enggan bercerita tentang kekecewaan dan kesedihannya hari itu.


“Entahlah Mi, aku hanya butuh waktu menyendiri saat ini, kau tidak tersinggung kan?” Ucap Jenny berhati-hati.


“It’s ok Jenn, tenanglah! aku tidak tersinggung sama sekali ko, kadang kita memang membutuhkan waktu untuk meluapkan perasaan kita sendiri jika sedang bersedih, aku harap kau bisa melewati semua fase itu dengan sabar dan kuat ya Jenn, meski aku tidak tau masalah apa yang sedang kau hadapi, tapi aku yakin kau adalah gadis yang kuat dan tangguh yang pernah aku temui Jenn, kau pasti bisa melewati semuanya!” Tutur Mirea memberi semangat.


“Terimakasih ya Mi, kau benar-benar gadis yang baik,” Sahut Jenny seraya menyeruput coklat panas yang sudah sedikit dingin karena suhu udara yang begitu sejuk saat itu.


Setelah hujan cukup reda, Jenny memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya bersama Mirea yang sebelumnya begitu bersikeras ingin mengantarnya.


“Aku pulang!” Teriak Jenny saat dia baru saja tiba di depan pintu rumahnya.


“Kenapa sepi ya?” Gumam Jenny.


“Iya Jenn, tumben sekali rumahmu sepi! apa kak Aldo juga ikut pergi ya?” Ucap Mirea menimpali seraya mengedarkan pandangannya ke seisi rumah yang ternyata tidak di kunci.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys... 😘