Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 79 # Jenny pingsan



“Hei! kenapa kau menangis sayang? aku janji, aku tidak akan meninggalkanmu sampai kapan pun, jadi kau tenang saja ya, jangan menangis seperti ini lagi, aku paling tidak tahan melihatmu menangis sayang.” Sahut Kenny seraya membingkai wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya.


Entah mengapa, Jenny masih saja gelisah dan cemas meski Kenny sudah mengucapkan janjinya. Gadis itu masih tidak tenang dan seakan tak ingin mengakhiri kebersamaannya bersama Kenny saat itu. Sejurus kemudian Tian mengetuk pintu kamar bosnya. Dia memberi kabar jika tim MUA yang akan merias Jenny sudah tiba dan siap untuk menunjukkan bakatnya dalam merias wajah.


Tok…tok…tok…


“Permisi Tuan, tim MUA yang akan merias Nona sudah tiba, mereka menunggu di ruang tamu saat ini.” Tutur Tian di balik pintu kamar Tuan nya setelah mengetuk pintu.


“Sayang! mereka sudah tiba. Sebaiknya kau bersiap ya! aku juga akan membersihkan diri dan berganti pakaian terlebih dahulu sekarang.” Ucap Kenny seraya melerai pelukan istrinya.


“Aku siapkan pakaiannya ya!” Seru Jenny yang langsung bergegas menghampiri walk in closet untuk menyiapkan pakaian suaminya.


“Terimakasih sayang, kau yang terbaik.” Kecup Kenny sekilas tepat di bi*** ranum istrinya sebelum melenggang masuk ke dalam kamar mandi.


Tak sampai sepuluh menit, Jenny sudah selesai menyiapkan pakaian dan keperluan sang suami untuk acara pentingnya malam ini, setelah semuanya di rasa cukup. Jenny  melenggang menghampiri tim MUA yang akan merias wajah dan mengubah penampilannya.


“Selamat sore Nona, apa bisa kita mulai sekarang?” Sapa sekaligus tanya sang MUA saat Jenny sudah ada di hadapannya.


“Hm… ayo ikut aku!” Jenny menuntun tim MUA yang akan meriasnya ke salah satu kamar tamu yang berada di penginapan tersebut.


Sebelumnya. Tian sudah menyiapkan semua keperluan Jenny seperti yang di perintahkan Tuan nya. Dengan keahliannya Tian menyiapkan keperluan Jenny tanpa terlewatkan sedikit pun.


“Sudah selesai Nona, silahkan berdiri!” Seru seorang MUA yang merias Jenny.


Bertepatan dengan itu, Kenny masuk ke kamar di mana istrinya di rias, seketika netra nya terpaku pada wajah cantik istrinya yang terlihat sangat berbeda malam ini, Jenny yang dari dasarnya sudah cantik semakin terlihat bersinar dan  mempesona setelah di sulap oleh tangan berbakat para MUA suruhan Kenny itu.


“Sayang… kau terlalu cantik malam ini, bisa kah kita tidak jadi pergi?” Gumam Kenny yang tak berkedip menatap paras istrinya.


“Haist! kau ini kenapa sih Kenn? kalau kau tidak pergi, lalu siapa yang akan meresmikan gedungnya nanti?” Sahut Jenny memanyunkan bi***nya.


“Ha… benar juga, ya sudah lah, tapi sebelum kita pergi aku punya sesuatu untuk mu sayang, ini…” Ucap Kenny seraya menyerahkan sebuah paper bag.


“Apa ini?” Tanya Jenny sambil membuka paper bag yang dia terima dari suaminya itu.


“Astaga! Kenn! ini indah sekali, pasti harganya sangat mahal ya!” Tutur Jenny setelah membuka kotak perhiasan pemberian suaminya itu.


“Bagiku mahal tidak lah penting sayang, karena aku sudah memiliki mu. Harta ku yang paling berharga di dunia ini. Pakailah! aku ingin melihatmu menggunakannya malam ini!” Seru Kenny seraya membantu istrinya menggunakan satu set perhiasan yang dia beli dari toko pamannya sendiri.


“Kenn, terimakasih ya! aku sangat menyukainya.” Ucap Jenny seraya mengecup bi*** suaminya sekilas.


“Syukurlah kalau kau suka, kalau begitu kita pergi sekarang saja ya, aku rasa Tian juga sudah menunggu kita di depan.” Sahut Kenny seraya melenggang bersama sang istri yang sudah bergelayut manja di sebelah lengannya.


Sejurus kemudian mereka sudah sampai di depan pekarangan penginapan. Tian seger membuka kan pintu mobil untuk kedua majikannya dan bergegas menyusul mereka masuk ke dalam mobil. Hanya butuh beberapa belas menit saja untuk mobil yang Kenny tumpangi sampai di tempat tujuannya. Setelah pintu mobil di buka kan kembali oleh Tian. Kenny dan Jenny segera turun dan melangkah kan kaki mereka menuju gedung yang siap untuk di resmikan.


“Kenn, aku ke toilet sebentar ya, kau masuk duluan saja, aku akan menyusul mu nanti!” Seru Jenny saat kepalanya kembali terasa pusing dan sedikit mual. Sepertinya Jenny benar-benar masuk angin karena tertidur terlalu lama saat di balkon sore kemarin.


“Tidak perlu Kenn, kau harus segera menemui tamu-tamu penting mu sekarang, aku janji tidak akan lama, kau pergilah duluan!” Sanggah Jenny yang tak ingin membuat suaminya khawatir sekaligus cemas pada dirinya.


“Hm… ya sudah aku akan menunggu mu di dalam sayang, hubungi aku jika kau sudah selesai, ok!” Tutur Kenny seraya mengecup kening Jenny dengan begitu dalam sebelum Jenny melenggang ke dalam toilet.


“Baiklah! sampai bertemu di dalam!” Ucap Jenny yang sudah tak tahan untuk memuntahkan isi perutnya yang terasa mual.


Kenny yang merasa khawatir pun akhirnya harus meninggalkan sang istri yang masuk ke toilet sendirian. Sebenarnya Kenny ingin menemani istrinya hingga ke depan toilet dan memastikannya jika Jenny baik-baik saja. Karena, entah mengapa perasaan Kenny menjadi gelisah sejak tingkah istrinya yang begitu berbeda hari itu, mulai dari sifat manja dan sikap perhatian Jenny yang Kenny rasa begitu lengket padanya sejak pagi tadi. Jenny seakan ketakutan saat dia berjauhan dengan dirinya. Namun secepat kilat Kenny menepis prasangka buruk yang ada di pikirannya. Kenny berdoa agar tidak ada hal buruk yang akan menimpa pada mereka.


Saat menuju toilet, Jenny sempat berpapasan dengan Jonathan yang baru saja keluar dari arah toilet pria. Mereka saling bertegur sapa hingga akhirnya Jenny hampir tersungkur karena pusing yang dia rasakan saat itu. Dengan sigap Jonathan menangkap tubuh ramping Jenny persis beberapa waktu silam saat Jenny hampir terjatuh di depan kafe karena kakinya ter hilir.


“Jenn, sepertinya kau tidak sedang baik-baik saja saat ini, apa kau mau aku antar ke Rumah Sakit?” Tawar Jo yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Jenny.


“Tidak perlu Tuan, aku baik-baik saja ko, aku hanya butuh ke toilet sekarang, aku benar-benar ingin mun…” Seketika Jenny memuntahkan isi perutnya di hadapan Jo, dan mengenai jas yang di kenakan pria tampan itu.


“Astaga! Jenn! apa kau baik-baik saja?” Tanya Jo terlihat sangat panik.


Dia sama sekali tidak marah saat Jenny memuntahkan isi perutnya pada jas yang dia gunakan. Pria tampan itu malah semakin mengkhawatirkan keadaan Jenny yang tiba-tiba saja langsung terkulai lemas tak sadarkan diri setelah memuntahkan isi perutnya. Karena Jenny tak merespon seruan nya, Jo akhirnya memutuskan membawa Jenny ke Rumah Sakit terdekat.


Keadaan gedung yang belum terlalu ramai akhirnya memberi kelancaran bagi Jo untuk membawa Jenny pergi ke Rumah Sakit. Namun langkahnya harus sedikit tersendat kala segerombol Reporter yang siap meliput acara peresmian gedung tersebut melihat sosok yang begitu mereka kenali sedang menggendong seorang wanita. Dengan cepat segerombolan Reporter tersebut mengerumuni Jo dan melayangkan beberapa pertanyaan pada Jo perihal wanita yang saat ini ada di dalam gendongannya.


.


.


.


.


.


.


.


Semoga Jenny gak kenapa-napa ya…


Jangan lupa dukung Mom terus ya guys...


Like, komen, gift dan vote sebanyak-banyaknya…


See you next episode…😘😘😘