Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 152 # Membujuk.



"Apa lukanya separah itu?" Tanya Jenny seraya menghampiri Kenny dan membantunya duduk.


"Seperti yang kau lihat, aku sampai tak bisa duduk sendiri," Jawab Kenny berpura-pura meringis.


"Ma...maafkan aku, aku tak bermaksud membuat kau seperti ini, aku hanya..." Ucap Jenny yang seketika di sanggah oleh Kenny dengan kecupannya tepat di bibir ranum Jenny.


"Kau terlalu banyak bicara sayang," Bisik Kenny seraya mengusap jejak saliva nya di bibi Jenny dengan ibu jari tangannya.


Jenny masih tertegun, dia masih mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. Dengan mudahnya dia kembali di cium oleh Kenny.


"Aarrgghh!! sial!! bisa-bisanya pria menyebalkan ini mencuri ciuman lagi dari bibir ku," Rutuk Jenny dalam hatinya.


"Kenapa diam, apa masih kurang?" Goda Kenny yang masih betah mendekatkan wajahnya di wajah sang kekasih hati.


Plakk...


"Aww!!!" Pekik Kenny saat Jenny tiba-tiba saja memukul sebelah bahunya.


"Dasar mesum!! jangan memanfaatkan keadaan ya! aku tidak akan membiarkanmu mencium ku lagi!!" Gerutu Jenny seraya beranjak menjauhi Kenny yang terduduk di atas tempat tidurnya.


"Tapi kau tadi menikmatinya juga, kan?! kenapa sekarang kau mengatakan aku mesum?".


"Karena kau memang pria mesum KENNY ALVARO!! sudah! aku tidak mau berdebat lagi dengan mu, aku akan mencari Ken saja sekarang!" Ketus Jenny seraya melenggang meninggalkan Kenny di kamarnya.


Baru saja dua langkah Jenny meninggalkan Kenny, suara sesuatu yang terjatuh pun terdengar cukup keras membentur lantai.


Brukk...


"Awww!!" Pekik Kenny yang ternyata terjatuh dari atas tempat tidurnya demi mengejar Jenny agar tak meninggalkan dirinya.


"Kenn!!" Seru Jenny kembali berbalik badan menghampiri Kenny yang sudah terjatuh menelungkup.


"Kau sudah gila ya! sudah tau kakimu sedang terluka, kenapa kau masih nekat bangun juga?! jatuh kan jadinya!" Gerutu Jenny cemas.


Mau tak mau perempuan cantik itu akhirnya membantu Kenny kembali untuk berbaring di atas tempat tidurnya lagi, meski tubuhnya jauh lebih kecil dari tubuh Kenny, namun tenaganya masih cukup untuk sekedar merebahkan Kenny kembali ke atas tempat tidurnya.


"Huft!! kau benar-benar merepotkan Kenn! aku panggil Kak Tian dulu ya, sepertinya kaki mu harus di periksa lagi!" Tutur Jenny seraya melenggang meninggalkan Kenny di kamarnya.


"Sampai kapan kau mau membohongi perasaan mu Jenn, kau masih peduli padaku, kau masih mencintaiku sayang," Gumam Kenny seraya menatap nanar kepergian Jenny.


Di ruang makan, Ken kecil terlihat sedang asik menikmati cemilan yang di sediakan oleh Oma dan juga Opa nya. Pria kecil menggemaskan itu begitu senang dan bahagia mendapatkan perhatian dari kedua pasang pasutri yang tak lagi muda itu. pasalnya, meski Ken kecil tak kekurangan kasih sayang dari orang-orang di sekelilingnya, namun dia tetap saja menginginkan kasih sayang yang utuh dari kedua orangtua itu yang tak lain Oma dan Opa kandungnya sendiri.


Flash back beberapa waktu sebelum Jenny tiba di Mansion keluarga Alvaro.


Karena sentuhan jemari Kenny di pipi gembul sang putra akhirnya membuat pria kecil menggemaskan. itu terbangun dari tidurnya.


"Daddy!" Seru Ken kecil seraya mengedarkan pandangannya pada sekeliling.


"Iya sayang, apa Daddy mengganggu tidur mu?" Tanya Kenny seraya mengusap lembut kepala sang putra.


"Tidak... aku memang sudah terbangun Dadd, aku haus!" Ucap Kenny kecil.


"Sepertinya saat ini putra mu perlu minuman bergizi Kenn, cepatlah sembuh! berikan dia makanan dan minuman yang terbaik yang kau punya," Sahut Erfan yang ternyata masih berdiri menyaksikan interaksi anak dan ayah tersebut.


"Paman siapa?" Tanya Ken kecil seraya sedikit bersembunyi di sela dada Kenny yang sedang tidur menyamping ke arahnya.


"Tidak apa-apa sayang, Paman itu teman Daddy ko, namanya paman Erfan!" Sahut Kenny menjawab seraya meyakinkan sang putra agar tak takut pada orang baru yang dia jumpai.


"Hai tampan, apa kau takut padaku?" Tanya Erfan.


Ken kecil menggeleng ragu, perlahan dia sedikit merasa tenang setelah Kenny memberitahunya jika Erfan adalah temannya.


"Kau pergi bersama Paman Tian dulu saja ya sayang, kaki Daddy belum sembuh, tidak apa-apa, kan?!" Tanya Kenny.


"Kenapa kaki Daddy di balut seperti ini?" Sahut Ken kecil yang malah balik bertanya.


"Ini hanya kecelakaan kecil sayang, ya sudah kau pergilah ke bawah, temui Oma dan Opa ya, minta makanan juga lah pada mereka,".


"Ti, kau bawa Ken ke bawah lewat lift rahasia saja ya!" Titah Kenny.


"Baik Tuan, Ayo Tuan kecil, apa kau suka naik kotak besi?" Seru Tian seraya meraih tubuh mungil Ken kecil untuk dia gendong.


Tak lama setelah mengantar Ken kecil ke ruang makan yang ternyata masih ada Papah Oscar di sana , Tian bergegas kembali ke kamar Kenny karena takut Tuan mudanya itu membutuhkan bantuannya lagi.


"Kenapa kau kemari lagi?" Tanya Kenny setelah Erfan berpamitan.


"Sa...saya takut Tuan membutuhkan sesuatu, ja...jadi saya kembali lagi," Tutur Tian terbata.


"Haist! aku hanya luka ringan, kau tenang saja, kau temani putra ku saja dulu di bawah!" Sahut Kenny.


"Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi," Ucap Tian berpamitan.


Flash back done.


"Sayang ternyata kau di sini ya, ayo pulang!" Seru Jenny menghampiri putranya yang masih asik mengunyah buah-buahan segar yang di suapi Mom Bella.


"Ken ingin menginap di sini Mom, Ken masih ingin bermain dengan Marsya," Keluh Ken kecil.


"Sudah lah Jenn, biarkanlah dia menginap di sini malam ini, kau bisa percayakan dia pada kami!" Tutur Papah Oscar.


"Tapi Pah, Jenny takut merepotkan kalian jika menitipkan Ken di sini, sebaiknya kita kembali besok saja ya sayang!" Sahut Jenny seraya membujuk.


"Tapi Ken ingin tidur bersama Daddy, Mom! kenapa Ken juga ingin di temani tidur oleh Mom dan Daddy seperti teman-teman Ken yang selalu bercerita di taman bermain, Ken juga ingin seperti mereka!" Ucap Ken kecil meluapkan keinginannya.


"Mommy, Ken benar! aku juga ingin tidur bersama kalian malam ini, jadi Mom juga ikut menginap ya di sini!" Sahut Marsya membantu Ken kecil membujuk Mommy nya.


"Tapi Mommy dak Ken tidak membawa pakaian lain sayang, jadi lain kali saja ya, please... Mommy mohon jangan sekarang ya sayang!" Bujuk Jenny tak kalah merayu.


Ken kecil terlihat tak tega setelah melihat wajah Mommy nya sendu, pria kecil menggemaskan itu pun akhirnya menuruti keinginan sang Mommy untuk menginap di lain hari.


"Hm... tapi Mommy janji ya menginap di lain hari, atau besok juga boleh, Ken selalu bosan jika terus diam di rumah Mom!" Rengek Ken kecil.


"Mommy janji sayang, kalau begitu kita pulang sekarang ya, ayo!" Seru Jenny seraya merentangkan kedua tangannya agar sang putra mendekat ke arahnya.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf kalau ceritanya agak gak nyambung atau berbelit, Mommy lagi kehabisan ide soalnya, di tambah dari kemarin lagi sibuk ke sana kemari, jadi kurang fokus juga, maaf juga buat para teman-teman author lainnya yang belum aku sambangi lagi novelnya ya, In Sya Allah nanti kalau udah senggang aku lanjut baca plus dukung deh, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


See you next episode 😘😘😘