Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 90 # Bersandiwara lagi



Kedua sejoli itu turun dari mobil mereka dan menghampiri sebuah Restoran yang membuat Jenny mengembangkan senyum di bibirnya. Pasalnya, dia begitu mengingat saat bersandiwara bersama Kenny. Ingatannya kembali berputar saat dia dan Kenny harus berpura-pura mesra layaknya suami istri sungguhan dengan kehamilan palsunya. Setelah mereka masuk ke dalam Restoran, Jenny dan Kenny langsung duduk di salah satu kursi pengunjung dan menunggu seorang pelayan Restoran untuk mencatat pesanan mereka.


“Permisi, aku mau pesan!” Teriak Jenny seraya melambaikan tangannya di udara ke arah pelayan Restoran.


“Silahkan Nona, Tuan!” Ucap pelayan restoran tersebut seraya memberikan sebuah buku menu.


Bertepatan dengan itu, sang pemilik Restoran melihat interaksi seseorang yang dia kenali, dengan yakin dia menghampiri meja pelanggannya itu untuk menyapa.


“Itu saja,” Ucap Jenny setelah menentukan menu yang dia pilih untuk makan malamnya.


“Baiklah, kami segera kembali dengan pesanannya Nona,” Sahut sang pelayan seraya meninggalkan kedua anak manusia itu.


“Ehem... permisi! apa kalian masih mengenaliku?” Tegur sang pemilik Restoran.


“Paman! apa kabar? aku baru saja ingin menanyakan dirimu barusan!” Seru Jenny terlihat begitu antusias.


“Haha… ternyata kau masih mengenaliku ya Nona, kabar ku baik. Lalu bagaimana dengan kehamilan mu? apa semuanya baik-baik saja?”.


Deg…


Seketika Jenny dan Kenny saling memandang dengan wajah yang sedikit gugup, pasalnya waktu itu mereka pernah bersandiwara jika Jenny sedang mengidam dan menginginkan makanan enak di Restoran tersebut.


“Emm…” Gumam Jenny gugup.


“Apa semuanya baik-baik saja? maafkan aku jika aku membuat kalian bersedih, jika kalian tidak ingin menceritakannya aku tidak apa-apa ko, aku mengerti! memang akan sangat sulit merelakan anak yang begitu kita nanti-nantikan,” Tutur pemilik Restoran yang mengartikan kegugupan Jenny dan Kenny sebagai kesedihan kehilangan bayi mereka.


“Ah… iya benar sayang, Paman maafkan kami yang belum bisa merelakan bayi kami,” Sahut Kenny yang cepat tanggap.


“Hm… kalian yang sabar ya, aku doakan semoga kalian di beri penggantinya lagi sesegera mungkin,” Ucap pemilik Restoran.


“Kalau begitu aku akan memberikan kalian menu spesial lagi kali ini, anggap saja sebagai rasa belasungkawa ku pada bayi kalian, tunggu sebentar ya!” Tambahnya lagi seraya menghampiri kitchen room di Restorannya itu.


“Terimakasih…” Ucap Jenny dan suaminya bersamaan.


“Kenn… apa kita tidak terlalu berlebihan membohonginya terus?” Tutur Jenny merasa bersalah.


“Sudahlah sayang, biarkanlah dia menafsirkannya begitu, toh itu bukan kita yang sengaja memberitahunya kan, sebaiknya kita tunggu makanannya datang saja sekarang!” Sahut Kenny yang tak ingin ambil pusing lagi.


“Hm… baiklah.”.


“Tapi kenapa aku sedikit sedih ya ketika Paman tadi mendoakan aku agar segera mendapat penggantinya lagi, apa karena aku memang sudah menginginkan kehadiran bayi seperti yang Paman tadi ucapkan ya?” Batin Jenny bermonolog.


“Sayang! kenapa kau melamun? apa kau baik-baik saja? sebaiknya kita menginap di Villa saja ya, aku tidak ingin kau terlalu lelah jika harus langsung pulang ke rumah malam ini,” Tutur Kenny seraya mengecup punggung tangan istrinya.


“Aku terserah padamu saja Kenn,” Sahut Jenny seraya menunjukkan senyum agar suaminya tak begitu cemas lagi padanya.


Tak lama kemudian, dua orang pelayan dan pemilik Restoran terlihat menghampiri dengan hidangan yang telah mereka siapkan untuk pelanggan istimewanya sore menjelang malam itu. Di susunnya piring-piring yang berisi menu spesial yang di buat langsung oleh sang pemilik Restoran seperti saat Jenny bersandiwara ngidam saat itu. Mereka benar-benar menjamu Jenny dan Kenny bak raja dan ratu. Membuat keduanya terharu dengan kebaikan pemilik Restoran yang begitu tulus menjamu mereka berdua.


“Sayang, apa kau suka makanannya?” Tanya Kenny, karena sang istri terlihat berkaca-kaca setelah memakan hidangan yang di suguhkan oleh pemilik Restoran.


Dengan segera Jenny menggelengkan kepalanya dan berucap.


“Sama-sama Nona, aku begitu senang jika kau begitu menyukai menu spesial ku ini, kalau begitu nikmatilah makanan kalian, aku akan kembali ke ruangan ku dulu sebentar,” Tutur pria aruh baya pemilik Restoran tersebut seraya melenggang pergi menuju ruangannya.


Sepasang suami istri tersebut pun akhirnya menikmati makan malam mereka yang terbilang masih terlalu dini, karena saat itu waktu masih terlalu sore, Tapi Jenny dan Kenny benar-benar sudah sangat lapar dan memutuskan untuk mengisi perut mereka saat itu juga.


“Emm… Kenn, kita pulang sekarang ya, aku ingin segera istirahat sekarang!” Seru Jenny setelah menghabiskan makanan mereka.


“Apa kau yakin sayang? kau baru saja menghabiskan semua makanan yang begitu banyak ini loh, apa kau tidak ingin berjalan-jalan sebentar di pinggir pantai ini?” Tawar Kenny yang sedikit tercengang ketika sang istri bisa menghabiskan hidangan makanan yang begitu banyaknya.


“Tidak Kenn, besok saja deh, aku ingin segera pulang sekarang!” Rengek Jeny dengan manjanya.


“Hm… baiklah, kalau begitu aku bayar dulu makanannya ya!”.


Kenny segera melajukan mobilnya menuju Villa setelah membayar makanan mereka dan berpamitan pada pemilik Restoran. Sepasang suami istri itu tiba di Villa megah milik keluarga Alvaro tepat pukul 18.00. Bibi Rosa yang tau kedatangan Tuan dan Nona mudanya segera menyambutnya dengan antusias.


“Selamat datang kembali Tuan, Nona? apa kabar kalian? Bibi benar-benar senang bisa melihat kalian datang kembali ke Villa ini,” Tutur Bibi Rosa setelah membuka kan pintu Villa dan menggiring kedua anak majikannya itu ke dalam Villa.


“Kabar kami baik-baik saja Bi, Bibi sendiri apa kabar?” Sahut Jenny balik bertanya.


“Bibi juga baik-baik saja Nona, kalau begitu Bibi tinggal ke dapur dulu ya untuk menyiapkan makan malam!” Seru Bibi Rosa.


“Tidak perlu Bi, kami sudah makan sebelum kemari barusan,” Sanggah Kenny.


“Begitu ya, kalau begitu Tuan dan Nona istirahat saja sekarang, jika perlu apa-apa panggil Bibi saja ya!” Seru Bibi Rosa sebelum pergi meninggalkan kedua majikan mudanya itu.


“Terimakasih ya Bi, ayo Kenn! aku ingin tidur sekarang!” Ucap Jenny seraya bergelayut manja di lengan suaminya. Membuat Kenny mengerutkan keningnya karena hal itu begitu langka Jenny lakukan setelah mereka menikah.


“Kenapa malam ini dia begitu menggemaskan?” Batin Kenny seraya menggiring sang istri ke dalam kamar di Villa milik keluarganya.


Malam harinya, Jenny sama sekali tak bisa di bangunkan meski Kenny terus mengusiknya dengan beberapa sentuhan dan kecupannya di beberapa bagian wajah dan tubuh istrinya itu. Padahal Kenny sudah sangat menantikan pergulatan panasnya kembali dengan sang istri karena tergoda dengan gaun malam Jenny yang tersingkap tak sengaja oleh sang penggunanya ketika tertidur pulas.


“Arrgggh! Kenapa dia begitu lelap sih? apa dia begitu lelah ya hari ini? masa sentuhan ku tidak ada yang dia respon sih!” Gerutu Kenny yang mulai frustasi.


“Sayang! kau tidak sedang bercanda, kan? juniorku sudah bangun sedari tadi nih!” Ucapnya lagi seraya menggoyang-goyangkan tubuh istrinya agar terbangun.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys…😘😘😘