Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 168 # Bertemu lagi.



Dan hal itu ternyata benar-benar membuat bayi Fano langsung terdiam dari tangisnya, sepertinya bayi mungil itu benar-benar ingin bertemu sang Kakak sesuai janji kedua orangtuanya.


Tak berapa lama rombongan keluarga kecil Erfan baru saja tiba di pekarangan mansion keluarga Alvaro, sesaat mereka masih bersiap turun, sebuah mobil mewah berwarna hitam menyusul terparkir tepat di samping mobil milik Erfan. Dan mobil tersebut ternyata mobil yang membawa Kenny dan Jenny di dalamnya. Al hasil mereka tiba seperti sudah mengatur janji karena bisa datang secara bersamaan.


"Sayang, bukannya itu mobil Kenny?" Tanya Renata seraya meringkas keperluan baby Fano yang hendak dia bawa masuk ke mansion keluarga Alvaro.


"Itu memang mobilnya sayang, sepertinya kita datang di waktu yang tepat," Sahut Erfan menjawab.


"Baguslah, kalau begitu ayo kita turun lebih dulu!" Seru Renata.


Dengan sigap Erfan segera turun dan mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil yang berada di sisi sang istri, tak lupa pria gagah nan tampan itu membantu membawakan beberapa keperluan sang baby agar meringankan beban sang istri.


(ha... bang Erfan suami idaman banget gak sih guys 😍😍😍)


"Jenn!!" Seru Renata sesaat melihat Jenny baru saja turun dari mobil mewah Kenny.


"Kak Rere..." Sahut Jenny dengan mata berbinar nya.


"Astaga, kau semakin cantik Jenn, kau apa kabar?!" Tutur Renata bertanya setelah melepas pelukan yang sebelumnya mereka lakukan.


"Aku baik kak, Kakak bisa saja, apa ini bayi kalian, tampan sekali," Sahut Jenny seraya mengelus lembut sebelah pipi baby Fano.


"Ya... tapi masih kalah tampan dengan putra kita sayang, ayo! sebaiknya kita berbincang di dalam saja, aku juga ingin segera menemui putra ku di dalam!" Ucap Kenny menyahut seraya merangkul bahu Jenny dengan mesra, membuat perempuan cantik itu terlihat canggung di depan kedua temannya yang baru dia temui lagi.


Setibanya di dalam mansion, Bibi Sari selaku kepala pelayan di mansion menghampiri mereka semua untuk memberitahu keberadaan sang majikan yang kini tengah bermain bersama sang cucu di kolam renang.


"Nyonya dan Tuan besar sedang berada di kolam bersama Tuan Ken, Tuan! mari Bibi antar!" Tutur Bibi Sari menawarkan jasa.


"Tidak apa-apa Bi, kita ke kolam sendiri saja, sebaiknya Bibi tolong bawakan minuman dan beberapa kudapan untuk kami saja, ya!" Sahut Kenny yang masih tak melepas rangkulannya di bahu Jenny.


"Baiklah Tuan, kalau begitu Bibi permisi," Jawab Bibi Sari segera bergegas ke dapur untuk menyediakan yang Tuannya minta.


"Kenn, lepaskan tanganmu! aku benar-benar tidak nyaman," Gerutu Jenny pelan tepat di samping telinga Kenny yang kini tengah berjalan menuju kolam.


"Tenanglah sayang, aku hanya ingin merangkulmu, atau kau ingin aku beritahu mereka tentang semalam, ya!" Ucap Kenny dengan seringai di bibirnya.


"Astaga!!! pria ini benar-benar menyebalkan, bisa-bisanya dia memanfaatkan kelemahan ku," Batin Jenny yang akhirnya memilih pasrah.


Di pinggiran kolam, Mom Bella terlihat sedang asik menyuapi sang cucu buah-buahan segar, Ken kecil sama sekali tak terlihat bersedih sedikit pun saat itu. Dan hal itu baru Jenny sadari jika dirinya ternyata sudah di tipu kembali oleh sang mantan suami yang mengatakan jika putranya tengah menangis ingin bertemu.


"Bodoh!!! kenapa aku selalu tertipu olehnya sih!!" Rutuk Jenny dalam hatinya.


"Kalian... astaga!!! Mom hari ini benar-benar senang bisa berkumpul seperti ini," Tutur Mom Bella setelah melihat rombongan anak-anaknya memasuki area kolam renang.


"Daddy!!!" Seru Ken kecil yang nampak bersemangat melambaikan tangannya ke arah sang Daddy.


"Haist!! sepertinya posisiku benar-benar tergeser di hati Kenji, tapi itu wajar juga sih, dia kan baru bertemu kali ini dengan Daddy-nya," Keluh Jenny dalam hatinya.


"Tante apa kabar? Mommy menitip salam untuk Tante dan Om," Tutur Renata seraya mendaratkan bokongnya di salah satu sifa paviliun.


Saat ini mereka tengah duduk berkumpul di sebuah bangunan paviliun yang berada tepat di samping kolam renang.


"Tante baik sayang, sampaikanlah salam balik Tante untuk kedua orangtuamu ya, oh iya kalian mau minum apa? biar Tante minta buatkan pada Bibi ya!" Tawar Mom Bella.


"Tidak usah Tan, tadi Kenny sudah meminta Bibi Sari untuk membawakannya," Sahut Erfan bantu menjawab.


"Oh gitu ya, baguslah... hai... cucu Oma, kamu cepat sekali Tumbu sayang, Tante gendong ya Re baby nya!" Seru Mom Bella seraya meraih Baby Fano dari gendongan Mommy nya.


"Mom, Jenny permisi ke toilet sebentar ya!" Seru Jenny meminta ijin.


"Iya sayang, jika kau mau berganti pakaian pun kau langsung masuk ke kamar Kenny saja ya, di sana pakaianmu masih tersimpan rapih, Jenn!" Sahut Mom Bella.


"Terimakasih Mom,. Jenny ke toilet dulu ya," Ucap Jenny seraya beranjak.


Setelah dari toilet, Jenny memutuskan berganti pakaian. Sepertinya dia memang membutuhkannya agar tak merasa gatal akibat bakteri dari pakaian yang sudah dia pakai selama seharian full kemarin.


"Sepada... kenapa rumah ini sepi sih?!" Gumam seorang pria saat memasuki mansion keluarga Alvaro.


"Sepertinya aku mengenal suara itu, tapi siapa ya?" Batin Jenny saat baru selesai berganti pakaian dan menuruni tangga untuk kembali ke area kolam renang.


Tap...tap...tap...


"Kemana orangnya? apa aku salah mendengar ya?" Gumam Jenny seraya mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan luas di mansion tersebut.


"Ishhh... jangan-jangan sekarang rumah mewah ini berhantu lagi," Ucap Jenny bergidik sendiri.


Akhirnya perempuan cantik itu memutuskan kembali ke kolam renang tanpa menghiraukan suara yang dia dengar tadi. Dengan langkah yang terburu-buru Jenny menghampiri kolam, namun naasnya dia malah tersandung karena tak fokus berjalan hingga tubuhnya hampir saja terjatuh mencium lantai.


Grep...


"Apa kau baik-baik saja, Nona?" Tanya pria yang berhasil menangkap tubuh Jenny yang hampir terjatuh di mulut pintu menuju kolam renang.


"Aku baik-baik saja, terim... kau!" Sahut Jenny seraya mengarahkan salah satu jari telunjuk tangannya ke arah sang pria yang sudah menolongnya.


"Sial!! kenapa mereka bisa sedekat itu?!" Gerutu Kenny terbakar cemburu saat melihat sepupunya tengah menolong Jenny yang hampir terjatuh.


"Nona Alexa?! aku benar-benar tak menyangka bisa bertemu dengan mu lagi di sini," Ucap Viky yang tak lain pria yang kembali menolong Jenny saat hampir terjatuh.


"A... iya aku juga tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi di sini Tuan..." Jenny menggantung ucapannya karena belum mengetahui nama si pria yang ternyata sepupu Kenny tersebut.


"Viky, kau benar tidak apa-apa, kan?! apa ada salah satu kaki mu yang terakhir?" Tanya Viky seraya mengitari tubuh Jenny.


"Ti..tidak Tuan, aku benar-benar baik-baik saja, terimakasih untuk perhatianmu," Ucap Jenny sedikit risih.


"Mommy!!! kenapa kau masih berdiri di sana, ayo cepat kemari temani aku berenang!" Seru Ken kecil berteriak dari arah kolam.


.


.


.


.


.


.


.


Hari ini Mom usahakan dua bab lagi deh, makannya jangan lupa usahakan dukungannya juga ya guys... 😁


See you next episode 😘😘😘