
"Jenn, kau mau ya?! kita mulai lagi semuanya dari awal sayang, aku janji... aku tidak akan mengulang kesalahan yang dulu sudah aku lakukan kepadamu!" Tutur Kenny seraya meraih sebelah tangan Jenny dan mengecup punggung tangannya sekilas.
"Sayang... aku juga ingin mewujudkan keinginan putra kita, sepertinya jika kita kembali rujuk, bukan hanya aku yang bahagia, tapi Kenji juga! dia pernah bilang padaku jika dia ingin kita berkumpul menjadi keluarga utuh, apa kau tega mengabaikan keinginan putra kita? setidaknya pikirkanlah kebahagiannya Kenji, Jenn! aku mohon..." Ucap Kenny tambah membujuk.
"A...aku, ah! kita sudah sampai Kenn, aku akan bergegas, selamat bekerja!" Sahut Jenny segera melarikan diri saat mobil mewah Kenny sudah terparkir di depan gedung Alva corp.
"Ha... kenapa sulit sekali menjawab mau sih, Jenn! padahal jelas-jelas kau juga tidak menolak kecupanku di tanganmu, tadi! bahkan aku terus menggenggamnya sepanjang perjalanan," Gumam Kenny seraya menatap kepergian Jenny ke dalam lobi perusahaannya.
Seharian itu, Kenny tak mengganggu sang mantan istri seperti biasanya, mungkin karena memang dirinya juga sedang banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, sehingga Jenny bisa bekerja lebih tenang dan fokus dalam merampungkan pekerjaannya.
"Akhirnya selesai, tinggal aku berikan ke bagian penjahitan," Gumam Jenny seraya merapihkan kembali meja kerjanya dan bergegas ke ruangan khusus yang Kenny sediakan untuk para pekerjanya yang menjahitkan hasil rancangan-rancangan tangan sang mantan istri.
Waktu terus berlalu, hingga tibalah saatnya waktu makan siang. Jenny menyempatkan menghubungi Ibu Erika untuk menanyakan kabar padanya. sudah dua hari ini dia tidak sempat pulang ke rumah karena Kenny yang membawanya paksa.
"Halo Bu, Ibu dan Oma baik-baik saja kan? maaf Jenn tidak pulang ke rumah 2 hari ini, mungkin nanti sore Jenn pulang Bu," Tutur Jenny via telepon.
"Ibu dan Oma baik-baik saja sayang, kau tenanglah, Ibu tau kau pasti sangat sibuk saat ini, semoga semua pekerjaanmu lancar ya sayang, oh iya! apa Jo ada menemuinya? dia bilang kemarin dia sempat ingin mencari mu tapi sampai sekarang dia juga belum pulang ke rumah, Jenn!" Sahut Ibu Erika bertanya.
"Dari kemarin aku sama sekali belum bertemu dengan Kak Jo, Bu. Apa dia bilang mau mencari kemana sebelum pergi?" Jenny khawatir jika Jo sampai saat ini masih mencarinya, namun nyatanya Jo masih di Apartemen Anggun dan menemaninya melakukan segala aktivitas nya dua hari ini.
"Kemarin sih dia bilang mau menemui Anggun untuk bertanya, tapi sampai sekarang Ibu tidak tau lagi kabarnya," Jawab Ibu Erika.
"Apa jangan-jangan Kakak masih di sana ya? aku akan coba menghubunginya nanti Bu, kalau begitu aku tutup dulu ya teleponnya, aku harus ke kantin untuk mengisi perut, dah Ibu" Ucap Jenny mengakhiri sambungan teleponnya.
Klik...
"Haa.. ya ampun perutku benar-benar lapar sekarang, ini semua gara-gara Kenny, aku jadi melewatkan sarapan tadi pagi!" Gerutu Jenny seraya melangkah menghampiri lift yang akan membawanya ke kantin perusahaan yang berada di lantai dasar.
Tring... bunyi pintu lift terbuka.
"Jenn!!".
"Anggun!!".
Seru Jenny dan Anggun bersamaan saat pintu lift terbuka dan menampakkan sosok perempuan cantik bersama seorang pria yang hendak Jenny cari tau keberadaannya.
"Kalian kenapa bisa bersama?? ahhh... jangan-jangan kalian sudah jadian y?!" Tanya Jenny seraya menggoda.
"Astaga, Nona sebaiknya kau masuk lift dulu, aku akan menceritakannya nanti!" Sahut Anggun seraya menarik tangan Jenny agar ikut masuk ke dalam lift.
Namun saat pintu lift hampir tertutup sebuah tangan menghadang pintu agar tertahan dan kembali terbuka. Secepat kilat sang pemilik tangan tersebut masuk ke dalam lift menyusul sang pujaan hati yang terlihat di tarik seseorang saat memasuki kotak besi tersebut.
"Astaga! Kenn! kenapa kau nekat mencegah pintu lift yang mau tertutup, bagaimana kalau tang... maksudku liftnya rusak, aku tidak mau terkurung di kotak besi lagi ya!" Gerutu Jenny yang hampir saja kebablasan mengungkapkan kekhawatirannya pada Kenny, namun beruntung dia bisa mengalihkannya dengan menyalahkan kecerobohan Kenny yang bisa merusak pengoperasian lift.
"Tenang saja sayang, kali ini aku jamin liftnya tidak akan bermasalah lagi. Aku sudah menyuruh teknisi kantor untuk selalu memeriksanya rutin," Sahut Kenny yang masih mengatur deru nafasnya yang tersengal akibat mengejar Jenny yang masuk ke dalam lift.
"Baguslah kalau begitu! ini... pakailah untuk mengusap keringatmu itu!" Seru Jenny seraya memberikan sapu tangan miliknya ke arah Kenny.
"Terimakasih sayang, ternyata kau masih peduli ya padaku..." Goda Kenny.
"Ha... kenapa gombalannya terdengar kuno sih, Kenny benar-benar tak pandai merayu wanita," Batin Jo yang sejak tadi tak membuka suara.
"Sudahlah, jangan banyak bicara, atau kau turun di lantai berikutnya!' Ancam Jenny.
"Haist! kenapa mukanya jadi menggemaskan seperti Ken? mentang-mentang dia Daddy-nya ya," Kekeh Jenny dalam hatinya yang tak sadar sedikit menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Kenapa kau tersenyum? apa ada yang lucu ya?!" Tanya Kenny bingung.
"Tuan, Nona, sepertinya yang lucu itu kalian berdua..." Anggun menjeda ucapannya karena terkekeh.
"Kalian sama-sama menggemaskannya jika sedang berseteru seperti ini," Sambungnya lagi.
"Benar, aku setuju sayang!" Sahut Jo menambahkan.
Seketika pendengaran Jenny menajam, menangkap ucapan terakhir yang Jo serukan untuk panggilannya pada Anggun.
"Sayang?!... astaga!!! kalian benar-benar sudah resmi jadian ya, wah... selamat ya Gun, aku ikut bahagia untuk kalian berdua," Jenny nampak girang seraya memeluk Anggun dengan erat.
"Wah... benar-benar kabar menggembirakan sobat, selamat ya!" Seru Kenny seraya menjabat tangan Jo.
"Kalau begitu kita harus pergi merayakannya, ayo! aku akan mentraktir kalian maka enak di Restoran mewah hari ini," Ucap Kenny menambahkan.
"Terimakasih banyak Tuan, tapi sepertinya itu terlalu berlebihan, sebaiknya kita makan di Restoran biasa saja, iya kan Kak?!" Sahut Anggun meminta persetujuan.
"Benar, Kenn! lagi pula seharusnya aku yang mentraktir kalian, jadi sebaiknya kali ini kita makan siang di Restoran biasa saja, untuk perayaannya, aku akan undang khusus kalian berdua nanti malam di salah satu Restoran mewah milik ku, bagaimana? apa kalian setuju?!" Tawar Jo.
"Tidak buruk, bagaimana sayang? apa kau juga setuju?" Tanya Kenny seraya merangkul pundak Jenny dengan posesif.
"Haist! tidak perlu sambil merangkul juga kan Kenn, aku tidak akan jatuh di sini," Tutur Jenny seraya mencoba melepaskan rangkulan Kenny di pundaknya.
Sejurus kemudian pintu lift terbuka menandakan jika mereka sudah tiba di lantai yang mereka tuju.
Tring... pintu lift terbuka.
"K...kau?!" Ucap Jenny terbata saat tau siapa orang yang sudah berdiri di depan lift yang dia tumpangi bersama yang lainnya.
.
.
.
.
.
.
.
Siapa hayoo yang berdiri di depan lift??? penasaran kan, ayo buruan dukung Mommy dengan like, komen, gift dan juga vote nya. yang buanyak ya guys... 😁 biar Mom tambah semangat lagi up-nya hari ini...
See you next episode 😘😘😘