
Di lain tempat, tepatnya di sebuah Restoran yang cukup mewah, Kenny terlihat sedang menyantap makan siangnya dengan cukup lahap di temani seorang wanita bertubuh se*** nan menggoda.
“Apa kau suka makanannya Ge?” Tanya Kenny.
“Hm… apa lagi di temani kau seperti ini Kenn, aku sangat suka,” Ucap Gea dengan nada genitnya.
Ya! wanita se*** nan menggoda yang menemani Kenny makan siang hari itu adalah Geandra.
“Kau bisa saja, oh iya! cabang perusahaan yang ada di Negara A itu berjalan lancar kan?”.
“Kau tenang saja Kenn, semuanya sangat berjalan lancar, aku janji tidak akan mengecewakan mu kali ini!” Tutur Gea seraya beranjak dan menghampiri Kenny di tempat duduknya.
Wanita genit itu melenggang dengan body tubuhnya yang begitu montok seraya menyemprotkan sedikit parfum entah apa di lehernya, membuat Kenny sedikit limbung.
“Kau pakai parfum apa Ge? kenapa wangi sekali!” Ucap Kenny yang sudah tak bisa mengontrol tubuhnya.
“Aku pakai…”.
Bruk…
Dalam hitungan detik Kenny sudah ambruk tak sadarkan diri di atas meja makan yang baru saja dia gunakan untuk makan siang bersama dengan Geandra. Wanita licik itu ternyata sudah merencanakan semuanya dengan sangat baik, sehingga Kenny tak merasa curiga sedikit pun padanya.
Sebelumnya Gea ternyata sudah memerintahkan seorang pelayan yang sudah dia bayar mahal untuk memasukkan serbuk entah apa ke dalam makanan yang di santap Kenny. Wanita itu menunjukkan seringai di bibirnya kala dia berhasil membuat Kenny tak sadarkan diri dan mulai beraksi untuk melancarkan niat jahatnya.
Sejurus kemudian dua orang anak buah Gea terlihat masuk ke ruangan privat Restoran yang sengaja Gea minta pada Kenny dengan alasan ingin membicarakan hal penting tentang perusahaan, sehingga Kenny pun tak menaruh curiga padanya dan mengabulkan keinginan wanita genit nan licik itu agar memesan ruangan privat untuk mereka makan, siang itu.
“Bawa dia ke Apartemen ku sekarang juga, aku tidak akan membuang-buang waktu lagi kali ini, ayo!” Perintahnya pada kedua anak buahnya.
...****************...
Setelah tiba di rumah sang Ibu angkat, Jenny segera memberitahukan kabar kehamilannya pada seluruh orang di rumah tersebut, tak terkecuali pada Aldo. Pria yang baru saja mendapat pekerjaan dan sembuh dari lumpuhnya itu begitu bahagia mendengar kabar kehamilan sang adik. Aldo begitu terharu karena adiknya sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu.
“Selamat sayang, Ibu sangat bahagia mendengarnya, Ibu jadi tidak sabar ingin segera menimang cucu dari mu ini!” Ucap Ibu Tania seraya mengusap perut Jenny dengan begitu lembut.
“Masih harus menunggu beberapa bulan lagi Bu, yang penting kau tidak boleh terlalu stress dan lelah sayang, kau harus selalu happy! agar janin yang ada di dalam perutmu itu ikut bahagia juga,” Sahut Ayah Primus.
“Yang di katakan Ayah benar, sayang! kau harus menjaga asupan makanan mu juga mulai sekarang, Ibu akan buatkan kau menu-menu makanan sehat nanti, kau harus membuatnya ya di rumah!” Sambung Ibu Tania.
“Iya Bu, Jenny pasti akan mengingat semua nasihat kalian, tapi Jenny punya satu permintaan sama kalian, Jenny ingin kalian merahasiakan kabar kehamilan Jenny ini pada Kenny dan keluarganya, Jenny ingin memberi mereka kejutan di acara ulangtahun Kenny dua Minggu mendatang,” Tutur Jenny memaparkan keinginannya.
“Apa itu seminggu setelah pernikahan Rangga?” Tanya Ayah Primus.
“Benar Yah,” Jawab Jenny.
“Kami akan selalu mendukung mu sayang, lakukan lah apa yang kau mau Jenn!” Sahut Ayah Primus.
“Ya sudah… kalau begitu bagaimana kalau sekarang kita pesan sup kaki ayam? hitung-hitung perayaan menyambut keponakan ku ini, kau tidak keberatan kan? lagi pula aku pernah baca di salah satu artikel tentang Ibu hamil, kalau makan sup kaki ayam sangat bagus bagi ibu hamil untuk menjaga kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit dan minum obat, betul kan Bu!” Ucap Rangga meminta dukungan.
“Benar sayang, coba lah!” Tutur Ibu Tania membenarkan.
“Baiklah! Jenny ikut apa kata kalian saja deh!” Kekeh Jenny mengiyakan ajakan Kakak angkatnya itu.
Sementara itu, Aldo yang baru saja pulang bekerja langsung menghampiri Jenny yang sudah menunggunya di ruang keluarga bersama keluarga angkatnya yang lain.
“Jenn, ada apa? sepertinya kau bahagia sekali saat ini!” Seru Aldo sambil mengecup kening adik kesayangannya.
“Jenny memang sedang bahagia Kak, sebentar lagi Kakak akan menjadi Om!” Ucap Jenny yang membuat Aldo menatapnya penuh haru bahagia.
“Apa itu berarti kau sedang hamil? selamat sayang, Kakak ikut bahagia untukmu,”.
“It’s ok Jenn, kau tenang saja, Kakak tidak akan membocorkan nya pada siapa pun juga!” Ucap Aldo seraya mengusap lembut kepala sang adik.
"Oh iya Kak, Jenny punya dua kabar lagi untuk Kakak, tapi mungkin kabar yang satunya bukan kabar yang menyenangkan, tapi Jenny rasa Jenny akan memberitahukannya nanti saja ya jika selesai makan," Tutur Jenny yang membuat Aldo penasaran.
"Kenapa tidak sekarang saja sih Jenn, Kakak jadi penasaran nih!" Bujuk Aldo.
"Nanti saja ya, Jenny janji akan langsung menyampaikannya setelah kita makan bersama nanti! sekarang Jenny benar-benar ingin makan sup kaki ayam yang di bicarakan Rangga tadi Kak, kita makan dulu ya!".
"Ha... baiklah!" Ucap Aldo mengalah.
Setelah menyampaikan berita menggembirakan sekaligus berita menyedihkan tersebut, Jenny akhirnya berpamitan pulang ke rumah mewahnya yang Kenny beli atas nama Jenny sebagai hadiah pernikahan mereka. Selama perjalanan Jenny terlihat selalu mengembangkan senyum di bibirnya, dia benar-benar sangat bahagia dengan berita kehamilannya ini.
Sesampainya di rumah, Jenny segera bergegas membersihkan diri dan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Namun setelah makanan tersaji cukup lama di atas meja makan, Kenny masih tak menampakkan dirinya di rumah mewah tersebut. Karena khawatir Jenny segera menelepon suaminya untuk menanyakan keberadaannya saat ini. Namun setelah beberapa kali Jenny menghubunginya, Kenny sama sekali tidak menjawab satu pun panggilan telepon dari istrinya itu.
“Kenny kemana sih? apa aku telepon Kak Tian saja ya?” Gumam Jenny seraya mencari kontak Tian di ponselnya.
Sejurus kemudian panggilan telepon pun tersambung.
“Halo Nona, apa kau membutuhkan sesuatu?” Sapa Tian di sebrang telepon sana.
“Em… Kak, aku hanya ingin menanyakan keberadaan Kenny, apa dia masih sibuk? atau dia lembur lagi malam ini?” Tutur Jenny bertanya.
“Tuan memang masih ada pertemuan dengan klien di salah satu hotel Nona, mungkin Tuan akan pulang sebentar lagi, kebetulan saat ini saya sedang mengurus beberapa kendala di lapangan, jadi saya tidak sedang bersama Tuan!” Sahut Tian menjelaskan.
“Hm… begitu ya, ya sudah! terimakasih untuk informasinya ya Kak, selamat malam.”.
Tut… Jenny pun memutus sambungan teleponnya.
“Hm… sepertinya Kenny akhir-akhir ini selalu sibuk,”.
“Apa perusahaannya sedang mengalami masalah ya? barusan juga Kak Tian bilang sedang mengurus kendala di lapangan, semoga saja bukan masalah besar yang di hadapi suami ku itu, ha… kalau begitu aku simpan makanannya di lemari penghangat saja deh, jadi jika Kenny pulang dan lapar nanti tidak perlu menghangatkannya lagi,” Gumam Jenny seraya memasukkan beberapa masakan yang dia buat ke dalam lemari penghangat makanan.
Selesai memasukkan makanan ke dalam lemari penghangat, Jenny memilih menonton televisi untuk mengusir jenuh dan kantuk yang menyerangnya. Namun kelopak mata indahnya hanya bisa bertahan sebentar sebelum membawanya ke alam mimpi yang membuainya dengan indah.
“Hoam… sudah hampir jam sebelas, apa Kenny masih sibuk ya?” Gumam Jenny yang sudah tak bisa lagi menahan kantuknya. Dan akhirnya gadis cantik itu tertidur pulas di atas sofa dan di temani televisi yang masih menyala.
.
.
.
.
.
.
.
Kenny kemana ya??? kasian banget Jenny sampai ketiduran nungguin tuh... 😞
ikutin terus kelanjutan ceritanya ya guys, dan jangan lupa tinggalkan selalu jejak dukungannya biar Mom tambah semangat up...
See you next episode guys…😘😘