Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Eps 59 # Mata-mata



“Aku ingin meminta maaf tentang peristiwa kemarin Jenn, aku sungguh menyesal karena sudah membuat kalian salah paham. Aku benar-benar tidak tau kalau kau sudah memiliki kekasih,” Tutur Jonathan lirih.


“Sudahlah Tuan, aku sudah melupakannya ko, lagi pula berkat dirimu aku dan Kenny semakin yakin dengan hubungan kami,” Sahut Jenny dengan senyum yang dia ukir di bi*** ranumnya.


“Sebaiknya kita sekarang bahas pekerjaan saja ya Tuan, apa yang bisa aku bantu kali ini?”.


“Ha… baiklah Jenn, kali ini kau harus membantuku mendekor sebuah gedung yang cukup luas, tapi itu tidak di sini.” Ucap Jo menuturkan.


“Maksudnya tidak di Kota ini ya?” Tanya Jenny memastikan.


“Iya! benar! dan tepatnya bukan di Negara ini juga, aku ingin kau mendekor di Negara A,”.


“Negara A?”.


“Benar Jenn, apa kau keberatan? aku akan menanggung semua keperluan mu selama di sana, termasuk tempat tinggal selama di sana dan yang lain-lainnya,”.


“Emm… aku tidak mencemaskan tentang hal itu Tuan, tapi kapan kita mulai bekerja?” Tanya Jenny.


“Rencananya aku akan meresmikan gedung itu minggu ini Jenn, jadi kau bisa bersiap-siap sekitar dua atau tiga hari sebelum gedungnya di resmikan, kau bisa kan?” Jo balik bertanya untuk mencapai kesepakatannya.


“Emm.. itu berarti lusa aku harus segera melakukan persiapannya ya, apa aku bisa ya? aku sedikit ragu Tuan, atau kau cari jasa dekorasi lainnya saja, aku takut mengecewakanmu nantinya kalau persiapannya dadakan seperti ini,” Tutur Jenny mengungkapkan kecemasannya.


“Aku percaya pada bakat mu Jenn, kau tenang saja, semua persiapannya akan aku bantu semaksimal mungkin, yang penting sekarang kau setuju dengan kontrak kerja sama kita ini,” Sahut Jonathan seraya mengayunkan tangannya ke arah Jenny untuk berjabat memutuskan kesepakatan.


“Hm… baiklah, semoga kau puas dengan hasil kerja ku nanti ya Tuan.” Sahut Jenny seraya menyambut jabatan tangan Jo untuk menyepakati kerja sama mereka.


Tanpa mereka sadari seseorang telah mengabadikan momen mereka sejak Jonathan datang ke kafe tersebut, pria bertopi hitam itu bersembunyi di balik partisi yang menghalangi kursi pelanggan yang Jenny singgahi bersama Jonathan.


“Bagus! kau ikuti terus kemana pun mereka pergi, kumpulkan terus sebanyak mungkin foto-foto mesra mereka, aku akan menambahkan bonus jika hasil foto mu semakin menggiurkan dan menarik untuk ku,” Ucap seorang wanita yang di duga bos pria yang mencuri foto-foto Jenny dan Jonathan.


“Siap bos, aku akan melakukan yang terbaik demi kepuasan mu,”.


Clik… suara sambungan telepon terputus.


Setelah mencapai kesepakatan, Jenny memilih pamit lebih dulu untuk membeli beberapa makanan yang akan dia bawa ke perusahaan Kenny. Sesuai janjinya Jenny akan mengunjungi kekasihnya itu di jam makan siang.


“Kira-kira Kenny masih sibuk tidak ya?” Gumam Jenny setelah berada di luar kafe dan berpamitan pada Jonathan.


Sejurus kemudian ponselnya berdering dan menampilkan nama sang kekasih di layar ponselnya.


“Ha… dia cenayang kah? baru saja aku memikirkannya, sekarang orangnya sudah menelepon.” Gumam Jenny seraya menggeser gambar hijau di layar ponselnya.


“Halo sayang, kau masih di mana? aku jemput ya!” Seru Kenny setelah Jenny menjawab panggilan teleponnya.


“Aku baru saja mau membeli makanan untuk kita makan Kenn, kau tunggu saja sebentar ya, aku tidak akan lama ko,” Tutur Jenny.


“Itu pasti lama sayang, aku jemput sekarang saja ya, kau di mana sekarang, biar nanti aku mengantarmu juga untuk membeli makanannya.” Sahut Kenny yang tetap ada keinginannya.


“Haist! ya sudah lah, aku tunggu di depan kafe xxxxx ya,” Ucap Jenny mengalah.


Setelah mengakhiri sambungan teleponnya, Jenny memilih duduk di sebuah kursi yang berada di pinggiran jalan yang tersedia di sepanjang jalan di dekat kafe tersebut. Saat masih menunggu kekasihnya datang, Jenny sempat di sapa kembali oleh Jonathan yang ternyata baru saja hendak pergi meninggalkan kafe tersebut.


“Jenn, kau masih di sini ya! apa kau butuh tumpangan?” Tegur Jo setelah menghampiri Jenny.


“Terimakasih Tuan, tapi aku sedang menunggu Kenny ko,” Sahut Jenny yang entah mengapa membuat hati Jo sedikit sesak saat mengetahui jika Jenny sedang menunggu kekasihnya saat ini.


“Oh begitu ya, kalau begitu aku akan menemanimu menunggunya samai Kenny datang!” Seru Jo seraya hendak duduk di kursi yang sama dengan yang Jenny duduki saat ini.


“Jangan khawatir Jenn, aku menemani mu di sini karena aku memang sengaja ingin bertemu dengan Kenny, aku juga harus meminta maaf padanya karena kesalah pahaman kemarin,” Ucap Jo yang paham dengan kegelisahan gadis di sampingnya itu.


“E…emm… begitu ya, kalau begitu aku bisa merasa lega sekarang,” Sahut Jenny terbata.


Tiba-tiba hujan cukup deras turun membasahi seluruh Kota. Jenny yang terkejut langsung beranjak dan hampir saja tersungkur jika Jo tidak sigap menolongnya dengan menariknya hingga terjatuh ke dalam pelukan pria tampan itu.


“Aaaaah!” Teriak Jenny saat hampir saja tersungkur karena kakinya yang tiba-tiba ter hilir.


“Hati-hati Jenn, hampir saja kau terjatuh,”.


Cekrek…cekrek…


Beberapa foto kembali berhasil di bidik oleh pria bertopi hitam yang ternyata masih membuntuti Jenny dan Jonathan saat itu.


“Terimakasih Tuan, bisa kah kau lepaskan pelukannya sekarang?” Ucap Jenny yang merasa risih saat di peluk seperti itu oleh Jo.


“Ma…maaf! aku reflek melakukannya tadi, aku hanya khawatir kau terjatuh saja Jenn,” Tutur Jo memaparkan alasannya.


 “It’s ok Tuan, terimakasih sudah menolongku,” Sahut Jenny seraya membenarkan penampilannya.


Tak lama kemudian ponsel Jenny kembali berdering dan menampilkan kembali nama sang kekasih di layar ponselnya. Kenny yang saat itu menerima telepon penting dari perusahaannya akhirnya terpaksa memutar kembali mobilnya menuju perusahaan untuk menuntaskan permasalahan yang terjadi begitu mendadak.


“Sayang, maafkan aku ya! sepertinya aku tidak jadi menjemputmu, aku akan suruh Tian sebagai gantinya, ada hal penting mendadak yang terjadi di kantor, dan aku harus menyelesaikannya sekarang juga, kau masih di tempat yang tadi kau sebutkan itu kan?” Tanya Kenny setelah sambungan teleponnya di jawab Jenny.


“Apa kau baik-baik saja Kenn? aku bisa pergi dengan taksi jika kau memang sangat sibuk!“ Jawab Jenny seraya sedikit menahan sakit di area pergelangan kakinya.


“Aku benar-benar menyesal sayang, maaf kan aku ya! aku benar-benar sedang terdesak saat ini, kalau begitu kau hati-hati di jalan ya, jika sudah sampai nanti langsung masuk ke ruangan ku saja ya!” Tutur Kenny seraya mengakhiri sesi teleponnya dengan sang kekasih.


“Apa Kenny tidak jadi menjemputmu?” Tanya Jo setelah melihat Jenny kembali memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.


“Iya! sepertinya ada sesuatu yang terjadi di perusahaannya. Kalau begitu aku duluan ya Tuan,” Sahut Jenny seraya beranjak untuk menghentikan taksi yang akan dia gunakan untuk mengantarnya menuju perusahaan Kenny.


“Tapi Jenn, kaki mu pasti masih sakit kan, aku antar saja ya!” Seru Jo yang tak tega melihat Jenny meringis ketika melangkahkan kakinya.


“Aku baik-baik saja Tuan, kau tidak perlu khawatir, aku naik taksi saja, mari!” Ucap Jenny seraya menaiki mobil taksi yang sudah menepi.


“Ha… berhati-hati lah Jenn!” Gumam Jo cemas setelah melihat Jenny masuk ke dalam taksi.


.


.


.


.


.


.


.


See you next episode guys... 😘