
“Mom! kenapa tidak mengetuk pintu dulu sih? mengganggu saja deh!” Gerutu Kenny yang nampak salah tingkah setelah tau siapa yang mengganggunya.
“Haist! kalian ini ternyata tidak tau tempat juga ya kalau sudah on! Kenapa tidak kembali ke kamar saja sih!” Tutur Mom Bella dengan santainya menghampiri dan duduk di kursi meja makan di samping sang anak.
“Mommy kenapa datang sepagi ini? jangan-jangan Mom lagi bertengkar dengan Papah ya!” Tebak Kenny.
“Hust! enak saja, Mom dan Papah itu pasangan yang paling romantis dan akur tau, sembarang aja deh kalau ngomong, kau mau kualat ya Kenn!” Tegur Mom Bella.
“Ya jangan dong Mom, terus Mom mau apa dong pagi-pagi ke rumah Kenny, tumben banget deh!” Ucap Kenny.
“Haduh dasar anak gak tau balas budi kamu Kenn, Mom ke sini karena Mom mau kasih kabar genting sama kalian!” Gerutu Mom Bella.
“Kabar genting? Kabar apa sih Mom? jangan berbelit-belit deh, Kenny gak ngerti!” Sahut Kenny.
“Haist! anak ini, Jenn Mommy minta jus jeruk ya, kayanya Mommy butuh yang seger-seger deh kalau ngadepin suami mu ini!”.
“Siap Mom, Jenny buatkan dulu ya!” Sahut Jenny seraya beranjak untuk membuatkan mertuanya itu jus jeruk.
“Kenn, Nenek mu nanti sore tiba di tanah air, kau sudah bertemu dengannya kan di Negara A, lalu apa tanggapan Nenek tentang Jenny? dia sudah bertemu kan dengan istrimu?” Tanya Mom Bella bertubi-tubi.
“Nenek tidak sempat bertemu Jenny Mom, Kenny jadi khawatir kalau Jenny tidak bisa di terima oleh nya nanti,” Keluh Kenny yang berubah sendu.
“Jadi mereka belum bertemu ya! hm…”.
“Ini Mom jus nya!” Seru Jenny seraya memberikan segelas jus jeruk untuk mertuanya.
Setelah meneguk jus yang di buat menantunya Mom Bella nampak tak banyak bicara dan memilih untuk pulang kembali ke mansion nya.
“Sayang aku berangkat dulu ya, sekalian mengantar Mommy pulang!” Tutur Kenny seraya mengecup sekilas bi*** istrinya.
“Berhati-hati lah Kenn!” Seru Jenny menatap kepergian suaminya.
“Huft… sebenarnya Mommy tadi bicara apa ya sama Kenny? ko, aku jadi kepikiran ya? yang aku dengar tadi Nenek Kenny akan tiba di tanah air sore ini, kalau benar begitu aku harus menyambutnya, aku tidak mau di cap sebagai cucu menantu yang tak tau sopan santun nanti,” Gumam Jenny seraya melenggang ke dalam rumah mewahnya lagi.
Jenny tampak masih bingung dengan dugaannya, sejurus kemudian ponselnya berdering dan menunjukkan nama sang Kakak di layar sentuh nya itu.
“Halo Jenn?” Sapa Aldo setelah Jenny menggeser gambar hijau di layar ponselnya.
“Iya Kak, ada apa? tumben sekali menghubungi Jenny jam segini!” Sahut Jenny bertanya.
“Kakak ingin bertemu dengan Ibu Jenn, kau mau mengantar Kakak padanya kan? Kakak benar-benar rindu ingin memeluknya,”.
“Em… Jenny tidak yakin Ibu bisa mengenali Kakak juga, pasalnya Jenny juga belum bertemu dan bertanya lagi ada Tuan Jo,” Tutur Jenny.
“Tuan Jo, apa hubungannya dia dengan Ibu?” Tanya Aldo.
“Tuan Jo bilang Ibu adalah Ibu nya, Jenny juga masih belum tau apa sebab dan kebenarannya Kak, rencananya siang ini Jenny ingin menemuinya untuk menanyakan hal tersebut, jadi sebaiknya Kakak nanti saja ya bertemu dengan Ibu nya, Jenny akan selidiki dulu kenapa Ibu bisa sampai tidak mengenali Jenny sewaktu kita bertemu kemarin,”.
“Hm… ya sudah kalau begitu kabari Kakak secepatnya ya kalau kau sudah tau informasinya, dan ingat! kau jangan sampai terlalu lelah ya Jenn, Kakak tidak ingin kau dan calon keponakan Kakak kenapa-napa nantinya,” Tutur Aldo mengingatkan.
“Baiklah Kak, aku menyayangi mu,” Sahut Jenny seraya memutuskan sambungan teleponnya.
Menjelang siang, Jenny sudah terlihat begitu rapih dan cantik dengan gaun sebatas lutut berwarna pastel yang di kenakan. Dengan di antar kan Bruno sang supir pribadi, Jenny segera meluncur ke tempat yang di beritahukan Jonathan sebagai tempat pertemuan mereka siang itu.
“Apa Jo tidak salah memilih tempat ya? kenapa dia memilih Restoran di dekat bandara sih?” Gumam Jenny seraya membaca kembali chat yang di kirim Jo yang berisikan alamat Restoran.
Kring…
Kring…
“Nona, Non…!” Panggil Bruno dengan suara yang di buat kencang agar Jenny yang tertidur selama perjalanan terbangun.
“Belum Nona, hanya saja ponsel Nona sejak tadi terus berdering, saya khawatir panggilan itu penting, jadi saya memilih membangunkan Nona, maaf ya jika saya lancang!” Tutur Bruno menjelaskan.
“Oh begitu ya,” Jenny membetulkan posisi duduknya agar lebih nyaman dan segera memeriksa ponselnya.
“Hm… aku lupa tidak memberitahu Kenny tentang pertemuan ku ini, tapi apa aku harus bilang ya? aku takut dia salah paham lagi nantinya.” Batin Jenny setelah memeriksa ponselnya dan melihat beberapa daftar panggilan tak terjawab dari suaminya.
“Nona, apa anda baik-baik saja?” Tegur Bruno setelah melihat Jenny yang melamun.
“Nona!” Tegur nya lagi.
“Ah…iya Kak, apa kau bicara sesuatu tadi?” Sahut Jenny.
“Saya hanya khawatir Nona, apa anda baik-baik saja?” Tutur Bruno kembali bertanya.
“Aku baik-baik saja ko, terimakasih sudah perhatian padaku, apa Restorannya masih jauh?”.
“Mungkin sekitar 10 menit lagi kita sampai Nona,” Ucap Bruno.
Tak lama mereka pun sampai di tempat yang di tuju, dengan cepat Bruno turun dan membukakan pintu untuk Jenny. Setelah gadis cantik itu berhasil turun dari mobil suaminya, dia mengedarkan penglihatannya ke sekeliling untuk mencari orang yang akan dia temui.
Ternyata Jo saat itu sudah menunggunya di dalam Restoran bersama sang Oma. Jenny segera menghubungi nomer Jonathan untuk memberitahukan keberadaannya, dan tak menunggu lama, pria tampan tersebut menghampirinya di depan Restoran.
“Apa kau sudah lama tiba?” Tanya Jo setelah berada di hadapan Jenny.
“Tidak, aku baru saja sampai ko,” Jawab Jenny.
“Kalau begitu ayo masuk, aku sedang bersama Oma sekarang, kau tidak keberatan kan?” Ucap Jo bertanya kembali.
“Itu lebih baik Tuan, dengan begitu kita tidak akan di curigai macam-macam nanti,” Kekeh Jenny di akhir ucapannya.
Mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam Restoran dan menghampiri Nenek Dona yang tengah duduk di salah satu kursi pelanggan. Rencananya siang itu Nenek Dona akan menyambut kedatangan sahabatnya dari Negara tetangga. Dia meminta Jo untuk menemaninya karena Erika sedang tidak sehat hari itu.
“Selamat siang Oma!” Tegur Jenny yang sudah mengganti panggilannya semenjak tau jika Nenek Dona adalah Neneknya Shakira dan juga Jo.
“Hai sayang, apa kabar?” Sahut Oma Dona seraya merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan Jenny ke dalam pelukannya.
“Jenny baik Oma, Oma sendiri apa kabar?” Ucap Jenny balik bertanya.
“Oma juga baik-baik saja Jenn, kau sengaja menyusul Jo ke sini ya?” Tutur Oma Dona dengan jiwa kepo nya.
“Oma, Jenny baru saja tiba, sebaiknya kita pesankan dulu minuman dan makanan ya untuk nya!” Sanggah Jo yang tak mau Oma nya terus mengganggu tujuan awal dia bertemu dengan Jenny.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys…😘😘😘
jejaknya guys jangan lupa ya...