
Mereka berdua melangkah menuju lantai bawah di mana Tian sudah menunggu mereka dengan perut yang sudah kenyang. Tian ternyata sangat memanfaatkan kesempatan emas yang jarang-jarang dia dapatkan dari bosnya itu, setelah Kenny memberinya beberapa lembar uang, Tian segera memesan beberapa makanan yang dia sukai dan melahapnya hingga tak tersisa sedikit pun. (Bang Tian kayanya udah gak makan setahun ya 😁).
“Kak Tian! kau sudah makan juga kan?” Tanya Jenny setelah sampai di lantai bawah.
“Sudah Nona, terimakasih.” Ucap Tian menjawab.
“Ya sudah kalau begitu kita langsung pulang saja, aku ingin cepat-cepat istirahat malam ini,” Seru Kenny yang memang sudah terlihat lelah karena seharian tadi, dia juga ikut mencari istrinya yang sempat mendadak hilang karena tertidur di balkon.
15 menit kemudian Kenny dan Jenny telah sampai di penginapan.
“Sayang, sepatu mu kenapa masih terpasang? buka lah dulu, kau tidak akan nyaman jika tidur memakai sepatu!” Seru Kenny setelah melihat Jenny yang langsung membanting kan tubuhnya ke atas tempat tidur mereka.
“Hm… apa kau mau membantuku?” Ucap Jenny dengan nada manjanya.
“Haist! kenapa kau mendadak manja begini sih?” Tutur Kenny seraya meraih kaki sang istri untuk membantunya membuka sepatu flat yang masih terpasang di kaki istrinya itu.
“Terimakasih sayang, aku tidur langsung ya! hoam…” Jenny menguap di ujung ucapannya.
“Bukannya tadi siang kau sudah tidur cukup lama ya? kenapa sekarang sudah mengantuk lagi?” Tanya Kenny yang sedikit cemas.
“Entahlah, aku hanya merasa sangat lelah Kenn, kau jangan mengganggu ku dulu malam ini ya, aku benar-benar mengantuk sekarang, selamat malam.” Jenny langsung memejamkan mata dan meninggalkan sang suami yang hendak tidur pula di sampingnya.
Keesokan harinya, Kenny membawa Jenny ke sebuah butik terkenal yang ada di Negara tersebut. Kenny tampak sangat antusias memilihkan gaun untuk sang istri. Dia ingin Jenny tampil berbeda malam ini. Rencananya malam nanti Kenny ingin memperkenalkan Jenny sebagai kekasihnya terlebih dahulu sebelum dia memberitahukan status hubungan mereka yang sebenarnya, setelah masalah Kenny terselesaikan.
“Sayang kau coba yang ini ya!” Seru Kenny seraya memberikan sebuah gaun berwarna gold pada Jenny.
“Hm… aku coba dulu ya.” Sahut Jenny seraya menghampiri ruangan ganti.
Tak butuh waktu yang lama, Jenny kembali keluar dengan gaun panjang yang memiliki belahan yang cukup tinggi di salah satu sisi kaki bagian depan, menampilkan sedikit kulit paha mulusnya yang begitu putih dan bersih.
“Sa…sayang! kau benar-benar sangat cantik dengan gaun itu! apa kau juga menyukainya?” Tanya Kenny. Jenny menganggukkan kepala pertanda setuju dengan gaun pilihan suaminya. Dia juga sangat menyukai gaun tersebut yang nampak sederhana namun terkesan elegan dan mewah.
“Aku juga menyukainya Kenn, gaun ini benar-benar indah dan nyaman, bahannya juga terasa begitu lembut dan ringan saat di gunakan,” Komentar Jenny.
“Syukurlah, kalau begitu bagai mana dengan stelan jas yang aku kenakan ini?” Tanya Kenny meminta pendapat sang istri tentang pakaian yang dia coba saat ini.
“Em… sepertinya lumayan bagus, hanya saja… kenapa kau tidak menggunakan jas yang berwarna senada dengan gaun ku Kenn? bukannya akan terlihat serasi ya kalau kau mengunakan warna yang senada?” Tutur Jenny seraya berjalan mengelilingi tubuh atletis suaminya.
“Tapi ini juga masih mendekati warna gaun yang kau gunakan sayang, meski jasnya berwarna putih, tapi pinggirannya masih ada variasi warna gold nya juga,” Sahut Kenny seraya menunjuk bagian kerah jas yang memang di padukan dengan warna gold.
“Hm… iya, sih! ya sudah, kita ambil yang ini saja ya, biar menghemat waktu juga!” Saran Jenny yang entah mengapa terlihat sedikit tak bergairah hari itu.
“Baiklah, kita ganti sekarang ya sayang, biar Tian yang mengurus pembayarannya nanti!” Ucap Kenny.
Tanpa menjawab lagi, Jenny langsung menghampiri ruangan ganti kembali untuk mengganti gaun yang telah dia coba tadi. Setelah urusan pakaian selesai, Kenny mengajak sang istri untuk mengunjungi Restoran yang lumayan terkenal di Negara tersebut, mereka berniat mencicipi beberapa makanan di sana untuk makan siang mereka hari itu.
“Sayang! kenapa kau hanya makan sedikit? apa makanannya tidak enak ya?” Tutur Kenny bertanya.
“Ya sudah, kalau begitu kita langsung pulang saja sekarang!” Ucap Kenny seraya beranjak dan menuju kursi Jenny untuk membantu istrinya berdiri dan bergegas menuju mobil mereka.
Sepanjang perjalanan pulang. Jenny hanya menyandarkan kepalanya di bahu sang suami sambil memejamkan mata indahnya, sepertinya Jenny sedang tidak baik-baik saja saat itu. hingga mobil berhenti pun Jenny masih bergelayut di lengan suaminya dan menyandarkan kepalanya di salah satu sisi bahu Kenny.
“Sayang! kita sudah sampai, kita tidur di kamar saja ya! apa kau baik-baik saja? sepanjang hari ini kau terlihat sedikit lesu loh!” Tutur Kenny.
“Em… aku baik-baik saja Kenn, ayo kita turun!” Seru Jenny beranjak dan turun.
Beberapa jam kemudian Jenny sudah membersihkan dirinya dan bersiap untuk di rias oleh MUA terkenal di Negara tersebut. Sedangkan sang suami masih terlihat sibuk dengan ponsel pintarnya yang sejak tadi sudah bertengger di telinganya.
“Ok, pastikan kembali supaya tidak ada kesalahan apa pun kali ini.” Klik. Kenny menutup sambungan teleponnya secara sepihak.
“Kenn, ada apa? apa semuanya baik-baik saja?” Tanya Jenny seraya menyentuh lembut pundak suaminya. Entah mengapa Jenny tiba-tiba merasa gelisah dan cemas pada suaminya itu, Jenny merasa seperti akan ada sesuatu hal buruk yang akan menimpa pada Kenny.
“Semuanya baik-baik saja sayang, kau tidak perlu mencemaskan apa pun, ok!”.
“Apa tim MUA nya sudah datang? seharusnya mereka sudah tiba sekarang,” Tutur Kenny seraya melihat jam yang melingkar di sebelah pergelangan tangannya.
“Mungkin sebentar lagi Kenn,” Sahut Jenny seraya memeluk tubuh atletis suaminya dengan erat, seakan dia takut kehilangan Kenny saat itu juga.
“Sayang, apa kau sedang menggodaku? waktu kita tidak banyak sekarang, aku tidak akan puas jika kita melakukannya sekarang!” Keluh Kenny yang menyambut pelukan istrinya dengan tak kalah erat.
“Aku tidak sedang menggoda mu Kenn, tapi entah mengapa perasaanku sedikit tidak tenang saat ini, aku…” Jenny menggantungkan ucapannya.
“Kau kenapa sayang? apa ada yang sedang kau pikirkan?” Sanggah Kenny seraya mengecup kepala istrinya yang masih memeluknya dengan erat dan manja.
“Aku… aku takut Kenn, aku takut kehilanganmu. Berjanjilah untuk selalu ada bersama ku hingga maut memisahkan,” Ucap Jenny disertai isak.
“Hei! kenapa kau menangis sayang? aku janji, aku tidak akan meninggalkanmu sampai kapan pun, jadi kau tenang saja ya, jangan menangis seperti ini lagi, aku paling tidak tahan melihatmu menangis sayang.” Sahut Kenny seraya membingkai wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya.
.
.
.
.
.
.
.
Kira-kira Jenny kenapa ya guys?? tunggu kelanjutan ceritanya di episode selanjutnya ya, see you next episode…😘😘😘