
“Oh baiklah Tuan, tapi sebelumnya saya ingin memberi tahu anda jika di bawah sekarang ada Nona muda yang mengaku Sahabat anda ingin bertemu, apa anda ingin menemuinya?” Sahut Tian mencoba menjelaskan maksud dan tujuannya menghampiri Kenny ke ruangannya.
“Sahabat? siapa ya? kalau itu Renata, dia pasti langsung masuk kemari, tapi siapa Nona yang di maksud Tian ya?” Batin Kenny.
“Ya sudah kau suruh dia kemari saja!”.
“Baik Tuan, permisi!” Pamit Tian seraya melenggang ke luar dari ruangan atasannya itu menuju lantai bawah perusahaan untuk menemui sahabat bosnya yang ingin bertemu.
Sejurus kemudian pintu ruangan Kenny terdengar di ketuk seseorang dan menunjukkan sosok yang begitu Kenny kenali.
Tok... tok... tok...
“Masuk!” Seru Kenny tanpa menoleh siapa yang datang.
Wanita itu langsung melenggang menghampiri meja kerja Kenny. Dia langsung duduk dengan gayanya yang begitu menggoda dengan pakaian seksi yang dia kenakan siang itu.
“Apa kabar Kenn?” Tegur si wanita yang ternyata Gea.
“Ge! aku pikir tadi siapa? ada perlu apa kau kemari?” Sahut Kenny yang baru saja mengetahui keberadaan Gea di hadapannya saat ini.
“Haist! kau terlalu kaku Kenn, kita kan hanya sedang berdua saat ini, emm… bagaimana kalau kita duduk di sofa saja!” Tutur Gea dengan gaya genitnya.
“Ok! silahkan duduk Ge, kau mau minum apa? biar aku pesankan ke bagian pantry!” Seru Kenny seraya menekan tombol di telepon ruangannya yang menghubungkan langsung ke bagian pantry.
“Ahh… sepertinya akan sangat cocok meminum minuman yang segar untuk siang yang begitu terik ini , aku pilih jus jeruk saja deh!” Sahut Gea tak sungkan.
“Ok, tunggu sebentar ya!”.
“Eva, tolong bawakan segelas jus jeruk dan secangkir kopi ke ruangan ku ya!”
"Baik Tuan, akan segera saya hantarkan!” Sahut pekerja pantry yang bernama Eva.
“So! ada hal apa kau sampai kemari Ge?” Kenny kembali bertanya.
“Ah… iya aku sampai lupa Kenn, sebenarnya aku yang di tunjuk Papah untuk menghadiri meeting hari ini,” Tutur Gea seraya menggeser posisi duduknya ke dekat Kenny.
“Loh… jadi kau putrinya Om Alex ya, kenapa selama ini kau tidak memberitahu aku Ge?”.
“Aku ingin memberimu kejutan Kenn, tapi sebenarnya alasan aku menggantikan Papah saat ini karena beliau harus menemani Mommy ku kemo Kenn. Dia sedang mengidap penyakit kanker otak stadium akhir saat ini,” Ucap Gea di buat terdengar begitu menyedihkan.
Padahal Mommy Gea sudah lama meninggal dunia dengan penyakit yang sama beberapa tahun yang lalu. Gea sengaja membohongi Kenny untuk menarik simpatinya. Wanita licik itu ternyata memiliki misi dengan sang Papah yang ingin merebut kejayaan perusahaan Kenny yang sudah mendunia. Selain misinya merebut kekayaan yang di miliki Kenny, Gea juga menginginkan memiliki Kenny untuk menjadi pendampingnya.
Sungguh jahat dan serakah ya guys…😬
“Astaga, aku benar-benar tidak tau Ge, aku turut prihatin dengan kondisi Mommy mu,” Seru Kenny seraya mengusap sebelah bahu Gea.
Kesempatan itu ternyata tidak di sia-siakan Gea, wanita licik itu malah menubruk kan dirinya di dada bidang Kenny dengan air mata buaya yang dia ciptakan.
“Aku sangat menyayangi Mommy Kenn, apa dia masih bisa sembuh ya, sebenarnya aku sangat ingin menemaninya saat ini, namun Papah bilang kita tidak boleh mengecewakan perusahaan mu yang sudah mempercayai perusahaan Papah ku untuk memegang proyek besar ini,”.
“Sudahlah! kau tidak perlu sesedih ini Ge, aku yakin Mommy mu pasti bisa sembuh lagi, sekarang ini pengobatan yang canggih sudah sangat berkembang dengan pesat di berbagai Negara, sebaiknya sekarang kau doakan saja Mommy mu itu agar cepat sembuh kembali,” Kenny tidak menaruh curiga sedikit pun pada Gea, dia malah mengelus lembut kepala Gea yang masih bersandar di dada bidang miliknya untuk memberi semangat.
“Kau benar Kenn, terimakasih ya untuk semangatnya,” Gea semakin mempererat pelukannya.
Di saat mereka masih asik berpelukan, Eva yang di tugaskan Kenny untuk membawa pesanan minuman
“Permisi Tuan, saya membawa minuman yang anda pesan tadi!” Tegur Eva setelah mengetuk pintu.
“Oh, kemari lah Va, dan taruh gelasnya di atas meja, emm… Ge aku ke toilet sebentar ya!” Pamit Kenny seraya melenggang masuk ke dalam toilet yang ada di ruangannya.
“It’s ok Kenn, aku tidak sedang terburu-buru ko,”Sahut Gea seraya menyeruput jus jeruk yang sudah Eva letakkan di atas meja.
Setelah menyeruput minumannya, Gea beranjak menghampiri meja kerja Kenny, dia melihat setiap sudut ruangan kerja yang begitu luas itu dengan sangat teliti, hingga akhirnya dia menemukan sebuah ponsel yang bergetar yang di yakini milik Kenny. Tanpa permisi Gea meraih dan membaca pesan yang masuk di ponsel Kenny yang ternyata tidak memakai password tersebut, Gea membulatkan matanya. Ternyata pesan tersebut berasal dari Jenny yang memberitahu jika dia sebentar lagi akan tiba di perusahaan Kenny. Secepat kilat wanita licik itu membalas pesan yang di kirim Jenny pada ponsel Kenny, dia memberi tahu Jenny jika Kenny tidak bisa bertemu dengannya karena ada meeting dadakan yang begitu penting saat itu.
“Eh… ko gak bilang dari tadi sih, padahal aku ini udah sampai di depan lobi loh! duh… Kenny kalau ngerjain gak tanggung-tanggung banget sih, terus masakan aku gimana ini? masa aku harus bawa pulang lagi sih, atau aku titip di Resepsionis aja kali ya!” Gumam Jenny yang ternyata sudah berdiri di depan gedung perusahaan Kenny.
“Hm… tadinya aku sengaja lebih awal datang supaya kita bisa lebih lama bersama, tapi nyatanya dia memang benar-benar sibuk ya!” Gumam Jenny seraya melangkah masuk ke lobi perusahaan.
“Selamat siang Nona, ada yang bisa saya bantu?” Sapa Resepsionis yang bertugas.
Kebetulan Anggun yang waktu itu pernah Jenny temui sebagai Resepsionis perusahaan Kenny sedang mengambil cuti menikah, dan di gantikan sementara oleh Resepsionis baru, sehingga Resepsionis tersebut tidak mengenali Jenny yang tak lain kekasih big bosnya.
“Ah… aku hanya ingin menitipkan ini untuk Tuan Kenny,” Ucap Jenny seraya memberikan sebuah paper bag berisi makanan untuk Kenny makan siang.
“Oh baik Nona, nanti saya hantarkan ke ruangan Tuan, ada lagi yang lainnya?”.
“Emm… itu saja deh, kalau begitu terimakasih ya, aku akan pergi sekarang, mari…” Seru Jenny seraya meninggalkan perusahaan Kenny.
“Wah… benar-benar wanita yang begitu cantik, selain itu dia juga begitu ramah, apa hubungannya dengan Tuan Kenny ya? semoga saja wanita tadi berjodoh dengan Tuan, wanita itu benar-benar berbeda dengan wanita yang tadi lebih dulu datang ke sini, ish! membayangkan tingkahnya tadi saja aku sudah muak, sok kecantikan banget, mana bawelnya minta ampun lagi!” Gumam sang Resepsionis setelah Jenny tidak terlihat lagi di gedung pencakar langit itu.
Sejurus kemudian Tian terlihat menghampiri lobi dan hendak bertanya pada resepsionis perusahaan Tuannya.
“Sell… apa ada tamu lagi untuk Tuan yang datang?” Tanya Tian saat berpapasan dengan resepsionis yang ternyata bernama Sella yang tadi menyapa Jenny.
“Barusan hanya ada Nona cantik yang menitipkan ini untuk Tuan Kenny Tuan,” Tutur Sella seraya memperlihatkan paper bag yang dia bawa.
"Apa kau tau nama nya?" Tanya Tian.
"Maaf Tuan, saya tidak sempat menanyakannya tadi," Sesal Sella seraya menunduk.
“Apa itu Nona Jenny ya? tapi kenapa makanannya di tinggal? bukannya mereka akan makan siang bersama ya?” Batin Tian bertanya-tanya.
.
.
.
.
.
.
.
See you next episode guys... 😘