Love Me Please Jenny

Love Me Please Jenny
Pengumuman



Assalamu'alaikum guys... siapa nih yang belum mampir ke karya Mommy yang lain??? yuk buruan cek langsung!!! di jamin gak kalah seru deh, jangan lupa juga selalu kasih dukungan terbaiknya ya... happy reading 😘😘😘


Jodoh Dokter cantik


Eps 01.


Di sebuah Restoran mewah, terlihat sepasang anak manusia yang terlihat serasi melangkah masuk ke ruangan VIP di Restoran tersebut. Keduanya di jamu dengan begitu baik oleh para pelayan handal Restoran. Setelah memutuskan menu pilihannya, kedua anak manusia itu kembali berdiam diri dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga akhirnya...


"Kenapa kau terlihat sangat gelisah? tenanglah! aku pasti akan mengantarmu setelah ini!" Ucap Viky yang tak lain pria yang saat ini sedang menemani seorang Dokter kandungan cantik bernama Lusi.


"Tidak perlu! aku akan memesan taksi saja! kau bisa pulang setelah kita selesai makan!" Sanggah Lusi.


"Jangan sungkan, aku sangat bebas hari ini, jadi aku akan mengantarmu kemana pun kau mau!" Ucap Viky tak mau di bantah.


Lusi tak bisa membantah atau pun beralasan lagi, sepertinya rencananya untuk menghindari Viky telah gagal total. Setelah perbincangan singkat itu, suasana pun kembali hening. Hingga akhirnya para pelayan Restoran menghampiri mereka dengan makanan yang telah di pesan Lusi dan Viky tadi.


"Selamat menikmati hidangannya Tuan, Nona!" Tutur sang pelayan Restoran setelah menghidangkan makanan pesanan Viky dan Lusi.


"Terimakasih!" Sahut Viky.


Sementara, Lusi terlihat sudah sangat tak sabar melahap makanannya. Gadis cantik itu ternyata benar-benar sangat lapar setelah seharian ini mempercantik diri demi menghadiri sebuah pesta pernikahan temannya. Apalagi, tujuannya menghadiri pesta hari itu bukan hanya sekedar untuk memberi ucapan selamat saja pada kedua mempelai.


Selain menghadiri acara pernikahan temannya, Lusi juga berencana membuktikan jika dirinya bisa move on dari sang mantan tunangan yang sama-sama di undang di pesta pernikahan tersebut.


"Astaga... makanan ini benar-benar terlihat lezat, apa aku sudah boleh memakannya?!" Batin Lusi seraya meraih alat makan yang tertata di atas meja di hadapannya.


"Kau benar-benar sudah tidak tahan ya?" Ucap Viky.


"Aku ingin segera pergi dari sini, jadi aku akan makan lebih cepat!" Sahut Lusi seraya menyuap satu sendok makanan yang sudah dia ayunkan ke depan mulutnya.


Viky hanya terkekeh melihat aksi bar-bar gadis cantik di depannya itu. Dia benar-benar merasa terhibur dengan tingkah uniknya Lusi. Dengan lahap, gadis cantik yang berprofesi sebagai Dokter kandungan itu menyantap makanannya. Lusi bahkan tidak menghiraukan Viky yang sedari tadi memandang ke arahnya.



Nah kalau yang ini kalian pasti gak terlalu asing, sebenarnya novel Choice Lover ini karya pertama Mommy yang pertama, cuma karena waktu itu banyak yang harus di revisi, akhirnya Mom buat ulang biar para readers makin nyaman membacanya... jangan lupa mampir juga ya guys...


Eps 01.


Bersyukur adalah satu-satunya hal yang selalu dilakukan oleh Tiwi, Siswi Sekolah Menengah Kejuruan yang berumur 17 Tahun. Bagi Tiwi memiliki teman dan keluarga yang selalu mendukungnya adalah karunia yang paling berharga. Bel istirahat pun berbunyi, Kala itu Tiwi yang baru saja hendak keluar kelas untuk membeli jajanan ke kantin bersama teman-temannya, mendadak mendapat chat dari teman satu organisasinya.


Drttttt!!! Drttttt!!!


"Eh... tunggu Drin! ada chat masuk nih,” Tegur Tiwi kepada temannya.


Ternyata chat yang di dapat Tiwi menyuruhnya untuk bergegas ke ruangan Osis, Tiwi dan temannya pun langsung bergegas menuju ruangan Osis. Risky, teman yang tadi mengirimnya chat pun melambaikan tangan dari kejauhan kepada Tiwi sebagai isyarat supaya Tiwi dan temannya lebih bergegas menuju ruangan Osis.


“Wi... cepetan, udah mau di mulai nih rapatnya." Teriak Risky. Sontak Tiwi bersama temannya langsung berlarian menghampiri ruangan Osis hingga mereka merasa lelah.


“Gila Wi, kamu cepet banget larinya, aku sampai ngos-ngosan ngejarnya,” Ucap Andrina dengan nafas tersengal.


“Hehe... biasa aja kali Drin! kamu aja tuh yang lelet,” Tutur Tiwi sambil mengatur nafasnya yang sama-sama tersengal karena berlarian.


“Eh ini anak malah ledekin lagi,” Gerutu Andrina sambil berkacak pinggang.


"Biarin, wew..." Seru Tiwi sambil menjulurkan sedikit lidahnya ke arah Andrina.


“Udah-udah jangan pada berisik mending kalian pada duduk sana," Tegur Risky.


“Oh ok deh bos, yuk Drin!" Ajak Tiwi.